
Ke delapan remaja itu telah selesai melaksanakan makan malam mereka. Kai membawa mereka ke sebuah ruangan yang berisi beberapa senjata tajam seperti katana dan belati dengan bentuk yang indah, beberapa senjata api Laras panjang dan pendek juga beberapa layar monitor yang sepertinya dipakai untuk mengintai pergerakan musuh.
"Kai...."sapa kedua orang yang sedang sibuk dengan layar monitor itu sambil menunduk hormat.
"Hmmmm.... bagaimana???"tanya Kai pada kedua orang itu.
"Selain Tuan Harada, ternyata RED DEVILS dan BLACK EAGLE berencana melakukan penyerangan pada wilayah Tuan Harada, sedangkan yang menyewa pembunuh bayaran untuk Tuan Harada berasal dari klan WATANABE. Sepertinya ini akan jadi pertumpahan darah yang besar Kai, mengingat ada tiga klan yang akan menyerang Yamaguchi secara bersamaan. Jika dilihat dari citra satelit ketiga klan itu telah mulai memasang perangkap untuk anggota klan Yamaguchi. Dan berita buruknya adalah ada sebagian anggota Yamaguchi yang telah berkhianat. Mereka berpindah poros pada ketiga klan tadi. Jika dibiarkan wilayah kekuasaan Tuan Harada akan hilang dan Tuan Harada sendiri bisa terbunuh dikarenakan pembunuh bayaran itu."jelas laki-laki berkacamata tebal itu.
"Kandousi, akan kuratakan mereka dengan tanah!!!"geram Benjiro.
"Tenang, onii-san. Kau lupa tujuan kita ke sini untuk apa???"tanya Kai dengan seringai iblis diikuti oleh yang lainnya.
"Baik, lakukan pengintaian menggunakan citra satelit, jangan sampai keberadaan kita tercium. Hubungi Soldiers dan Hunters kita akan butuh bantuan mereka. Dan khusus Bang Lucky, fokuskan pengamanan pada Papa dan kedua Kakakku Hithosi dan Hiroshi.
Satu lagi kerahkan Shadow untuk mematahkan perangkap yang mereka pasang. Kita akan bantai mereka habis-habisan."ucap Kai dan diangguki kedua laki-laki yang duduk di depan layar monitor raksasa itu.
"Baik, Kai. Kami minta kau juga ingat pesan dari Bang William"ucap laki-laki berkacamata tebal itu.
"Siap Bang, thanks ya."sahut Kai.
Ketika mereka masih sibuk di ruangan khusus itu, tiba-tiba terdengar ketukan dari luar.
"Kai....."panggil orang itu.
Kai pun membuka pintu ruangan itu.
"Ada apa Capt.??"tanya Kai.
"Kita akan segera landing sebaiknya segera kenakan sabuk pengaman kalian!!!"perintah laki-laki itu pada Kai.
"Ok, yok Kak!!!"ajak Kai pada semua Kakaknya.
Mereka segera kembali ke tempat duduk masing-masing dan mengenakan sabuk pengaman mereka. Tidak lama pesawat pun landing di Meksiko.
Kai menuntun Kakak-kakaknya menuju mansion yang ia miliki di Meksiko.
"Kak, kita ke mansion saja!!!"kata Kai pada ketujuh remaja laki-laki itu.
"But, imouto-san kenapa kita tidak ke markas Yamaguchi saja??"tanya Daichi.
__ADS_1
"Onii-san, kita datang sebagai tamu istimewa di penyerangan itu. Kita akan memberi kejutan pada ke tiga klan itu. Jika kita pulang ke markas Yamaguchi, mereka akan mencium keberadaan kita, kau lupa dengan apa yang pria berkacamata tadi katakan bahwa sebagian anggota Yamaguchi sudah berkhianat."jelas Kai dan diangguki oleh Daichi.
"Kau benar, kenapa aku bisa lupa??"gumam Daichi.
"Karena kau bodoh"sela Jo dan disambut tawa oleh yang lainnya.
"Ayo Kak, waktu kita terbatas, penyerangannya akan dilakukan besok malam, kita harus menyiapkan amunisi dan juga tenaga kita."kata yang berjalan ke arah Rubiconnya.
Hanya menempuh perjalanan selama 15 menit, mereka pun sampai di mansion milik Kai. Mansion dengan arsitektur perpaduan bangunan ala Jepang dan Rusia. Sangat estetik dan megah.
"Wah, Baby mansion milikmu indah sekali!!"puji Jo.
"Makasi Kak, ayo kita masuk!!"ajak Kai pada Kakak-kakaknya.
"Let's go!!!!teriak Daichi dan Jo bersamaan.
Yang lain hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua saudara mereka.
Kai mengarahkan ke tujuh kakaknya menuju kamar mereka masing-masing.
"Setelah kakak bersih-bersih nanti kita berkumpul lagi di sini menyusun strategi penghancuran kita nanti."kata Kai.
"Baik Baby/imouto-san"sahut mereka.
Tak lama kemudian mereka berkumpul kembali di ruang keluarga.
"Ayo Kak!!"ajak Kai pada ke tujuh kakaknya.
Ingin bertanya, namun mereka tidak ingin membuat mood sang adik terganggu.Ke tujuh laki-laki itu hanya mengekori ke mana langkah kaki sang adik. Hingga mereka tiba di sebuah ruangan atau mungkin sebuah aula. Dimana terlihat para laki-laki bertubuh tinggi dan atletis sedang berlatih. Melihat Kai memasuki ruangan itu, sontak mereka menghentikan latihan mereka dan memberi hormat pada sang pemimpin.
"Kai....."ucap mereka sambil menunduk hormat.
"Hmmmmm"jawab Kai dan mereka kembali melanjutkan aktifitas mereka.
"Eh Kai Lo udah sampai??"panggil Prince panglima tempur GOLDEN GLADIOL.
"Udah Bang, nih kakak-kakak gua bakal ikut dalam penghancuran itu."sahut Kai.
"Ohh kenalin gue Prince"sapa laki-laki berbadan kekar dan lengan bertato itu.
__ADS_1
"Kenalkan saya Alden, ini kembaran saya Alan. Itu Chayton dan kakak kembarnya Chayden yang itu Jo, dan ini Benjiro dan Daichi."papar Alden.
"Ok, kita susun rencananya sekarang gue panggil Sam dulu"kata Prince meninggalkan mereka.
Kai memandu kakak-kakaknya ke tengah aula, di mana di sana telah disediakan meja besar dan juga sebuah layar monitor raksasa.
Kemudian Prince datang bersama seorang laki-laki rambut gondrong yang diikat apa Baby Man Bun dan dicat biru denim.
"Ganti lagi cat rambut Lo Bang??"tanya Kai.
"Biasa,"jawabnya santai.
"Ok, kita mulai saja!!"ujar laki-laki berambut biru denim itu.
"Perkiraan anggota yang akan melakukan itu lebih kurang 3000 orang dan mereka menyelipkan sniper di beberapa titik. Dan jika ditambah anggota Yamaguchi yang berkhianat berkemungkinan jumlah mereka ada 5000 orang. Jadi kali kita akan menggunakan Hunter, Shadow, Soldiers, dan Demon. Kalian akan berada di tim Demon, tugas utama kalian mengamankan target. Karena nanti akan ada banyak kecurangan yang akan mereka lakukan dan jangan lupa pakai EAGLE EYE yang kemarin dikirim oleh Bang Hiro. Gunakan masker respirator. Bawa cadangan untuk target. Kita akan menyerang seperti biasa dari empat penjuru. Lucky dan Eros akan jadi mata dan telinga kita. Kami akan masuk setelah Lucky dan Eros memberi komando. Namun kalian harus masuk ketika penyerangan di mulai. Kalian bisa pilih senjata sesuai dengan yang kalian inginkan dan jangan lupa rompi anti peluru kalian. Besok Hunter akan turun terlebih dahulu untuk mematahkan perangkap yang mereka pasang. Ada pertanyaan??"tanya Sam pada semua yang ada di ruangan itu.
"Kalau jumlah mereka sampai 5000 orang berarti kalah telak dengan jumlah kita???"tanya Chayton.
"Nggak, Lo tenang aja kita udah siapin anggota lebih dari itu, dan juga kita menggunakan citra satelit. Yang penting saling jaga."tambah Sam pada Chayton.
"Ok, interested!!"ucap Chayton.
"Kita mulai bergerak pukul 7 malam, waktu setempat. Sebelum berangkat samakan waktu kalian!!!"tambah Sam lagi.
"Ok"jawab mereka.
"Kalau kalian ingin berlatih bergabung saja dengan yang lain. Kalau butuh sesuatu katakan saja pada mereka"kata Prince.
Lalu Prince dan Sam melangkah menuju tempat latihan memanah. Sedangkan Kai dan para Kakaknya mengambil tempat untuk duduk sembari melepaskan penat sehabis melakukan perjalanan jauh.
"Baby, siapa kedua orang itu.??"tanya Alden pada Kai.
"Bang Prince adalah panglima tempur dan Bang Sam adalah ahli strategi, keduanya tamatan akademi militer namun dikeluarkan dari kesatuan mereka karena membangkang pada atasan dan membunuh rekan mereka. Setelah dikeluarkan mereka hidup di jalanan karena tidak memiliki sanak family. Kai bertemu mereka sedang dipukuli dalam keadaan mabuk di pinggir jalan. Sejak saat itu mereka tinggal di sini dan melatih semua anggota di sini. Itu makanya tadi ketika Bang Sam memberi penjelasan Kai tidak ingin menyela karena itu akan memicu emosinya. Bang Sam orang yang tidak bisa mencampur adukan antara tugas dan pribadi. Jadi ketika di saat santai kita akan nyaman bicara dengannya."jelas Kai.
"Sebaiknya kita istirahat saja Bang, besok kita akan melakukan peregangan otot sedikit"kata Kai.
Mereka mengiyakan apa yang Kai katakan.
"Bang Prince, Bang Sam gue istirahat dulu. Capek"ujar Kai.
__ADS_1
"Bang kami istirahat dulu"ujar Alden.
"Ok"jawab keduanya.