
Happy reading 😘😘😘
Kelopak bunga bahagia kini bermekaran menghias istana cinta seusai badai uji datang silih berganti.
Kini, Rangga dan keluarga kecilnya senantiasa hidup bahagia di Istana cinta yang ia bangun. Istana tersebut dibangun oleh Rangga karena besarnya rasa cinta terhadap Saqueena Khanza Humaira, sosok wanita yang sedari SMA menjadi ratu di hatinya.
Bukan hanya Rangga dan keluarga kecilnya saja yang mencecap kebahagiaan. Namun, Dylan dan Dhava beserta keluarga kecil mereka pun juga senantiasa bahagia. Meski pertengkaran kecil acap kali mengiringi.
Sama seperti ketiga pasangan, Jordan dan Milea pun senantiasa dinaungi oleh kebahagiaan setelah kelahiran kedua buah hati mereka, Syam dan Syaila.
Lantas bagaimana dengan Reni dan Farhan? Berkat kemuliaan hati Annisa yang berkenan menjabut tuntutan, Farhan terbebas dari hukuman yang menjeratnya. Sehingga pria yang kini telah insyaf dan sembuh dari penyakit mentalnya itu, bisa berkumpul kembali dengan Reni dan kedua orang tuanya.
Atas kehendak sang penulis skenario, Sherin menikah dengan seorang ustadz tampan nan saleh, dia ... ustadz Zaki. Sedangkan Ina menikah dengan Fadhlan dan Lisa menikah dengan Fadhli. Lalu, bagaimana nasib Surti? Wanita itu pun merengkuh kebahagiaan. Ia menikah dengan Fauzan Abdillah, duda tampan beranak satu.
Arum juga tak kalah bahagia. Wanita yang kemayunya melebihi princes Saharani itu kini telah melepas masa lajangnya. Ia menikah dengan Tejo, salah seorang santri yang mondok di pesantren Al Hidayah.
Adakah yang ingat dengan Dahlia, wanita yang pernah menjadi partner ranjang Rudi? Setelah mengusir Rudi dari apartemen, Dahlia harus menerima kenyataan pahit. Kekasih yang diharapkannya bisa memberi kebahagiaan, kepuasan lahir batin, dan kemewahan, ternyata seorang bandar narko-ba sekaligus ger-mo. Dahlia sering kali dipaksa melayani para pria hidung belang oleh kekasihnya itu. Beruntung, di suatu malam Dahlia dipertemukan dengan seorang pria berkebangsaan Inggris yang bernama Ameer. Ameer bersedia membebaskan Dahlia dari belenggu sang ger-mo dengan syarat ... wanita itu harus bertaubat. Bukan hanya membebaskan Dahlia, Ameer bahkan bersedia menikahi wanita pendosa itu. Dengan senang hati, Dahlia menerima persyaratan yang diberikan oleh Ameer.
Lalu, bagaimana dengan Albirru dan Zahra. Keduanya juga hidup bahagia. Setitik rasa cinta Albirru untuk Khanza, kini telah terhapus. Hanya ada Zahra yang memenuhi ruang hati pria blonde itu.
....
Sang Dewi Malam tersenyum malu-malu kala menyaksikan dua insan yang tengah memulai ritual penyatuan raga. Mereka Dhava dan Annisa. Keduanya saling berbagi peluh dan menikmati setiap sentuhan.
Suara lembut sang bayu berpadu dengan nyanyian binatang malam mengiringi nada-nada cinta yang terdengar merdu dari kedua bibir sepasang Adam dan Hawa.
Dhava mendesak tubuh Annisa hingga keduanya merengkuh kebahagiaan hakiki, mereguk kenikmatan surga dunia bernilai ibadah.
__ADS_1
Sama seperti Dhava dan Annisa. Rangga dan Khanza pun tengah menikmati malam panjang mereka dengan melakukan ritual penyatuan raga.
"Mommy, sekali lagi ya?" Seolah tak puas jika hanya lima kali membenamkan tubuhnya, Rangga melisankan tanya untuk meminta ijin pada Khanza yang kini sudah terlihat letih.
Meski letih, Khanza tidak memungkiri bahwa hujaman tubuh Rangga membuatnya candu.
Khanza mengangguk pelan dan tersenyum sebagai pertanda bahwa ia mengijinkan Rangga untuk kembali menghujamkan tubuh.
Suara lenguhan dan erangan lembut mengiringi puncak kenikmatan yang mereka rengkuh. Keduanya saling berpeluk, seolah ingin selalu menyatu.
"Mommy sayang, terima kasih atas kenikmatan yang Mommy berikan. Malam ini, sungguh merupakan malam yang teramat indah. Papi merasa sangat puas," ucap Rangga dengan binar bahagia yang terlukis jelas di wajahnya.
"Iya Pi. Mommy pun merasa terpuaskan. Kekuatan Papi benar-benar luar biasa. Meski letih, mommy ingin kembali mereguk kenikmatan surga dunia, Pi."
Rangga menerbitkan senyum kala mendengar ucapan Khanza yang seolah memberi sinyal bahwa istrinya itu menginginkan tubuh mereka kembali menyatu.
Setelah meneguk air putih, Rangga kembali memulai aksinya dengan melabuhkan bibir. Khanza tak kuasa menolak, hingga kedua bibir yang saling bersentuhan kini berpagut, menyelami rasa manis yang menjadi candu.
....
Sudah tiga bulan, Abimana, Kirana, dan Alif tinggal di pondok pesantren Al Hidayah. Sedangkan Reni yang awalnya berniat untuk turut serta tinggal di pondok pesantren bersama mereka, kini mengurungkan niatnya itu sebab ia ingin tinggal di rumah Farhan, menjalankan perannya sebagai seorang istri sekaligus seorang ibu.
Seperti biasa, Abimana terbangun di sepertiga malam. Pria bermata teduh itu bergegas mensucikan diri dengan air wudhu lantas menjalankan ibadah sholat sunah lail.
Usai mengucap dua salam, Abimana menengadahkan kedua telapak tangan seraya melangitkan pinta.
"Allaahumma lakal hamdu anta qayyumus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqu, wa qaulukal haqqun, wal jannatu haqquw wannaaru haqquw wan-nabiyyuuna haqquw wa Muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallama haqquw wassaa’atu haqq.”
“Allaahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qoddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu wa maa anta a’lamu bihiminnii. antal muqoddimu wa antal mu’akhkhiru laa ilaaha anta. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.”
__ADS_1
“Ya Allah bagi-Mu-lah segala puji, Engkaulah yang mengurus langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi beserta semua makluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Maha benar, janji-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, ucapan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar dan Nabi Muhammad Saw adalah benar serta hari kiamat adalah benar.”
“Ya Allah hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, hanya kepada-Mu aku kembali (bertaubat), kepada-Mu aku mengadu, dan kepada-Mu aku meminta keputusan, maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang kemudian serta apa yang kusembunyikan dan yang kulakukan dengan terang-terangan dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku, Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya (untuk menghindar dari kemaksiatan) dan tiada kekuatan (untuk melakukan ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah.”
Setelah mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan, Abimana membuka mushaf Al qur'an lalu mulai membaca kalam cinta dengan suaranya yang teramat merdu hingga membangunkan sang kekasih hati, Ayunda Kirana.
Perlahan, Kirana membuka kelopak mata. Kedua netranya memicing, menyesuaikan cahaya kamar.
"Yah, kenapa tidak membangunkan bunda?" gumam Kirana sembari beranjak dari ranjang.
Hening
Tidak ada sahutan dari Abimana. Pria bermata teduh itu masih dalam posisi yang sama, duduk di atas sajadah dengan mushaf Al qur'an berada di pangkuannya.
"Ayah, kog diem aja sih?" Kirana kembali melisankan tanya. Ia merasa heran karena Abimana tidak menjawab pertanyaan yang ia lisankan.
"Yah, Ayah." Kirana meluruhkan tubuhnya lantas berusaha membangunkan Abimana yang tengah duduk dengan mata terpejam.
"Yah, Ayah. Buka matamu, Yah! Jangan bercanda!"
DEG
Jantung Kirana seolah berhenti berdegup kala suaminya tak juga membuka mata.
"Please Yah, jangan buat bunda takut! Ayah, bangun Yah! Bangun! Buka matamu Yah!" Kirana mengguncang-guncang tubuh Abimana. Namun, pria yang teramat dicintainya itu seolah tengah larut di alam mimpi, hingga enggan membuka mata.
Tubuh Kirana seketika lemas seiring air embun yang menetes dari telaga bening.
Mungkinkah, tiba saatnya mereka terpisah oleh maut? Hanya Illahi dan penulis skenario yang tau ....
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
Bersambung ....