
Para bungsu Owen saat ini terlihat sangat kesal, karena jam hukuman mereka akan segera dimulai.
"Baiklah, nanti kita ketemu di Secret Palace lagi!!"ujar Alden terlihat sangat kesal.
"Hmmmmmm"
Jawab saudaranya yang lain yang juga terlihat sama-sama kesal. Kemudian mereka menaiki motor masing-masing lalu melajukannya ke arah tujuan masing-masing.
"Lah itu, si Bos ama sodaranya pada kenapa, ya??"tanya Arnav.
"Entahlah, kita tunggu aja Bos yang ngomong, gue mah ogah nyari masalah ama mereka.!!"kata Zian.
Yang mengangguk mengiyakan, karena tidak seorang pun inti BLACK HOLE berani mengganggu ketua dan wakil ketua mereka jika dalam mode senggol bacok itu. Nyawa bisa melayang dibuatnya.
Kai telah sampai di perusahaan Opa Matius, dan langsung menuju meja resepsionis.
"Aunty, Opa ada di ruangannya??"tanya Kai.
"Oh selamat siang Nona Muda, Tuan Owen ada di ruangannya sedang menerima tamu. Anda langsung saja ke ruangannya!!"kata resepsionis itu.
"Makasi, Aunty!!"ujar Kai berlalu menuju ruangan Opa Matius.
"Gemes banget dah tu cucunya Pak Bos!!"gumam sang resepsionis.
Kedatangan Kai menjadi pusat perhatian bagi seluruh karyawan di perusahaan besar itu.
"Hai, degem!!"sapa mereka.
"Hai juga Aunty sama Uncle sekalian!!"jawab Kai tersenyum lebar sambil terus melangkah ke ruangan sang Opa.
"Untung cucunya Bos, kalau nggak gue karungin kasih bini gue!!"ujar salah seorang karyawan di ruangan itu.
"Benar, mana ramah lagi ya!!"sahut seorang wanita yang masih terus memperhatikan Kai shio mengusap perutnya.
"Ngapain Lo, ngusap perut??"tanya seorang karyawan pada karyawan wanita itu.
"Mudah-mudahan anak gue ntar ketularan wajah gemoynya cucu Pak Bos!!"ujar wanita itu tersenyum.
Karyawan lain hanya tersenyum menanggapi kelakuan karyawan yang tengah hamil muda itu.
"Gubraaaaaaaak"
Semua yang ada di ruangan Opa Matius terlonjak kaget karena ulah Kai.
"Baby....!!"tegur Opa Matius.
"Maaf, Opa sengaja!!"ujar Kai cengengesan lalu melangkah ke sofa lalu mendudukkan bokongnya di sana.
Tak lama sekretaris sang Opa datang membawa secangkir kopi untuk Opa Matius. Kai memberi tatapan mengintimidasi pada karyawan wanita itu. Sang sekretaris terlihat menjadi salah tingkah laku bergegas ingin meninggalkan ruangan pimpinannya itu.
"Oop wait!!"kata Kai menginterupsi sang sekretaris, terlihat wajah sang sekretaris memucat dan tubuhnya sedikit gemetar.
Kai mengambil cangkir yang berisi kopi itu lalu memberikannya pada sang sekretaris.
Para tamu Opa Matius terlihat bingung dengan apa yang Kai lakukan, namun mereka tetap diam dan menonton saja apa yang selanjutnya akan terjadi.
"Minum!!"titah Kai.
Sekretaris itu menggeleng brutal menolak cangkir yang berisi kopi buatannya itu.
"Gue bilang, minum!!"bentak Kai.
"Baby, what are you doing??"tanya Opa Matius bingung.
"Just watch dan see, Opa!!"kata Kai.
__ADS_1
Sekretaris itu menolak mati-matian cangkir berisi kopi yang Kai berikan padanya itu.
"Ok, nggak bisa pake cara manusia, kita pake cara kucing ya!!"ujar Kai tersenyum devil.
Kai menghempaskan tubuh sang sekretaris ke sofa lalu mencekik lehernya hingga mulut sang sekretaris terbuka. Dengan sigap Kai meminumkan kopi yang tadi dibuatkan untuk Opa Matius itu.
Sekretaris itu mencoba melawan namun kalah tenaga dengan Kai yang sudah dikuasai emosi sejak pagi tadi. Akhirnya kopi itu pun tandas ia berikan pada sekretaris sang Opa.
Tak lama sang sekertaris terlihat seperti orang linglung, Kai hanya memperhatikan dengan seksama reaksinya.
"Jongkok!!"kata Kai.
Sekretaris itu pun melakukannya tanpa banyak bertanya. Opa Matius heran dengan perubahan sikap sang sekretaris setelah meminum kopi tadi.
"Pukul kepala Lo pake ini!!"kata Kai memberikan asbak rokok yang terbuat dari kaca tebal dan sepertinya jika dipukulkan ke kepala akan membuat kepala setidaknya bocor.
Lagi, sekretaris itu melakukannya seperti tanpa beban dan memukul kepalanya dengan keras hingga mengalirkan darah yang cukup banyak.
"Apa maksudnya ini, Baby??"tanya Opa Matius tidak paham.
"Kalian yang mengaku atau perlu gue paksa!!"kata Kai menghempaskan kasar tubuhnya di sofa.
Semua semakin bingung dengan maksud perkataan Kai yang menurut mereka tidak masuk di akal.
Sekarang Kai benar-benar geram, ia kembali melihat ke arah sekretaris Opa Matius yang sudah berlumuran darah itu dan mengajukan beberapa pertanyaan.
"Siapa yang menyuruh Lo??"tanya Kai.
Sekretaris itu menunjuk laki-laki yang duduk persis di depan Opa Matius. Laki-laki itu menatap garang pada sekretaris Opa Matius itu.
"Mengakulah, maka hukuman Lo gue kasih ringan!!"ujar Kai pada laki-laki itu.
Laki-laki itu tiba-tiba mengeluarkan senjata yang selipkan di pinggangnya, namun kalah cepat dengan Opa Matius yang lebih dahulu mendaratkan pukulan di perut laki-laki itu.
"Beraninya kau bermain curang dengan seorang Matius Owen!!"ujar Opa Matius dengan mata memerah menahan emosi.
Opa Matius mengambil belati yang selalu ia bawa dan menebas kepala laki-laki itu dalam sekali tebasan tanpa rasa iba. Tamu Opa Matius yang lain gemetaran melihat semua itu. Mereka sadar siapa Opa Matius namun baru kali ini melihat keganasan dari seorang Matius Owen.
"Uuuuuuh itu pasti sakit!!"kata Kai memegang lehernya sendiri.
"Jangan banyak drama anak nakal kau bahkan lebih kejam dari Opa!!"ujar Opa Matius mengambil tisu lalu mengelap belatinya yang dipenuhi darah laki-laki pengacau tadi.
"Siapa laki-laki ini sebenarnya?"ujar tamu Opa Matius yang lain.
Kai mengambil belatinya lalu merobek pakaian laki-laki itu, di punggungnya terlihat tato milik klan Watanabe.
"Wow, seberani ini mereka!!"ujar Kai.
"Dengar jika kalian bermain bersih maka kalian akan mendapatkan keuntungan yang besar dari kerja sama ini, tapi jika tidak maka kalian akan menemui ajal kalian seperti laki-laki ini dan bahkan keluarga kalian pun akan menanggung akibatnya!!"ujar Opa Matius.
"Kami paham, Tuan Owen!!"sahut mereka bersamaan.
"Baby, periksa kontrak kerjasama ini!!"titah Opa Matius pada Kai.
Kai pun melaksanakan apa yang Opanya titahkan. Namun pada poin nomor lima pada sebuah berkas Kai mengerutkan keningnya.
"Kenapa di poin ini tidak dijelaskan bahan apa yang akan kalian gunakan, dan kenapa kalian mengambil bahan baku dari perusahaan yang memiliki kualifikasi jelek??"tanya Kai lalu memeriksa berkas-berkas lainnya.
"Ini kenapa tidak menyebutkan berapa anggaran lembur untuk setiap karyawannya, kalian mau korupsi??"tuding Kai.
Kai menarik nafas panjang membaca setiap berkas itu namun ada satu berkas dari perusahaan asal Malaysia milik Syamsul Yusof, SY company.
"Kenapa bukan dia yang datang langsung untuk kerja sama ini ya??"bathin Kai.
"Berkas ini milik siapa??"tanya Kai.
__ADS_1
"Saye, Cik!!"kata laki-laki yang sepertinya seumuran dengan Kakaknya Alden.
"Awak siapa??"tanya Kai.
"Saya Zack, adik kepada pemilik syarikat SY!!"sahut laki-laki itu.
"Mana Bang Syamsul??"tanya Kai dengan tatapan menyelidik dan itu tertangkap oleh Opa Matius.
"Bang Syamsul lumpuh selepas accident tiga tahun lalu!!"jawabnya menunduk.
"Kau kenal dengannya, Baby??"tanya Opa Matius.
"Kami akan menerima kerja sama dengan dua perusahaan ini!"ujar Kai mengembalikan berkas pada masing-masing perusahaan yang ia tolak.
Mereka pun meninggalkan ruangan Opa Matius, dan sekarang hanya tinggal dua wakil yakni dari SY company dan QL Lines.
Kai membaca berkas milik QL Lines dengan seksama cukup baik, Kai tau siapa pemilik QL Lines yang merupakan salah satu rekanan Golden Gladiol di negara Tiongkok.
"QL Lines welcome to MO Corp, semoga kerja sama kita berjalan lancar!!"kata Kai mengulurkan tangannya.
"Baik, terima kasih Nona Owen. Kami tidak akan menyia-nyiakan kerja sama ini!!"ujar perwakilan QL Lines sambil membungkuk hormat pada Kai dan Opa Matius.
"Kami permisi dulu!!"ujar kedua orang perwakilan QL Lines itu.
"Silahkan !!"jawab Opa Matius.
Sekarang tinggal Zack dan sekretarisnya di ruangan itu, terlihat raut kekecewaan dan keputusasaan di wajah keduanya.
"Kenapa tidak meneruskan kerja sama dengan the Brontes!!"tanya Kai menupang dagu.
Keduanya terkejut bagaimana Kai bisa mengetahui kerjasama mereka dengan the Brontes.
"Sebab selepas meninggalnya Tuan Max, mereka mengirim perwakilan mereka yang bernama Alexander ke syarikat kami dan memutuskan hubungan kerja sama itu!!"jelas Zack.
"Kenapa tidak mencari tau langsung pada pemilik the Brontes??"tanya Kai lagi.
"Itu karena kami mendapat kabar jika Tuan Pablo sedang koma dan tidak bisa dihubungi dan lagi akses kami untuk ke perusahaan itu benar-benar telah blokir!!"tambha Zack.
Opa Matius hanya menyimak obrolan itu.
"Lalu bagaimana keadaan Bang Syam sekarang??"tanya Kai lagi.
"Selepas accident itu, dia sangat terpuruk karena ia juga kehilangan anak istrinya dalam accident itu!!"jawab Zack dengan mata berkaca-kaca lalu membuang wajahnya ke arah lain.
Kai mengambil laptopnya dan mencari data mengenai anggota the Brontes yang bernama Alexander, namun Kai tidak menemukan satu pun data mengenai orang itu.
"Baiklah, nanti gue bakal temuin Lo Alexander!!"bathin Kai.
"Abang lupa dengan saya??"tanya Kai.
Zack mencoba mengingat wajah Kai, terlihat familiar namun ia lupa pernah bertemu di mana.
"Maaf, tapi saya tak ingat!!"geleng laki-laki itu.
Kai lalu menggembungkan pipinya lalu menggerakkan matanya ke kiri dan ke kanan.
"Sekarang ingat??"tanya Kai lagi.
"Hmmmm macam adik mochi!!"gumam Zack tertahan sambil terus memperhatikan Kai. Sekarang ia yakin itu adalah adik mochi, yang sering ia jahili dulu setiap mereka bertemu.
"Benar, ini adik mochi Abang, kan??"teriak Zack memeluk Kai.
"Sekarang sudah bukan lagi, Kai no like Abang!!"ujar Kai manyun.
"Ehh apa-apaan ini, kenapa Anda memeluk cucu saya!!"ketus Opa Matius.
__ADS_1
"Dia adik mochi saya, anak Abang Max!!"ujar Zack tidak melepaskan pelukannya dari Kai.
"Baby.........!!"ujar Opa Matius dengan tatapan tajam menghunus.