Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)

Pernikahan Tanpa Cinta (Khanza Story)
Peluk Aku Sampai Pagi


__ADS_3

Happy reading 😘😘😘


"Aku janji, Za. Meski di dalam tubuhku mengalir darah seorang casanova, tetapi kesetiaan bunda menurun pada putranya ini. Hanya kamu wanita yang aku cinta selamanya."


Rangga meraih tubuh Khanza kemudian membawanya ke dalam pelukan. Dengan penuh rasa cinta, ia mencium lama pucuk kepala sang bidadari hati.


"Aku sangat mencintaimu Khanza istriku ...."


Khanza membalas pelukan Rangga. Ia teramat menyesal telah berucap dan bersikap kasar pada Rangga, hanya karena cemburu yang berlebihan.


"Aku juga mencintaimu, Rangga. Maaf ... maaf karena aku berucap dan bersikap kasar lagi padamu!"


"Sudahlah, Za. Tidak ada yang perlu dimaafkan. Kemarahan dan kecemburuanmu membuktikan ... Saqueena Khanza Humaira telah membalas perasaan cinta Rangga Adithya Fairuz," sahutnya disertai seutas senyum dan binar di manik mata.


Rangga merenggang pelukan. Ia tatap netra yang selalu membuatnya jatuh cinta.


"Za ...."


"Hehem?"


"Bolehkah aku meminta?"


"Meminta apa Ngga?"


"Jangan lagi membicarakan Kak Birru! Jujur, aku cemburu Za. Aku nggak ingin, di hatimu masih terselip setitik rasa cinta untuknya. Please Za, jangan sampai ada celah untuk pria lain di hatimu!" pinta Rangga seraya mengungkap isi hati.


Khanza mengulas senyum dan membalas tatapan Rangga. Lantas ia menyahut ucapan suaminya itu. "Iya Ngga, aku janji nggak akan membicarakan Kak Birru lagi. Aku juga nggak akan memberi celah untuk pria lain, karena hati dan ragaku sudah dimiliki suamiku, Rangga Adithya Fairuz."


"Trimakasih sayang ...," ucapnya sembari mencium kening Khanza. Rangga teramat bahagia mendengar ucapan yang terlisan dari bibir istrinya itu. Ia merasa menjadi pria yang paling beruntung karena mendapat balasan cinta dari wanita yang selalu bertahta di hati.


"Ngga ...."

__ADS_1


"Ya sayang ...."


"Aku tau kamu cemburu. Makanya, aku langsung mengejarmu. Aku takut, amarahmu meletup-letup karena kecemburuanmu itu. Nggak disangka, kamu malah membopong wanita lain yang ternyata seorang waria --"


"Pffftttt ... hahhahaha." Khanza dan Rangga tergelak saat mengingat kejadian tadi siang. Rangga membopong seorang waria dan Khanza menyeburkan wanita jadi-jadian itu ke dalam kolam.


"Duhhh Ngga, geli-geli gimana gitu jika teringat wanita itu. Pakainnya minim, make-up nya tebal, dan cara bicaranya manjahhh," ucap Khanza di sela-sela tawanya.


"Iya Za. Aku juga geli. Bisa-bisanya kena tipu si biji salak. Hiiiii ...." Rangga bergidik saat mengingat wajah wanita jadi-jadian yang sukses menipunya.


Khanza semakin tergelak melihat ekspresi suaminya. Karena tidak bisa menahan tawa, perutnya kembali terasa sakit.


"Astaghfirullah," lirih Khanza sambil meremas perutnya.


"Ada apa Za?" Rangga melisankan tanya disertai raut wajah yang menyiratkan kekhawatiran.


"Sakit lagi, Ngga."


"Nggak usah, Ngga. Nanti juga sembuh sendiri kog."


"Tapi Za --"


"Nggak pakai tapi, Ngga. Perutku hanya perlu dikompres dengan botol berisi air hangat," tutur Khanza meyakinkan.


"Baiklah Za. Aku nggak akan memaksamu lagi. Sekarang, pejamkan netramu! Aku akan mengompres punggung dan perutmu sampai pagi."


"Kamu juga, Ngga! Pejamkan netramu dan beristirahatlah! Nggak usah mengompresku, tapi --" Khanza menggantung ucapannya.


"Tapi apa?"


"Peluk aku sampai pagi!" pintanya dengan menerbitkan senyuman dan mengelus pipi sang suami.

__ADS_1


Bibir Rangga melengkung hingga menyerupai bulan sabit. Ia raih tangan Khanza lalu menciumnya lama.


"Baiklah sayang. Aku akan memelukmu sampai pagi ...."


Keduanya merebahkan tubuh, menjemput mimpi dengan saling berpeluk.


....


"Ranggaaaaaa ...."


Rangga terjaga saat mendengar teriakan istrinya. Matanya mengerjap menyesuaikan cahaya kamar.


"Za ... sayang. Apa yang terjadi? Kamu mimpi buruk ya?" Rangga menepuk-nepuk pipi Khanza agar istrinya itu terbangun.


Perlahan, Khanza membuka netra. Nafasnya terdengar tak beraturan dan wajahnya terbingkai titik-titik air ....


"Rangga, jangan pergi! Aku mohon, jangan pernah meninggalkan aku!" pintanya sembari mendekap tubuh Rangga dengan erat .....


🌹🌹🌹🌹


Bersambung .....


Maaf Up nya segini dulu ya kakak-kakak ter love love 😉 Insya Allah lanjut besok .... 😘😘😘


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like 👍


Klik ❤ untuk fav karya


Tinggalkan komentar penyemangat 😘


Berikan gift atau vote bila berkenan mendukung karya author 😉

__ADS_1


Trimakasih dan banyak cinta ❤😘


__ADS_2