Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Bocah Bernyali Besar


__ADS_3

Ketika semua masih terpana dengan kejadian yang baru saja mereka saksikan, ternyata klan RED DEVILS, BLACK EAGLE dan WATANABE sudah menembus pertahanan dari klan Yamaguchi. Tidak ada yang menyangka kalau ketiga klan itu bekerja sama untuk meruntuhkan klan Yamaguchi. Dan parahnya lagi anggota setia klan Yamaguchi hanya tersisa beberapa puluh orang lagi. Kai yang melihat itu merasa sangat miris. Pengkhianat. Kai sangat membencinya.


"Pa, anggota kita sudah sangat kelelahan Pa, sepertinya mereka tidak akan sanggup untuk bertahan."ujar Hiroshi pada Tuan Harada.


"Ya kau benar, tapi kau tau bukan bagi Yamaguchi lebih baik mati dari pada menyerah pada musuh. Ayo kita lawan hingga akhir"ujar Tuan Harada menyemangati kedua anaknya.


Delapan orang yang menggunakan masker respirator saling pandang, dan seolah memberi isyarat untuk maju ke arena pertempuran. Mereka bersiap mengeluarkan katana, belati dan juga senjata api yang mereka miliki.


"Taro, tugasmu dimulai dari sekarang!!!"perintah Kai.


"Baik, Master"sahutnya mengangguk.


Semua yang ada di dalam ruangan itu melangkah ke arena pertempuran. Bisa dilihat betapa terdesaknya anggota klan Yamaguchi yang masih setia.


Sedang di sisi lain....


"GOLDEN GLADIOL!!! Now!!!"ucap Eros memberi aba-aba pada Sam.


"GG!!"


"ATTACK!!!"teriak Prince.


GOLDEN GLADIOL membabat habis musuh yang ada di depan mereka tanpa ampun. Tidak ada belas kasihan dalam tindakan mereka. Ketika GOLDEN GLADIOL mulai menguasai gerbang depan, semua perhatian terarah pada mereka. Kai yang melihat sebuah Smoke Signal berwarna ungu paham bahwa ia pun harus segera bergerak.


"Maju!!!"titah Kai pada ke tujuh Kakaknya.


Kebrutalan keturunan the Owen pun tidak dapat dipungkiri lagi. Apalagi dengan masalah yang beberapa saat lalu menghampiri keluarga mereka. Pertempuran ini seolah menjadi samsak pelampiasan emosi mereka. Jo dan Daichi yang terkenal petakilan dalam keluarga mereka, saat ini terlihat seperti monster yang haus darah. Apalagi dengan yang lainnya terutama Kai.


Rintihan karena tebasan katana dan pedang, serta bunyi tembakan mengalun merdu di arena pertempuran itu. Kepala musuh mereka juga bergelindingan ke mana-mana, potongan anggota tubuh yang berserakan menjadi pemandangan yang mengenaskan. Ketiga klan tadi terkejut dengan kedatangan klan


psycopath yang ditakuti itu. Julukan klan psycopath memang tepat untuk GOLDEN GLADIOL, karena anggotanya bisa membunuh musuh dalam keadaan tersenyum. Real evil.


Mendapat bantuan dari klan no. 1 seketika membuat anggota setia Yamaguchi kembali bersemangat untuk menghancurkan musuh mereka. Keadaan sekarang berbanding terbalik, ketiga klan itu terkepung di tengah. Para pengkhianat dari klan Yamaguchi mulai ketar ketir. Bayangan mereka pada hukuman yang akan diberikan oleh para tetua Yamaguchi segera terlintas di kepala mereka.


Mereka sadar, langkah mereka telah jauh melenceng dari jalur yang seharusnya. Sekarang para inti GOLDEN GLADIOL dan Yamaguchi telah mengelilingi musuh-musuhnya. Kai maju memandang sekitar kemudian tertawa.


"Wah...wah... udah bersatu pun kalian tetap ga bisa lumpuhin Yamaguchi. Cemen Lo"ejek Kai.


"Diam kau bocah!!!"bentak panglima tempur RED DEVILS.


"Diim Kii bicih!!"ejek Kai.

__ADS_1


Kakak-kakak Kai dan GOLDEN GLADIOL menggeleng melihat ulah kesayangan mereka. Berbeda dengan inti YAMAGUCHI yang heran dengan Kai.


"Siapa bocah kecil bernyali besar itu??"bathin mereka.


"Jadi mana ketua kalian??"tanya Kai.


"Ketua kami??, Menghadapi kami saja kau tidak akan sanggup bocah!!"ejek panglima tempur BLACK EAGLE.


Inti GOLDEN GLADIOL serta para Kakak Kai menggeram marah dan berniat maju untuk menebas kepala para panglima tempur klan itu dan Kai memberi isyarat untuk diam di tempat.


"Heleh ketua Lo pengecut, war cuma ngirim anak buah, udah kongkalikong masih juga kalah. Chicken. Ga becus banget jadi ketua!!!"ejek Kai mempermainkan emosi mereka.


"Kau....."


Ketiga panglima tempur dari klan itu maju dan berniat untuk menghajar Kai. Tentu saja dengan senang hati Kai melayani mereka. Tidak membutuhkan waktu lama, ketiga panglima tempur itu sudah kehilangan kedua tangan mereka.


"Gimana masa Ama bocah kalah, ga pantas Lo jadi panglima tempur."ejek Kai lagi.


Mereka tidak sanggup melawan lagi karena sudah lemas kehilangan banyak darah.


"Dan Lo pada bakal gue kirim ke neraka"tunjuk Kai pada sisa anggota ketiga klan itu dan pengkhianat Yamaguchi.


Sontak para Pengkhianat klan Yamaguchi berlutut meminta ampunan untuk nyawa mereka.


"Kami tidak akan tunduk pada Yamaguchi"teriak mereka.


"Ok, Shadow, Hunter mereka milik kalian, jadikan mereka objek eksperimen kalian, dan yang mati periksa organnya jadikan easy money untuk kalian.!!"titah Kai.


"Baik Kai"jawab mereka bersemangat dan mulai melucuti persenjataan milik anggota ketiga klan yang masih hidup.


Kemudian beberapa truk container memasuki markas klan Yamaguchi.


Para anggota ketiga klan tadi dimasukkan ke dalam container itu dan dibawa entah ke mana. Tapi membayangkan dijadikan objek eksperimen itu sungguh menakutkan.


Kai berjalan ke arah Sam dan Prince.


"Ada yang tewas???"tanya Kai.


"Tidak Kai"jawab Prince.


"Obati yang terluka!!"tambah Kai.

__ADS_1


"Baik Kai"jawab bawahannya.


"Makasi Bang atas bantuan Lo!!"ucap Kai.


"Apa pun buat kesayangan gue"ucap Sam mengecup kepala sang adik dan diikuti Prince yang juga memeluk erat sang adik.


Para kakak Kai yang melihat itu misuh-misuh. Ada aja lagi yang menyaingi mereka.


"Ya udah, kita cabut dulu!!"kata Sam pamit pada sang adik.


"Ok, hati-hati Lo Bang. Besok gue ke mansion"ujar Kai dan dibalas acungan jempol oleh kedua laki-laki bertubuh tinggi dan atletis itu. GOLDEN GLADIOL pun segera meninggalkan markas Yamaguchi.


Delapan remaja yang masih memakai masker respirator itu pun berjalan ke arah Tuan Harada.


"Siapa kalian sebenarnya??"tanya Tuan Harada dengan deep voice yang ia miliki.


Mereka pun membuka masker respirator, dan Kai sendiri segera menerjang Tuan Harada dan memeluknya.


"Papa tidak rindu padaku??"tanya Kai.


"Musume....benarkah ini kau nak??? Papa sangat merindukanmu??"jerit Tuan Harada senang akhirnya bisa bertemu dengan Kai, entah berapa lama putri kecilnya itu tidak pulang.


"Ck, kau tidak rindu dengan Kakak imouto-san??"tanya Hiroshi dan Hitoshi bersamaan.


"He...he..rindu, rindu ramen buatanmu onii-san"jawab Kai tersenyum.


"Pa.. kau tidak merindukan kami??"ujar Daichi berdrama.


"Tidak, kalian tidak usah pulang!!!"ucap Tuan Harada berjalan ke arah kedua putranya dan memeluk keduanya.


"Dan mereka siapa Musume???"tanya tuan Harada.


"Mereka Kakak Kai, anak Dady Aldric, Papa Arthur dan Papi Dixon"jelas Kai.


"Ternyata anak-anak iparku, selamat datang nak di markas Yamaguchi!!"ucap Tuan Harada.


"Terima kasih...."


"Papa"tukas Tuan Harada.


"Terima kasih Pa, perkenalkan saya Alden ini Alan adik kembar saya, ini Jo dan itu Chayden dan adik kembarnya Chayton."papar Alden memperkenalkan saudaranya.

__ADS_1


"Ayo kita berbincang di dalam!!"ajak tuan Harada pada anak-anaknya.


Mereka mengikuti tuan Harada, memasuki markas Yamaguchi. Terlihat begitu berantakan, darah dan potongan tubuh ada dimana-mana. Mereka terus melangkah ke sebuah ruangan yang terlihat asri dan ditengahnya terbentang kolam ikan koi yang cukup luas. Menenangkan jiwa.....


__ADS_2