
Makan malam sedang berlangsung di kediaman Watanabe, tiba-tiba saja Hyuga putra bungsu Makoto memegang dadanya sebelah kiri dengan sangat kuat seperti sedang menahan rasa sakit.
"Hyuga kau kenapa??"tanya Makoto pada putra Hyuga.
Namun belum sempat Hyuga menjawab pertanyaan Makoto ia sudah tidak sadarkan diri. Semuanya panik dan keadaan jadi kacau balau. Makoto segera membopong tubuh Hyuga dan memasukkannya ke dalam mobil. Makoto mengemudikan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata agar bisa segera sampai di rumah sakit. Sesampai di rumah sakit Makoto segera berteriak memanggil para perawat dan Dokter agar segera menangani putranya. Para dokter dan perawat pun segera membawa Hyuga ke ruangan IGD agar segera bisa memberikan pertolongan. Makoto menunggu dengan gelisah, lalu datang seorang laki-laki yang terlihat lebih tua dari Makoto dan menenangkan Makoto.
"Bagaimana keadaannya??"tanya laki-laki yang merupakan Kakak pertama dari Makoto itu.
"Belum tau Kak, Dokter masih menanganinya hingga sekarang!!"kata Makoto dengan wajah frustasi.
"Tenangkan dirimu!!"kata laki-laki itu.
Beberapa saat kemudian Dokter keluar dari ruangan IGD.
"Bagaimana keadaan putra saya Dokter??"tanya Makoto pada Dokter yang baru saja menangani anaknya.
"Keadaannya saat ini kritis, kami menemukan semacam kandungan racun arsenik yang menyerang jantung putra Anda.!!"kata Dokter itu menjelaskan.
"Racun?? Bagaimana bisa??"tanya Makoto tidak percaya.
"Bisa melalui makanan atau pun minuman, Tuan Makoto!!"ujar Dokter itu.
"Selamatkan putraku jika tidak keluargamu sebagai gantinya.!!"ucap Makoto dengan nada mengancam.
Dokter tersebut bergidik ngeri mendengar perkataan Makoto.
"Kami akan melakukan yang terbaik,Tuan."kata dokter itu dan kembali memasuki ruang IGD.
"Zero, cek semua makanan yang tadi dimakan putraku..cepat!!!"bentak Makoto penuh amarah.
"Baik, Tuan."jawab bawahan Makoto.
Sementara itu.......
"Tuan Hitoshi!!"panggil Taro.
"Ya, ada apa??"jawab Hitoshi.
"Anak bungsu Watanabe Makoto sekarang di rumah sakit, jadi kapan kita akan menggempur mereka??"tanya Taro berapi-api.
"Benarkah?? Segera kumpulkan yang lain di ruang pertemuan Taro!!"titah Hitoshi pada Taro.
__ADS_1
"Baik, Tuan."jawab Hitoshi lalu melakukan apa yang Tuan Mudanya titahkan.
Taro mengumpulkan semua orang sesuai dengan yang diperintahkan Hitoshi. Setelah semuanya lengkap Hitoshi memulai pertemuan itu.
"Putra Watanabe Makoto saat ini tengah berada di rumah sakit. Jadi bagaimana dengan rencana kita untuk menggempur mereka??"tanya Hitoshi kepada semua yang hadir dalam ruang pertemuan itu.
"Semua anggota untuk menyerang Watanabe sudah standby bisa bergerak kapan saja!!"ujar Sam.
"Tapi bagaimana kalau sebelum itu kita beri kejutan tambahan untuk mereka??"tanya Alden dengan senyum tipis nyaris tidak terlihat.
"Maksudmu, Alden??"tanya Appa Kim tidak paham.
"Bagaimana jika kita menghancurkan keuangan kasino, club' malam serta merampok pesanan senjata mereka. Aku mendengar mereka memesan banyak senjata dan saat ini senjata itu baru sampai di pelabuhan.??"tanya Alden dan menerbitkan senyuman iblis pada wajah yang lainnya.
"Menarik!!"ujar Prince.
"Dan satu jam sebelum menggempur mereka kita akan mengaktifkan racun yang ada di saluran pendingin udara mereka, dan itu akan mempercepat pekerjaan kita!!"tambah Alan mengangkat sudut bibirnya.
"Al, Kim, Ae Ri sepertinya kita yang sudah tua ini tidak diperlukan lagi dalam leuge of mafia ini!!"kata Papa Harada mendramatisir keadaan.
"Ck, Pa tidak usah drama. Tugas Papa dan orang tua lainnya membersihkan hama dan pengkhianat yang masih ada di tubuh Yamaguchi!!"kata Hiroshi menatap malas ke arah Papa Harada.
"Kalian lihat mereka bahkan tidak mengizinkan kita untuk ikut berolahraga!!"kata Papa Harada lagi.
"Heh gendut kau menyindirku???"kesal Papa Harada.
"Kalau kau merasa, makanya carilah pendampingan lagian semua putramu sudah dewasa!!"ujar Appa Kim menggoda Papa Harada.
"Sudah, kalian berdua membuatku pusing!!"ketus Daddy Aldric.
Anak-anak mereka menatap jengah orang tua mereka.
"Aku akan memanggil Eros dan Lucky ke mari, sekalian mereka bisa mengatur kembali cctv dan memasang perangkat anti hack di markas ini!!"ujar Sam dan diangguki yang lainnya.
"Jadi kapan kita akan menyerang Watanabe??"tanya Jo tidak sabaran dan diangguki oleh Daichi.
"Bagaimana jika dini hari nanti??"tanya Chayton menawarkan.
"Boleh juga, sekarang aku akan segera memanggil Eros dan Lucky ke mari. Dan kita akan bersiap untuk datang ke pesta kita. Alan, Yoona, Joon Wu kalian bisa mulai mengaktifkan racun itu jam satu tepat!!!"ujar Sam dan diangguki oleh yang lainnya.
"Ok!!"jawab ketiganya.
__ADS_1
Mereka mulai menjalankan tugasnya masing-masing. Sedangkan Vikram dan Yoona saat ini menuju ke ruang rawat Kai.
"Kurasa sudah saatnya memberikan obat tidur untuk adik nakal kita, Vik!!"kata Yoona dan diiyakan oleh Vikram.
"Kau benar jangan sampai kita kecolongan dia sangat licin seperti belut, akan sulit menangkapnya jika sudah keluar sarang"ujar Vikram disertai kekehan kecil dari mulutnya.
Keduanya memastikan Kai sudah diberikan obat tidur, lalu mereka juga bersiap untuk menjalankan rencana berikutnya.
Eros dan Lucky telah tiba di markas Yamaguchi, keduanya pun mulai meretas data keuangan kasino dan klub malam milik Watanabe. Dalam hitungan menit mereka telah menguras habis uang milik kasino dan klub malam milik Watanabe itu.
Lain lagi dengan Sam, Prince, Alden, Chayden, Hitoshi dan Joon Wu mereka saat ini membajak senjata pesanan Watanabe dan memindahkannya ke markas Yamaguchi.
"Hallo"
"............"
"Bodoh, bagaimana senjataku bisa dirampok di wilayahku sendiri!!"
"..........."
Kemudian sambungan telepon pun terputus.
"Klan mana lagi yang mencoba bermain denganku!!"geram Makoto mematikan sambungan teleponnya.
Belum usai masalah senjata pesanannya yang dirampok kini Makoto mendapatkan kabar tidak baik lainnya yaitu uang milik kasino dan club' malamnya lenyap tak tersisa.
"S*al*n!!!!!"pekik Makoto kesal.
"Zero......."
"Ya, Tuan"
"Perketat keamanan putraku, jika terjadi sesuatu bersiap kehilangan kepalamu!!"ujar Makoto meninggalkan rumah sakit.
Makoto sebenarnya tidak bisa meninggalkan putranya yang masih berada di ruang ICU, namun keadaan kasino dan club'nya saat ini benar-benar kacau.
Ditambah semua senjata pesanan yang hilang tak berjejak.
"Kalian sudah menemukan pelakunya??"bentak Makoto pada bawahannya.
"Belum Tuan, tidak ada satu pun tanda yang mereka tinggalkan dan mereka juga tidak menggunakan tanda atau pun lambang dari sebuah klan."papar salah satu bawahannya.
__ADS_1
"Kalian cari terus, jika bukan kabar bagus jangan beri tahukan padaku!!"kata Makoto pada semua bawahannya.
"Sekarang aku harus meminta bantuan pada BLACK COBRA!!!"ujar Makoto kemudian bantuan pada klan BLACK COBRA.