
"Satu tikus telah musnah!!"ujar Kai sambil berdiri.
"Tinggal dua lagi!!"tambah Alan.
"Jadi Baby, apa alasannya kamu membawa Marie ke markas kita??"tanya Papa Arthur pada sang putri.
Kai memperlihatkan rekaman cctv di mansion Owen yang memperlihatkan Marie sedang bicara dengan ketua penyerangan pada mansion Owen. Di rekaman itu juga terlihat keadaan mansion Owen yang sudah hancur lebur karena penyerangan itu.
"Oooo ************shiiiiit************.....!!"umpat Daddy Aldric melihat mansionnya sudah hancur lebur akibat pertempuran beberapa saat lalu.
"Mereka menghancurkan mansion kita, Dad. Tujuan mereka untuk menculik para Mommy. Dan klan BLACK COBRA ini juga bekerja sama dengan dua klan ini. Dan Marie dikirim sebagai mata-mata oleh mereka di mansion kita. Marie sendiri adalah adik dari Giorgino Frederick Alexander. Dan anaknya adalah salah satu yang kemarin Kai beri pelajaran bersama empat gadis lainnya!!"jelas Kai di hadapan para tetua dan kakak-kakaknya.
"Baj*ngan......!!"bentak Ace menggebrak meja.
"Tenang Kak, kita akan memberi penyiksaan yang pantas untuknya sebagai seorang ibu yang buruk!!"sahut Kai.
"Pantas saja selama ini langkah kita selalu diketahui oleh mereka semua!!"ujar Brandon menahan geram.
"Siram dia!!"titah Kai pada salah seorang pengawal di ruangan itu.
Pengawal itu melakukan apa yang Nona Muda mereka perintahkan.
"Aghhhhhh, hhhh...hhhhh!!"Marie terengah-engah karena terkejut disiram dengan air dingin.
"Apa kabarmu, Bibi Marie!!"tanya Kai dengan sedikit membungkuk menyamakan tinggi tubuhnya dengan Marie.
Marie tersentak kaget karena saat ini seluruh Owen menatap tajam ke arahnya.
"Jadi kita akan mulai dari mana permainan kita, Bibi Marie??"tanya Kai menelisik seluruh tubuh Marie.
"Kau iblis, kau menghancurkan hidup putriku. Gadis j*l*ng........!!"teriak Marie.
"plaaaaak"
"bughhhh"
__ADS_1
Karena sudah tidak bisa menahan kekesalan lagi, Brandon memberi pukulan pada Marie karena menghina sang adik.
"Cukup Kak B!!"tegur Kai.
"Satu hal yang harus Lo tau, putri Lo nggak sepolos dugaan Lo. Tonton ini hingga Lo puas!!"ujar Kai menyalakan laptop dan meletakkannya di depan Marie.
Di layar laptop terlihat Alicia sedang melayani laki-laki hidung belang, tidak hanya satu bahkan hingga tiga orang. Terlihat pro sekali.
Marie menggelengkan kepala tidak percaya dengan apa yang tonton. Putri yang ia banggakan ternyata sangat membuat kecewa hatinya. Menghancurkan segala harapannya.
"Gimana?? Apa Lo nggak ngasih duit buat anak Lo hah?? Hingga dia harus kerja kayak gitu?? Bukan gue yang bikin rusak masa depan Alicia tapi dia udah ngelakuinnya sendiri. Dan mengenai hukuman yang gue kasih itu adalah hal yang pantas karena dia udah berniat buat ngejebak kakak-kakak gue. Satu hal yang harus Lo tau, gue emang iblis tapi gue bukan j*l*ng kayak putri Lo. Paham??"kata Kai.
Marie menangis meratapi perbuatan sang putri. Semua usaha yang ia lakukan selama ini untuk mencukupi semua kebutuhan sang putri terasa sia-sia.
"Bagaimana pun gue nggak terima yang nanya pengkhianat, urusan putri Lo itu derita hidup Lo."ujar Kai melangkah ke belakang Marie. Dan tiba-tiba Kai mencekik Marie dengan begitu kuat hingga lidah Marie terjulur keluar. Marie meronta mencoba melepaskan diri namun tidak bisa selain terikat ia juga kalah tenaga dengan Kai yang sudah kalap. Saking kuatnya cekikan Kai darah pun mengalir dari hidung Marie. Orang yang ada di ruangan itu bergidik ngeri melihat Kai mengeksekusi Marie sadis walau pun hanya menggunakan tangan kosong. Lama kelamaan tubuh Marie lemas dan diam tidak bergerak lagi.
"Periksa organnya!! Lalu jual ambil uangnya untuk kalian!!"titah Kai pada para pengawal.
Para pengawal bersorak senang di dalam hati mendengar perintah Kai. Ikutan dapat easy money.
"Sekarang satu lagi!!"ujar Kai.
Dom memang sangat dendam dengan klan BLACK EAGLE, dikarenakan dulu sang ketua Barga menembak Kai di bagian perut.
"Siram dan lepas ikatannya!!"titah Dom dengan nada datar.
Para pengawal pun menyiram Michael Al Barca dan melepas ikatannya. Michael mengerjakan matanya lalu melihat sekeliling.
"Hi, bastard. Saatnya kita bersenang-senang!!"ujar Dom dengan senyum iblisnya.
Dom memecahkan beberapa gelas, lalu mengeluarkan sebuah kain berwarna putih dari sakunya kemudian ia melilitkan kain itu pada kedua tangannya. Kedua tangan yang telah terlilit kain putih itu ia tempelkan pada pecahan kaca tadi.
"Let's start the game!!"ujar Dom bersiap memukul Michael.
Michael pun mengambil ancang-ancang untuk menyerang Dom, Dom sendiri malah mengeluarkan senyum tipis dan mulai menghajar Michael tanpa ampun. Goresan di wajahnya akibat pecahan gelas tadi terlihat sangat mengerikan. Dom memiliki kebiasaan yang sama dengan Juan senang menyiksa musuh atau pengkhianat dengan tangan kosong. Bagi mereka itu membuat musuh bisa merasakan seberapa besar emosi yang ada di tubuh mereka. Michael merasakan perih yang teramat sangat di wajah dan bagian tubuh lainnya akibat goresan dari pecahan gelas tadi. Dom sepertinya memang bukan lawan sepadan untuk Michael. Michael terkapar tidak berdaya.
__ADS_1
"Ada pesan terakhir, Bung??"tanya Dom pada Michael.
Michael tidak menghiraukan perkataan Dom lagi, tubuhnya telah mati rasa. Tenaganya habis. Dom memegang kepala Michael kemudian dengan sekali sentakan Dom membuat wajah Michael telah berada di bagian belakang. Sadis...... Dom mematahkan leher Michael dan merubah posisinya.
"Nice......!!"puji Carl.
"Baiklah, sekarang semua cucuku telah menjadi psykopat gila!!"ujar Opa Matius memijit pelipisnya.
Mereka semua terkekeh mendengar penuturan sang Opa.
"Bukannya tadi Opa bilang ingin membuat kubu mafia sendiri??"tanya Dom.
"Sudahlah aku tidak akan menang melawan kalian berdebat!!"kata Opa Matius menyerah.
"Jadi semua tikus telah binasa, lalu bagaimana dengan mansion, kapan kita akan memperbaikinya??"tanya Papi Dixon.
"Aaa soal itu, sekarang semuanya ikut dengan Kai!?"kata Kai.
"Ke mana Baby/Kai/Dek??"tanya mereka bersamaan.
"Sudah ayo ikut saja!!"kata Kai melangkah keluar menuju halaman markas dan memasuki mobilnya.
Mereka terpaksa mengikuti iblis kecil itu dengan menaiki mobil masing-masing. Mereka mulai membelah jalanan dengan iring-iringan seperti parade mobil mewah. Setelah melewati jalanan selama empat puluh menit Kai memandu mereka pada jalanan yang tidak mereka kenal sama sekali. Namun tidak mungkin akan bertanya pada Kai.
Hingga Kai memberhentikan mobilnya di sebuah rimbunan pepohonan dan menempelkan telapak tangannya pada sebuah panel. Rimbunan pepohonan itu terbuka seperti sebuah gerbang otomatis, Kai pun melajukan mobilnya memasuki area Secret Palace dan diikuti yang lainnya. Mereka memarkirkan mobil masing-masing di sebuah garasi yang begitu luas.
Kai keluar dari mobilnya dan menunggu para tetua dan kakaknya keluar dari mobil.
"Baby, ini mansion siapa??"tanya Papa Jacob penasaran dan merasa sangat kagum dengan bangunan luas yang ada di hadapannya sekarang begitu pun dengan yang lain.
"Ini Secret Palace milik Kai, Pa!!"kata Kai.
"Tapi, Baby tadi tempat ini tidak seperti ini!!"protes Jo.
"Ini bagian samping Bang Jo!!!"kata Kai.
__ADS_1
"Ayo masuk bukankah kalian ingin touring di sini!!"ajak Kai pada mereka semua.
Mereka mengekori iblis kecil itu sambil menatap kagum pada setiap sisi bangunan itu. Megah dan luas.