
Pagi ini Kai berangkat ke sekolah seorang diri. Karena semua inti BLACK HOLE masih merasakan lemas pada tubuh mereka. Kai berangkat dari rumah sakit, karena ia malas jika harus bolak balik rumah sakit dan mansion.
"Kai berangkat dulu!!"pamit Kai pada semua keluarganya.
"Baby, hati-hati apa tidak sebaiknya kamu diantar supir??"tanya Daddy Aldric.
"Nggak usah Dad, aman kok Kai berangkat sendiri. Lagian Shadow dan kak Taro pasti ada di sekitar Kai."tolak Kai.
"Ok, hati-hati dan jangan jajan sembarangan!!"titah Opa Matius mencium puncak kepala sang cucu.
"Carrion Capt!!"sahut Kai kemudian ia pergi meninggalkan ruang rawat inti BLACK HOLE.
Kai bernyanyi kecil menuju parkiran Owen's Hospital, tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang menggunakan masker berjalan tergesa-gesa. Kai memperhatikan orang itu dengan seksama.
"Mencurigakan!!"gumam Kai.
Kai mengeluarkan handphone dan menghubungi Daddy Aldric.
"..........."
"Dad, sepertinya ada hama yang mengintai inti BLACK HOLE, ia sekarang menuju lorong sebelah kiri ruang rawat inti BLACK HOLE!!"
".........."
"Ok Dad, see you!!"
Kai mematikan sambungan telepon dan segera memacu motornya menuju sekolah.
Setiba di sekolah Kai merasa perasaannya tidak enak sama sekali. Kai memindai lingkungan sekolahnya. Namun belum menemukan hal yang mencurigakan. Ia pun bergegas menuju kelasnya.
Kai menendang pintu kelas yang membuat beberapa siswa mengumpat dan berteriak kesal.
"Praaaaaaak"
"Kutu loncat"
"Demi Neptunus"
"Bapak kawin lagi"
"Kaiiiiiiii anj*ng"
"Bocil setan"
Si pelaku tertawa kencang melihat reaksi teman sekelasnya.
"Ada apa ini??"tanya Kai berpura-pura tidak tau.
"Bangs*t emang Lo cil, untung jantung gue nggak lompat keluar kandang!!"gerutu Jordan
__ADS_1
"Heleh, pakai acara lompat kandang, kodok kali."ledek Kai.
"Heh, bocil gimana kabar Abang Lo ama inti BLACK HOLE??"tanya Yudha.
"Better, by the way thanks untuk bantuan kalian semua kemarin."ujar Kai.
"No problemo, Cil. Terus ama tu geng Tante-tante gimana?? Ini pasti ulah mereka kan?"tanya Yudha penasaran.
"Kita lihat aja ntar, yang penting Kakak gue udah selamat. Kalau mereka gue nggak peduli!"ujar Kai mendudukkan diri di kursinya.
Tak lama bel masuk pun berbunyi, semua siswa sudah masuk ke kelas masing-masing dan mulai mengikuti pelajaran. Di saat jam pelajaran pertama akan berakhir terdengar suara gaduh di gerbang OIHS. Semua siswa sontak melihat ke arah gerbang sekolah.
Terlihat gerombolan anak geng motor memukuli gerbang sekolah mereka. Ketua OSIS OIHS yang merupakan bagian dari BLACK HOLE pun menemui mereka.
"Mau apa Lo??"tanya Gerald pada ketua geng motor itu.
"Kita mau ketemu ama ketua BLACK HOLE, kalau nggak kita obrak abrik ni sekolah."ujar ketua geng motor itu.
Kai yang melihat itu kini mengerti, inilah penyebab kenapa perasaannya tidak enak dari tadi. Kai keluar dari kelasnya bersama Yudha, Jordan, Matthew dan Bian.
"Apa urusan Lo ama ketua BLACK HOLE???"tanya Kai lantang.
"Eh Lo nggak usah ikut campur bocil. Mau mati Lo?"tanya anggota geng motor itu.
"Enak aja mau matiin gue Lo kira gue kutu??"ujar Kai tersenyum sinis.
"Kita mau bikin perhitungan ama BLACK HOLE, anggota mereka udah nyerang anggota kita hingga sekarat. Sekarang kita mau minta pertanggung jawaban dari ketua BLACK HOLE."terang ketua geng motor itu.
"Ini bukan urusan Lo cil, suruh aja ketua BLACK HOLE keluar!!"titah anggota geng motor itu.
"Siapa bilang bukan urusan gue, gue adik ketua BLACK HOLE Lo bisa bicara ama gue. Soalnya seluruh inti BLACK HOLE saat ini nggak masuk sekolah!!"kata Kai.
"Ok, ikut kita!!"titah ketua geng motor itu.
"Ok"jawab Kai.
"Lo gila Abang Lo bisa bunuh gue, kalau terjadi sesuatu ama Lo Kai!!"cegah Gerald.
"It's ok, Bang yang penting sekolah aman dulu. Gue cabut!!"kata Kai naik ke boncengan ketua geng motor itu.
Ketua geng motor itu melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, Kai hanya diam karena ini adalah hal biasa baginya.
Sekitar 15 menit kemudian mereka sampai di markas geng motor itu. Kai pun turun mengikuti langkah ketua geng motor itu.
"Duduk!!"katanya pada Kai.
Kai pun duduk dengan santai tanpa memperlihatkan rasa takut sedikitpun di wajahnya.
"So, to the point ,Big Bro!!"ujar Kai.
__ADS_1
"Lihat ini"katanya memperlihatkan beberapa orang memakai jaket milik BLACK HOLE memukuli tiga orang pemuda hingga terkapar tidak berdaya. Kai memperhatikan dengan seksama.
"Tapi Abang gue dan semua inti BLACK HOLE saat ini di rawat di rumah sakit. Dan sebelumnya markas BLACK HOLE juga di serang habis-habisan oleh orang nggak dikenal hingga banyak anggota mereka yang terluka sebab mereka diserang dengan senjata api."jelas Kai.
"Jadi sekarang gimana??"tanya laki-laki itu lagi.
"By the way kenalin gue Kai, adik bungsunya Twins A!!"Kai memperkenalkan diri.
"Gue Melvin, itu Jackson, Gege, Mahen, Rey dan yang terakhir Rayes!! Kita semua adalah anggota RED MOON dan gue ketua mereka."ujar laki-laki bernama Melvin itu.
"Kita bawa anggota Lo yang terluka ke Owen's Hospital dulu, sebagai pertanggung jawaban gue. Walaupun nanti terbukti kalau bukan anggota BLACK HOLE yang menyerang kalian!!"ujar Kai.
"Ok, gue terima tawaran Lo, kita bawa mereka sekarang!!"kata Melvin dan disetujui anggota lain.
Tapi baru saja mereka ingin melangkah ke kamar para anggota RED MOON yang terkena keroyokan itu terdengar suara gaduh dari luar.
"Praaaaang"
"Braaaaaak"
"Duuaaaaar"
"Itu apaan Bang.??"tanya Kai pada Melvin.
"Gue juga nggak tau, bentar gue cek dulu Lo jangan keluar!!"kata Melvin pada Kai.
Baru saja Melvin akan keluar, Mahen datang dengan nafas ngos-ngosan.
"Bos, markas diserang mereka make senjata tajam ama senjata api. Gimana Bos??"tanya Mahen panik.
Terlihat kepanikan di wajah Melvin karena walau pun sering tawuran geng mereka anti sama sajam dan senpi.
"Kayaknya ini sama deh ama yang nyerang markas Kakak gue!!"ujar Kai.
"Biar gue yang hadepin suruh anggota Lo cabut ntar kayak anggota BLACK HOLE lagi. Dan yang kena keroyok antar ke Owen's Hospital bilang Kai yang suruh!!"kata Kai pada Melvin.
"Nggak kita bukan pengecut, kita akan hadapi mereka"tolak Melvin mentah-mentah.
"Lo bisa pakai pakai senjata??"tanya Kai pada Melvin, Melvin dan Mahen pun mengangguk.
Kai memberikan dua buah Desert Eagle pada Melvin dan Mahen. Melvin dan Mahen terkejut melihat Kai mengeluarkan senjata itu.
"Gunakan kalau udah terdesak.!!"titah Kai pada Melvin dan Mahen.
"Ok, serang!!"titah Melvin dan diangguki oleh Kai dan Mahen.
Kai mengeluarkan sepasang katananya.
Pertarungan kedua kubu itu tidak dapat dielakkan, Kai menyuruh Taro mengawasi jika ada pergerakan yang mencurigakan agar segera melenyapkannya.
__ADS_1
Seluruh inti RED MOON dan Kai bertarung habis-habisan sedangkan beberapa anggota mereka diperintahkan untuk membawa anggota yang dikeroyok ke Owen's Hospital.