Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Poor Nabila


__ADS_3

Happy reading 😘😘😘


"Ibu menyerahkan saya pada nyonya Clarisa sebagai pelunas hutang, Om. Meski sudah satu bulan berada di tempat ini, Alhamdulillah ... Allah masih menjaga kesucian saya. Setiap hari, saya mendapat siksaan dari nyonya Clarisa. Wanita iblis itu mengancam, jika hari ini tidak ada sugar daddy yang membeli saya, maka dia akan memberi perintah kepada beberapa anak buahnya untuk menodai kesucian saya ...," tutur Dara sendu.


Abimana menghembus nafas kasar. Mendengar kata-kata yang terlisan dari bibir Dara, amarahnya semakin meluap hingga sampai di ubun-ubun. Besar keinginannya untuk segera bertemu dengan Clarisa dan memberi hukuman yang setimpal pada wanita iblis itu ....


Dara menyeka jejak air mata dengan jemarinya yang lentik lantas beranjak dari posisi duduk.


"Mari Om, saya antar ke ruang bawah tanah!" ujarnya memecah keheningan yang sempat tercipta.


Tanpa membalas ucapan Dara, Abimana melepas jaket yang ia kenakan kemudian memberikannya pada gadis malang itu.


"Pakai jaket Om, Ra! Setidaknya dapat membantu menutupi auratmu yang bisa mengundang syah-wat para lelaki hidung belang."


Dara menerima jaket dari tangan Abimana disertai seutas senyum hingga kedua lesung pipinya nampak. Ia pun segera mengenakan jaket pemberian pria bermata teduh itu untuk menutupi dua harta terindahnya yang sedikit menyembul.


"Trimakasih, Om."


Abimana membalas ucapan yang terlisan dari bibir Dara dengan anggukan dan lengkungan di bibirnya.


Abimana mengirim pesan pada Tama dan Johan sebelum mengayunkan kaki menuju ruang bawah tanah bersama Dara. Pria yang tak lagi berusia muda itu meminta agar Tama dan Johan beserta anak buah mereka untuk berpencar. Sebab tidak menutup kemungkinan, Clarisa dan Douglass akan melarikan diri melalui jalan rahasia jika keduanya mengetahui bahwa rumah mereka sudah dikepung oleh para penegak hukum (polisi) Indonesia yang bekerjasama dengan penegak hukum Inggris.


Dara memandu Abimana menuju ruang bawah tanah. Mereka melumpuhkan satu persatu anak buah Clarisa yang berjaga. Beruntung, Abimana dan Dara cukup menguasai ilmu beladiri. Sehingga mereka mampu melumpuhkan lawan dengan sangat mudah.


"Om, di sana kamar wanita iblis itu dan kekasihnya." Dara menunjuk dengan gerakan netranya.


Abimana mengangguk sebagai pertanda bahwa ia mengerti ucapan Dara.


"Hati-hati Ra! Anak buah Clarisa dan Douglass yang berjaga di depan pintu, bertubuh kekar. Om saja yang menghadapinya."


" Tapi Om --"


"Tenang Ra."


Abimana mengulas senyum dan mengeluarkan pistol dari dalam saku celananya.


"What? Om membawa pistol?" ujarnya setengah memekik.


"Ssstttt, jangan keras-keras ngomongnya Ra!"

__ADS_1


"Hhhehe, iya Om. Maaf." Dara menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal sambil tersenyum ala iklan pasta gigi, memperlihatkan deretan gigi putihnya yang sangat rapi.


Gegas, Abimana menembaki anak buah Clarisa dan Douglass yang berjaga di depan pintu kamar dengan pistol berisi obat bius.


Setelah memastikan semua anak buah Clarisa tumbang, Abimana membuka daun pintu dengan perlahan.


CEKLEK


Tidak ada Clarisa dan Douglass di dalam kamar itu. Hanya ada pria paruh baya yang duduk di kursi roda dengan kedua tangan terikat dan mulutnya disumpal kain. Sungguh keji sekali perlakuan Clarisa terhadap pria yang masih berstatus sebagai suaminya.


Abimana mengambil kain yang menyumpal mulut Fairuz dan melepas tali yang mengikat tangan pria paruh baya itu.


"Tuan ... trimakasih," ucap Fairuz dengan bibir gemetar.


"Jangan panggil saya Tuan. Saya Abimana, mertua Rangga," ujarnya seraya memperkenalkan diri.


Fairuz terkesiap mendengar ucapan yang dilisankan oleh Abimana. Ia tidak menyangka bahwa pria yang berdiri di hadapannya itu adalah ayah mertua Rangga.


"Abimana? Abim suami Kirana, sahabat Nabila?"


"Anda benar. Saya suami Kirana. Istri saya ... sahabat mantan istri anda, Nabila."


"Keadaan mereka tidak baik-baik saja. Rangga koma. Sedangkan Nabila, sering menangis dan pingsan karena terlalu berduka."


Fairuz menunduk lesu. Wajahnya terlihat sendu. Ia sangat menyesal dengan kesalahannya di masa lalu. Andai ia mampu menerima Pernikahan Tanpa Cinta dengan keikhlasan hati, mungkin saja rumah tangganya dengan Nabila akan sakinah, mawadah, warohmah.


Namun, nasi telah menjadi bubur. Ia lebih memilih Clarisa dari pada Nabila dan putranya. Kebahagiaan yang sejatinya ingin diraih, nyatanya hanya sebuah impian semu. Fairuz salah langkah.


"Maaf, saya harus menemukan Clarisa dan Douglass. Mungkin, anda tau di mana mereka?" tanya yang terlontar dari bibir Abimana.


"Mereka melarikan diri setelah melihat rekaman camera cctv. Saya yakin, Clarisa dan Douglass berada di lantai tiga. Karena di sana terdapat pintu rahasia menuju jalan keluar." Fairuz menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Abimana dengan mantap.


"Untuk menuju ke lantai tiga, lebih baik kita menggunakan lift," imbuhnya.


"Baiklah. Saya akan segera menyusul Clarisa dan Douglass," sahut Abimana.


"Saya ikut serta."


"Jangan! Lebih baik anda tidak usah ikut. Dara akan membawa anda keluar dari kamar ini."

__ADS_1


Fairuz tetap saja menolak. Ia bersikeras untuk ikut Abimana menyusul Clarisa dan Douglass.


Dengan sangat terpaksa Abimana mengalah dan mengijinkan Fairuz untuk ikut bersamanya. Ia tidak ingin membuang waktu dengan perdebatan kecil.


Abimana, Fairuz, dan Dara masuk ke dalam lift yang akan membawa mereka menuju lantai tiga.


Sesampainya di lantai tiga, Fairuz memandu Abimana dan Dara menuju ruang rahasia yang dipergunakan sepasang kekasih berhati iblis untuk bersembunyi.


Tanpa ragu, Fairuz membuka daun pintu.


CEKLEK


Betapa terkejutnya Fairuz saat mendapati wanita yang masih berstatus sebagai istrinya ... menyambut dengan senjata api. Sedangkan Douglass, pria itu ... tidak terlihat.


"Jangan mendekat, atau aku akan menghabisi kalian sekarang juga!" gertaknya sambil mengacungkan senjata api.


"Lebih baik, anda menyerah! Sebab polisi sudah mengepung rumah ini," tandas Abimana.


Clarisa tertawa lebar. Seolah, ia tidak merasa takut dengan ucapan yang dilisankan oleh Abimana.


"Asal kamu tau, aku sama sekali tidak takut dengan yang namanya polisi. Hari ini, akan ku tuntaskan dendamku terhadap Nabila. Aku akan membunuh kalian. Aku sangat yakin, Nabila pasti meratapi kematian sang mantan suami dan besannya. Dan ... aku pastikan ia akan gila lalu bunuh diri. Poor Nabila ...."


DOORRR


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Mohon maaf jika bertebaran typo ☺


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍


Tekan ❤ untuk favoritkan karya


Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya 😉


Trimakasih sudah berkunjung dan banyak cinta 😘❤


Sambil nunggu UP nya Khanza - Rangga, mampir ke Istri Comel Pilihan Abi yukkk, udah tamat jadi nggak bakal digantung seperti jemuran 😅

__ADS_1



__ADS_2