Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Menikah Lagi


__ADS_3

Happy reading 😘😘😘


[Temui aku malam ini di kafe R & K! Setelah pertemuan kita nanti malam, jangan pernah mencariku lagi!] My Hubby.


Tangan Khanza gemetar. Tubuh yang tanpa daya kini luruh seiring dengan derasnya bulir-bulir bening yang tertumpah ....


....


Semburat warna merah tertoreh di langit senja berkawan sekumpulan burung kecil yang hendak pulang setelah seharian berpencar. Khanza berharap, suaminya pun akan pulang ke rumah seperti burung-burung itu, setelah pergi entah ke mana.


Khanza menatap sendu langit senja. Ia terbiasa menyambut pergantian hari bersama sang kekasih hati, Rangga Adithya Fairuz. Namun tidak untuk saat ini ....


"Ngga, kamu di mana? Baru beberapa jam kamu pergi, hidupku serasa hampa. Apalagi jika kamu pergi untuk selamanya dari hidupku. Sungguh, aku tidak sanggup Ngga," monolognya disertai lelehan kristal bening yang membingkai wajah.


Khanza menyandarkan kepala pada daun jendela, seolah ia tidak sanggup menopang kepalanya itu karena terlalu berat memikirkan nasib rumah tangganya yang berada di ujung tanduk. Khanza mengartikan pesan terakhir yang dikirim oleh suaminya ... sebagai ucapan perpisahan.


Bagai dihujam ribuan anak panah yang tak kasat mata, hati Khanza teramat sakit ketika membaca pesan terakhir itu. Membayangkan berpisah dengan suaminya saja ia tak sanggup, apalagi jika perpisahan itu benar-benar terjadi.


CEKLEK


Khanza terkesiap ketika pintu kamarnya terbuka. Ia mengira, Rangga yang telah membukanya.


"Mas Rangga ...," lirihnya dengan binar di manik mata dan lengkungan bibir yang membentuk bulan sabit.


Namun sayang, raut wajahnya kembali sendu saat Raina-lah yang muncul dari balik pintu, bukan Rangga.


"Mb-mbak Raina?"


Raina mengulas senyum. Ia rengkuh tubuh sang adik ipar kemudian memeluknya sayang.


"Iya sayang, ini mbak Raina."


Tangis Khanza pecah. Tangan yang semula menjuntai ia angkat untuk membalas pelukan sang kakak ipar.


"Sssshhh ... Khanza, jangan menangis sayang! Lebih baik, ambilah air wudhu kemudian sujud padaNya! Ungkapkan keluh kesahmu dan langitkan pinta pada Illah," tutur Raina sembari mengusap punggung adik iparnya dengan gerakan naik turun. Raina berharap dengan cara itu, Khanza akan merasa tenang.


"Mbak, mengapa semua ini terjadi pada Khanza? Seolah Tuhan tidak mengijinkan Khanza untuk hidup bahagia. Dulu, Khanza pernah merasakan patah hati karena kak Birru menikahi kak Zahra. Dan sekarang hati ini patah lagi, bahkan hancur ... karena Rangga memutuskan untuk berpisah," ucapnya menyuarakan isi hati.


Raina merenggang pelukan. Disekanya kristal bening yang membingkai wajah cantik Khanza lantas ia tatap lekat-lekat manik mata yang memancarkan binar kesedihan.


"Za, apa kamu yakin ... Rangga memutuskan untuk berpisah denganmu setelah ia memperjuangkan cintanya selama ini? Bukankah, tidak mudah bagi Rangga untuk mendapatkan hati seorang gadis jutek, Saqueena Khanza Humaira? Berpikirlah positif! Yakinlah bahwa segala kehendak-Nya adalah yang terbaik," tutur Raina.


Khanza bergeming. Ia berusaha menelaah kata-kata yang terucap dari bibir Raina.


....


Seusai menjalankan ibadah sholat maghrib berjamaah dengan Raina, Khanza memoles wajahnya dengan make up tipis dan mengganti pakaiannya dengan gamis berwarna pink muda.


"Za, mbak Raina bantu memoles wajahmu supaya terlihat lebih cantik. Dan kenakan gaun ini, agar Rangga terpesona melihat kecantikan bidadari hatinya," tutur Raina disertai lengkungan bibir sembari menyerahkan paperbag yang berisi gaun berwarna gold.

__ADS_1


"Tapi Mbak --"


"Nggak usah pake' tapi! Mbak Raina yakin, Rangga sudah menantimu," ujarnya tanpa memudar senyum.


"Iya Mbak." Khanza mengangguk samar. Tangan terulur untuk menerima gaun yang diberikan oleh Raina kemudian ia bawa tubuhnya masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah mengenakan gaun pemberian Raina, Khanza mendaratkan tubuhnya di depan meja rias. Ia bersiap di make over oleh kakak iparnya yang berstatus sebagai istri Keanu itu.


"Masya Allah, cantik banget adeknya mbak Raina," puji Raina setelah selesai memoles wajah adik iparnya dengan make up flawless.


Khanza mematut dirinya di depan cermin. Senyuman terbit saat melihat pantulan wajahnya yang teramat cantik. Ia berharap dengan kecantikannya, hati Rangga akan kembali terpikat. Sehingga pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu mengurungkan niatnya untuk berpisah.


"Khanza, gawat ...." Terdengar suara bariton yang sukses membuat Khanza dan Raina seketika tersentak.


"Mas Keanu?"


"Za, gawat Za. Suamimu --"


"Ada apa dengan suamiku, Mas?" Khanza melisankan tanya disertai raut wajah yang menyiratkan kekhawatiran.


"Rangga ... Rangga bersiap untuk menikah lagi."


JEGLER


Ucapan Keanu bagai petir yang menyambar sehingga tubuh Khanza terasa lemas tak berdaya.


Keanu menyeret Khanza dan membawa kedua wanita yang sangat berarti baginya ke kafe R & K untuk menemui Rangga.


....


Keanu mengemudi mobil dengan kecepatan di atas rata-rata bagai seorang pembalap profesioal.


Tidak sampai satu jam, mereka tiba di kafe R & K.


Dada Khanza berdesir saat menginjakkan kaki di lantai dua bangunan kafe tersebut. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan untuk menemukan Rangga. Namun objek yang dicarinya tidak terlihat. Bahkan kafe tersebut sangat sepi ....


"Mas, kamu di mana?" lirihnya.


Khanza terkesiap saat Tri Suaka dan rekan duetnya, Nabila Maharani muncul dari balik tirai.


Tri Suaka mulai memetik dawai gitar mengiringi lagu yang akan dilantunkan oleh Nabila 'Janji Putih' (Lagu Doddie L)


Danke banya lai Tuhan


Su kasih dia par beta


Inikah tulang tusuk


Yang Tuhan ambel dar beta?

__ADS_1


Bahagia sio nona e


Beta bahagia, sayang


Danke banya sayang e


Mau hidop deng beta, selamanya, ho-oh


Beta janji, beta jaga


Ale untuk selamanya


Beta janji akan setia


Hanya untuk satu cinta


Ini cinta yang beta punya


Dari relung hati jiwa


Cuma par ale sajalah


Cinta ni abadi s'lamanya, ho-wo-ho


Oh-uh-oh, cinta ni abadi s'lamanya


Beta janji, beta jaga


Ale untuk selamanya


Beta janji akan setia


Hanya untuk satu cinta


Ini cinta beta punya


Dari relung hati jiwa


Cuma par ale sajalah


Cinta ni abadi s'lamanya ....


Tangis Khanza pecah saat Rangga tiba-tiba hadir dengan membawa bucket bunga mawar putih lambang cinta suci dan kesetiaan abadi disertai senyuman khas yang membingkai wajah rupawannya ....


"Selamat bertambah usia istriku, Saqueena Khanza Humaira."


🌹🌹🌹🌹


Bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2