Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Frank Tertembak


__ADS_3

Pertandingan antara tim Opa Lucifer dan Kai berlangsung sengit. Mereka berada pada posisi yang sama-sama kuat. Dan tidak kata mengalah dalam kamus mereka saat ini. Namun malang bagi Kai pertandingan kali ini dimenangkan oleh Opa Lucifer hanya dengan selisih satu angka. Membuat Kai kesal mendarah daging.


"So, Baby sesuai kesepakatan mulai besok kamu akan membantu Opa di Lucifer Company."kata Opa Lucifer bertos ria penuh kegembiraan bersama Taro. Kai dan Frank memperlihatkan wajah permusuhan mereka pada Opa Lucifer dan Taro.


"Iya, tau Opa cerewet!!"ketus Kai.


"Ala....ala.....ala.....cucu Opa merajuk dah!!"goda Opa Lucifer pada Kai, Kai semakin kesal pada Opa Lucifer sedangkan Frank dan Taro tersenyum tipis melihat interaksi kakek dan cucu itu.


"Ok, Taro mari kita rayakan kemenangan kita dengan makan nasi goreng seafood.!!"kata Opa Lucifer pada Taro.


Taro jadi bingung mau mengikuti Opa Lucifer atau tetap bersama Kai.


"Baby, mau ikut tidak??"kata Opa Lucifer pada Kai.


"Opa nyebelin!!"gerutu Kai tapi tetap mengikuti langkah Opa Lucifer.


"Baby, bagaimana jika kita berdua naik motor??" kata Opa Lucifer pada Kai.


"Opa yakin??"tanya Kai tidak percaya.


"Apa kamu tidak ingin melihat skill Opamu ini mengendarai motor sports?"tanya Opa Lucifer.


"Boleh deh!!"jawab Kai setelah berpikir sejenak.


Sedangkan Frank dan Taro dibuat cengo dengan ulah Tuan Besarnya itu.


"Taro, kau bawa mobilku!!"titah Opa Lucifer.


"Baik, Tuan."kata Taro mengangguk hormat.


Ke empatnya menuju sebuah restoran yang berada persis di tepi pantai. Tempat yang sangat indah untuk menghabiskan waktu sembari menikmati matahari terbenam. Ke empatnya memasuki restoran dengan pakaian yang basah dan berpasir namun mereka sama sekali tidak terganggu dengan hal itu.


"Frank, Taro ayo kita duduknya satu meja saja!!"titah Opa Lucifer yang mendudukkan diri di lesehan yang tepat mengarah ke matahari terbenam.


"Wah Opa ini indah banget!!"seru Kai.


"Kita foto dulu!!"kata Opa Lucifer mengeluarkan handphone miliknya.


Ke empatnya melakukan beberapa pose yang unik. Jika dilihat sepintas maka orang tidak akan tau jika Frank dan Taro adalah adalah bawahan mereka. Kai merasa sangat bahagia. Opa Lucifer tidak lupa meng-upload beberapa foto ke akun Instagram miliknya dengan kata-kata WithMyBeloved.


Jika ke empat orang berbeda generasi itu sedang bersenang-senang, maka tidak dengan seisi mansion Owen. Kekesalan memenuhi rongga dada mereka semua melihat postingan di akun Ig milik Opa Lucifer.


"Pantas saja Opa bersikeras pergi sendiri, ternyata Opa memonopoli Baby sendirian. Ini nggak bisa dibiarkan!!"geram Chayden.


"Lantas kau bisa apa, Chay??"tanya Jo dengan nada pasrah.


"Kau benar Jo, mana bisa menang kita melawan Opa!!"ucap Chayden lemah.

__ADS_1


"Daddy benar-benar keterlaluan!!"gerutu Papi Jason misuh-misuh.


"Salah kita juga, karena kurang perhatian dengan Baby, setidaknya Lu bisa membuat Baby nyaman dan kembali ceria!!"kata Opa Matius dan disetujui yang lainnya.


Di restoran......


"Baby senang??"tanya Opa Lucifer pada Kai.


"Banget Opa, kapan-kapan kita healing lagi ya Opa!!"sahut Kai sambil terus memakan makanannya.


"Frank, Taro terima kasih sudah menemani Baby saat dia kesepian!!"ujar Opa Lucifer tulus.


"Kami juga sedih melihat Kai seperti itu Tuan Besar. Bagi kami Kai adalah keluarga yang harus kami jaga. Karena saya dan juga Taro juga tidak memiliki putri di keluarga kami!!"tutur Frank.


"Benar Tuan Besar, jika adik perempuan saya masih hidup maka dia akan seumuran dengan Kai. Saya sangat menyayanginya, melihat Kai bersedih hati saya terasa sakit!!"jawab Taro.


"Terima kasih!!"ujar Opa Lucifer merasa bersyukur cucunya dikelilingi orang-orang yang baik dan menyayanginya.


"Gue egois banget apa ya, mementingkan perasaan sendiri hingga nggak mikirin perasaan orang yang sayang ama gue, orang terdekat gue!!"bathin Kai melamun.


"Baby, sudah selesai???"tanya Opa Lucifer pada Kai dan membuat Kai terlonjak kaget.


"Sudah Opa."jawab Kai.


"Ayo kita pulang, Opa rasa suasana di mansion di mansion saat ini sedang panas!!!"kata Opa Lucifer terkekeh dan diangguki oleh ketiga orang itu.


"Baik, Opa/Tuan Besar!"sahut ketiganya.


Dalam perjalanan menuju mansion Kai melihat beberapa orang yang sedang dikeroyok, Kai menyipitkan matanya. Kai merasa familiar dengan remaja-remaja tersebut tapi siapa?? Kai masih menerka.


"Oooo..shiiiiit!!"Kai mengumpat ketika ingat dengan remaja yang sedang dikeroyok itu. Melvin, Jackson dan Rey.


"Opa stop Opa!!"kata Kai menepuk bahu Opa Lucifer. Opa Lucifer menghentikan motor sports itu secara tiba-tiba.


"Ada apa Baby??"tanya Opa Lucifer pada Kai.


"Itu Bang Melvin dikeroyok!!"kata Kai yang berlari ke arah Melvin.


Frank dan Taro yang ikut menghentikan mobil mereka ikut mendekati remaja yang dikeroyok itu. Mata Frank membola....ia kenal sosok itu. Melvin.


Frank membabi buta menghajar para pengeroyok itu begitu pula dengan Kai, Taro dan Opa Lucifer. Akhirnya para pengeroyok itu pun menyerah.


"Abang nggak apa-apa??"tanya Kai pada Melvin.


"Makasi Abang nggak apa-apa!!"kata Melvin begitu pula dengan Jackson dan Rey. Akan tetapi salah seorang pengeroyok itu mengeluarkan senjata dan mengarahkannya pada Jackson.


Refleks Frank menjadikan tubuhnya tameng untuk Jackson.

__ADS_1


"Awas........"


"Dorrrr......doorrrrrr"


Terdengar dua kali tembakan yang mengenai tubuh Frank.


"Bangs*t Lo......"teriak Kai.


Melihat hal itu Kai kalap bukan main, ia menghajar pengeroyok itu hingga tidak sadarkan diri.


"Baby, sudah Frank harus segera mendapat pertolongan kalau tidak dia bisa kehilangan nyawanya!!"ujar Opa Lucifer membantu memapah tubuh Frank ke dalam mobil. Kai mengambil alih mobil yang ditumpangi oleh Frank.


Sedangkan Melvin, Jackson dan Rey mengendarai mobil yang satunya. Kai mengemudi dengan kecepatan maksimal.


Hanya dalam waktu sepuluh menit Kai sampai di Owen's Hospital.


Para suster yang melihat itu segera mengeluarkan brankar untuk Frank dan membawanya ke ruang operasi sesuai titah Opa Lucifer.


"Uncle, bangun jangan tutup mata Uncle!!"kata Kai menangis dan terus memegang tangan Frank.


"Baby, sudah biarkan Frank ditangani oleh Kakakmu terlebih dahulu kita doakan yang terbaik untuknya!!"bujuk Opa Lucifer pada sang cucu.


"Tapi Opa, satu tembakan tadi tepat di dada Uncle Frank. Kai takut Opa!!"kata Kai memeluk erat tubuh sang Opa.


Sedangkan ketiga remaja yang tadi dikeroyok terdiam dengan perasaan berkecamuk di kepala mereka. Apalagi Jackson. Muncul rasa takut kehilangan pada hati ketiganya.


Keluarga Owen sampai di Owen's Hospital setelah diberi tau oleh Opa Lucifer mengenai keadaan Frank tadi.


"Dad, kalian tidak apa-apa kan??"tanya Daddy Aldric panik ketika mendengar Frank tertembak.


"Dad........"tangis Kai memeluk tubuh sang Daddy dengan erat.


"Kami tidak apa-apa!! Dan Frank saat ini masih ditangani oleh Dokter!!"jelas Opa Lucifer.


"Sebaiknya kalian mengganti pakaian dulu!!'kata Oma Emma memberikan paper bag berisi pakaian Opa Lucifer dan Kai.


"Tapi Oma, Kai mau menunggui Uncle Frank dulu!!"kata Kai.


"Baby, ganti pakaianmu ada kami di sini yang menjaga Frank. Dan kalian bertiga bersihkan diri kalian juga."kata Opa Matius tegas.


Mereka pun mengganti pakaian dan membersihkan diri. Setelahnya ke lima orang tadi segera kembali ke depan ruang operasi.


Dua jam setelah berjibaku mengeluarkan peluru dari tubuh frank akhirnya Brandon keluar dari ruang operasi itu.


"Kak B, bagaimana keadaan Uncle Frank!!"kata Kai menyerbu Brandon dengan pertanyaan.


"Pelurunya berhasil dikeluarkan tanpa mengenai organ vitalnya, namun karena Frank kehabisan banyak darah dalam perjalanan menuju kemari sekarang Frank dalam keadaan koma!!"ujar Brandon.

__ADS_1


"Uncle Frank!!"ujar Kai meluruh dipelukan Daddy Aldric.


Ketiga remaja laki-laki tadi merasakan dada mereka begitu sesak dan air mata membasahi wajah ketiganya tanpa permisi.


__ADS_2