Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Sambutan Hangat Keluarga Baru


__ADS_3

Semua anggota klan Yamaguchi melakukan penghormatan terakhir pada ketua mereka. Raut kesedihan terpancar jelas di wajah mereka semua. Apalagi anak dan cucu beliau. Jayden dan Twins R begitu terpukul dengan kematian kakek yang baru saja mereka temui. Mereka merasa jika semesta tidak merestui kebahagiaan menyapa mereka karena mereka adalah keturunan seorang Alexander seorang laki-laki pengecut yang telah menyiksa ibu dan adik mereka.


Kesedihan mengantarkan Tuan Yamaguchi menuju peristirahatan terakhirnya. Sesuai permintaannya, ia akan dikebumikan di samping makam sang putri, ibunya Kai Yamaguchi Himawari Aina. Jenazahnya saat ini tengah dalam perjalanan Rusia.


Kai duduk terdiam di samping peti jenazah sang kakek. Benar ia puas dendam sang ayah dan bubunya telah terbayarkan namun ada harga mahal yang harus ia bayarkan yaitu nyawa sang kakek, Yamaguchi Haruto.


Semua cucu Tuan Yamaguchi terlihat berat melepas kepergian sang kakek, seorang laki-laki yang selalu menjadi panutan bagi anak-anak dan cucu-cucunya. Papa Harada merangkul bahu Rion dan Rian, seakan paham apa yang kedua kembar itu rasakan. Pertemuan sesaat mereka dengan sang kakek pasti membuat ke tiganya merasa terpukul apalagi yang membunuhnya adalah ayah mereka sendiri.


Akhirnya pesawat pun mendarat di lapangan terbang pribadi milik keluarga Adler. Terlihat anggota klan Yamaguchi, the Owen, the Brontes dan juga Golden Gladiol telah menunggu mereka di sana.


Kai dan yang lainnya turun dari pesawat dengan pakaian serba hitam dan juga kaca mata hitam. Aura mafia terlihat jelas dari rombongan yang baru saja turun dari pesawat itu.


Mereka mengantarkan jenazah Tuan Yamaguchi menuju peristirahatan terakhirnya. Sesampainya di pemakaman keluarga Adler terlihat juga beberapa klan lain yang menghadiri pemakaman Tuan Yamaguchi. Termasuk Mr Tom dan putranya.


Pemakaman Tuan Yamaguchi berlangsung dengan khidmat, bahkan alam pun ikut melepas kepergian laki-laki yang selalu ada untuk Kai sejak kecil itu. Hujan turun dengan derasnya mengguyur prosesi pemakaman itu. Tangis para cucunya semakin deras begitu melihat peti jenazah sang kakek akan dimasukkan ke dalam tanah.


Mata Kai tidak lepas dari setiap proses pemakaman yang berlangsung. Kai dan Jayden berdiri berdampingan hingga Jayden merangkul erat bahu sang adik dan mendekatkannya pada tubuh jangkungnya itu. Kai dapat merasakan tubuh sang Kakak bergetar hebat karena menangis. Kai merangkul pinggang Jayden dengan erat seolah memberi kekuatan pada sang Kakak walaupun mereka berada di posisi yang sama. Usai prosesi pemakaman satu persatu tamu meninggal area pemakaman itu. Namun Kai dan ke tiga Kakaknya masih berdiri di sana. Keturunan Yamaguchi lainnya memberi mereka waktu untuk melepas segala kesedihan hati mereka di sana.


"Apa sebegitu tidak bolehkah kita bahagia bersama keluarga kita, Kak?"tanya Rion berdiri di makam sang kakek dan ibu mereka.


"Ntahlah!"sahut Jayden.


"Kenapa aku harus dilahirkan dari benih laki-laki baj*ngan itu, hingga kesialan selalu mengikutiku ke mana pun aku pergi Kak?"kini Rian yang melemparkan pertanyaan itu pada sang Kakak.


"Kakak tidak tau, yang Kakak tau sekarang hanya satu menjaga adik kita satu-satunya dengan sebaik-baiknya hadiah yang ibu tinggalkan untuk kita."ujar Jayden membawa sang adik ke pelukannya.


"Inilah konsekuensi dari kehidupan kita sebagai keturunan mafia Kak, bunuh atau dibunuh. Ini adalah jalan yang telah takdir pilihkan untuk kita dan sekarang kita akan menjalani dengan baik dan saling menjaga satu sama lain seperti pesan Bubu dan juga Grandpa. Tidak bisa kita memilih akan dilahirkan di keluarga mana dalam keadaan apa, tidak bisa namun kita bisa bangkit dari keadaan terburuk yang sedang kita hadapi, bersama.....!"ujar Kai.


Si kembar memeluk adik bungsu mereka, ya benar takdir bekerja dengan sistemnya sendiri. Siapa sangka jika musuh bebuyutan mereka di sekolah adalah adik bungsu mereka. Dan siapa juga yang akan menyangka jika mereka memiliki adik dari ibu yang sama dan terpisah sekian lamanya.


Di mansion Adler.....


Semua petinggi GOLDEN GLADIOL, the Owen, the Brontes dan Yamaguchi telah berkumpul.

__ADS_1


"Mulai hari ini kalian sebagai Yamaguchi harus menerima keberadaan tiga saudara kalian yang lainnya. Mereka tidak memiliki keluarga lain selain kita. Papa harap kalian bisa menerima kehadiran mereka dengan baik!"ujar Papa Harada.


"Itu benar, permusuhan sebenarnya hanya dengan Giorgino Frederick Alexander, bukan dengan mereka bertiga. Toh selama ini mereka bertiga juga tidak ikut serta dalam segala tindak tanduk Giorgino. Opa pun berharap kalian menerima mereka dengan baik, jangan sia-siakan perjuangan Haruto selama ini untuk mencari keberadaan mereka bertiga!"tambah Opa Matius.


Mereka terdiam mendengar perkataan kedua tetua itu. Apalagi para Prince, ya mereka sepertinya memang harus menerima kehadiran ke tiganya karena mau tidak mau ke tiganya adalah Kakak kandung adik kesayangan mereka. Mungkin setelah mereka bersatu Kai bisa sedikit melupakan kesedihan masa lalunya.


Tak lama ke empat orang itu telah kembali ke kediaman keluarga Adler. Mereka bersih-bersih dan bergabung dengan yang lain.


"Kalian telah selesai?"tanya Papa Hideaki pada ke empat anaknya itu.


Serentak mereka menganggukkan kepalanya.


Jayden dan Twins R tampak canggung diantara ke empat klan besar itu. Itu terlihat jelas oleh para tetua.


"Kalian sekarang adalah bagian dari kami, mereka semua sekarang adalah keluarga kalian juga. Papa, Daddy, Opa, Uncle dan Mommy serta Oma kalian dan juga para Abang dan sepupu kalian yang lainnya."ujar Opa Lucifer pada ke tiganya.


Hati mereka menghangat mendengar perkataan Opa Lucifer barusan.


"Lupakan masa lalu kalian lakukan tugas kalian yang dititahkan oleh mendiang Grandpa kalian yaitu menjaga adik perempuan kalian satu-satunya, pengganti ibu kalian!"tambah Papa Harada dan diangguki ke tiganya.


"Tentu saja karena dalam darahmu masih mengalir darah Yamaguchi!"sahut Daichi.


"Lalu sekarang apa rencanamu, Baby?"tanya Papa Jacob.


"Hmmm apalagi yang pasti memastikan semua klan pengganggu itu benar-benar telah musnah. Lalu mencoba jadi anak normal, sekolah, bolos kena hukuman hanya itu!"ujar Kai mengangkat bahunya.


"Jadi selama ini kau bukan anak normal, Dek?"tanya Steven.


"Sialan Lo Bang, awas aja Lo!"ancam Kai.


"Perkenalkan diri kalian dengan anggota keluarga yang lainnya!"titah Opa Lucifer pada ke tiga remaja laki-laki itu.


Mereka pun kembali memperkenalkan diri mereka kembali pada para petinggi GOLDEN GLADIOL lainnya dan secara resmi marga Alexander dihapus dari nama mereka bertiga karena sekarang mereka menyandang marga ibu mereka yaitu Yamaguchi.

__ADS_1


Di satu sisi kehilangan Grandpa Haruto memang menjadi pukulan berat bagi mereka, namun di satu sisi mereka merasa bahagia karena mulai hari ini mereka akan berada di tengah keluarga yang selalu humble dan hangat ditambah sekarang mereka memiliki sosok ibu dan nenek lainnya.


"Jadi apa kalian sudah siap untuk mengurus klan Yamaguchi?"tanya Papa Daisuke.


"Hmmm sekarang kami tidak ingin ikut mengurus klan, kalian saja. Kami ingin menghabiskan banyak waktu dengan adik kami!"sahut Jayden dan diangguki si kembar.


"Ck, kalian sama pemalasnya dengan mereka berdua!"tunjuk Hitoshi pada Daichi dan Benjiro.


"Aku masih sekolah Kak, tidak mungkin aku ikut mengurus klan kan?"kata Benjiro membela diri.


"Itu benar, kami punya ruang lingkup kami sendiri. Klan itu urusan kalian para Abang, tugas kami ya sekolah!"jawab Jo melihat pada saudaranya yang lain dengan senyum iblisnya sambil mengangkat alisnya.


Saudaranya yang lain menangkap jelas arti dari perkataan Jo, apalagi kalau bukan Hurricane Hunter.


"Dan untuk kau Jayden dan kalian kembar jangan mau disuruh mengurus klan dan perusahaan oleh mereka!"tunjuk Alan pada para Abangnya.


"Coba saja jika kalian ingin tidak memiliki uang jajan!"ancam Uno.


"Ck, kami tidak takut lagi dengan ancamanmu, Bang!"sahut Kai mencibir.


Hangat, itulah yang Jayden dan Twins R rasakan kini. Mereka tidak menyangka jika sikap para anak Owen ini sangat berbanding terbalik jika berada di sekolah dan di rumah. Dan lagi mereka juga tidak menyangka akan memiliki keluarga sebanyak itu.


"Tuan muda, makanan sudah terhidang!"lapor kepala pelayan pada Uncle Pablo.


"Baiklah, kita makan malam dulu nanti kita lanjutkan lagi obrolannya!"ujar Uncle Pablo.


Dengan sigap Uncle Pedro mencuri star menggendong sang keponakan hingga membuat yang lain siap menerkamnya.


Jayden dan Twins R tersenyum melihat itu. Sekarang mereka benar-benar berada dalam sebuah circle yang disebut keluarga.


"Kenapa melamun, ayo!"kata Mommy Fanny menarik tangan mereka.


Seketika air mata mereka luruh mendapat perlakuan hangat dari Mommy Fanny.

__ADS_1


Ke tiganya lalu mengikuti langkah Mommy Fanny menuju ruang makan. Dan begitulah keributan itu akan berlanjut hingga ke meja makan sekarang giliran duo Opa yang ribut.


Dan sepertinya mansion ke tiga keluarga itu harus menyediakan banyak kamar dan juga ruang makan yang lebih besar karena anggota mereka sekarang bejibun. Ditambah ke tiga pendatang baru kita.


__ADS_2