Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Bukan Dia, Tapi ....


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Saat benda tumpulnya menghujam dengan mudah, batin Farhan melisankan tanya diikuti kesangsian pada objek yang masih berada dalam kungkungan.


Namun karena hasratnya yang belum padam, Farhan pun tak acuh. Ia semakin membenamkan tubuh untuk merengkuh kenikmatan hakiki .....


....


Rudi menghela nafas lega saat Ilham datang bersama dengan Keanu, Rangga, Dhava, dan Birru. Atas kehendak sang penulis skenario, keempat pemuda itu berkunjung ke pondok pesantren Al Hidayah untuk menghadiri kajian rutin setiap Jum'at pagi. Namun, karena telepon dari Rudi yang mengabarkan bahwa Annisa tidak berada di rumah sakit, kajian yang biasa diadakan pada Jum'at pagi ... ditiadakan untuk hari ini. Dan ... keempat pemuda itu menawarkan diri untuk menemani Ilham.


Rudi terus melacak lokasi Annisa saat ini. Ia mematikan mesin sepeda motornya ketika tiba di tepi pantai, lantas bertanya kepada salah seorang nelayan yang sedang merapikan jaring.


"Maaf, Pak. Apakah, Bapak pernah melihat gadis ini?" Rudi memperlihatkan foto Annisa yang berbalut hijab dan mengenakan jas khas seorang dokter.


Nelayan itu mengernyitkan dahi sehingga kedua pangkal alisnya saling bertaut. Nampak sekali bahwa ia tengah mengingat-ingat sesuatu.


"Sepertinya, wajah wanita ini mirip sekali dengan wanita yang tadi dibawa oleh seorang pria berbadan besar ke villa yang berada di tengah pantai itu, Mas." Nelayan yang bernama Bayu itu menjawab pertanyaan yang dilisankan oleh Rudi sembari menunjuk ke arah objek yang dimaksud.


"Bapak yakin?"


"Saya yakin, Mas. Kebetulan, tadi saya melihatnya. Mereka berlayar menuju ke tengah pantai dengan menggunakan speedboat. Kata orang, villa di tengah pantai itu dimiliki oleh seorang pengusaha muda. Tapi, saya tidak tau namanya."


Rudi menghela nafas berat. Ia berusaha menenangkan diri meski firasat buruknya semakin merajai pikiran.


Sebelum melangkah pergi, Rudi mengucapkan terima kasih atas informasi yang telah diberikan oleh Bayu.


Rudi berjalan dengan langkah lebar. Ia bergegas menemui Ilham, Rangga, Keanu, Dhava, dan Birru yang sudah berdiri menunggu di bibir pantai, untuk menyampaikan informasi yang diberikan oleh Bayu dengan sangat detail.


Ilham mengepalkan tangan, meluapkan amarah yang telah sampai di ubun-ubun. Sebagai seorang ayah, Ilham sungguh tidak terima jika putrinya mendapat perlakuan buruk.


Tanpa menunggu waktu lama, mereka menyeberangi pantai menuju ke villa dengan menggunakan speedboat yang disewa oleh Birru.

__ADS_1


Sesampainya di villa, mereka dihadang oleh beberapa anak buah Farhan. Pertarungan sengit pun tak ter-elakkan. Beruntung, Rudi, Ilham, Keanu, Rangga, Dhava, dan Birru menguasai ilmu bela diri. Sehingga mudah bagi mereka untuk melumpuhkan anak buah Farhan meski dengan tangan kosong.


"Di mana kalian menyembunyikan Annisa? Jawab!" Rudi meninggikan intonasi suara disertai tatapan membunuh. Tanpa ampun, ia berkali-kali melayangkan bogeman mentah ke wajah Yudi. Meski Yudi memiliki badan yang besar, tetapi kekuatannya tak setangguh Rudi.


"Sa-saya benar-benar tidak tau," ucap Yudi terbata.


"Kau pikir, kami akan percaya, hah?" Bentak Rudi sambil kembali melayangkan bogeman mentah.


BUG


Yudi meringis dan merintih. Ia memegangi adik kecilnya yang menjadi korban amukan Rudi.


Setelah berhasil menumbangkan anak buah Farhan, keenam pria itu berpencar untuk menemukan Annisa.


...


BRAKK


"Surti? Berani-beraninya, Kau --" Farhan melayangkan tatapan tajam. Ia sangat murka sebab maidnya itu telah lancang menggantikan posisi Annisa.


"Tu-tuan, maaf." Surti menunduk, menghindari tatapan tajam sang tuan. Tubuh wanita itu berguncang hebat karena teramat takut dengan kemurkaan tuannya.


Farhan tak mengacuhkan permintaan maaf yang terlisan dari bibir Surti. Ia alihkan pandangan netranya ke arah Rudi dan Dhava. Pria itu semakin murka sebab semua anak buahnya tidak bisa diandalkan, sehingga Rudi dan Dhava bisa masuk ke villanya.


"Kurang ajar. Kenapa kalian bisa sampai di villa ini, hah?" Farhan melontarkan tanya dengan nada suara yang tinggi dan bergegas mengenakan celana untuk menutupi aurat. Sedangkan wanita yang menjadi partner ranjang Farhan, seketika menutupi tubuhnya dengan selimut tebal.


"Kami datang ke villa ini untuk menemukan Annisa. Kami yakin, kau membawa Annisa ke villa ini," tandas Rudi dengan melayangkan tatapan nyalang.


Farhan tersenyum menyeringai. Ia beranjak dari ranjang lantas membawa tubuhnya berhadapan dengan Rudi.


"Kenapa kau sangat yakin? Lagi pula, untuk apa aku membawa putri ustadz Ilham yang saleha itu ke vila ini?" elak Farhan.


"Karena, kau tidak terima dengan penolakan ustadz Ilham dan putrinya. Kau berambisi untuk mendapatkan Annisa dengan cara menculiknya. Aku sangat yakin, kau menyembunyikan putri ustadz Ilham di villa ini. Caramu untuk mendapatkan Annisa sungguh sangat licik, Han."

__ADS_1


"Rudi, Rudi ... kau pikir, aku tidak tau ... seperti apa dirimu. Kau lupa? Kita pernah menjadi partner bisnis, Rud. Aku memang licik. Tetapi tidak selicik dirimu. Aku heran, kenapa pria sebe-jat dirimu bisa mondok di pesantren Al Hidayah. Pasti, kau hanya ingin mendapatkan hati Annisa dan ustadz Ilham 'kan? Setelah berhasil mendapatkan hati mereka, kau bisa menjadikan Annisa sebagai pengganti istrimu yang telah tiada dan kau bebas untuk berpoligami --"


PLAKK


Tangan Rudi mendarat cantik di pipi Farhan hingga meninggalkan semburat merah. Amarah Rudi semakin menjadi karena Farhan melontarkan tuduhan yang sungguh tidak benar.


"Jaga bicaramu, Han! Aku sudah bertobat. Aku bukan Rudi yang dulu."


"Cih, omong kosong."


Perkelahian pun tak ter-elakan. Dhava yang sedari tadi memilih diam, kini ikut turun tangan menghadapi Farhan.


Saat keduanya berhasil melumpuhkan Farhan, seseorang menghujamkan pisau belati ke arah punggung salah satu dari mereka.


JLEB


"Dhava ...."


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Kira-kira, Annisa berada di mana ya?? Mengapa posisinya bisa digantikan oleh Surti? Next episode, semoga terjawab 😉


Mon maaf jika bertebaran typo 😉🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍


Tekan ❤ untuk favoritkan karya


Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya 😉


Terima kasih sudah berkunjung dan banyak cinta 😘❤

__ADS_1


__ADS_2