Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Bocil Tangguh


__ADS_3

Kai dan Chayden sudah kembali ke villa.


"Jadi......!!"tanya Alden menutut penjelasan dari kedua saudaranya.


"Mr. Tom meminta bantuan kita untuk membebaskan putranya yang saat ini tengah disandera oleh klan BLACK COBRA. Namun masalahnya sekarang abang-abang semua masih baru dalam misi ini. Kai bingung apa kalian akan ikut dalam misi ini atau tidak. Atau kalian mengintai saja dulu dari jauh. Karena lawan kita saat ini adalah klan BLACK COBRA, klan yang penuh dengan trik kotor!!"kata Kai pada semua kakaknya.


"Jangan meremehkan kami, imouto-san. Kau lupa kalau kami adalah bagian dari Anos sekarang!!"ujar Daichi.


"Hmmm, baiklah kalau begitu kita akan memulai dengan mencari tau terlebih dahulu lokasi penyekapan putra Mr Tom."ujar Kai.


"Tim IT silahkan memulai pekerjaannya!!"ujar Kai menginterupsi ke tiga kakaknya.


Jo, Rey dan Chayden pun mulai bergerak dengan laptop masing-masing untuk melacak keberadaan putra Mr Tom. Tidak membutuhkan waktu lama Rey sudah mendapatkan titik lokasi keberadaannya.


"Jejak terakhirnya di Cano island, Dek!!"ujar Rey yang mendapatkan keberadaan putra Mr Tom.


"Bang Chayden, perjelas dengan pencitraan satelit!!"ujar Kai melihat dengan seksama layar monitor besar di hadapannya.


"Sepertinya itu penampakan sebuah benteng di tengah laut!"ujar Daichi memperhatikan layar itu dengan seksama.


"Ini tidak akan mudah, karena mereka membawa putra Mr Tom ke sana. Apa kalian berani mendarat di tengah laut??"tanya Kai.


"Abang belum pernah mencoba tapi sepertinya ini akan seru, Baby!!"ujar Alden yang duduk di kursi ujung.


"Baik, kita berangkat sekarang."ujar Kai.


Mereka semua bergerak ke kamar masing-masing, membawa perlengkapan seperlunya.


"Mamoo...!!'panggil Kai.


"Ya, kenapa kamu sudah berkemas Kai??"tanya kepala pelayan pada Kai.


"Kai ada misi Mamoo, Mamoo baik-baik di sini ya!!"ujar Kai memeluk kepala pelayan itu.


"Kapan lagi kau akan pulang ke sini, Kai??"ujar kepala pelayan itu dengan suara bergetar seperti seperti sedang menahan tangis.


"Mamoo, jangan cengeng nanti akan Kai pindahkan Mamoo ke Indonesia. Ke Secret Palace!"ujar Kai mengelus punggung kepala pelayannya itu.


"Kamu berjanji??"tanya kepala pelayan itu.


"Hu um, Kai selesaikan dulu misi ini dengan


para Abang, lalu setelahnya Kai akan membawa Mamoo ke Indonesia!!"sahut Kai dan mendapat tatapan bahagia dari kepala itu.

__ADS_1


Para Abang Kai terharu melihat adegan di depan mereka, jiwa penyayang sang adik memang selalu tersebar di mana-mana.


"Kai pergi dulu, ok!!"kata Kai melerai pelukan itu.


"Kami juga pergi dulu!"ujar Alden mewakili saudara-saudaranya.


"Tolong jaga Kai, Tuan Muda!!"kata kepala pelayan sambil membungkuk.


"Pasti!!"sahut mereka bersamaan.


Kepala pelayan itu melihat kepergian semua remaja itu hingga tidak terlihat lagi.


"Kai bahagialah selalu!!"gumam kepala pelayan itu dan segera masuk ke dalam villa.


Para remaja itu memacu motor masing-masing menuju bandara. Setiba di bandara terlihat sebuah pesawat telah menunggu kedatangan mereka.


"Kai,......!!"sapa orang itu sambil membungkuk hormat.


"Segera berangkat!!"titah Kai memasuki pesawat diiringi para saudaranya.


Mereka kagum dengan pesawat yang saat ini mereka tumpangi. Di sana banyak terdapat peralatan militer, senjata laras panjang dan pendek lalu berbagai jenis senjata tajam.


Lalu seseorang yang berpakaian militer datang menghampiri Kai.


"Jendral Yousef!!"panggil Kai tersenyum tipis.


"Kau sudah besar sekarang, Max pasti sangat bangga padamu, Girl!!"katanya memeluk Kai.


"I Miss him so!!"ujar Kai sendu.


"Ayolah, kau seorang Adler jangan membuatku malu dengan sifat cengengmu ini!!'kata laki-laki itu.


"Awas, kau Uncle akan kubalas kau!!"gerutu Kai.


"Baiklah, pergunakan semua peralatan ini!!"kata laki-laki itu memberikan pada mereka masing-masing satu set perlengkapan tempur lengkap.


Mereka pun menuruti perintah laki-laki itu.


"Baiklah, istirahatlah terlebih dahulu. Nanti Uncle akan memberi tau kalau kita sudah dekat dengan tujuan!!"kata laki-laki itu lalu kembali ke cockpit.


Mereka semua mendudukkan tubuh secara serampangan. Dan mengecek peralatan dan persenjataan yang akan mereka bawa.


"Kalau Abang ngantuk tidur saja dulu!!"ujar Kai yang sedang sibuk dengan laptopnya.

__ADS_1


"Kau tidak tidur, Baby??"tanya Jo.


"Saat menjalankan misi Kai sudah terbiasa tidak tidur Bang."sahutnya dengan mata tidak beralih dari layar laptop.


"Berapa lama, Dek??"tanya Melvin penasaran.


"Selama menjalankan misi!"jawab Kai.


"Baby, kenapa kau ingin memindahkan laki-laki di villa tadi ke Secret Palace dan siapa dia??"tanya Chayton penasaran.


"Namanya Kunal, dia dulu adalah kepala keamanan di mansion Rathore. Tapi karena fitnahan dari Giselle, Mamoo hampir saja meregang nyawa. Saat Kai sampai keadaan Mamoo sudah sangat memprihatinkan. Setelah semua bukti Kai serahkan, kepala keluarga Rathore ingin Mamoo kembali bertugas di mansion namun Mamoo menolaknya dengan keras. Dia lebih memilih ikut Kai, karena itu juga Kai membeli villa tadi untuk tempatnya sementara."ujar Kai.


"Kenapa Giselle memfitnahnya??"tanya Alan.


"Dia memergoki Giselle memasukkan racun ke dalam minuman milik Kakak ipar namun Giselle malah memutar balikkan fakta dan mengatakan kalau Mamoo lah yang hendak memasukkan racun ke minuman itu."jelas Kai.


"Lalu laki-laki berseragam militer tadi??"tanya Jo penasaran.


"Dia salah satu sahabat Daddy. Dia juga ikut andil dalam melatih Kai hingga bisa seperti sekarang ini. Dia juga yang paling terpukul ketika mendengar kematian Daddy. Itulah tujuannya masuk militer memudahkan semua jalan Kai untuk membunuh semua yang terkait dengan kematian Daddy kandung Kai!"jelas Kai.


"Kau sungguh mengerikan imouto-san!!"ujar Benjiro.


Sementara itu.......


"Kapan mereka akan pulang, lama sekali!!"gerutu Opa Matius.


"Entahlah Pa, tapi aku yakin mereka menyembunyikan sesuatu dari kita!!"ujar Papa Arthur.


"Aku juga merasa seperti itu Pa, mereka merencanakan sesuatu!!"sahut Brandon.


"Sebentar lagi ulang tahun Baby, bagaimana kalian merayakannya Xander??"tanya Oma Emma.


"Princess tidak pernah merayakan ulang tahunnya Oma, karena hari ulang tahunnya bertepatan dengan hari di mana meninggalnya Daddy Max."jelas Xander.


"Jadi sekali pun Baby tidak pernah merayakan ulang tahunnya, Bang??"tanya Carl.


"Tidak, tidak sekali pun Carl. Princess menganggap jika ulang tahunnya dirayakan berarti ia merayakan kematian Daddy Max."jelas Xander.


"Baby pasti hancur sekali. Lalu apakah sudah ada petunjuk mengenai pembunuh Max??"tanya Daddy Aldric.


"Masih sebatas gelang giok hijau itu, Dad!"kata Xander.


Mereka larut dengan pikiran masing-masing. Merasa sangat kasihan dengan si bungsu, yang melalui berbagai rasa sakit seorang diri dan bertahan hingga sekarang. Betul-betul Bocil yang sangat tangguh.

__ADS_1


__ADS_2