
Jam istirahat semua murid berhamburan keluar kelas, begitu pun dengan murid-murid dari kelas Kai. IPA 1 Empire kembali menguasai kantin Kai yang belakangan jarang masuk sekolah sekarang sudah mulai aktif kembali mengikuti kegiatan PBM di sekolah itu.
"Cil, Lo ke mana aja sih? Sering banget bolos?"tanya Yudha.
"Biasa masalah keluarga gue di Rusia. Jadi dari pada bolak balik jadi kemarin gue ambil libur aja sekalian!"sahut Kai.
Lalu seperti biasa kantin akan dihebohkan dengan kedatangan Owen's Prince. Ditambah tiga anggota baru mereka Kakak kandung Kai.
"Loh kok tumben mereka akur?"terdengar beberapa bisikan diantara para siswa siswi di kantin. Kai yang jengah mendengar semua itu langsung angkat suara.
"Mereka bertiga Kakak kandung gue!"ujar Kai lantang.
Ada rasa hangat di hati ketiganya ketika sang adik mengatakan apa hubungan mereka dengan lantang di depan hampir semua warga sekolah.
"Kok bisa Cil?"tanya Jordan.
"Ya bisa cuma beda ayah, mereka besar di sini gue di Rusia. Dan sekarang kita udah mengetahui kalau kita Kakak adik satu ibu!"jelas Kai.
Yang lain manggut-manggut mendengar penjelasan Kai.
Para Prince dan anggota BLACK HOLE duduk di tempat yang biasa merek tempati.
Tiga orang siswi berjalan berlenggak lenggok ke arah komplotan para Prince mungkin dengan tujuan ingin bergabung mungkin. Tanpa sengaja Putri yang datang ingin menghampiri Kai membawa kotak bekal menabrak ke tiga siswi itu.
"Maaf ya aku nggak sengaja!"kata Putri sambil membersihkan lututnya yang kotor karena tadi terjatuh.
"Enak aja main minta maaf, bersihin sepatu gue!"ujar salah satu dari mereka yang mengenakan seragam agak ketat.
"Tapi kan kalian nggak apa-apa, yang jatuh kan aku!"bantah Putri.
"Siapa mereka, Yud?"tanya Kai penasaran.
"Mereka anak dan keponakan kepala sekolah yang baru Kai mereka murid baru, sejak Lo ama Abang Lo sering libur sekolah mereka seenaknya membully anak-anak apalagi yang anak beasiswa!"jelas Yudha.
"Kepala sekolah ganti? Kok mendadak?"tanya Kai heran.
"Kita juga nggak tau Kai, cuma ada yang aneh beberapa orang siswi beberapa waktu belakangan ada yang mendadak berhenti sekolah tanpa alasan yang jelas. Katanya beasiswa mereka dicabut sebagian lagi alasannya nggak jelas!"kata Yudha lagi.
"Benar kata Yudha, Lo ingat Kakak kelas yang sering ngerecokin Lo buat bikin vlog ama dia?"tanya Ririn.
"Iya gue ingat kenapa?"tanya Kai lagi.
"Dia hilang saat pulang sekolah hingga hari ini dia belum ditemuin!"jawab Ririn.
Kening Kai seketika berkerut mendengar hal itu.
Kembali ke Putri......
"Gue nggak mau tau, Lo harus bersihin sepatu gue pake seragam Lo!"kata siswi itu lagi.
"Tapi sepatu kamu nggak kotor!"bantah Putri.
"Plaaaaak!"
__ADS_1
"Berani Lo ya?"ujar siswi yang lainnya terlihat seperti ketua dari geng itu.
Putri meringis sambil memegang pipinya yang baru saja ditampar oleh gadis itu.
Kai bergegas menghampiri Putri.
"Lo nggak apa-apa, Put?"tanya Kai.
Putri meringis memegangi pipinya yang memerah akibat terkena tamparan tadi.
"Nggak apa-apa kok Kai!"sahut Putri.
"Dah yok duduk!"kata Kai menarik tangan Putri untuk duduk di dekatnya.
Namun tangan Putri dicekal oleh geng perusuh tadi.
"Enak aja Lo mau bawa dia pergi!"ujar siswi yang menampar Putri tadi.
Kai memiringkan kepalanya ke kiri.
"So, Lo mau apa?"tanya Kai.
"Wah nantangin ni anak, dia nggak tau siapa Lo, Sel!"kata siswi yang bername tag Siska.
"Gue nggak tau siapa kalian dan nggak mau tau siapa kalian!"sahut Kai garang.
Selena mengangkat tangannya tinggi dan bersiap untuk menampar Kai, tapi Kai lebih dulu mendaratkan tendangan si perut Selena.
"Uhukkk.....uuhuuk!"Selena terbatuk karena tendangan dari Kai tidak main-main.
Siska mengambil mangkok salah satu siswa yang sedang makan dan berniat menyiramkannya ke arah Kai namun sebelum mangkok itu terangkat Kai sudah terlebih dahulu menendang mangkok itu hingga kuah bakso panas itu mengguyur tubuh siswi yang bernama Siska itu.
"Mampus Lo!!"teriakan warga kantin mencemooh Siska.
"Jangan melewati batas kalian!"peringat Kai dengan jari telunjuk mengacung ke wajah para siswi itu.
Tapi sepertinya peringatan Kai tidak diindahkan oleh ke tiga siswi itu mereka kembali mencekal tangan Putri dan sepertinya tidak berniat untuk melepaskan Putri begitu saja. Siswi yang satunya bername tag Rosilia melayangkan tamparan ke arah Kai.
"Plaaaaak"
"Baby/Adek/imouto-san/Bocil!"
Wajah Kai tertoleh ke samping, hal tersebut sontak membuat darah para Prince Owen mendidih.
"Kurang ajar!!"bentak Rion langsung menendang Rosilia.
Jangan lupa sifat pemarah dan emosian si kembar Rian dan Rion.
"Augghh!"
Rosilia terjungkal dengan pantat menyentuh lantai terlebih dahulu, Kai memberi peringatan pada Rion untuk tidak ikut campur.
"Rion sudah biarkan dulu, atau Baby akan mengamuk padamu nanti!"ujar Chayton menghalangi Rion.
__ADS_1
Rion membuang nafas kasar menahan kekesalannya pada ke tiga siswi itu.
"Ihhhh Kakak kok malah nendang aku sih!"rengek Rosilia manja sambil bangkit dan memegang tangan Rion. Rion yang geli dengan perlakuan Rosilia menghempaskan kasar tangan Rosilia.
"Enyah kau!"bentak Rian mendorong bahu Rosilia agar menjauh dari kembarannya.
"Kakak, tolong bantu obati pahaku perih terkena kuah bakso tadi!"rengek Siska pada Alan mengangkat roknya memperlihatkan pahanya yang melepuh karena terkena kuah bakso.
"Jangan sentuh gue!"bentak Alan menepis kasar tangan Siska karena merasa jijik pada siswi yang berdiri di dekatnya itu.
"Woi kurang belaian Lo, hah?"ejek Kai sambil duduk di duduk di kursinya.
"Apa Lo bilang? Kurang ajar!"Selena melemparkan gelas ke arah Kai dan itu dihalangi oleh Jackson hingga membuat kepalanya bocor.
"Bang Jack!"teriak Kai mengejar sang Kakak.
Kai mengeluarkan aura psykopatnya dan lalu berjalan ke arah Selena, ingatkan ke tiganya kalau Kai tidak suka jika Kakaknya disakiti. Neraka dunia menunggumu Nona Selena.
"Kraaaaaaak!"
"Aghhhhhhhhh"
Kai mematahkan tangan yang digunakan oleh Selena untuk melempar gelas tadi.
"Selena.......!"teriak kedua siswi tadi berlari hendak menolong Selena dan dengan sigap Kai kembali menghadiahkan tendangan ke arah dua siswi itu.
"Bugh"
"Bugh"
"Aghhhhhhhhh"
"Aghhhhhhhhh"
"Lo dengerin gue baik-baik, jangan seenak Lo di sini. Ini bukan sekolah moyang Lo. Gue nggak takut sama siapa pun yang ada di belakang Lo dan selagi ada gue di sekolah ini Lo bertiga jangan macam-macam!"kata Kai mencengkram kuat rahang Selena hingga mengeluarkan darah.
Para penghuni kantin bergidik ngeri melihat itu. Memang mengerikan jika orang yang jarang marah sesekalinya marah sangat menakutkan.
"Dan kalian kalau ada yang dibully lagi oleh ke tiga setan ini jangan takut bilang ke gue atau Abang gue!"ujar Kai.
"Baik Kai/ Bocil/degem!"sahut mereka kompak.
"Bang ayok obati lukanya!"kata Kai mengajak Jackson pergi UKS untuk mengobati lukanya.
"Kai......!"teriak Putri.
"Hmmmm!"sahut Kai berbalik.
"Ini tadi Bunda bikin buat kamu, dimakan ya!"kata Putri mengacak gemas rambut Kai sambil tersenyum.
"Bilang makasih ama Bunda!"kata Kai menerima kotak bekal itu lalu melangkah ke UKS bersama Jackson dan diiringi oleh Kakaknya yang lain.
"Ssssshh itu sialan siapa tau orang!"ujar Siska membantu Selena untuk berdiri.
__ADS_1
"Dia anak bungsu pemilik sekolah ini kalau Lo mau tau!"kata Jordan dengan sikap pongah.
Ke tiganya terdiam, berarti yang mereka lawan adalah keluarga Owen.