Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Maafkan Mama....sayang


__ADS_3

Saat ini Kai sudah dipindahkan ke ruang rawat khusus the Owen. Ruang rawat yang luas dilengkapi dengan ranjang king size, tv, dapur, dan juga sofa serta beberapa barang-barang lainnya yang diperlukan. Seluruh anggota keluarga the Owen saat ini juga telah berada di ruang rawat Kai menunggu Kai sadar. Namun udah hampir sore Kai belum memperlihatkan tanda-tanda akan sadar membuat keluarga the Owen semakin cemas.


"Baby kapan kamu akan bangun dek???"monolog para Kakak Kai dalam hati.


"Baby maafkan Mama sayang"bathin Mama Silvia


Di saat semua sedang asyik dengan lamunan masing-masing, Kai perlahan membuka matanya, ia melihat ke arah keluarga besarnya yang saat ini menunggu dia sadar.


"Mom"panggil Kai perlahan.


"Baby...."jerit Mommy Fanny tertahan dan segera berlari ke arah Kai.


"Baby mau apa?"tanya Mommy Fanny mendekat ke arah Kai.


"Ha..us Mom"ucap Kai perlahan.


Mommy Fanny mengambilkan air yang ada di meja nakas dan membantu Kai untuk meminumnya.


Seluruh anggota keluarga the Owen senang akhirnya si bungsu telah sadar. Papa Arthur segera memanggil Brandon untuk memeriksa keadaan Kai. Tak lama berselang Papa Arthur dan Brandon memasuki ruang rawat Kai.


"Baby masih lemas ?"tanya Brandon pada Kai.


"Iya Kak B,"jawab Kai singkat.


Brandon segera memeriksa keadaan sang adik.


"Bagaimana B keadaan Baby?"tanya Opa Lucifer.


"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan Opa, kalau infusnya nanti habis Baby bisa pulang"jawab Brandon mengusap kepala Kai.


"Syukurlah"ucap Dady Aldric senang.


"Baby makan ya"bujuk Brandon pada sang adik.


"Ya Kak"balas Kai singkat.


Brandon menelpon pramusaji rumah sakit untuk mengantar makanan ke ruangan Kai.


Sesaat kemudian seorang perawat datang membawa nampan berisi makanan dan buah untuk Kai.


"Bawa ke sini Sus!!"perintah Mommy Fanny.


"Ayo Baby makan ya, Mommy suapin"kata Mommy Fanny yang diangguki oleh Kai.


Mama Silvia melihat dari jauh interaksi antara adik iparnya Fanny dan Kai hal itu menjadi tanda tanya dalam kepala Mama Silvia.


"Arthur kenapa Baby dekat sekali dengan Fanny??"tanya Mama Silvia.

__ADS_1


"Sekarang Baby sudah menjadi bagian dari the Owen dear. Aldric dan Fanny menjadikan Baby sebagai bungsu di keluarga kita"jelas Papa Arthur pada Mama Silvia.


"Ooooo pantas saja beberapa hari ini dia tidak pulang"ucap Mama Silvia senang sekarang Kai sudah menjadi bagian dari the Owen.


"Maksud Kakak apa??"tanya Mami Harlin.


"Jadi selama ini aku tinggal dengan Baby, di rumahnya. Selama tiga tahun ini dialah yang selalu membuatku kuat untuk bertahan menghadapi masalah yang terjadi. Aku begitu menyesal dengan tindakanku kemarin. Baby pantas marah padaku, setelah apa yang telah ia berikan dan korbankan untuk menjagaku."jelas Mama Silvia sendu, Papa Arthur pun menarik Mama Silvia dalam pelukannya.


"Aku senang orang yang menjaga istriku sekarang telah berstatus menjadi putriku"ucap Papa Arthur mengeratkan pelukannya pada Mama Silvia.


Kai pun telah menyelesaikan makannya. Mama Silvia yang melihat itupun segera berjalan ke arah Kai.


Kai yang melihat Mama Silvia yang mendekat bingung harus bersikap seperti apa. Jelas ia tidak bisa marah terlalu lama pada wanita yang selama 3 tahun ini selalu merawatnya, namun di satu sisi Kai masih kesal karena Mama Silvia membela wanita ular itu.


"Baby masih marah sama Mama?"tanya Mama Silvia. Sedangkan anggota keluarga the Owen lainnya menahan nafas menunggu jawaban dari Kai.


Kai masih terdiam belum tau ingin menjawab apa, ditengah kebingungannya Mama Silvia kembali berkata.


"Jika Baby masih marah ga pa-pa. Mama minta maaf ya sayang udah menyakiti kamu. Dan juga terima kasih berkat kamu Mama kembali ke keluarga Mama."ujar Mama Silvia mengecup puncak kepala Kai dan beranjak pergi.


Semua yang menyaksikan hal itu juga bingung harus berbuat apa. Kedua wanita itu juga kesayangan dari keluarga the Owen.


Tiba-tiba Kai mencekal tangan Mama Silvia.


"Huaaaa Mama"memeluk Mama Silvia dari belakang.


"Maafin Mama ya Baby, Mama kemarin udah nyakitin kamu"ujar Mama Silvia kembali minta maaf.


"Mama ga salah wajar Mama membela saudari Mama. Tapi Mama tau kan Kai ga bisa mengampuni orang yang udah menyakiti orang yang Kai sayang."sahut Kai.


"Mama tau sayang. Terima kasih sudah membela Mama dan terima kasih udah menyatukan Mama kembali dengan Papamu."kata Mama Silvia mengelus lembut punggung Kai.


Papa Arthur mendekat pada kedua wanita yang menjadi kesayangannya itu. Dia memeluk erat kedua wanita itu, seperti keluarga kecil bahagia.


Dady Aldric yang melihat itu mendengus kesal.


"Ck, Kak kau jangan terlalu lama memeluk putriku!!!"ujar Dady Aldric berdecak.


"Dia juga putri Aldric jika kau lupa"jawab Papa Arthur dengan senyum mengejek.


"Dia cucuku, jadi aku yang lebih berhak"jawab Oma Emma melangkah ke arah brankar Kai.


Mommy Fanny dan Mami Harlin cuma bisa menepuk jidat melihat keluarganya memperebutkan kesayangan mereka.


"Sudah-sudah kalian mengganggu istirahat cucuku"ketus Opa Lucifer mengambil alih Kai.


Dan yang diambil hanya bisa pasrah, namun ada rasa hangat di hatinya dengan yang terjadi saat ini.

__ADS_1


"Baby....."teriak Duo AL melihat sang adik yang sudah sadar.


"Kamu sudah baikan Baby??"tanya Alden mengelus kepala sang adik dan diangguki oleh sang adik.


"Kau benar-benar membuat Abang hampir kena serangan jantung Baby, karena tidak bisa menemukanmu semalam"celoteh Alan.


"Maafin Kai ya Bang, udah bikin kalian khawatir"ucap Kai.


"Lain kali Baby jangan seperti itu lagi ya!!!"imbuh Papi Dixon.


"Iya Pi"jawab Kai.


"Jadi semalam Baby pergi ke mana??"selidik Carl.


"Hmmm ke tempat pelatihan Kai Kak"jawab Kai. Ya kali Kai bilang ke markas GOLDEN GLADIOL.


"Tempat pelatihan apa"tanya Dady Aldric dengan wajah datarnya.


"Hmmmm itu pelatihan bela diri Dad"jawab Kai.


"Kenapa Baby harus pergi ke sana? Bukannya kalau tempat pelatihan bela diri sudah tutup kalau malam"tanya Carl lagi


"Tempat itu milik milik Kakek Kai, Grandpa Haruto. Sejak pindah ke Indonesia tempat itu dikhususkan untuk melatih Kai. Kadang Grandpa yang langsung melatih jika tidak sedang sibuk"jelas Kai pada keluarganya.


"Kamu keturunan Yamaguchi Haruto???"tanya Opa Lucifer.


"Ya Opa, Kai satu-satunya cucu perempuan keturunan Yamaguchi, cuma Kai harus bersembunyi dari incaran musuh Grandpa dan musuh Dady kandung Kai."jawab Kai.


Opa Lucifer langsung memeluk Kai, Opa Lucifer mendekap erat kai disertai buliran air mata yang turun dari matanya.


"Dad kau kenapa???"tanya Papi Dixon heran.


"Yamaguchi Haruto pernah menyelamatkan Dady ketika insiden di Spanyol dulu. Namun sejak saat itu Dady tidak pernah bisa bertemu dengannya lagi untuk mengucapkan terima kasih"kata Opa Lucifer menjelaskan.


"Lalu dimana Dady dan Mommy sekarang Baby?"tanya Opa Lucifer


"Bubu meninggal ketika melahirkan Kai Opa, sedangkan Dady dibunuh ketika ulang tahun Kai yang ketujuh"ujar Kai menahan air matanya agar tidak luruh.


"Sekarang baby tidak sendirian lagi, ada kami yang akan menjaga Baby. Paham??"ucap Oma Emma mencium pucuk kepala Kai.


"Terima kasih Oma"jawab Kai dengan mata berkaca-kaca.


"Jangan berterima kasih Baby, karena keluarga kita memang telah terikat sejak dulu. Apakah Opa bisa bertemu dengan Grandpamu??"tanya Opa Lucifer


"Saat ulang tahun Kai, biasanya Opa akan menemui Kai Opa mungkin Opa bisa bertemu dengannya nanti"jawab Kai.


"Baiklah Opa akan menunggu masa itu"jawab Opa Lucifer.

__ADS_1


__ADS_2