
Happy reading 😘😘😘
"Wa'alaikumsalam ...," jawab Rangga dan Ikhsan kompak. Rangga berusaha bersikap biasa saja meski sebenarnya ia sangat tidak nyaman dengan kehadiran Albirru. Terselip rasa khawatir jika istrinya itu belum sepenuhnya move on dari pria blonde pemilik manik mata berlensa hijau.
"Selamat atas pernikahan kalian, Rangga, Khanza. Semoga sakinah, mawadah, warohmah --" Suara Albirru tercekat karena rasa nyeri di ulu hati. Ia berusaha menahan rasa sesak ketika mengetahui bahwa gadis yang masih dicintainya itu ternyata sudah menikah.
Selama hampir sepuluh tahun, Albirru sangat pandai menyembunyikan perasaan cintanya yang ternyata masih untuk Khanza. Selama itu juga, ia berusaha mati-matian menghapus rasa yang terlarang. Namun karena rasa cinta yang terlanjur mendalam, nama Khanza tetap terpatri di dalam hati.
Semua orang mengira, Albirru sangat mencintai Zahra karena perlakuannya yang sweet. Dia juga seorang suami sekaligus ayah yang sangat bertanggung jawab dan penyayang. Rumah tangganya dengan Zahra terbilang cukup harmonis, karena Birru pandai menjalani perannya sebagai seorang imam yang mendekati kata sempurna.
Birru sadar, garis takdir tidak bisa diubah. Sekeras apapun manusia mengubah, tidak akan pernah bisa jika tanpa kehendak-Nya.
Birru hanya bisa ikhlas menerima kenyataan yang tidak selaras dengan asa. Ia berusaha terlihat tegar meski sejatinya rapuh. Hanya Illahi tempatnya berbagi, mencurahkan beban di hati. Satu keyakinannya, segala kehendak Illahi adalah yang terbaik.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui," (QS Al-Baqarah: 216).
"Trimakasih Kak Birru atas ucapan dan doanya untuk kami. Doa yang sama untuk Kak Birru dan Kak Zahra. Semoga rumah tangga kalian senantiasa harmonis," tutur Khanza seraya membalas ucapan Albirru disertai seutas senyum.
Albirru terpaku melihat senyum yang sudah lama ia rindukan. Senyuman yang membingkai wajah cantik Saqueena Khanza Humaira. Sampai-sampai ia tidak menyadari tatapan mata elang yang menghunus.
"Ekhem, sudah waktunya acara dimulai," ucap Rangga sembari melingkarkan tangannya di pinggang Khanza. Ia ingin menunjukkan pada Birru bahwa Khanza adalah miliknya. Pria yang berstatus sebagai suami Khanza itu tidak membiarkan siapapun menyentuh bahkan merebut wanita yang sudah dimilikinya.
Birru tersadar. Ia segera mengalihkan pandangan netranya ke sembarang arah demi menghindar dari tatapan elang suami Khanza.
Acara peresmian kafe pun dimulai. Diawali dengan sambutan pendiri sekaligus pemilik kafe, Rangga Adithya Fairuz. Kemudian pemotongan pita dan dilanjutkan dengan doa bersama.
Setelah acara inti selesai, tiba saatnya para tamu undangan menikmati hidangan yang tersaji sembari mendengarkan alunan lagu yang dibawakan oleh Rossa, seorang penyanyi yang sangat dikagumi oleh Khanza dan sang bunda.
Tanpa disangka, Rossa menarik tangan Birru agar pria blonde itu bernyanyi duet dengannya.
Birru mulai melakukan intro. Dia memilih lagu Rossa yang menggambarkan isi hatinya ....
Sulit ′ku melangkah pergi
If you're still here
I am failing myself forgetting
Every time you greet me
I still like you
I still love you
My heart will be difficult to
Forgetting you
I've erased your picture
From the frame in my room
But there is still your face
__ADS_1
Living in my dreams
I still like you
And I still love you
My heart will be difficult to
Forgetting you
Always
You make me
Melted with your words
The more I'm avoiding it
The more I want to meet
I still like you
And I still love you
The more hard this heart to forget you
I still like you
And I still love you
My heart will be difficult to
Forgetting you
′Tuk melupakanmu .....
(Sulit ku melangkah pergi
Bila kau masih di sini
Gagal diriku melupa
Tiap engkau menyapa
Aku masih menyayangimu
Aku masih cinta padamu
Bila masih saja kita bertemu
Semakin susah hati ini untuk
Melupakanmu
__ADS_1
Telah kuhapus fotomu
Dari bingkai di kamarku
Tapi masih ada wajahmu
Singgahi mimpi-mimpi
Aku masih menyayangimu
Dan aku masih cinta padamu
Bila masih saja kita bertemu
Semakin susah hati ini untuk
Tuk melupakanmu
Selalu
Kau buatku
Luluh dengan kata-katamu
Semakin kuhindari
Semakin aku ingin bertemu
Aku masih menyayangimu
Dan aku masih cinta padamu
Bila masih saja kita bertemu
Semakin susah hati untuk lupakanmu
Aku masih menyayangimu
Dan aku masih cinta padamu
Bila masih saja kita bertemu
Semakin susah hati ini untuk
Melupakanmu
Tuk melupakanmu)
Tes
Tanpa terasa setetes buliran bening jatuh membasahi wajah Khanza. Lagu yang dinyanyikan oleh Birru sangat menyentuh hatinya. Khanza berharap, setitik rasa untuk Birru telah terhapus. Ia tidak ingin merusak kebahagiaan yang baru saja terengkuh bersama Rangga ....
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Bersambung .....