
Happy reading 😘😘😘
Setelah selesai melakukan IMD, Dara dipindahkan ke ruang rawat inap. Sedangkan dua bayi kembarnya dipindah ke ruang bayi.
Selang setengah jam kemudian, Abimana dan Kirana tiba di rumah sakit. Kedua paruh baya itu bergegas masuk ke ruang rawat inap untuk menemui sang putra serta menantu mereka, Dylan dan Dara.
"Sayang, selamat atas kelahiran kedua buah hati kalian," ucap Kirana sembari mencium kening sang menantu.
"Terima kasih, Bunda," sahut Dara diikuti lengkungan bibir yang membentuk bulan sabit, hingga terbitlah seutas senyum.
"Selamat, Dylan. Ayah bangga padamu. Kamu dan Rangga sama hebatnya. Sekali menanam benih ... langsung menghasilkan dua bayi sekaligus. Sedangkan ayah, sekali menanam benih hanya menghasilkan satu bayi. Makanya, ayah rajin menanam. Sehingga menghasilkan dua jagoan dan satu bidadari. Itu pun jaraknya lumayan jauh. Keanu mendapatkan adik setelah usia lima tahun, sedangkan Khanza mendapatkan adik setelah usianya tiga tahun," ujar Abimana berceloteh sambil mengusap pundak sang putra.
Dylan dan Dara terkikik geli kala mendengar celotehan Abimana. Sedangkan Kirana, memutar bola mata malas dan mendengkus kesal. Ia tidak habis pikir, bisa-bisanya sang suami melontarkan celotehan yang terkesan vul-gar di hadapan putra dan menantu mereka.
"Dylan, Dara, siapa nama bayi kalian?" Kirana melisankan tanya untuk mengalihkan pembicaraan.
"Bang Dylan belum mencarikan nama untuk si kembar, Bund. Bang Dylan baru ingin bersemedi mencari Ilham atau Wangsit terlebih dahulu," ujar Dara sembari melirik suaminya.
PLETAK
Kirana menjitak dahi Dylan. Ia teramat gemas pada putranya itu. Bagaimana bisa, Dylan belum menyiapkan nama untuk si kembar. Padahal sebagai seorang bunda, Kirana sering memberi wejangan agar Dylan segera menyiapkan nama untuk kedua buah hatinya.
"Duhhh, sakit Bund." Dylan merintih dan mengusap dahinya.
"Bunda heran sama kamu, Lan. Selama sembilan bulan lebih, bunda sudah memberi wejangan supaya kamu segera menyiapkan nama untuk kedua bayi kalian. Tapi apa? Kamu malah santai, seolah nama untuk kedua bayi kalian itu sama sekali tidak penting," tukas Kirana dengan sedikit meninggikan intonasi suara.
__ADS_1
"Maaf Bunda. Sebenarnya, Dylan tidak kreatif memberi nama bayi. Oleh karena itu, Dylan mencari Ilham dan Wangsit terlebih dahulu," kilah Dylan sambil bersembunyi di balik punggung istrinya. Ia takut jika sang bunda akan kembali mendaratkan jitakan.
"Ehem, assalamu'alaikum." Suara deheman diikuti ucapan salam, mengalihkan atensi Abimana, Kirana, Dylan, dan Dara. Sontak mereka merotasikan kepala ke arah sumber suara. Rupanya suara itu berasal dari dua gadis cantik yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka.
"Wa'alaikumsalam --," balas mereka secara bersamaan.
Kirana menyambut kedatangan dua gadis itu dengan senyuman ramah. Lantas ia mempersilahkan keduanya untuk masuk ke dalam.
"Maaf jika kedatangan kami mengganggu. Sebenarnya kami tidak sengaja mendengar percakapan anda berempat. Kalau boleh kami memberi saran, bagaimana jika nama kedua bayi ... Dirgantara Al Zikri dan Diandra Az Zahra. Dirgantara Al Zikri berarti seorang laki-laki yang memiliki keluasan pikiran, tampan, dan adil. Sedangkan Diandra Az Zahra berarti perempuan yang kuat, anggun, dan cerdas," tutur gadis yang bernama Iqlima Al Jazira mewakili sahabatnya, Elviraaprillia Vira. Kedua gadis itu merupakan dua pembaca setia Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story) yang telah berkenan menyumbangkan nama untuk bayi kembar Dylan dan Dara.
"Masya Allah, nama yang sangat bagus. Kalau boleh tau, siapa nama nona berdua?" tanya Dylan. Pria itu beranjak dari posisi duduk lantas menghampiri kedua gadis yang telah berkenan menyumbangkan nama untuk kedua buah hatinya.
"Nama saya Iqlima, Bang. Dan sahabat saya ini ... Vira," jawab Iqlima sambil menunduk malu. Pasalnya, wajah Dylan sangat mirip dengan sang mantan. (Please, jangan marah Kak Iqlima 😆✌)
"Wahhh nama yang cantik. Secantik parasnya," sahut Dylan menggombal.
Hawa panas seketika menyelimuti ruangan itu. Dara yang sedari tadi duduk dengan bersandar pada headboard, perlahan beranjak dari posisinya. Dengan tertatih ia membawa tubuhnya ke sisi pria yang sukses membuatnya terbakar api cemburu.
"Ampun Sayang. Bang Dylan hanya bercanda. Ta-tadi ucapan abang nggak serius. Bagi abang, hanya Dara Larasati ... wanita yang tercantik se Jogja." Dylan berkilah.
"Abang jahat. Bisa-bisanya Abang memuji wanita lain di hadapanku." Dara merengut dan melipat tangannya di depan dada.
"Sayang, percaya sama abang ya! Sumpah demi apapun, tadi ... abang hanya bercanda. Kalau Sayang tidak percaya, belah dada abang! Di dalam sini hanya ada nama Dara Larasati seorang," ujar Dylan merayu. Ia rengkuh tubuh Dara dan membawanya ke dalam dekapan.
"Bang, aku sungguh nggak terima jika Abang memuji wanita lain." Dara merajuk dan membenamkan kepalanya di dada bidang Dylan.
"Sayang, abang berjanji nggak akan memuji Mbak Iqlima dan Mbak Vira lagi. Lagi pula, jika abang memuji mereka ... takutnya malah kena bogeman mentah dari kekasih Mbak Iqlima dan Mbak Vira. Bisa-bisa wajah handsome abang berubah menjadi seperti Udin Fakhrudin jika terkena bogeman mentah," sahut Dylan seraya berceloteh.
__ADS_1
Hmmmm ... dasar Andrea Winata alias Dylan Putra Abimanyu, nggak di dunia nyata ataupun di dunia halu, paling hobi bikin onar. Disaat serius, dia masih sempat berceloteh. Andai bukan mantanku, ku jitak dengan Bismillah. (Nb: Mantan di novel yang berjudul Ku Tunggu Jandamu, karya Penulis Jelata) 😁
Okey, lanjut ke cerita 😉
"Mmm ... maaf, jika kedatangan kami malah merusak suasana bahagia kalian." Vira yang sedari tadi diam, kini ikut bersuara.
"Ah, tentu saja tidak, Mbak. Kami malah sangat berterima kasih karena Mbak Vira dan Mbak Iqlima sudah berkenan menyumbangkan nama untuk kedua cucu kami," sahut Abimana dengan menampilkan senyuman ramah.
Setelah sejenak berbincang, Iqlima dan Vira berpamitan. Mereka lega karena Dara tidak lagi cemburu setelah diberi pengertian oleh Kirana.
"Huaaaaaa, istriku. Tidak mungkin istriku meninggal." Suara teriakan seorang pria muda, mengalihkan perhatian semua orang yang mendengarnya. Seketika, tubuh Dylan bergetar. Terbayang olehnya jika ia berada di posisi pria itu.
"Bang, jangan-jangan yang meninggal --" Dara menggantung ucapannya dan menutup bibirnya dengan telapak tangan.
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....
Alhamdulillah, bisa double UP lagi. 😉
Author mengucapkan terima kasih banyak kepada Kak Iqlima Al Jazira dan Kak Elviraaprillia Vira yang telah berkenan menyumbangkan nama untuk kedua bayi pasangan Dylan dan Dara serta dengan setia mengikuti kisah Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story) hingga saat ini. Meski author sadar, karya author remahan kacang kulit ini masih banyak kekurangannya 🥰🙏
Mon maaf jika bertebaran typo 😉🙏
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍
Tekan ❤ untuk favoritkan karya
__ADS_1
Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya 😉
Terima kasih sudah berkunjung dan banyak cinta 😘❤