
Satu jam setelah kepergian rombongan Edric dan Brandon, rombongan Kai pun tiba di kantor polisi.
"Baby...."panggil Mami Harlin dan Mama Silvia.
"Mama sama Mami okay???"tanya Kai menelisik wajah kedua Mommynya.
"Good not too good Baby"jawab Mami Harlin.
"Mama dan Mami tenang saja, kita akan bawa Kakak pulang"ujar Kai tersenyum manis.
"Dek ayo!!"ucap William mengajak Kai menemui kepala polisi.
Ketika mereka akan masuk ke ruangan, tiba-tiba Papa Arthur, Papi Dixon muncul dan Opa Lucifer dari arah luar.
"Baby... mereka siapa??"tanya Papa Arthur penuh selidik.
"Nanti kita bahas Son, sekarang kita urus dulu Carl dan Dallen."ujar Opa Matius.
Mereka berempat pun mengikuti langkah kaki rombongan itu menuju ruangan kepala polisi.
"Selamat malam, Kapten!"ujar William menyapa kepala polisi.
"Selamat malam Tuan William, ada yang bisa saya bantu??"tanya kepala polisi itu heran ini kedua kalinya pengacara yang terkenal mendatanginya.
Mengenai Bryan dan William mereka memang kuasa hukum dari GOLDEN GLADIOL, setiap permasalahan hukum yang terjadi pada setiap anggotanya akan ditangani langsung oleh mereka berdua.
"Baik, saya tidak ingin basa basi. Saya ingin menanyakan kelanjutan kasus dua orang Tuan Muda Owen"jelas William pada kepala polisi itu.
Para tetua Owen selain Opa Matius merasa heran siapa orang yang kini tengah menangani kasus sang putra.
"Kemungkinan untuk bebas kecil, Tuan William karena BB ditemukan bersama mereka"jawab kepala polisi itu.
"Baiklah, Aslan!!"panggil William.
Aslan pun memberikan video yang telah ia simpan tadi pada kepala polisi itu.
"Silakan Anda lihat terlebih dahulu!!"perintah William.
Kepala polisi itu melihat rekaman itu dengan dahi berkerut.
"Jika Anda ragu, Anda bisa mencek keaslian video itu"kata William tegas.
"Bripda Rudi, cek video ini!!"perintah kepala polisi itu.
"Baik, Ndan"
Sembari menunggu pengecekan video itu, kepala polisi itu melayangkan beberapa pertanyaan pada William.
"Kenapa Anda yang menangani kasus keluarga Owen Tuan William karena setau saya mereka memiliki kuasa hukum sendiri??"tanya kepala polisi itu.
"Kebetulan sedang ada urusan bisnis dengan salah satu anak mereka"ujar William santai.
Hening. Kembali yang ada di ruangan itu menjadi senyap. Tak lama berselang orang yang disuruh mengecek keaslian video tadi kembali.
"Lapor Ndan"
"Bagaimana??"tanya kepala polisi itu.
"Videonya asli Ndan"jawab bawahannya.
"Jadi apa mereka bisa dibebaskan sekarang??"tanya William.
"Tentu Tuan William, tapi saya minta salinan rekaman itu."ujar kepala polisi itu yang geram ingin menghajar orang yang telah membuatnya berurusan dengan keluarga Owen dan juga dua pengacara yang ditakuti di negara itu.
__ADS_1
"Tentu, Aslan kirimkan video itu padanya!!"titah William.
"Ok, Will"jawab Aslan.
"Bripda Rudi, bawa kedua tahanan narkoba tadi kemari"perintah kepala polisi itu pada bawahannya.
Tidak lama Carl dan Dallen tampak mengikuti langkah bawahan kepala polisi tadi.
"Urus berkas pembebasannya!!"lagi kepala polisi itu memberi perintah pada bawahannya.
"Siap, Ndan"
Setelah semuanya selesai keluarga Owen dan inti GOLDEN GLADIOL segera meninggalkan kantor polisi.
"Tuan Carl dan Tuan Dallen Anda sudah bebas"ujar kepala polisi itu.
Terlihat binar bahagia di wajah Mama Silvia dan Papa Arthur, mereka segera memeluk kedua putra mereka.
"Terima kasih, Kapten"ujar William menyodorkan tangan pada kepala polisi tersebut.
"Sama-sama Tuan William"jawabnya.
Kemudian mereka pun meninggalkan kantor polisi, dan pulang ke mansion the Owen.
Deretan mobil mewah dan motor sports itu pun membelah jalanan ibu kota. Lebih kurang 20 menit perjalanan mereka pun sampai di kediaman Owen.
Ketika akan memasuki mansion, handphone Kai berdering.
"Hallo Bang Bryan"
"...,..........."
"Oh, okay langsung ke mansion aja Bang, kami udah selesai"ujar Kai.
"Bang Bryan Mi, urusan Kak Edric di labfor udah selesai. Mereka akan segera pulang."ujar Kai.
Nampak raut lega di wajah Mami Harlin dan Papi Dixon.
Mereka pun segera memasuki mansion. Setelah semuanya membersihkan diri mereka berkumpul di ruang keluarga.
Tiba-tiba terdengar derap langkah dari arah luar. Kini seluruh perhatian tertuju pada pintu masuk kediaman Owen. Mami Harlin terlonjak senang melihat sang putra telah kembali ke kediaman Owen.
"Edric...."panggil Mami Harlin.
Mereka saling berpelukan dan tidak lama kembaran Edric yang baru saja pulang dari perjalanan bisnisnya juga memasuki kediaman Owen.
"Edward..."panggil Edric pada sang kembaran dan memeluknya.
"Bagaimana keadaanmu Edric, maaf aku tidak ada di sini!!"ujar Edward merasa bersalah tidak bisa mendampingi adik kembarnya.
"Tidak apa, kau pun harus mengurus semuanya sendiri"balas Edric.
"Sudah-sudah cepat bersihkan diri kalian"titah Opa Matius.
Rombongan itu pun segera membersihkan diri setelah berkutat dengan masalah yang dihadapi keluarga the Owen. Saat ini semuanya telah berkumpul di ruang keluarga ( - Dady Aldric, Mommy Fanny, Ace, Steven dan David).
" Aldric dan Fanny kemana Pa??"tanya Papa Arthur yang tidak melihat adiknya di ruangan itu.
"Aldric dan Fanny mengantar Ace ke Tiongkok, untuk melanjutkan pengobatan Ace di sana"jelas Opa Matius.
"Ada apa dengan Ace Opa??"tanya Edward.
"Ace terkena tembakan, dan sialnya itu mengenai tulang punggungnya. Hal itu mengakibatkan kelumpuhan pada Ace"jelas Opa Matius singkat.
__ADS_1
"Lalu ke Tiongkok berobat rumah sakit mana??"tanya Edric.
"Kakak Baby yang melakukan pengobatan di sana"ujar Opa Matius.
"Maaf sebelumnya, tapi siapa orang-orang ini Opa?"tanya Carl.
"Mereka tangan kanan baby di perusahaannya, dan juga Kakak bagi Baby serta mereka juga yang membantu pembebasan kalian bertiga"jelas Opa Matius.
"Terima kasih kalian sudah membantu anak-anak kami"ujar Papa Arthur tulus.
"Sama-sama Om"jawab Juan.
"Panggil saya Papa Arthur, ini Papi Dixon, itu Opa Lucifer dan yang disebelahnya pasti kalian sudah kenal Opa Matius, ini istri saya panggil saja Mama Silvia dan yang disebelah Papi Dixon itu istrinya Mami Harlin."terang Papa Arthur.
"Iya Pa"jawab mereka serentak.
Bagaiman pun mereka merasa hangat ketika diizinkan memanggil para tetua Owen itu dengan sebutan tersebut. Nyaman serasa berada di lingkaran keluarga sendiri.
"Perkenalkan saya Bryan,
saya Ernest
saya William
saya Jo
saya Zion
saya Juan
saya Dominic
saya Billy
saya Kim
saya Hiro
saya Aslan,
dan ada dua orang lagi saudara kami Steven dan David saat ini mereka sedang mengawal Ace ke Tiongkok"terang William.
"Kami Kakak Kai yang ditugaskan di setiap perusahaan yang Kai miliki"jawab William mewakili mereka semua.
Para tetua Owen dan Kakaknya kagum dengan kepemimpinan seorang Kai, yang mampu membuat tunduk orang-orang berkemampuan tinggi seperti para Kakak angkatnya itu.
"Terima kasih kalian sudah membantu saya dan ketiga saudara saya"ujar Dallen tulus.
"Tidak masalah, itu pun hanya karena kebetulan kami sedang ada keperluan mendesak dengan Kai."sahut Bryan.
"Opa setelah ini Kai harus ikut mereka sebentar, ada masalah yang harus diselesaikan malam ini juga"ujar Kai.
"Apa kamu tidak lelah Baby??"tanya Papi Dixon.
"Sedikit Pi, tapi jika tidak diselesaikan malam ini, maka masalah ini akan semakin meluas"imbuh Kai.
"Baiklah, hati-hati!!!"tegas Opa Lucifer.
"Baik Opa, Bang kuy cabut!!"ucap Kai kembali pada mode serius.
"Kami permisi dulu!!"kata Bryan mewakili semua inti GOLDEN GLADIOL.
"Ya, tolong jaga Baby"ucap Mama Silvia.
__ADS_1
Rombongan GOLDEN GLADIOL itu pun meninggalkan kediaman the Owen. Menyelesaikan masalah yang dibuat oleh para tikus kecil.