
Jika keluarga Owen saat ini tengah bingung menghadapi perubahan sikap Kai, maka hal yang dialami Taro dan seluruh inti Golden Gladiol sangatlah berbeda. Pagi ini semuanya berkumpul di markas pusat Golden Gladiol, karena tadi malam pemilik asli kehidupan mereka Anos, mendatangi mereka lewat mimpi.
Ya, semua inti Golden Gladiol dan juga Taro memang telah mengikat perjanjian darah dengan Anos melalui Kai. Dan apabila Anos mendatangi mereka melalui mimpi itu menandakan ada sesuatu hal yang sangat berbahaya yang akan terjadi pada Kai.
Saat ini semuanya telah berkumpul di ruang pertemuan Golden Gladiol.
"Apa Anos mendatangi kalian semalam?"tanya Xander membuka pembicaraan.
"Iya, dan ini yang pertama bagiku!!"jawab Taro.
"Kita harus bergerak cepat, Bang Xander. Jika dilihat dari mimpiku semalam tubuh Kai masih berada di sekitaran sungai. Kalau kita terlambat tubuhnya akan terbawa arus menuju laut lepas."kata William cemas.
"Baik, bergerak sekarang dan kau Taro jemput Brandon dan Benjiro. Kita butuh tambahan tenaga medis untuk menangani Kai, karena kita tidak mungkin membawanya ke Owen's Hospital karena nanti musuh akan mengetahui kalau Kai masih hidup!!"titah Xander pada Taro.
"Baik!!"sahut Taro bergegas meninggalkan ruang pertemuan menuju Owen's Hospital menjemput Brandon.
"Kita berangkat!!"perintah Xander pada seluruh saudaranya.
Mereka menuju roof top markas Golden Gladiol, mereka memilih naik helikopter agar lebih mudah menjangkau lokasi keberadaan Kai.
Dua buah helikopter yang dikemudikan oleh Xander dan Bryan membawa mereka menuju tempat yang ditunjukkan oleh Anos melalui mimpi semalam. Mereka berharap agar tidak terlambat menemukan sang adik.
Sedangkan Taro saat ini telah sampai di Owen's Hospital dan berlari ke ruangan Brandon.
"Tok...tok....took"
"Masuk!!!"
"B, kau harus segera ikut denganku!!"kata Taro tanpa basa-basi menerobos ke ruangan Brandon dan menarik Brandon agar segera mengikutinya masuk ke mobil.
"Hei, tunggu ada apa ini?? Kenapa kau menarik-narik ku seperti ini??"tanya Brandon bingung.
"Nanti kujelaskan B, sekarang kita jemput Benjiro ke OIHS."kata Taro segera meluncurkan mobilnya ke sekolah.
"Taro ini ada apa?? Kenapa kau panik begini??"tanya Brandon semakin cemas.
__ADS_1
"Kita harus segera menolong adik kita, yang lainnya saat ini sedang mencarinya di sepanjang aliran sungai. Kau, Vikram dan Benjiro harus bersiap untuk melakukan pengobatan pada Kai nanti!!"kata Taro sambil terus melajukan mobil dengan kecepatan maksimum.
"Apa kau sedang mabuk Taro, Baby ada di sekolah sekarang bersama adik kita yang lain!"sanggah Brandon tidak percaya.
"Dia bukan Kai, semalam Anos mendatangi kami semua. Anos menunjukkan tempat di mana saat ini Kai sedang sekarat. Cerita lengkapnya kau bisa tanya pada Bang Xander."kata Taro menghentikan laju mobilnya dan berlari ke arah gedung sekolah.
Brandon terdiam mendengar sekilas penjelasan dari Taro, pantas saja adiknya berubah dan lagi bagaimana mungkin adiknya selamat dari kecelakaan motor itu tanpa ada goresan luka.
Taro memarkirkan mobilnya di luar gerbang OIHS. Dia melangkah dengan sedikit berlari, Taro pun segera mencari kelas Benjiro.
Setiba di kelas Benjiro, Taro membero isyarat pada Benjiro agar keluar dari kelasnya. Saudaranya yang lain menangkap gelagat aneh dari isyarat yang Taro berikan, hingga Jo dan Alan pun ikut keluar kelas bersama Benjiro.
Taro mencari tempat yang sepi untuk bicara dengan Benjiro.
"Ben, sekarang kau ikut dengan Kakak untuk mengobati Kai!!"kata Taro.
"Kak Taro bukannya Baby di kelasnya sekarang??"tanya Alan heran.
"Dia bukan Kai, Kai yang asli saat ini tengah sekarat di aliran sungai dan kau Benjiro harus membantu Brandon dan Vikram nanti untuk memulihkan Kai. Dan kalian tetap di sekolah perhatikan langkah penyusup itu. Ayo Ben, kita berangkat!!"kata Taro tergesa-gesa.
"Tapi Kak Taro kami tidak paham!!"ujar Jo.
"Alan, gue nggak paham maksud Kak Taro tadi."ujar Jo menatap sulit ke arah Taro yang mulai menghilang dari pandangan keduanya.
"Sepertinya yang bersama kita bukan Baby, Jo. Pantas saja sikapnya berbeda. Kita kerjakan saja apa yang diperintahkan Kak Taro tadi. Dan beri tau yang lain secara diam-diam. Jika sudah seperti ini berarti ada mata-mata di keluarga kita."papar Alan Jo pun mengangguk paham dengan penjelasan yang keluar dari mulut Alan.
"Sekarang kita harus memberi tau yang lain dan membicarakannya secara diam-diam di ruangan khusus Owen."kata Alan yang kemudian mengubungi saudaranya yang lain melalui grup chat keluarga dengan mengeluarkan Kai palsu dari grup keluarga.
Beberapa saat kemudian semua Owen muda itu telah berkumpul di ruangan khusus Owen termasuk trio Frank.
"Alan sebenarnya ada apa ini?? Kenapa Kak Taro membawa Benjiro secara diam-diam dan terburu-buru??"tanya Daichi tidak sabaran.
"Baby saat ini tengah sekarat dan para Kakak tertua saat ini sedang mencari keberadaan Baby melalui petunjuk dari Anos melalui mimpi mereka semalam."jelas Alan pada saudara-saudaranya.
"Bastard, beraninya mereka bermain kotor dengan kita. Aku pastikan akan meluluhlantakkan mereka!!"geram Chayden dengan tangan terkepal.
__ADS_1
"Jadi benar bukan Adek yang bersama kita sekarang??"ujar Melvin terduduk sendu.
"Sabar Vin, Kakak tertua sedang menjemput Baby karena lokasinya telah diberi tau oleh Anos!!"ujar Alan.
"Jadi bagaimana keadaan Adek sekarang Bang Alan??"tanya Jackson.
"Kita berharap saja Baby cepat dapat pertolongan, Anos pasti melindunginya."kata Alan menenangkan Jackson walaupun hatinya sendiri saat ini ketar ketir mendengar keadaan sang adik yang tengah sekarat.
"Siapa itu Anos??"tanya Rey penasaran.
"Dia iblis penghuni tubuh imouto-san!!"kata Daichi.
Rey dan Jackson tidak memahami apa yang dikatakan oleh Daichi, mereka ingin bertanya lebih lanjut hanya saja keadaan tidak memungkinkan mereka untuk terlalu banyak bertanya.
"Kak Taro berpesan agar kita menjaga para tetua hingga Baby kembali ke mansion. Aku yakin sasaran orang ini sebenarnya adalah para tetua. Dan mereka memulainya dengan Baby, karena Baby adalah kesayangan kita."tambah Alan.
"Jadi di keluarga kita saat ini ada pengkhianat bukan??"tanya Alden menatap datar ke arah langit-langit ruangan itu.
"Kenapa aku merasa pengkhianat itu bukan berasal dari mansion??"ujar Chayton.
"Maksudmu Chayton??"tanya Jo tidak paham.
"Coba kalian pikir jika pengkhianat itu ada di kawasan mansion contohnya para penjaga maka Baby palsu pasti pasti akan meniru semua kebiasaan dan sifat Baby dengan baik. Tapi seperti yang kita lihat, hanya raganya saja yang mirip namun kepribadian dan tingkah lakunya amat sangat berbeda. Jadi pengkhianat ini hanya mengenal Baby secara biasa."ujar Chayton yang telah mencurigai seseorang.
"Dan menurutku lagi orang ini yang menyebabkan kita berselisih paham dengan Red Moon!!"tambah Chayton.
"Bagaimana kau bisa berkesimpulan seperti itu Chayton??"tanya Alden.
"Karena beberapa hari yang lalu saat Baby membantu Red Moon membantai geng penyerang aku melihat salah satu dari anggota BLACK HOLE juga memiliki beberapa memar di tubuhnya tanpa sengaja."jawab Chayton.
"Untung saja aku tidak menyuruh anggota BLACK HOLE berkumpul bersama kita!!"ujar Alan merasa lega.
"Lalu bagaimana cara kita memberi tau para tetua dan kakak lainnya?? Karena sepertinya hal ini tidak mungkin jika kita bahas di mansion??"tanya Jo.
"Bagaimana jika kita memberi tau mereka di kantor mereka. Lagi pula Kai palsu kan tidak menyukai berangkat bareng dengan kita jadi kurasa dia tidak akan curiga.!!"usul Melvin.
__ADS_1
"Itu boleh juga, kita bagi tugas. Masing-masing memilih satu tetua dan satu kakak untuk diberi tau setelah itu semuanya kembali ke markas BLACK HOLE. Kita akan melihat apa yang pengkhianat itu lakukan jika kita sedikit bermain dengannya!!"kata Alden dengan seringai iblisnya.
Usai berdiskusi mereka mulai menjalankan tugas masing-masing untuk memberi tau para tetua dan kakak mereka mengenai keadaan yang sedang terjadi saat ini.