Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Rencana Sherin


__ADS_3


Happy reading 😘😘😘


Flashback on


Sesampainya di villa, Yudi membawa Annisa ke kamar yang telah disiapkan oleh para maid atas perintah Farhan. Kamar tersebut didesain layaknya kamar pengantin. Ranjang yang digunakan untuk membaringkan tubuh Annisa pun, dihiasi rangkaian bunga dan taburan kelopak bunga mawar.


Dengan sangat hati-hati, Yudi membaringkan tubuh Annisa di atas ranjang lalu mendaratkan bobot tubuhnya di samping dokter saleha itu.


"Cantik sekali wajah dokter Annisa. Pasti, dia masih ori ... belum terjamah oleh pria mana pun. Akhhh, andai bukan calon istri tuan Farhan, aku ingin sekali mencicipi harum madu dokter cantik ini," gumam Yudi tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah cantik Annisa. Ia ulurkan jari tangan dan berniat untuk mengusap bibir ranum dokter saleha itu. Namun sebelum berhasil menyentuh bibir Annisa yang seringkali melafazkan kalam cinta, tiba-tiba ia merasa jarinya kesemutan tanpa sebab.


"Ehhhemm." Atensi Yudi teralihkan oleh suara deheman seorang wanita yang sedari tadi mengawasi gerak geriknya. Dia ... Sherin. Kepala maid yang sangat tidak suka jika melihat seorang pria melecehkan gadis atau wanita, terutama ... yang masih suci.


"Sherin, kau --"


"Tuan Yudi, saya minta ... anda segera keluar dari ruangan ini! Jangan menyentuh nona itu! Jika anda menyentuhnya, maka saya tidak akan segan-segan melaporkan anda pada Tuan Farhan. Saya yakin, Tuan Farhan akan memecat anda dan mengangkat Erik sebagai asisten pengganti," ujar Sherin bernada mengancam.


Kata-kata yang diucapkan oleh Sherin sukses membuat Yudi bergidik ngeri. Ia sungguh tidak ingin jika Farhan murka dan memecatnya tanpa memberi pesangon. Bahkan, bisa saja ... Farhan meminta kembali semua fasilitas yang telah diberikannya, terutama apartemen dan mobil mewah.

__ADS_1


Gegas, Yudi beranjak dari posisi duduk. Lalu ia ayunkan kaki untuk meninggalkan kamar tuannya.


Setelah Yudi keluar dari kamar, Sherin segera memerintahkan para maid yang bekerja di bawah kendalinya untuk menjalankan misi penyelamatan. Meski sedikit ragu dan teramat takut dengan kemurkaan Farhan, pada akhirnya para maid itu bersedia menjalankan rencana Sherin untuk menyelamatkan Annisa dari niat be-jat sang tuan.


"Ina, kamu bertugas menjaga pintu masuk. Awasi semua orang yang ingin masuk ke dalam kamar terutama tuan muda Farhan! Lisa, kamu bertugas untuk membuat cahaya di kamar ini terlihat remang-remang. Matikan lampu dan tutup semua jendela agar cahaya matahari tidak masuk ke dalam kamar! Dan ... Surti. Kamu bertugas untuk menggantikan posisi nona ini!" titah Sherin dengan nada suaranya yang terdengar tegas.


"Sa-saya menggantikan posisi nona ini? Itu artinya, saya yang akan dinodai oleh Tuan Farhan?" tanya Sherin ... ragu.


"Yupsss. Bukankah, kamu pernah melayani Tuan Farhan? Kamu bilang, sentuhan Tuan Farhan bagaikan candu, iya 'kan? Jadi, tidak ada alasan untuk menolak donk," jawabnya diikuti kerlingan mata dan lengkungan bibir.


"Ta-tapi itu ... sudah lama, Nyonya. Sebelum tuan Farhan mengira saya masih bersegel, tuan meminta saya untuk melayaninya. Setelah tuan Farhan mengetahui saya sudah tidak ting ting, tuan tidak mau lagi menyentuh saya. Tuan bilang, jijaiiii menyentuh bekas pria lain. Jadi, saya takut jika ketahuan. Bukannya disentuh, tapi ... bisa-bisa saya malah ditendang," ujar Surti dengan memasang wajah sendu.


"Sudah-sudah, stop tertawanya! Kita tidak mempunyai banyak waktu lagi." Sherin menginterupsi. Seketika Ina dan Lisa pun menuruti perintah sang kepala maid. Menghentikan tawanya dan kembali bersikap serius.


"Surti, keadaan saat ini sangat genting. Mau tidak mau, kamu harus menggantikan posisi nona ini. Kita juga harus bergerak cepat sebelum tuan Farhan masuk ke dalam kamar. Sekarang, ganti pakaianmu dengan gamis yang telah saya siapkan di atas nakas dan jangan lupa mengenakan hijab! Saya akan menyulap wajahmu menjadi lebih cantik dan mirip dengan wajah nona ini." Suara Sherin terdengar tegas dan menyiratkan bahwa ia tidak menerima bantahan.


"Bagaimana bisa, Nyonya menyulap wajah saya ... mirip dengan nona ini?" Surti melisankan tanya diikuti tautan di kedua pangkal alisnya.


"Bisa saja. Karena, dulu saya pernah bekerja sebagai MUA sebelum menggantikan posisi nenek Dijah di villa ini," jawabnya seraya menjelaskan.

__ADS_1


Surti bergeming. Nampak sekali ia tengah berpikir sebelum memberi keputusan. Menolak perintah Sherin atau menyanggupinya. Jika menyanggupi perintah sang kepala maid, maka ... ia harus bersiap menerima hukuman apabila tuannya murka ....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung ....


Adakah pembaca Mantan Jadi Besan yang tidak asing dengan nama Sherin??? Jika iya, siapa ya si Sherin??? 🤔 Jawabannya, insya Allah di dua episode berikutnya 😉


Mon maaf jika bertebaran typo 😉🙏


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍


Tekan ❤ untuk favoritkan karya


Beri gift atau vote seikhlasnya, agar author tetap semangat berkarya. 😉


Yang punya kelebihan vote ...hayukkk disumbangkan mumpung masih hari kamis.😅


Terima kasih sudah berkunjung dan banyak cinta 😘❤

__ADS_1


__ADS_2