
Pagi ini semua anggota keluarga the Owen telah berkumpul di meja makan. Opa Matius memimpin doa lalu mereka pun sarapan dengan tenang.
Usai sarapan........
"Baby, untuk satu Minggu ke depan kamu tidak boleh bawa motor atau mobil ke sekolah!!"ujar Papi Dixon.
"But, Pi gimana Kai berangkat ke sekolah nya kalau nggak boleh bawa kendaraan??"bantah Kai tidak terima.
"Kami bisa berangkat bareng kakakmu atau diantar oleh Frank atau Taro!!"ujar Papi Dixon lagi.
Kai nelangsa. Ini kiamat untuk seorang Kai jika tidak bisa mengendarai motor atau mobilnya ke sekolah.
"Baby bareng Abang saja ya??"tawar Alden pada Kai.
"Nggak, bareng Uncle Frank aja. Kai berangkat dulu!!"Kai pamit pada keluarganya lalu mencari keberadaan Frank.
"Uncle Frank??"teriak Kai di mansion para bodyguard.
"Astaga Kai, ada apa pagi-pagi begini kamu sudah berteriak-teriak seperti itu??"kata Frank yang kaget mendengar teriakan Kai.
"Antar Kai ke sekolah Uncle!!"kata Kai pada Frank.
"Tumben!!'sahut Frank.
"Hmmmmmm hukuman karena bolos kemarin!!"jawab Kai lemah.
"Utu.....Utu.....utu ponakan Uncle ngambek. Ayok naik!!"kata Frank membungkukkan badannya agar Kai naik ke punggungnya.
Kai segera naik ke punggung Frank. Dan Frank pun segera membawa Kai ke mobil dan mengantarkannya ke sekolah.
"Baby.......!!!"panggil Opa Lucifer.
Kai menoleh dan tersenyum sambil memberikan finger heart pada Opa Lucifer namun ketika Opa Matius yang memanggilnya Kai memberikan wajah masamnya begitu juga dengan anggota keluarga yang lain.
Kai masuk ke mobil dan Frank segera memacu mobil itu menuju sekolah Kai.
__ADS_1
"Apa kita keterlaluan dalam memberi hukuman pada Baby??"tanya Daddy Aldric yang melihat putrinya diam tidak ceria seperti biasanya.
"Biarkan saja dulu, Al. Kita lihat apa yang akan Baby lakukan dengan hukumannya!!"kata Opa Matius.
"Siap-siap saja kalian puasa bicara dengan Baby selama seminggu!!"kata Opa Lucifer meninggalkan keluarganya yang sedang berbincang itu. Dan perkataan Opa Lucifer mendadak membuat mereka terdiam.
Kai telah sampai di sekolah, namun ternyata aksi mogok Kai tidak hanya berlangsung di mansion saja. Tapi juga di sekolah karena setelah turun dari mobil Kai langsung berjalan ke kelasnya tanpa menghiraukan panggilan dari kakak-kakaknya dan inti BLACK HOLE.
Kai kembali masuk kelas dengan wajah lesunya membuat teman-temannya kembali bingung.
"Lah Cil, Lo kenapa lagi??"tanya Jordan yang bingung melihat Kai tidak bersemangat seperti biasanya.
"Gue bosan kendaraan gue semuanya disita!!"ujar Kai lesu.
"Ya udah sabar aja kali. Tapi kenapa sih Lo jadi melow gini dari kemarin Kai?? Gue nggak suka liat Lo gini. Kalau ada masalah Lo cerita aja ama kita-kita. Jangan dipendam sendiri Kai!!"nasihat Jordan.
"Thank ya, Lo udah ngertiin gue. Gue cuma kangen banget ama Daddy gue. Gue kira dengan healing ama kalian kemarin rasa kangen gue bisa terobati namun ternyata nggak. Nggak tau kenapa gue tapi gue pengen banget ketemu Daddy gue, Jor!!"kata Kai menangis sedangkan Jordan yang tidak tega melihat Kai merangkul Kai dan mencoba menenangkannya.
"Sekarang Lo pengennya apa??"tanya Jordan.
"Hmmmmm Lo biasanya ama Daddy Lo suka ngapain kalau lagi ngumpul??"tanya Jordan.
"Daddy sering ngelus kepala gue sampai gue ketiduran, Daddy selalu dengerin segala cerita gue, ngasih solusi di setiap masalah gue dan gue kangen disuapin ama Daddy Jordan!!"papar Kai semakin kencang menangis. Teman sekelas Kai yang melihat itu ikut menangis bagaimana pun Kai sudah mereka anggap seperti adik. Karena usia Kai yang paling muda di kelas bahkan di sekolah itu.
Jordan dan teman-teman sekelas Kai memutar otak agar si bungsu mereka bisa ceria kembali.
Tiba-tiba Putri melintas di depan kelas Kai. Melihat kerumunan siswa di meja Kai, Putri jadi penasaran dan mendekat.
"Ada apa ini??"tanya Putri melihat Kai menangis di pelukan Jordan.
"Kai kangen sama bokapnya, dari kemarin dia uring-uringan terus!!"jelas Jordan.
"Hmmmm Kai, ikut Putri yuk!!"ajak Putri pada Kai.
"Kemana??"tanya Kai malas.
__ADS_1
"Udah ikut aja yuk!!"kata Putri menarik tangan Kai agar mengikutinya.
Tak lama Putri membawa Kai keluar kelas dan berjalan menuju gerbang sekolah yang masih belom tertutup.
Putri menyetop sebuah taksi dan mengajak Kai menaikinya.
"Put, sebenarnya Lo mau ngajak gue ke mana sih??"tanya Kai kesal karena Putri tidak memberi tau ke mana tujuan mereka.
Kai kesal kemudian memilih diam karena Putri tak kunjung menjawab pertanyaannya. Setelah naik taksi selama lebih kurang lima belas menit keduanya sampai di rumah Putri.
"Putri pulang!!"kata Putri memasuki rumahnya.
"Loh Put, kok pulang?? Eh ada Kai juga."kata Bunda Putri heran melihat kedua anak itu yang kembali ke rumah padahal masih pagi.
Putri berbisik pada sang Bunda, Bunda Putri pun paham lalu memeluk Kai dengan penuh kasih sayang.
"Anak Bunda, kenapa??"tanya Bunda Putri dengan lembut.
Tangis Kai kembali pecah, dan membenamkan wajahnya di dada Bunda Putri. Tak lama ayah Putri pun sampai, karena tadi Putri menghubungi sang ayah dan memintanya untuk pulang.
"Putri ada apa, kenapa Kai menangis??"tanya ayah Putri bingung. Putri pun kembali berbisik pada sang ayah. Dengan segera ayah Putri mengambil alih Kai dari pelukan Bunda Putri.
"Anak ayah kenapa hmmm??'tanya ayah Putri lembut. Kai tidak menjawab dan masih saja menangis. Ayah Putri mengelus punggung Kai dengan penuh rasa sayang tidak lama terdengar dengkuran halus dari Kai yang menandakan ia telah tertidur.
Ayah Putri menggendong Kai dan memindahkannya ke kamar Putri, namun Kai tidak melepaskan pegangannya pada lengan baju Ayah Putri. Ayah Putri kembali duduk di sisi Kai dan mengelus kepala Kai. Hingga akhirnya Kai tertidur pulas. Ayah Putri beranjak dengan pelan dari samping Kai lalu melangkah ke ruang tengah.
"Ini sebenarnya ada apa, Put??"tanya Pak Reza ayah Putri.
"Tadi Kai menangis di kelasnya dan nggak sengaja Putri lewat di depan kelasnya, Yah. Lantas temannya bilang Kai kangen sama Daddy nya. Dari kemarin dia uring-uringan terus makanya Putri bawa ke sini Yah. Putri kasihan sama dia.!!"jawab Putri.
"Yah, sebaiknya nggak usah ke kantor dulu ntar Kai bangun dia nangis lagi!!"kata Bunda Putri pada Pak Reza.
"Baiklah"jawab Ayah Putri.
"Kasihan kamu ,Dek. Semoga dengan bertemu ayah rasa rindu terhadap Daddy mu bisa terobati. Dan kamu bisa ceria lagi seperti biasanya!!"kata Putri mengelus sayang kepala Kai.
__ADS_1