Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
ELO ENTERTAIN


__ADS_3

"Ehhh bocah Lo sebenar mau ngajak kita ke mana sih, suruh jemput dari rumah sakit subuh-subuh lagi"omel Ryan pada Kai.


"Maap ya bestie gue semua, gue hari ini ada kompetisi final Sing Song, pemberitahuannya mendadak semalam. Lah gue bingung mau minta tolong siapa buat bantu kabur dari rumah sakit. Kan ceritanya gue masih di rawat di rumah sakit"jelas Kai.


"Astaga Lo gila kali ya Kai. Keluarga Owen's bisa membantai kami kalau ketahuan nolongin Lo kabur"kesal Bian.


"Ngga bakalan dibantai gue jamin. Mana pesanan gue tadi"ucap Kai meminta barang yang ia pesan.


"Yok kita lanjut ke ELO ENTERTAIN acara finalnya bakal diadain di sana!!"ujar Kai.


"Kita sarapan dulu deh Kai, ngga kuat gue"kata Jordan memelas.


"Ok, gue juga udah lapar"sahut Kai mengiyakan.


Mereka semua mencari tempat untuk sarapan terlebih dahulu sebelum pergi menuju tempat tujuan mereka.


Sekarang keadaan benar-benar kacau di mansion the Owen dan Owen's Hospital.....


"Bagaimana adik kalian bisa hilang????"bentak Dady Aldric.


"Maaf Dad, Baby terlepas dari pengawasan kami."jawab Ace selaku anak tertua.


"Astaga, apa kalian sudah mencek semua cctv di Owen's Hospital??"tanya Papi Jason.


"Sudah Pi tapi Baby tidak terlihat di manapun."jawab Carl.


"Frank.....sisir seluruh kota ini!!!!"titah Opa Lucifer.


"Baik Tuan Besar"jawab Frank.


Para Mommy dan Oma Emma mulai menangis karena tidak mendapatkan kepastian mengenai keberadaan si bungsu mereka.


"Sayang putriku ke mana??"tanya Mommy Fanny yang menangis di pelukan Dady Aldric.


"Kita akan menemukan putri kita, honey"jawab Dady Aldric menenangkan Mommy Fanny.


"Apa Baby pergi karena perkataan anak perempuan gila itu, Arthur???"tanya Mama Silvia sudah kehilangan kesabaran.


Papa Arthur tidak bisa berkata apa-apa, ia tidak ingin keadaannya semakin rumit.


Sementara itu Kai dan teman-temannya sudah sampai di ELO ENTERTAIN.

__ADS_1


"Guys tolong temenin gue sehari ini ya, please...."rengek Kai.


"Iya dah, ini juga buat elo kita belain bangun subuh-subuh udah pasti bolos dah hari ini."oceh Ryan.


"Makasi ya semua"ujar Kai tulus.


"Emang Lo kapan dah Kai bisa ikutan kompetisi nyanyi internasional gini??"tanya Liu penasaran.


"Waktu gue masih di SMK KARTIKA, pas lagi gabut gue iseng coba daftar dan ikutan audisi via online, ya gitu dah gue ikutan terus cuman ga nyangka kalau gue masuk final dan final hari ini lagi pas gue lagi dirawat di rumah sakit. Kalau dilewatkan sayang guys, gue udah numbangin banyak lawan."jelas Kai pada teman-temannya.


"Ya udah, sana ganti baju Lo!!!"titah Gatra pada Kai.


"Ok, Kak!!"jawab Kai segera menuju ruang ganti.


"Ehhh guys Lo pada kepikiran kagak nanti kalau ketahuan Ama keluarganya kita bisa habis"keluh Jordan.


"Kita juga mikirin itu Jordan, cuma liat dia bersemangat kayak gini gue jadi ga tega buat ngebiarin dia sendirian di sini lagian siapa yang bakal nyemangatin dia coba kalau bukan kita"jawab Lutfi mencoba menghilangkan kecemasan Jordan.


"Iya dah yang penting yang ini dulu, masalah keluarganya ntar kita hadapin sama-sama"sahut Jordan.


"Setuju...."jawab mereka kompak.


"Gimana guys penampilan gue???"tanya Kai.


"Hmmmm aa Liu kasih topi Lo Ama Kai"tambah Bian lagi.


"Nah it's perfect right guys???"tanya Bian pada teman-temannya yang lain.


"Wahhhh kiyowo, sekarang Lo udah imut bin menggemaskan sister, saatnya Lo ngehajar lawan-lawan Lo di panggung sana. Semangat...."kata Zyan memberi semangat pada Kai.


"Adek selamat bersenang-senang"dukung Gatra pada Kai.


"Makasih ya semua"teriak Kai sambil melangkah memasuki ruang latihan.


Keadaan keluarga Owen's saat ini benar-benar kacau, mereka sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan putri bungsu mereka. Kakak-kakak Kai terlihat begitu frustasi dan para tetua pun menjadi suram tanpa ekspresi.


Suasana ini dimanfaatkan oleh Ghina untuk kembali mencari perhatian the Owen family.


"Tuh liat kan masa suka sekali membuat khawatir orang tua, dasar anak tidak tau diuntung"ujar Ghina menghina Kai.


"Kau diam sebelum kulepas lidahmu dari tempatnya!!"bentak Edward yang tidak suka Ghina membicarakan adiknya.

__ADS_1


"Siapa yang meminta pendapatmu, apa hakmu mempertanyakan perilaku adikku, kau hanya hama di mansionku. Paham!!!"hardik Dallen tidak kalah menyeramkan dari Edward.


"Boys cukup!!"tegas Dady Aldric.


"Dady membelanya lagi, asal Dady tau Baby tidak menyukai Dady membelanya semalam, sebaiknya Dady pikirkan bagaimana cara menghadapi Baby nanti jika dia bertemu Dady"ujar Chayton kesal.


"Apa maksudmu Chayton??"tanya Opa Matius tidak paham.


"Semalam Baby bilang kalau dia tidak suka jika Dady memarahi salah satu dari kami hanya karena perempuan ini, kalian tau kan bagaimana tempramen Baby jika dia tidak salah atau orang sekelilingnya tidak bersalah dimarahi atau disakiti. Jangan karena membela ular ini Dady kehilangan Baby."jelas Chayton pada para tetua.


Dady Aldric langsung kicep mendengar penuturan Chayton. Dia tidak bisa jika harus kehilangan putri satu-satunya.


"Chayton benar Al, jangan terlalu membela sesuatu yang tidak penting bagi keluarga kita. Apalagi Baby adalah tipe anak yang memiliki kepekaan sangat tinggi"ujar Papa Jacob.


Semua pembicaraan itu membuat Elizabeth dan Ghina semakin sakit hati. Namun tidak bagi Mami Harlin dan Mama Silvia mereka malah bersorak di dalam hati.


Dasar emak-emak minim akhlak.


"Dady tidak membelanya boys, kalian tau kan kondisi yang Dady hadapi ini??"ujar Dady Aldric mencoba memberi penjelasan.


"Ck, merekanya saja memang dasar manusia yang tidak punya malu"ketus Alan.


"Kak Al kau juga berhutang nyawa pada putrimu jika kau lupa. Jika saat itu Elizabeth baik-baik saja tanpa ada yang terluka. Maka berbeda dengan putrimu yang saat itu harus mengalami pendarahan di kepalanya"tutur Papi Dixon mencoba mengingatkan Dady Aldric.


"Tapi coba Kakak lihat apa Baby meminta untuk diberi imbalan, malah untuk dimasukkan ke dalam keluarga yang notebenenya adalah keluarganya sendiri Baby masih menolak dan melarikan diri, ingat Kak Baby itu istimewa aku bahkan rela untuk melepas semua anak laki-lakiku untuk mendapatkan satu Baby"tambah Papi Dixon lagi.


Perkataan Papi Dixon benar-benar membuat Dady Aldric tertohok. Jika dengan Elizabeth rasanya sudah cukup dengan kebaikannya yang dibalas dengan segala bantuan dari Mommy Fanny dan juga Dady Aldric selama ini. Sedangkan untuk putri kecilnya Dady Aldric bahkan belum melakukan apapun sama sekali. Tidak dia tidak boleh kehilangan putrinya.


Akhirnya sadar juga tu Bapak satu.


Melihat kondisi ini malah membuat posisi Aunty Elizabeth jadi manusia yang tidak berguna dan memalukan. Aunty Elizabeth dan Ghina sangat geram kenapa saat ini mereka harus bertemu dengan semua anggota keluarga the Owen. Ini membuat mereka semakin tidak leluasa untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Ketika emosi dan kekalutan sedang menyelimuti keluarga itu, sebuah notifikasi masuk ke notebook milik Edric.


Edric membaca sejenak isi pesan itu. Dia lupa hari ini manajemennya menjadi penanggung jawab sebuah acara kompetisi nyanyi dunia.


Edric jadi pusing, event ini tidak bisa diserahkan pada asistennya, namun di sisi lain dia juga tidak bisa fokus mengerjakan pekerjaannya sebelum adiknya ditemukan.


Tapi ada satu bagian dari pesan itu yang membuatnya tersenyum smirk.


"Aku tau di mana Baby!" ucap Edric pada keluarganya.


"Di mana dia??"tanya Mami Harlin harap-harap cemas.

__ADS_1


"Bersiaplah semua dan ayo ikut denganku"ucapnya berjalan meninggalkan ruang rawat sang adik.


__ADS_2