
Dengan langkah santai Kai mendekat pada siswi yang mengaku telah ia bully. Kai memandang wajah siswi bername tag Putri Jelita itu dengan seksama. Geng Tante-tante mulai ketar ketir melihat apa yang akan Kai lakukan selanjutnya.
"Jadi menurut Lo itu gue karena selain itu wajah gue juga karena tato yang ada di punggung gadis itu dan orang yang ngebully Lo juga gue.??"kata Kai mencelupkan tangannya pada minuman yang belum ia minum kemudian mengusap lembut wajah siswi itu dan wa di dao.
Lebamnya hilang. Para siswa kembali berbisik-bisik mempertanyakan kebenaran dari pembullyan yang dilakukan oleh Kai.
"I..iii.iya Kai, itu kamu"jawabnya tetap bersikeras.
"Lo nggak nyesal kan kalau bea siswa Lo dicabut karena dituduh melakukan pencemaran nama baik??"ancam Kai
"Heh nggak usah sok ngancam Lo j*L*ng!!"bentak Amber.
"Lo jangan ikut campur, kalau nggak mau dapat masalah dari gue!!"ancam Kai dengan tatapan dingin membuat penghuni kantin bergidik ngeri merasakan aura yang Kai keluarkan.
"Ok, pertama kita bersihin wajah Lo yang comot ini!!"kata Kai mengambil air mineral milik Ririn dan menyiramkannya ke wajah Putri.
Putri terkesiap karena perlakuan Kai, kali ini ia benar-benar akan habis ditangan seorang Kai. Pikirnya.
"Nah, bersihkan wajah Lo sekarang, kurang baik apa gue coba??"tanya Kai bersidekap dada.
"Nah guys, sekarang perhatikan dengan teliti foto yang memperlihatkan tato gue!!"ujar Kai pada penghuni kantin.
Mereka semua melakukan apa yang Kai instruksikan.
"Kak Benjiro, Kak Daichi tolong buka seragam kalian!!"kata Kai pada kedua kakaknya.
Semua warga kantin bingung dengan maksud Kai yang menyuruh kedua kakaknya membuka seragamnya termasuk Kakak-kakaknya yang lain. Setelah itu Kai sendiri membuka seragamnya menyisakan tank topnya dan memperlihatkan betapa banyaknya tato pada punggung Kai dan kedua kakaknya.
"Tato milik gue sama persis dengan tato milik kedua kakak gue dan jelas itu berbeda dengan yang ada di foto"jelas Kai.
Semua penghuni kantin membandingkan tato yang ada di foto dengan yang ada di punggung Kai dan kedua kakaknya. Sekarang mereka paham tato itu jauh berbeda. Ada rasa malu dalam hati mereka karena tadi telah terprovokasi oleh ucapan Amber dan Berta.
Geng Tante-tante mulai was-was dan berniat meninggalkan kantin, namun dengan sigap Arnav dan Zidan menghadang mereka.
"A..aa no....no, stay there!!!!"ucap Zidan pada kelimanya.
Sedangkan Putri sudah menangis karena ia takut jika Kai membuktikan ucapannya untuk mencabut bea siswa miliknya. Bagaimana ia akan menjelaskannya nanti pada kedua orang tuanya.
Kai menatap miris ke arah Putri.
__ADS_1
"Putri, ntar kita keluarin urusan kita Lo boleh cabut tapi pulang sekolah gue tunggu di parkiran kalau Lo nggak datang siap-siap bea siswa Lo hilang!!"ujar Kai.
Putri menggangguk brutal, sedikit bersyukur Kai tidak melanjutkan masalah ini di kantin, kemudian ia pun melongos pergi.
"Kok Lo lepas sih bocil!!"geram Tobias.
"Dia bukan biang kerok masalah ini Bro!! But them!!"tunjuk Kai pada geng Tante-tante.
"Kalian ingin tau siapa pemilik tato yang ada di foto itu??"tanya Kai kembali memasang seragamnya begitu juga kedua kakaknya.
Kai mendekat pada Akira dan Aiko. Tanpa aba-aba Kai merobek seragam keduanya di bagian belakang dan terpampang jelas keduanya memiliki tato yang persis sama dengan yang ada di foto.
"So, siapa orang yang ada di dalam foto gue nggak tau ya guys yang pasti bukan gue. Silahkan nilai sendiri!!"perintah Kai meninggalkan kelimanya dalam keadaan emosi.
"Astaga nggak nyangka sikap anggunnya ternyata topeng doang"cibir para siswa yang lain pada Aiko dan Akiha.
"PPM ini mah!!"ujar yang lain.
"Apa an dah??"tanya yang lain.
"Polos-polos mematikan, Cok!!"jawabnya dan siswa yang lain tertawa mendengar ucapan siswa itu.
Geng Tante-tante meninggalkan kantin dengan menahan malu. Dipermalukan satu sekolahan. Pawang dimakan singa ini mah. Ngap langsung ngep.
Kai tidak jadi makan karena waktu istirahatnya habis karena melayani drama picisan. Bel pulang pun berbunyi semua siswa berhamburan keluar kelas. Ada yang menuju parkiran dan ada yang menunggu jemputan di parkiran sekolah.
Terlihat seorang siswi yang duduk dengan gelisah karena menunggu seseorang. Keringat membasahi seragamnya, karena ia tau orang yang ia tunggu bukanlah orang sembarangan dan ia baru saja menggali lubang untuk dirinya sendiri dengan mencari masalah pada orang itu.
Segerombolan siswa berjalan ke parkiran, dan salah satunya adalah orang yang dari tadi ia tunggu. Kakak-kakak Kai menatap tajam pada siswi itu, sedangkan yang ditatap hanya bisa menunduk pasrah dengan apa yang akan ia terima sebagai konsekuensi dari perbuatannya.
"Bagus, Lo nggak ingkar janji!!"ucap Kai menepuk bahu siswi itu.
"Jadi apa alasan Lo memfitnah gue!!"tanya Kai.
Diam, siswi itu hanya diam kemudian menangis dan bersimpuh di hadapan Kai.
"Bangun!!"bentak Kai.
Perlahan siswi itu berdiri namun tetap tidak berani menatap Kai.
__ADS_1
"Jawab pertanyaan gue atau detik ini juga gue cabut bea siswa Lo!!"ancam Kai.
"Ampun, maafin aku Kai. Aku melakukan itu karena mereka berjanji akan membiayai pengobatan ayah aku Kai."jawab siswi itu terisak.
Kai melihat mata siswi itu, ia tidak melihat ada kebohongan ada di sana.
"Dan Lo nggak mikir perbuatan Lo bikin gue malu dan keluarga gue!!"tanya Kai lagi.
"Maafin aku Kai, aku akan lakukan apapun asal kamu nggak mencabut bea siswa aku."pinta gadis itu memohon.
"Gue antar pulang!!"kata Kai menarik tangan siswi itu ke arah motornya.
"Abang pulang duluan aja ya!! Kai antar dia pulang dulu!!"kata Kai pada Kakak-kakaknya.
"Tapi Baby Opa bisa marah kalau kamu pergi sendirian!!"bantah Alan.
"Itu benar imouto-san, kami tidak ingin terjadi apa pun padamu lagi!!"tambah Daichi.
"Ayolah Abang lupa kalau Kai diikuti oleh Kak Taro!!"ujar Kai.
"Hufff baiklah!!"mereka tidak akan melanjutkan perdebatan itu karena mereka tidak akan menang.
"Naik!!"titah Kai pada siswi itu.
Dengan badan yang masih bergetar siswi itu naik ke boncengan motor Kai. Kai memakai helm dan segera menyalakan motornya.
Kai menyuruh siswi itu memandu mereka ke rumahnya. Setelah naik motor lebih kurang dua puluh menit, Keduanya sampai di rumah siswi itu. Rumah sederhana namun bersih dan nyaman. Terlihat dua orang bocah laki-laki menyongsong kedatangan siswi itu dan segera memeluknya. Kai memperhatikan interaksi antara ketiga orang itu. Tiba-tiba salah seorang dari mereka melihat ke arah Kai.
"Mba, Kakak ini siapa??"tanya bocah laki-laki itu menunjuk pada Kai.
"Kakak teman satu sekolah Kakakmu, nama Kakak Kai!!"jawab Kai mengelus puncak kepala bocah laki-laki itu.
"Maaf ya Kai, mereka selalu bersemangat berkenalan dengan orang baru. Mereka adik-adikku yang itu Nevan dan yang ini Noufal."jelas Putri pada Kai.
Kai hanya menganggukkan kepala.
"Ayo Kai, mari masuk!!"ajak Putri pada Kai.
Kai pun mengikuti langkah Putri memasuki rumahnya.
__ADS_1