Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Kai Ngambek..


__ADS_3

Kai sampai di mansion, penjaga gerbang pun membukakan gerbang untuk Nona Muda mereka.


"Selamat siang Nona Muda"sapa para penjaga gerbang.


"Selamat siang Uncle, semua pada ke mana??"tanya Kai.


"Hari ini semua aktifitas off Nona Muda, semua anggota keluarga saat ini berada di mansion"jawab Frank.


"Ohh, okay Kai masuk dulu ya Uncle"pamit Kai menggeret malas kakinya memasuki mansion.


"Kai pulang ...."teriak Kai.


"Baby jangan berteriak, it's not a jungle."tegur Papa Jacob.


"I'm sorry, Pa"cengir Kai mendudukkan diri diantara Oma Emma dan Opa Lucifer.


"Capek Baby??"tanya Oma Emma.


"A little bit, Oma"jawab Kai mendusel di lengan Oma Emma dan Oma Emma segera menarik kepala Kai ke pangkuannya.


"Bagaimana Baby, your problem it was done???"tanya Papa Arthur.


"Yes it's done Pa, tapi juga tambah bikin kepala puyeng"jawab Kai.


"Why Baby??"tanya Papi Dixon.


"Mereka menyuruh Kai ikut dalam mengelola perusahaan Pi, ga bisa main lagi dech"omel Kai.


"Kenapa harus begitu??"tanya Opa Lucifer mengelus kepala sang cucu.


"Karena hampir semua perusahaan Kai memiliki cabang di mana-mana, so Abang-abang ga bisa kalau harus bolak balik sekaligus, apalagi ntar kalau ada meeting mendadak Ama klien"jelas Kai.


"Memang Baby sudah bisa mengelola perusahaan???"tanya Carl pada Kai.


"Udah dong Kak, kan yang bikin perusahaannya Kai, cuma saja Kai malas melihat tumpukan kertas itu. Bikin mumet, lebih enak ngerjain misi"tutur Kai dengan mata yang mulai memerah karena mengantuk.


Karena elusan dikepalanya Kai pun segera menuju dimensi mimpi.


"Baby sudah sarapan??"tanya Mami Harlin.


Semua heran kenapa tidak ada jawaban dari kesayangan mereka. Setelah dicek ternyata si empunya udah go to the sleep.


"Alden pindahkan adikmu ke kamar!!"titah Opa Matius pada Alden.


"Baik Opa"jawab Alden mengangkat tubuh Kai dengan hati-hati.


"Baby kelihatan lelah sekali, kasihan!"seru Mami Harlin.


"Iya, baru datang di keluarga baru malah dihadapkan dengan beragam masalah. Her like a guardian Angel"tutur Edric yang mengingat beberapa hari lalu di mana ia tidak sanggup untuk bertatap muka dengan sang adik.


"Ke mana perginya para bungsu??"tanya Opa Matius heran.


"Hmmmm sudah dipastikan mereka tidur di kamar Baby, dasar posesif!!!"gerutu Opa Lucifer.

__ADS_1


"Seperti kau tidak saja Lu"ejek Opa Matius.


Owen lainnya tertawa melihat perdebatan kedua Opa itu. Mereka sangat posesif untuk kesayangan mereka, beda dengan para bungsu yang seperti perangko dengan adik mereka, selalu nemplok.


Para bungsu seperti telah terkena virus doyan tidurnya Kai. Bisa-bisanya mereka tertidur hingga waktu makan malam tiba.


"Apa mereka masih belum bangun???"tanya Opa Matius.


"Sepertinya belum Pa"jawab Papi Dixon.


"Aku akan membangunkan mereka"kata Mama Silvia.


Mama Silvia segera menuju kamar Kai. Sesampai di kamar Kai, Mama Silvia melihat pemandangan yang menenangkan hatinya di mana para bungsu laki-laki tidur mengelilingi sang adik.


"Semoga kalian selalu menjaga adik kalian, tetaplah di sampingnya."gumam Mama Silvia.


Mama Silvia melangkah ke arah ranjang anak-anaknya.


"Boys...bangun...!!"kata Mama Silvia.


"Baby...bangun ...!!"kata Mama Silvia.


Akan tetapi tidak ada satu pun yang terbangun. Mama Silvia mulai emosi melihat anak-anaknya.


"Bangun.... kalian...."teriak Mama Silvia.


Para bungsu laki-laki terjatuh ke lantai dengan tidak estetiknya.


"Ma, kenapa teriak-teriak sih Ma???"gerutu Chayton sambil memegang pantatnya yang menyentuh lantai.


"Maaf Ma, udah beberapa hari ini tidur kita ga teratur Ma"jawab Alden.


"Ya sudah ayo turun, makan malam"ajak Mama Silvia.


"Dan bangunkan itu...."tunjuk Mama Silvia dengan mulut dimanyunkan.


Para bungsu laki-laki tau, Mama Silvia saat ini sedang tidak ingin berdebat dengan adik mereka, alhasil merekalah yang harus membangunkan sang adik.


"Baby bangun sayang!!"ujar Alden menepuk pelan pipi gembul milik Kai.


"Bentar lagi, nanggung ini"oceh Kai dengan mata yang masih tertutup.


Jo mendapatkan ide untuk membangunkan sang adik.


"Alan bawa saja Baby ke kamar mandi dan cuci wajahnya"usul Jo.


"Itu benar"timpal Daichi.


Alan pun menggendong sang adik ke kamar mandi, dengan dibantu Jo Alan mencuci wajah sang adik yang masih tertidur pulas walau sudah dibawa ke kamar mandi.


"Njir...dingin bet dah"gerutu Kai.


"Baby your words!!"kata Alan memperingati sang adik.

__ADS_1


"Abang sih ngapain Kai masih tidur wajahnya disiram air, kaget tau"ucap Kai turun dari gendongan Alan dan menghentak-hentakan kakinya kembali ke kamar.


"Ehh imouto-san kau mau apa??" Ayo turun makan malam"ajak Benjiro.


"Huhhhh, kita kemusuhan semuanya jangan dekat-dekat!!"ketus Kai meninggalkan kamarnya.


"Baby/imouto-san......"panggil para bungsu laki-laki pada sang adik dan segera mengejarnya.


"Enak aja wajah gue diguyur air dingin. Awas aja ntar gue balas kalian"monolog Kai sambil menuju ke ruang makan.


Kai mendudukkan diri di kursi dengan wajah ditekuk. Membuat para tetua menjadi bingung dengan sikap si bungsu.


"Baby kenapa??"tanya Papi Jason.


"Kakak jahat!!"jawabnya singkat.


Para bungsu laki-laki yang baru sampai di ruang makan mendapat tatapan tajam dari para tetua.


"Apa yang kalian lakukan pada cucuku??"tanya Opa Matius dengan wajah datarnya.


"Kami hanya membangunkan Baby Opa"jawab Jo takut-takut.


"Lalu kenapa bisa jadi seperti itu"tunjuk Edward pada wajah si bungsu.


"Jo tadi memberi ide untuk membangunkan Baby dengan mencuci wajahnya, dan Baby marah"jawab Alan.


"Sudah, makan malam dulu. Lalu tunggu hukuman kalian!!"titah Opa Lucifer.


Ngga iyes ini mah kalau Opa Lucifer memberikan hukuman pada mereka. Siapa yang ingin mendapat hukuman dari seorang Opa Lucifer. Menyelam di dasar kolam renang dan menahan nafas selama tiga puluh menit jika gagal ya push up sebanyak 300 kali dalam waktu 5 menit. Membayangkannya saja sudah bikin badan gempor.


Kai masih dalam mode ngambek, para tetua pun kewalahan untuk membujuk bungsu agar bisa tersenyum. Hingga akhirnya Opa Matius menjanjikan pada cucu kesayangannya untuk membelikan sebuah S&W 500 M, pistol dengan akurasi lebih baik dibandingkan dengan pistol lainnya.


Saat sedang sibuk memilih-milih warna pistol yang akan ia pesan, handphone Kai berdering.


"Hallo....."jawab Kai.


"............"


"Good job, bagikan 20% keuntungan untuk warga sekitar, kita butuh mereka"ujar Kai dan menutup sambungan telepon.


"Siapa Baby??"tanya Papa Arthur.


"Bawahan Kai yang di Venezuela Pa,"jawab Kai.


"Apa ada masalah??"tanya Papi Jason.


"Tidak Pi, ladang minyak di sana sudah resmi menjadi milik Kai. Dan sekarang sedang diurus hak kepemilikannya oleh bawahan Kai."jawab Kai sambil membaca pesan di handphonenya.


"Wah Baby, sekarang kamu menjadi juragan minyak"goda Edward.


"He..he...he"cengir Kai.


"Persiapan masa tua Kak"sahut Kai.

__ADS_1


Para tetua benar-benar tidak habis pikir dengan pola pikir gadis kecil mereka. Di usia 14 tahun Kai sudah memiliki aset di mana-mana.


__ADS_2