Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Secret Palace


__ADS_3

Saking kesalnya pada kedua manusia berbeda gender itu, Kai membidik kepala laki-laki yang merupakan ketua dari penyerangan itu.


"Suamiku.......!!"teriak perempuan yang tadi tengah berbicara dengannya.


"Kau, kenapa kau melanggar kesepakatan yang telah kita buat??"tanya wanita itu dengan mata memerah.


"Kesepakatan......????."belum selesai Kai meneruskan ucapannya, para Big Bro dan bodyguard sudah berada di dalam ruangan yang berantakan itu.


"Baby, what's wrong??"tanya Chayton melihat aura kebencian di wajah sang adik seolah itu bukan Kai melainkan Anos. Makhluk yang paling anti dengan yang namanya pengkhianatan.


"This woman is also a traitor!!"ujar Kai sekarang dengan netra mata yang sudah menghitam sempurna.


Sekarang bukan hanya Kai, namun kini ke lima kakaknya juga mengeluarkan aura yang menghitam. Para pengawal merasakan aura membunuh di sekeliling mereka. Ingin rasanya mereka melarikan diri saja dari ruangan yang sudah hancur itu.


"Kau, dipercaya Mommyku dan kini kau berani berkhianat??"kata Alden menarik rambut kepala pelayan yang telah bekerja pada keluarga Owen selama bertahun-tahun itu.


"Aghhhhhhhhh......lepaskan aku!!"kepala pelayan bernama Marie itu mencoba meronta agar bisa terlepas dari cengkraman Alden.


"Kau tidak akan lepas dari hukumanmu, Marie!!"ujar Kai dengan tatapan menusuk.


"Kau melanggar kesepakatan kita, Lilyana!!"ujar Marie pada Kai.


"Aaaa satu hal yang harus kau tau Marie, aku Kai asli putri satu-satunya keluarga Owen, dan mengenai Lilyana sekarang dia sudah berada di markas Zeus. Dan sekarang kau akan bergabung dengannya menanti hukumanmu."kata Kai.


"J*l*ng sialan, harusnya kau tidak masuk ke keluarga ini. Kau menghalangi langkah kami menguasai Owen, bedebah!!"teriak Marie.


"Jadi gue adalah batu sandungan kalian, terima kasih gue merasa sangat terhormat menjadi penghancur rencana busuk kalian"sahut Kai dengan santai.


"Kau harus mati, kau telah membunuh suamiku dan merusak masa depan putriku, dasar monster."kata Marie histeris.


"Putri Lo???? Emang gue kenal??"tanya Kai.


"Alicia, dia putriku."teriak Marie.


 "Gue paham sekarang berarti Lo adalah Marie Frederick Alexander bukan, adik dari Tuan Giorgino Frederick Alexander. Wah gue benar-benar kecolongan sekarang, but that's okay."ujar Kai mendekat ke arah Marie dan memukul tengkuk Marie dengan keras.


Semuanya terkejut dengan informasi yang baru saja Kai sebutkan. Pantas saja selama ini semua tindak tanduk merek selalu tercium dan bocor pada musuh mereka.


"Kalian bawa dia ke markas Zeus!!"titah Alden pada para pengawal.


Para pengawal itu segera melaksanakan titah Tuan Mudanya.


"Astaga mansion ini sekarang tidak layak untuk ditempati lagi. Kita sepertinya membutuhkan mansion baru!!"ujar Jo dan diangguki oleh Daichi sambil memperhatikan keadaan sekeliling.


"Baby, Mommy di mana?? Apa mereka semua baik-baik saja??"tanya Alden beruntun membuat Kai memijit pelipisnya pelan.

__ADS_1


"Ayo ikut!!"kata Kai berjalan mendahului para kakak.


Dengan setia mereka terus berjalan di belakang sang adik. Usai keluar dari area mansion terkejut karena adik mereka membawa ke limanya menapaki hutan belakang mansion.


"Imouto-san apa yang kita lakukan di sini???"tanya Daichi penasaran sambil memperhatikan sekeliling. Kai tidak menjawab pertanyaan dari Daichi ia tetap melangkah.


"Baby, apa yang kita kita cari di sini??"sekarang Chayton yang bertanya dan lagi Kai tidak memberi jawaban pada kakaknya itu.


Ketika sampai di sebuah pohon yang besar Kai menempelkan telapak tangannya di sana dan tangga seperti yang para Mommy lihat kemarin kembali terlihat. Mereka cukup kaget dengan semua yang mereka saksikan. Namun lebih baik tetap mengikuti langkah sang adik dari pada bertanya terus namun tidak mendapatkan jawaban. Tidak berapa lama mereka masuk ke sebuah ruangan luas yang begitu indah, terlihat di sana Oma Emma sedang duduk ditemani oleh Mami Harlin sedangkan Mommy Fanny dan Mama Silvia tidak terlihat.


"Hallo semua Kai yang cantik manis mempesona pulang.......!!!"teriak Kai menggema di ruangan itu.


"Baby.............!!!"teriak Mami Harlin histeris melihat sang putri.


"Ini benar kamu kan, Baby??"tanya Oma Emma mengusap pipi sang cucu.


"Menurut Oma??"tanya Kai lagi.


"Ini Baby, Mom. Dari tingkahnya yang menjengkelkan ini dapat dipastikan kalau ini adalah Baby nakal kita!!"ujar Mami Harlin memeluk erat Kai namun yang dipeluk malah menampilkan wajah cemberut.


"Boys, how are you guys??"tanya Mami Harlin.


"We are fine, Mi!!" jawab Alden dan satu persatu dari mereka memeluk Oma Emma dan Mami Harlin bergantian.


"Mommy dan Mama mana, Mi??"tanya Chayton mencari keberadaan kedua wanita itu.


Saat mereka masih dengan obrolannya, orang yang tadi mereka cari masuk ke ruangan itu.


"Baby/ Kai."panggil Mommy Fanny dan Frank bersamaan.


"Mommy, Mama, Uncle!!"Kai pun memeluk ke tiga orang itu secara bergantian.


"Apa ini benar kamu anak nakal??"tanya Mama Silvia menelisik sang putri.


"Iya, ini Kai Ma nggak percayaan amat sih ama anak sendiri!!"gerutu Kai.


"Oooo ini benar anak menyebalkan kita!!"ujar Mama Silvia memeluk Kai.


"Mom/Ma.....!!"teriak para remaja laki-laki itu senang melihat semua Mommy mereka baik-baik saja.


"Kalian baik-baik saja, Boys??"tanya Mommy Fanny.


"Never been this good, Mom!!"jawab Chayton dan Jo bersamaan.


"Kami tidak bisa lama, Mom. Ada tugas lain yang harus kami lakukan. Mommy dan yang lain di sini dulu ya sama Uncle Frank!!"ujar Kai.

__ADS_1


"Apa akan lama, Baby??"tanya Oma Emma.


"Semoga bisa cepat selesai. Ada banyak hal yang harus kita bicarakan nanti!!"jawab Kai.


"Kai, jaga dirimu baik-baik!!"pesan Frank.


"Sure Uncle i Will!!"sahut Kai.


"Baiklah, semua kami pergi dulu. Frank titip para Mommy!!"ujar Alden.


"Tentu, Tuan Muda!!"jawab Frank.


Mereka memeluk para Mommy dan Oma Emma secara bergantian dan Kai juga memeluk Frank sebelum pergi.


"Take care, guys!!"sorak Mami Harlin.


Ke enam remaja itu hanya mengangguk secara bersamaan lalu meneruskan langkah mereka.


"Baby, kapan kau membangun tempat ini??"tanya Chayden penasaran.


"Saat baru tinggal di mansion Owen, sebenarnya Kai ingin menjadikan ini sebagai tempat rehat pribadi dan tempat pertemuan anggota Golden Gladiol. Namun karena keadaan genting tadi dan hanya tempat ini yang terpikirkan aman oleh Kai makanya Kai menyuruh Uncle Frank membawa para Mommy dan Oma Emma kemari."jelas Kai.


"Kau memberi tau Frank tentang tempat ini tapi tidak dengan kami, imouto-san??"ujar Daichi kesal.


"Daichi benar Baby, kenapa kau tidak mau memberi tau kami."protes Jo sengit.


"Itu karena Kai minta tolong pada Uncle Frank untuk mengawasi pembangunan tempat ini. Makanya Uncle Frank tau. Kai mana ada waktu mengawasi pembangunan tempat ini. Tapi yang terpenting sekarang Abang kan sudah tau juga tempat ini!!"ketus Kai tidak mau kalah.


"Tapi tempat tadi begitu indah, menenangkan Baby. Kau sangat pandai merancang bangunan itu. Sama halnya dengan markas Golden Gladiol. Megah dan mewah!!"ujar Alden memuji kepandaian sang adik dalam merancang suatu bangunan.


"Harus!!!! Karena itu adalah tempat untuk pulang. Jadi harus nyaman dan menghangatkan! Abang belum lihat saja semua bagian dari Secret Palace itu!!"kata Kai.


"Apa saja yang ada di sana Baby??"tanya Chayton .


"Semua fasilitas, ruangan seperti sebuah mansion pada umumnya. Bar, ruangan gym, bilyard, kebun sayur dan buah, ruang meeting dan sekitar 133 buah kamar lalu banyak ruangan lainnya nanti usai tugas kita touring di sana!!"kata Kai mengakhiri penjelasnya. Ingat itu hanya milik Kai.


"Itu tadi apa?? Benarkah mansion atau hotel??"tanya Jo speechless.


"Harga pembangunannya pasti sangat mahal Baby!!"ujar Chayden geleng-geleng kepala memikirkannya.


"Cuma menghabiskan dua pulau pribadi, Bang."jawab Kai tanpa beban.


"Hanya katamu.... imouto-san??"tanya Daichi.


"Iya, memangnya ada yang salah Kak??"tanyabkai lagi.

__ADS_1


"Sudahlah, ayo masuk ke mobil kita harus segera ke markas memeriksa keadaan Alan dan yang lainnya!!"ujar Alden menengahi perdebatan kedua saudaranya itu.


Mereka pun memacu mobil menuju markas Golden Gladiol, untuk melihat keadaan saudaranya yang lain dan juga Erlang si tambang emas milik Kai.


__ADS_2