Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Laki-laki Itu......


__ADS_3

Kai dibuat melongo hebat melihat para gadis yaang masih seusia dengannya dan juga anak-anak kecil bahkan sepertinya ada yang masih balita.


"Gila, ini human trafficking namanya. Pada gila ya ni orang-orang ampe tega ngejual anak-anak kecil gini."omel Kai.


Kai menghubungi anggota Golden Gladiol yang ada di kantor polisi dan menjelaskan keadaan yang sedang terjadi. Lima belas menit kemudian anggota yang ditelepon oleh Kai tadi sampai dengan membawa banyak bawahan dan juga tenaga medis.


"Kai...!"sapa orang itu hormat.


"Tangani mereka dan naikkan kasusnya gue yakin ini masih ulah BLACK COBRA. Setelahnya kembalikan mereka pada keluarga masing-masing!!"titah Kai pada orang tersebut.


"Baik....!"sahut laki-laki itu kemudian kembali melanjutkan tugasnya.


Jam makan malam sudah hampir tiba, namun Kai belum memperlihatkan tanda-tanda akan segera sampai di Secret Palace


"Mana adik kalian??"tanya Opa Matius.


"Sepertinya dia belum pulang, Opa!!"sahut Uno.


"Bukannya tadi kalian pergi bersama-sama??"tanya Opa Lucifer.


"Iya, namun Baby bilang dia ingin mengecek pembukuan restorannya!!"sahut Brandon.


"Opa tidak percaya, pasti Baby nakal itu berulah lagi di luar!!"kata Opa Lucifer yang diangguki Opa Matius.


"Coba telepon adik kalian!!"kata Daddy Aldric.


Alan mencoba menghubungi sang adik.


"............"


"Baby, kamu di mana?? Kenapa belum pulang??"


".... ......."


"Apa??"


"............"


"Apa Abang perlu menemanimu ke sana??"


"..........."


"Baik, hati-hati dan cepat pulang. Semua mengkhawatirkan mu!!"


Alan memutuskan sambungan telepon itu.

__ADS_1


"Ada apa, Lan??"tanya Xander menangkap ada sesuatu dari wajah Alan.


"Baby di pelabuhan. Dia sedang mengurus masalah human trafficking di sana bersama kepolisian!!"jelas Alan.


"Anak ini benar-benar........!"geram Mama Silvia.


"Tenang saja, Ma. Princess memiliki orang sendiri di kepolisian mereka akan menjaga Princess dengan baik!!"ujar Xander menenangkan Mama Silvia yang sudah emosi hingga ke ubun-ubun.


"Di kepolisian ada anggota Golden Gladiol??"tanya Papa Jacob tidak percaya.


"Adek, memasukkan kami pada bidang pendidikan yang kami sukai, Pa. Jadi ada yang mengambil bidang hukum malah ada juga yang berada di dalam kemiliteran. Kita juga membantu pemerintah menghabisi para mafia yang sudah sangat meresahkan bagi pemerintah. Terlebih yang berhubungan dengan human trafficking."jelas William.


"Itu yang membuat kalian tidak terendus sama sekali??"tanya Papa Jacob lagi.


"Iya, benar Pa. Kebanyakan yang menjadi target misi Adek adalah orang yang tidak bisa disentuh hukum sama sekali. Dan itu berlaku di banyak negara. Jika Intel mereka kehabisan akal maka mereka akan menghubungi Adek untuk turun tangan. Dan karena itu juga Adek membangun banyak perusahaan raksasa sebagai wadah untuk menempatkan para Soldiers, jadi bukan hanya jago berkelahi tapi secara otak pun mereka sangat cerdas. Semua karyawan baik di perusahaan ataupun pabrik adalah Soldiers Adek tidak akan mengambil orang luar karena dia lebih mementingkan anggotanya. Semua berkat pendidikan dari Adek!!"ujar Bryan menambahkan.


"Wah, ini sangat menarik. Tapi Baby memang baik pada semua orang di sekitarnya dia juga tidak gila hormat seperti para ketua klan pada umumnya. Dia benar-benar berbeda!!"sahut Ace.


"Baiklah, kita makan malam dulu. Baby nanti biar para Mommy kalian yang mengurus!!"titah Opa Matius.


Mereka makan malam tanpa si bungsu, yang saat ini tengah sibuk mengurus masalah di pelabuhan.


Kembali ke pelabuhan........


"Apa kalian akan menjual kami juga??"tanya gadis itu lirih.


"Astaga, Lo buta apa ya. Nggak liat tuh mobil polisi."geram Kai.


"Maafkan aku, aku hanya takut karena kami sudah beberapa kali bertukar Tuan, dioper ke sana kemari untuk dijual!!"ujarnya sendu.


"Ntar di kantor polisi Lo bilangin aja semua yang Lo tau, habis itu mereka bakal mulangin Lo dan yang lain pada orang tua masing-masing!!"ujar Kai.


"Terima kasih karena sudah menyelamatkan kami. Semoga suatu saat kami bisa membalasnya!!"ujar gadis itu tersenyum.


"Nyantai aja, ini cuma kebetulan gue lewat. Kalau yang lewat orang lain pasti mereka bakal ngelakuin hal yang sama!!"ujar Kai.


"Tapi aku tetap berterima kasih, karena aku bisa berkumpul dengan keluargaku lagi. Begitu juga dengan yang lainnya!!"kata gadis itu.


"Iya...iya..!"jawab Kai.


Semua gadis remaja dan anak-anak itu sementara akan dititipkan pada panti sosial menjelang orang tua mereka masing-masing menjemput mereka.


"Bang, gue balik dulu. Lo hati-hati dalam bertugas!!"kata Kai.


"Baik, Kai. Kamu juga hati-hati di jalan ini sudah malam!!"kata laki-laki itu mengingatkan.

__ADS_1


Itulah pemimpin mereka yang selalu mengingatkan mereka agar selalu berhati-hati dalam setiap tindak tanduk mereka.


Kai masuk ke mobil dan mulai melajukan mobilnya menuju Secret Palace. Lelah satu hal yang ia rasakan saat ini.


"Gue lapar lagi, jarak ke Secret Palace masih jauh gue ke restoran dulu aja makan!!"kata Kai lalu memutar arah mobilnya menuju restoran miliknya.


Tak lama Kai tiba di restoran, para karyawan menunduk hormat pada Kai dan dibalas anggukan oleh sang Nona Muda.


Kai memindai sekilas, ramai juga pikir Kai. Tanpa sengaja pandangan Kai tertuju pada seorang laki-laki yang berjalan keluar dari restoran.


"Laki-laki itu.......!!"


Kai mengejar laki-laki yang ia lihat tadi namun kalah cepat. Laki-laki sudah masuk ke dalam mobilnya dan meluncur jauh.


"Sial........sial......sial!!"maki Kai pada diri sendiri dan menendang angin.


Kai memutuskan untuk kembali saja ke Secret Palace.


"Makan di Secret Palace ajalah!!"omelnya sambil masuk ke mobil.


Selama perjalanan tak hentinya Kai menggerutu.


"Lelet banget gue, jadi lepas kan tu orang. Tapi kalau dipikir tu orang pasti tinggal di kota ini juga. Gue bakal cari tau!!"ujar Kai dan kembali fokus menyetir mobil.


Kai sampai di Secret Palace lalu memarkirkan mobilnya di garasi. Kemudian Kai melangkah masuk ke Secret Palace dengan langkah gontai.


"Kai pulang!!"ujarnya pelan.


"Baby, kau kenapa??"tanya Papi Dixon sedikit cemas melihat sang putri seperti orang yang sedang banyak pikiran.


"Nggak apa-apa, Pi cuma sedikit lelah!!"jawab Kai mendudukkan diri di samping Mommy Fanny.


"Mom, elus!!"pinta Kai mengambil tangan sang Mommy dan meletakkannya di atas kepalanya.


"Baby kenapa, hmmm??"tanya Mommy Fanny lembut.


"Hanya sedang kesal, Mom!!"jawab Kai.


"Kenapa, Dek??"tanya Melvin.


"Kai bertemu dengan laki-laki yang memakai gelang mirip gelang Bubu. Namun sialnya Kai kalah cepat dia udah pergi lebih dulu."ujar Kai.


"Di mana kau bertemu dengannya, imouto-san??"tanya Benjiro.


"Di restoran milik Kai, Kak. Tapi sayang Kai kehilangan jejaknya. Tapi Kai yakin itu pria yang sama yang membunuh Daddy dilihat dari postur tubuh dan cara berjalannya!!"jelaskan pada Benjiro.

__ADS_1


__ADS_2