Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Mommy Fanny Dikhianati????


__ADS_3

Ini adalah hari ketiga Kai pingsan, namun hingga saat ini Kai masih belum juga membuka matanya. Saat ini keluarga the Owen benar-benar dibuat sangat frustasi. Brandon telah melakukan pemeriksaan menyeluruh pada Kai, dan tidak menemukan ada hal yang mengkhawatirkan pada Kai. Tapi kenapa dia masih terlelap, dan tidak menunjukkan adanya perkembangan sedikit pun. Mommy Fanny dan Dady Aldric sudah tidak bisa lagi melukiskan bagaimana hancurnya perasaan mereka saat ini. Begitu pula dengan Kakak-kakak Kai. Jika bukan karena ancaman dari Opa Matius dan Opa Lucifer maka kesemua laki-laki bungsu The Owen itu tidak akan mau berangkat ke sekolah.


Saat ini para bungsu the Owen telah sampai di sekolah. Mereka melangkah dengan gontai menuju kelas mereka.


"Bos, princess kok ga masuk sekolah lagi habis ikut kompetisi kemaren???"tanya Zidan pada Alden.


"Dia sakit, Zid"jawab Alden sambil menundukkan wajahnya.


"Kok tiba-tiba sakit Bos??"tanya Arnav penasaran.


"Dia keracunan pas kemaren sarapan, sampai sekarang dia belum juga sadar."jelas Alan.


"Yah, bocil gue kasian banget. Kita boleh jenguk ga Bos??"tanya Arnav lagi.


"Kalau untuk sekarang sebaiknya jangan dulu Ar"peringat Jo pada Arnav.


"Kenapa dah Jo, kan cuma jenguk doang"protes Arnav pada Jo.


"Di mansion sedang ada biang rusuh Ar, mereka selalu berusaha untuk mencari masalah dengan Baby"ujar Jo.


"Lo kok dibiarkan Ama Tetua Owen's???"tanya Arnav lagi.


"Masalahnya Dady berhutang nyawa sama Aunty Elizabeth itu dan lagi dia juga teman Mommy sewaktu di panti dulu. Jadi mereka segan untuk mengusirnya dari mansion"jelas Jo lagi.


"Tapi menurut gue Bos, tu orang kayak punya niat ga baik Ama keluarga kalian"tukas Zylgwin.


"Maksudmu??"tanya Alden menyerngitkan keningnya tidak paham.


"Ya, Lo pikir aja Bos. Masa baru kenal Ama bocil aja mereka udah nyari masalah gitu Ama bocil yang notebenenya anggota keluarga baru. Berarti mereka mainnya terbuka tu Bos. Keluarga Lo mesti hati-hati nih Bos"peringat Zylgwin yang dibalas anggukan oleh anggota BLACK HOLE lainnya.


Tidak berbanding jauh dengan para kakak Kai, para Dady dan Opa pun sebenarnya enggan untuk berangkat ke kantor, namun tanggung jawab pada perusahaan dan karyawan mereka tidak bisa disepelekan begitu saja. Banyak orang menggantungkan hidup mereka pada perusahaan the Owen.


Saat ini semuanya telah berkumpul di ruang makan. Seluruh perhatian tertuju pada sebuah kursi kosong yang biasa ditempati oleh Kai.


"Kenapa semuanya diam, ayo kita makan malam, nanti makanannya dingin"ajak Aunty Elizabeth, tapi tak satu pun dari the Owen yang memberikan jawaban.


"Opa aku tidak lapar"ujar Alden meninggalkan tempat duduknya.

__ADS_1


"Kami juga Opa"tutur Benjiro dan Daichi.


"Kami lelah Opa"jawab bungsu lainnya.


Dady Aldric dan Papa Arthur mencoba untuk mencegah anak-anaknya agar tidak pergi meninggalkan meja makan.


"Biarkan saja"kata Opa Matius.


"Mereka kenapa sih, kenapa sampai tidak mau makan hanya karena gadis tidak tau diri itu!!"sarkas Ghina.


"Aldric, Fanny sebaiknya kalian menyuruh teman kalian ini untuk segera angkat kaki dari mansion ini. Jika tidak aku tidak akan memandang kalian lagi"bentak Papa Jacob meninggalkan meja makan dan diiringi Papi Jason yang menatap tajam kedua wanita itu.


"Ghina jaga mulutmu, kau tidak berhak ikut campur untuk masalah dalam keluarga ini, kau hanya pihak luar"kata Opa Lucifer yang kemudian juga meninggalkan meja makan.


Mommy Fanny yang sedari tadi diam kemudian pun pergi meninggalkan meja makan menuju kamar Kai.


"Honey kau mau ke mana"tanya Dady Aldric mencekal tangan Mommy Fanny.


"Aku ingin melihat kondisi Baby, sayang"jawab Mommy Fanny.


"Loh Mom, kok ke sini??"tanya Alan.


"Ntahlah boy perasaan Mommy ga enak"jawab Mommy Fanny gusar.


"Mommy istirahat saja, biar kami yang menjaga Baby, lagian kak B akan stand by di sini juga"ujar Chayton.


"Hmmm baiklah, kalian jangan begadang ya"pesan Mommy Fanny pada semua anak laki-lakinya.


"Iya Mom. Night Mom"ucap seluruh remaja laki-laki itu.


"Night too boys"jawab Mommy Fanny yang menutup pelan pintu kamar sang putri.


Sedangkan di ruang keluarga masih tersisa Dady Aldric yang duduk seorang diri.


"Kau belum tidur Al??"tanya Aunty Elizabeth pada Dady Aldric.


"Aku tidak bisa tidur. Putriku belum menunjukkan perkembangan yang baik."ujar Dady Aldric memijit pelipisnya.

__ADS_1


"Mau kubuatkan teh??"tanya Aunty Elizabeth.


"Boleh"jawab Dady Aldric singkat.


Senyum evil terlukis di bibir Aunty Elizabeth. Dia pun segera menuju dapur untuk membuatkan teh untuknya dan juga untuk Dady Aldric.


Tak lama kemudian Aunty Elizabeth pun kembali ke ruang keluarga sembari membawa nampan berisi dua cangkir teh hangat.


"Ini Al, ayo diminum mumpung masih hangat"kata Aunty Elizabeth menyodorkan secangkir teh hangat pada Dady Aldric.


Dady Aldric pun segera meminum teh itu karena ia ingin segera ke kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya.


"Aku mau istirahat dulu, Elizabeth"pamit Dady Aldric yang ingin pergi ke kamarnya.


Tapi baru beberapa langkah berjalan ke arah lift, Dady Aldric merasakan tubuhnya terasa sangat panas. Aunty Elizabeth yang melihat semua itu menyunggingkan senyum kemenangan di bibirnya.


"Show time"gumam aunty Elizabeth.


Aunty Elizabeth segera memapah Dady Aldric menuju kamarnya. Semula Dady Aldric menolaknya namun gejolak tubuhnya tidak bisa menolak apa yang Aunty Elizabeth lakukan pada tubuhnya. Hingga akhirnya Aunty Elizabeth berhasil membawa Dady Aldric masuk ke kamarnya.


"Kalian semua bersiap di posisi kelinci sudah masuk dalam jebakan"perintah seorang perempuan pada bawahannya.


"Kami sudah siap"jawab bawahan wanita itu.


"Baik lakukan sekarang, lakukan dengan bersih dan rapi jangan lupa rekam kegiatan itu dengan baik, kita akan berpesta esok hari, serta hati-hati dengan penjaga jangan sampai ketahuan"peringat wanita itu lagi pada bawahannya.


"Siap"jawab orang itu.


Mommy Fanny masuk ke kamarnya namun tidak melihat Dady Aldric ada di kamar mereka.


"Aldric ke mana ya??"gumam Mommy Fanny bingung.


Kemudian Mommy Fanny pun mencari Dady Aldric ke ruang keluarga namun hasilnya sama Mommy Fanny tidak menemukan Dady Aldric di sana.


"Ahhh mungkin Al masih di ruang kerjanya, sebaiknya aku menunggu di kamar saja"gumam Mommy Fanny kembali ke kamarnya.


Karena terlalu mengantuk Mommy Fanny akhirnya tertidur, dia bahkan tidak tau apakah Dady Aldric masuk ke kamar mereka atau tidak.

__ADS_1


__ADS_2