Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Dua Malaikat


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


"Mbah, jangan lupa ya! Mie Jawanya nggak usah pakai ayam Jawa. Tapi, ayam bebek saja. Eh maksud saya, ayam potong saja!" pinta Rangga.


Mbah Pahing mengangguk pelan dan berusaha menahan tawa yang hampir saja meledak kala mendengar ucapan Rangga.


Kurang dari sepuluh menit, dua porsi bakmi Jawa telah siap disajikan. Khanza menyambut menu istimewa itu dengan netra yang berbinar dan senyum yang merekah. Seolah, ia sudah tidak sabar untuk menikmati bakmi Jawa olahan tangan mbah Pahing.


"Pelan-pelan makannya, Sayang! Nggak ada yang minta kog," ujarnya. Rangga merasa heran menyaksikan cara makan sang istri yang tidak seperti biasanya. Khanza sangat lahap, seolah sudah berhari-hari tidak makan.


"Mas, aku mau lagi," pintanya setelah menandaskan satu porsi bakmi Jawa. Netra Rangga membola. Ia tidak percaya, istrinya mampu menandaskan satu porsi bakmi Jawa hanya dalam hitungan detik bukan menit.


"Tapi Yang --"


"Nggak ada kata tapi, Mas. Pokoknya aku mau seporsi bakmi Jawa lagi," rengeknya seperti seorang anak kecil meminta sesuatu yang diinginkan. Sungguh si bumil sangat manja.


"Baiklah, Yang. Tapi, jika Sayang sudah kenyang, jangan memaksakan diri untuk menghabiskannya ya!" Lagi-lagi Rangga mengalah. Selama Khanza hamil, ia harus ekstra sabar menghadapi istrinya itu.


"Heem, iya Mas." Khanza mengangguk dan memamerkan senyuman terindahnya.


Ahhhh, andai sedang tidak berada di tempat umum ... rasa-rasanya Rangga ingin mencium wajah sang istri yang teramat cantik, bahkan bertambah cantik jika sedang tersenyum.


Rangga kembali memesan satu porsi bakmi Jawa teruntuk istri tercinta, menuruti permintaan bumil yang tidak bisa ditolak.


Tanpa menunggu waktu lama, satu porsi bakmi Jawa untuk Khanza telah siap disajikan. Netra Khanza kembali berbinar. Ia sungguh tidak sabar untuk menikmati bakmi Jawa olahan tangan mbah Pahing yang rasanya memang sangat mantul. Dan ... tentunya si author jadi ngiler membayangkan penampakan bakmi Jawa tersebut. Karena bakmi Jawa salah satu makanan favorit si author. Apalagi bakmi Jawa mbah Pahing. Harganya murah, porsinya wooowww banyak banget, dan rasanya mantul se mantul-mantulnya (walahhhh malah iklan lagi 🀭).


"Mbak, Mas, saya lapar sekali." Suara seorang anak kecil mengiba, meluluhkan hati Khanza dan Rangga. Seketika, Khanza memberikan satu porsi bakmi Jawa yang ingin dinikmatinya kepada anak itu.


"Makanlah, Dek!" titahnya. Khanza tidak tega melihat keadaan anak yang berdiri di sampingnya itu. Terlihat lusuh, kumal, dan kurus.


Netra anak itu berbinar. Tanpa ragu, ia menerima piring yang berisi satu porsi bakmi Jawa dari tangan Khanza dengan penuh semangat.


"Terima kasih, Mbak."


"Sama-sama, Dek. Makanlah! Jika ingin nambah, nanti kami pesankan lagi," ucap Khanza disertai senyuman yang membingkai wajah cantiknya.


"Iya Mbak. Mmmm ... bolehkah saya meminta satu porsi lagi? Ibu saya juga kelaparan. Sudah dua hari kami tidak makan," pinta anak itu dengan menundukkan kepala, menutupi raut wajahnya yang melukiskan kesedihan.

__ADS_1


Khanza menerbitkan senyum dan membelai rambut anak itu dengan sayang. "Tentu saja boleh, Dek. Oya, siapa namamu?"


Perlahan anak itu mengangkat kepala. Hatinya menghangat saat Khanza membelai rambutnya. Sungguh, ia merasa teramat disayang.


"Nama saya Bagas, Mbak. Ibu saya bernama Ratna," jawabnya disertai lengkungan bibir.


"Wahhh nama yang bagus. Kenalkan, nama mbak ... Khanza. Dan suami mbak yang handsome ini ... Rangga," ujarnya memperkenalkan diri dan sang suami. Kemudian ia memesan satu porsi bakmi Jawa untuk ibunda Bagas.


Rangga menghela nafas berat. Melihat anak itu, ia jadi teringat masa lalunya bersama sang bunda ketika mereka diusir dari rumah oleh ayahnya dan Clarisa, tanpa sempat membawa sepeser uang pun. Semua barang-barang miliknya dan sang bunda, dirampas oleh Clarissa. Beruntung, mereka bertemu dengan Abimana dan Kirana saat terombang-ambing di jalanan. Sepasang suami istri yang berhati mulia itu mengulurkan tangan. Mereka membantu Rangga dan Nabila tanpa pamrih.


Bakmi Jawa yang dipesan oleh Khanza telah selesai dimasak. Sesuai dengan permintaan Khanza, mbah Pahing menyerahkan langsung kepada Bagas.


"Terima kasih, semoga Allah membalas kebaikan Mas Rangga dan Mbak Khanza," doa tulus Bagas.


"Aamiin yaa Allah." Rangga dan Khanza mengamini dengan kompak.


"Oya Gas, ini ada sedikit rejeki untuk kamu dan ibumu. Jika kamu membutuhkan bantuan kami, langsung saja hubungi nomer mbak Khanza yang tertera di kartu nama ini!" Khanza menyerahkan beberapa lembar uang kertas berwarna merah dan kartu nama yang tertera nama beserta nomer teleponnya.


"Tapi Mbak, uang ini sangat banyak --"


"Gas, uang itu bisa kamu pergunakan untuk modal berjualan. Jadi, kamu dan ibumu ... insya Allah tidak akan kelaparan lagi," tutur Khanza.


Kata-kata yang terlisan dari bibir Khanza bagaikan embun yang menyejukkan jiwa Bagas. Manik mata bocah berusia sepuluh tahun itu berkaca-kaca. Di dalam benak, ia melantunkan kalimah syukur atas rejeki yang diberikan oleh Allah melalui perantara dua malaikat tak bersayap, Rangga dan Khanza. Ia juga melangitkan pinta kepada Illahi teruntuk dua insan yang telah mengulurkan tangan dengan tulus dan ikhlas.


....


Bonus visual Ayah dan Ibunda Rangga Adithya Fairuz 😘


1. Fairuz Al Farizi (Reza Rahardian)



Fairuz dan Nabila menikah karena perjodohan. Meski mereka menikah tanpa didasari oleh rasa cinta, Nabila tetap menerima Fairuz dengan setulus hati sebagai suaminya.


Selama menjadi istri Fairuz, Nabila tidak pernah mendapatkan perhatian dan curahan kasih sayang dari suaminya, apalagi cinta.


Dari penyatuan raga yang hanya mereka lakukan di malam pertama, lahirlah seorang anak laki-laki yang berparas tampan dan sangat menyayangi sang bunda. Dia ... Rangga Adithya Fairuz, suami dokter berparas cantik, putri pasangan Abimana Surya Saputra dan Ayunda Kirana, Saqueena Khanza Humaira.


2. Nabila Maharani atau Nofi Kahza (nama visual Nabila yang asli)

__ADS_1



Nofi Kahza merupakan salah satu sahabat author di dunia literasi. Ia seorang wanita yang ceria, supel, cerdas, pekerja keras, dan pantang menyerah.


Beberapa karya yang ditulisnya sangat apik dan menarik. Bahkan menjadi candu bagi para pembaca karena diksi serta tata bahasanya yang terangkai indah.


Saat ini Nofi Kahza tengah mengikuti contest menulis 'Berbagi Cinta'. Jika biasanya para pembaca dibuat gemas dengan kehadiran orang ketiga. Namun berbeda dengan karya Nofi yang terbaru. Justru, kita malah dibuat gemas dengan kelakuan istri pertama seorang Tuan Muda Arogan, Axton.


Bagaimana kisahnya? Bisa diintip di πŸ‘‡



Kunjungi juga karya author lainnya, yang menjadi awal terciptanya novel berjudul Pernikahan Tanpa Cinta.


1. Cinta Gadis Biasa "Alya"


Karya pertama author yang diambil dari kisah si author sendiri dan dibalut dengan imajinasi ngadi-ngadi. Mon maaf, tulisannya masih acak kadul β˜ΊπŸ™


2. Istri Comel Pilihan Abi


Menceritakan kisah cinta kedua orang tua Khanza. Abimana dan Kirana. 😍


3. Mantan Jadi Besan


Bercerita tentang kisah cinta Keanu dan Raina. Keanu, putra pasangan Abimana dan Kirana. Sedangkan Raina, putri pasangan Raikhan dan Alya. ❀


4. Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)


Sekuel terakhir Cinta Gadis Biasa "Alya". Insya Allah, di novel ini ... author akan menghadirkan para tokoh dari novel pertama hingga ke-empat. β˜ΊπŸ™



🌹🌹🌹🌹


Bersambung .....


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like πŸ‘


Tekan ❀ untuk favoritkan karya

__ADS_1


Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya πŸ˜‰


Trimakasih sudah berkunjung dan banyak cinta 😘❀


__ADS_2