
Rencana penghancuran dari GOLDEN GLADIOL dan the OWEN akan dimulai. Tim Alan dan Tim Kai sudah mulai bergerak.
Alan dan trio Frank pulang ke mansion Owen. Para Mommy dan Oma Emma heran kenapa para bungsu itu pulang hanya berempat ke mana para bungsu lainnya. Pikir mereka.
"Alan, di mana saudaramu yang lain??"tanya Oma Emma.
"Mereka pergi ke markas Oma, ada sedikit masalah di markas BLACK HOLE!!"jawab Alan.
"Oh iya Oma, kami akan membawa Baby pergi jalan-jalan."kata Alan memberi tau Oma Emma dan para Mommy lainnya.
"Tumben??"tanya Mami Harlin menatap curiga pada sang putra.
"Harimau terjerat!!"jawab Alan memberi kode pada semua Mommy dan Oma Emma.
Ke empat wanita itu sekarang mengangguk paham, "Harimau Terjerat" maksudnya adalah Owen tengah terjebak dengan musuh.
"Baik, hati-hati!!"titah Mommy Fanny.
Alan dan trio Frank memasuki kamar Kai palsu aka Lilyana dengan perlahan-lahan agar gadis itu tidak terbangun. Terlihat gadis itu tengah tertidur dengan pulas. Dengan hati-hati Alan menyuntikan cairan pengacak sinyal yang diberikan oleh Sam tadi pada Kai palsu.
"Jack, Rey angkat dan bawa keparat ini ke mobil Rubicon berwarna hitam di garasi!!"kata Alan pada Jackson dan Rey.
"Baik Bang!!"jawab keduanya.
"Vin, ayo ke ruang senjata milik Baby, kita akan membutuhkannya nanti!!"ujar Alan.
"Ayo!!'jawab Melvin.
Jackson dan Rey membopong tubuh Kai palsu dan mendudukkannya di kursi belakang. Sedangkan Alan dan Melvin tengah memilih senjata yang akan mereka bawa.
"Ini semua senjata milik Adek, Lan??"tanya Melvin kagum.
"Iya, ini koleksi pribadinya dan boleh kita pergunakan di saat darurat seperti sekarang. Kau pilih senjata yang kau suka lalu ambil untuk Jackson dan juga Rey!!"kata Alan mengambil senjata yang ia sukai.
Tak lama mereka pun berpamitan pada para Mommy dan Oma Emma.
"Bawa Baby pulang dengan selamat, Boys!!'titah Oma Emma.
"Pasti Oma!!"sahut Alan dan diangguki oleh Melvin.
"Kalian hati-hatilah!!"kata Mama Silvia mengingatkan para bungsu itu.
"Baik Ma!"sahut keduanya serentak.
Mereka lantas menyusul Jackson dan Rey yang telah menunggu mereka di dalam mobil. Frank yang melihat semua itu mendekat pada ke empat remaja itu.
"Tuan Muda!!"kata Frank.
"Kami pergi dulu Frank. Nanti kami ceritakan semuanya, tolong jaga para Mommy dan Oma Emma selama kami pergi!!"ujar Alan pada Frank.
"Baik Tuan Muda!!" jawab Frank tanpa banyak bertanya.
"Kalian jaga Tuan Muda dan diri kalian!!"titah Frank pada ketiga anaknya.
"Baik, Pa. Kami pergi dulu!!"ujar Melvin lalu menyalakan mobil dan segera pergi meninggalkan mansion.
"Laksanakan tugas kalian dengan baik, Nak!! Jagalah adik kalian dengan baik!"gumam Frank melihat kepergian mobil yang membawa ke empat pemuda itu.
Sebenarnya Papi Jason telah memberi tau Frank tentang apa yang sedang terjadi agar Frank lebih waspada di mansion karena saat ini semua laki-laki Owen tidak berada di tempat.
Tiba-tiba sebuah notifikasi pesan berbunyi di handphone milik Frank dari no yang berlambang bunga Gladiol itu. Itu adalah no khusus Kai yang hanya dimiliki oleh Frank.
"Uncle, ada pergerakan menuju mansion. Bawa para Mommy ke sarang sekarang!!"
__ADS_1
Begitu bunyi pesan yang masuk ke handphone milik Frank.
"Ternyata benar kau masih hidup, Kai. Syukurlah, Uncle lega sayang. Cepatlah pulang!!"gumam Frank dengan mata berkaca-kaca.
Frank segera melakukan apa yang diperintahkan dalam pesan itu. Kai memberi tau Frank mengenai semua kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.
Frank melangkah masuk ke dalam mansion untuk menemui para Mommy dan Oma Emma.
"Ada apa, Frank??"tanya Oma Emma heran menangkap gelagat tidak baik dari wajah Frank.
"Nyonya, silakan ikuti saya ini perintah dari Kai!!"ujar Frank.
Para Mommy dan Oma Emma yakin keadaan semakin genting sekarang tanpa membuang waktu mereka pun mengikuti Frank. Franks membawa para majikannya melalui jalan samping mansion agar tidak terlihat oleh para maid atau pun para pengawal lainnya.
"Frank kita sebenarnya akan ke mana??"tanya Mommy Fanny yang mulai terlihat gusar.
"Nanti saya katakan Nyonya, waktu kita tidak banyak!!"ujar Frank mempercepat langkahnya.
Tidak lama mereka keluar dari area mansion lalu memasuki hutan yang ada di belakang mansion.
Frank mendekat pada salah satu pohon besar dan menempelkan telapak tangannya di sana. Kemudian terlihat sebuah tangga menurun Ntah ke mana.
"Ayo Nyonya!!"kata Frank berjalan di depan para Mommy Oma Emma.
Setelah berjalan sekitar lima menitan, para Mommy disuguhkan dengan pemandangan yang begitu indah. Sebuah ruangan besar bernuansa alam yang begitu indah dan menenangkan.
"Silakan duduk Nyonya!!"ujar Frank.
Lalu Frank memasuki sebuah ruangan yang dilengkapi beberapa monitor besar dan dilengkapi dengan peralatan pengintaian yang sangat canggih dan semua itu adalah hasil kerja dari seorang Kai.
Frank lalu menyalakan semua peralatan itu dan mulai mengamati pergerakan di sekitar mansion.
Benar saja ada konvoi beberapa kendaraan yang saat ini mulai mendekati mansion. Mami Harlin yang penasaran pun masuk ke ruangan itu diikuti oleh Oma Emma. Keduanya kagum dengan segala peralatan yang ada di ruangan itu.
"Kai tadi mengirim pesan pada saya bahwa ada pergerakan menuju mansion. Kai memerintahkan untuk membawa Nyonya ke sini jika keadaan dalam keadaan genting. Bangunan ini telah dirancang untuk tahan dari tembakan dan ledakan. Dan juga banyak perangkap dan ranjau yang telah dipasang di sekelilingnya oleh Kai. Hanya saya dan Kai yang bisa masuk ke sini. Kai juga sudah menyiapkan stok makanan di sini. Jadi jika Nyonya butuh apa-apa semua sudah tersedia di sini!!"papar Frank pada Mami Harlin. Oma Emma manggut-manggut kagum akan pemikiran cucu Barbie nya itu.
Frank memberi kode para bawahan setianya untuk mengepung mansion. Frank juga meminta bantuan pada anggota Zeus untuk melakukan penyergapan itu. Semua anggota diminta berada di luar mansion agar lebih mudah menyergap musuh mereka.
Di sisi lain..........
"Tim Opa Matius dan tim Papa Jacob akan menyerang markas utama BLACK WOLF dan BLACK EAGLE di sini dan dua tim lainnya akan menghancurkan markas cabang mereka di negara Brazil dan Meksiko. Ratakan semua dengan tanah. Jangan ada musuh yang keluar dalam keadaan hidup!!"titah Sam dan diangguki yang lain.
Tim Papa Arthur akan segera berangkat ke Brazil dan tim Ace berangkat ke Meksiko. Rencana penghancuran mereka dimulai.
Sementara itu.........
Kai dan para bungsu Owen saat ini tengah mengendarai mobil lokasi tempat penyergapan Erlang. Kai semobil dengan Alden, sedangkan Chayton bersama Daichi lalu Benjiro, Chayden dan Jo berada dalam satu mobil.
Di tengah perjalan kai menghentikan mobilnya secara mendadak, para pemuda itu kaget dengan tindakan sang adik yang tiba-tiba menghentikan mobilnya. Kai lalu berjalan menuju mobil yang ditumpangi Benjiro.
"Kak Benjiro, kakak turun di sini!!"titah Kai.
"Tapi kenapa, imouto-san??"tanya Benjiro tidak paham.
"Kakak turun di sini dan masuk ke mobil yang telah Kai disiapkan di dalam pondok itu. Nanti Kakak yang akan membawa Bang Erlang ke markas jika keadaan jadi tidak terkendali, Kai yakin Erlang saat ini tengah terluka. Diantara kita hanya Kakak yang bisa mengobatinya nanti. Jadi bersiaplah untuk estafet nanti, Kak!!"titah Kai.
"Baiklah."tanpa membuang waktu Benjiro segera turun dan berlari ke arah pondok yang Kai tunjuk tadi.
Yang lain segera melanjutkan perjalanan menuju lokasi penyekapan Erlang.
Sesuai dengan rencana tadi mereka masuk ke tempat penyekapan dengan berpencar. Mereka menggunakan Eagle Eye agar memudahkan mereka untuk menemukan keberadaan Erlang. Mereka melakukan aksinya dengan senyap. Karena senjata mereka telah dipasangi peredam. Musuh-musuh mereka mulai berjatuhan tanpa suara.
"Jleb"
__ADS_1
"Street"
"Crassshhhhhhh"
Terdengar suara senjata tajam menebas tubuh musuh-musuh mereka.
Hingga akhirnya ke enam remaja itu sampai di lantai dua bangunan tempat penyekapan Erlang.
Kai memberi kode dengan tangan untuk segera mendobrak pintu yang terkunci pada kakak-kakaknya.
"Braaaaaaaak"
Saat pintu terbuka mereka disambut dengan puluhan peluru yang melesat ke arah mereka.
"Dooooooor".
"Dooooooor"
"Dooooooor"
Mereka mulai membalas semua tembakan itu. Hingga akhirnya tersisa beberapa orang yang berdiri di dekat Erlang.
"Bbbos......"terdengar suara lirih Erlang memanggil Alden lalu Erlang pun tidak sadarkan diri.
Alden geram melihat anggotanya dipukuli seperti itu ya walaupun masih ada sedikit rasa benci karena Erlang telah menjadi pengkhianat di dalam BLACK HOLE.
"Bughhhhh"
"Bughhhhh"
Mereka melawan musuh-musuh mereka dengan tangan kosong dan tidak berapa lama mereka semua tumbang.
"Bang, ayo cepat sebelum bantuan mereka datang!!"kata Kai pada Alden.
Alden dan Daichi memapah Erlang keluar dari bangunan itu sedangkan Jo dan si kembar Chay melemparkan bom ke arah bangunan itu hingga terdengar suara ledakan yang cukup dashyat.
Belum berapa jauh mereka dari bangunan yang kini tengah terbakar itu benar saja ada beberapa mobil mengikuti mereka. Kai dan para kakaknya menambah kecepatan mobil mereka.. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Mobil musuh mereka saat ini tertinggal cukup jauh, Kai tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dengan kecepatan maksimum Kai akhirnya sampai di pondok tempat Benjiro menunggu mereka, Alden dan Daichi segera memindahkan Erlang ke mobil Benjiro lalu segera kembali ke mobil masing-masing. Dan melanjutkan perjalanan sesuai rute pertama. Benjiro memastikan mobil para musuh telah mengikuti mobil saudara-saudaranya. Setelah yakin aman Benjiro mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh menuju markas barunya.
Erlang masih dalam keadaan belum sadarkan diri ketika sampai di markas Golden Gladiol. Alan yang melihat Benjiro keluar dari mobil segera menyusulnya bersama trio Frank.
"Ben, mana yang lain??"tanya Alan menatap ke gerbang markas namun saudaranya yang lain tidak juga muncul di gerbang itu.
"Mereka mengalihkan musuh, agar aku bisa membawa Erlang ke sini untuk diobati. Jack bantu Kakak membawa Erlang!!"titah Benjiro sambil mengeluarkan Erlang dari dalam mobil.
Ke limanya membawa Erlang ke ruang medis markas, dan Benjiro pun memulai tugasnya mengobati Erlang.
Di posisi Kai.........
Kai memperlambat laju mobilnya dan memberi kode agar dua mobil di belakangnya agar segera maju. Setelah kedua mobil itu melewatinya, Kai segera menekan sebuah tombol pada mobilnya dan terlihat beberapa buah benda menyerupai granat keluar dari bagian belakang mobil Kai.
"Baby, apa itu??"tanya Alden penasaran.
"Magnet Bom!!"jawab Kai sambil melirik ke spion.
Setelah memastikan mobil-mobil musuh lewat di antara bom itu, Kai menekan sebuah tombol merah. Terlihat bom-bom kecil itu menempel pada mobil-mobil itu. Kai kembali memacu kecepatan mobilnya dan mendahului mobil kedua kakaknya.
Kai menuntun mobil musuhnya ke area yang jauh dari pemukiman penduduk. Setelah sampai di tempat yang ia tuju Kai menekan tombol lainnya. Seketika ke lima mobil yang dipenuhi orang itu meledak bersamaan. Kai pun mengerem mendadak mobilnya. Begitu pun dua mobil saudaranya.
Mereka tersenyum tipis melihat mobil dan isinya itu meledak berkeping-keping.
"Nice shoot, imouto-san!!"teriak Daichi kegirangan.
"Wuuuu kembang api di siang hari!!"sorak Jo.
__ADS_1
Alden dan duo Chay berjalan ke arah sang adik dan saling merangkul bahu menikmati pertunjukan itu.......