
Brandon mengobati Kai dengan telaten, sedangkan Melvin and the geng ditangani oleh Dokter lainnya.
"Baby, sehari saja kamu duduk anteng apa tidak bisa sayang??"tanya Daddy Aldric yang baru saja sampai karena mendengar keadaan sang putri yang terluka karena ikut campur dalam masalah geng sang Kakak.
"Bisa Dad, kalau Kai dilahirkan dalam keluarga normal!!"jawab Kai nyengir.
"Jadi maksudmu keluarga kita tidak normal begitu??"gerutu Opa Matius yang baru saja memasuki ruangan untuk melihat keadaan cucu nakalnya itu.
"Opa, mana ada keluarga normal di usia 14 tahun cucunya sudah menamatkan S1 dan memimpin perusahaan. Keluarga normal mana di usia 14 tahun cucunya main dengan katana dan Desert Eagle, mana ada keluarga normal cucu usia belasan tahun jadi Psycopath semua??"tanya Kai pada sang Opa.
"Eh kamu benar juga Baby, tapi bukan berarti keluarga kita tidak normal Baby hanya kelebihan hormon endorfin karena sering berolah raga dengan para anggota mafia."kekeh Opa Matius mendapat tatapan malas dari para cucunya.
"Astaga Baby, kamu sudah menamatkan pendidikan S1 mu??"tanya Chayton tidak percaya.
"Sudah Bang, kalau tidak bagaimana mungkin Kai bisa mendirikan perusahaan-perusahaan yang nomor Wahid di dunia"kata Kai terkekeh.
"Otak adikku tidak main-main!!"puji Jo mencium sang adik gemas.
"Heh, menjauh dari adikku!!"bentak Alan pada Jo yang tidak terima dengan perlakuan Jo pada Kai.
"Mulai"kata Kai bersamaan dengan Brandon.
"Jadi apa kalian sudah mendapatkan titik terang dari masalah antara geng kalian dengan mereka??"tanya Opa Matius pada Alden.
"Sepertinya ini disengaja untuk mengadu domba kami Opa. Karena sebelumnya geng kami tidak pernah bermasalah, lagi pula geng penyerang itu memiliki kebiasaan yang sama persis yaitu menyerang menggunakan senjata tajam dan senjata api, semua itu bertentangan dengan peraturan antar geng yang melarang tawuran atau penyerangan menggunakan kedua senjata itu!!"jelas Alden.
"Jika sudah seperti ini mereka pantas kita jadikan mainan selanjutnya bukan, Bang??"kata Kai menyeringai ke arah Kakak-kakaknya.
"Kau benar Baby, kita akan bermain-main lagi."ujar Jo dengan senyuman manis di bibirnya tapi percayalah senyuman manis itu adalah jelmaan dari senyuman iblis yang mendekam di dalam tubuh Jo.
Melvin dan inti RED MOON merasakan hawa yang berbeda ketika berada diantara geng BLACK HOLE ini. Lebih mendekati ke arah aura milik para mafia.
"Tolong jangan lupa, ikut sertakan kami dalam pesta nanti!!"ujar Arnav bersemangat.
"Itu benar, sudah lama kita tidak berpesta bos!!"tambah Zian.
"Hmmmmm"jawab Alden singkat.
"Lalu apa hari ini kau tidak pergi kantor Baby??"tanya Daddy Aldric pada Kai.
__ADS_1
"Tidak Dad, Bang Juan akan mengirimkan semua pekerjaan Kai melalui email saja. Tapi nanti jika ada meeting penting baru Kai akan ke kantor!!"jawab Kai mendusel di dada Brandon. Sedangkan Brandon sibuk dengan laptop dan laporan yang terbengkalai. Kai on manja mode bikin rempong.
"Sebaiknya kita makan siang dulu!!"kata Papa Arthur yang bangkit dari duduknya karena dari tadi ia sibuk dengan laptop di pangkuannya.
Daddy Aldric mengeluarkan handphone dari sakunya dan menelpon Frank agar segera membawakan makan siang untuk mereka semua.
"Frank, bawakan makan siang buat kami sekarang!!"titah Daddy Aldric pada Frank.
"Baik Tuan"sahut Frank.
"Siang...."kata seseorang membuka pintu kamar rawat inti BLACK HOLE yang ternyata itu adalah Papi Jason.
"Siang, Pi/Uncle!!"jawab mereka semua.
"Astaga Baby, wajahmu kenapa lagi. Apa kamu tidak bosan mendapat lebam setiap hari??"tanya Papi Jason heran dengan tingkah putri satu-satunya itu.
"Nggak Pi, itu karena kelebihan hormon endorfin kata Opa!!"terang Kai yang mendapat tatapan tajam dari sang Opa.
"Baby...."tegur Opa Matius.
"Dan kalian siapa??"tanya Papi Jason pada Melvin dan inti RED MOON.
"Saya Melvin Uncle dan ini teman-teman saya!!"Melvin pun memperkenalkan satu persatu inti RED MOON pada Papi Jason.
"SMK LUCIFER COLLEGE Uncle."jawab Melvin.
"Itu bukannya sekolah khusus milik yayasan Daddy ya??"tanya Papi Jason penasaran.
"Iya itu yayasan milik Daddy Kak"jawab Daddy Aldric.
"Jadi kalian tidak memiliki keluarga lagi??"tanya Papi Jason semakin penasaran.
"Tidak Uncle"jawab Melvin.
LC atau Lucifer College adalah yayasan milik Opa Lucifer yang didirikan khusus untuk anak-anak yang memang tidak memiliki keluarga sama sekali. Mereka akan diberi pendidikan dan kehidupan yang baik serta apapun kebutuhan hidup mereka hingga nanti mereka menamatkan pendidikan di SMK.
"Oooo ternyata keluarga Owen memiliki yayasan seperti itu sama sih dengan the Brontes hanya saja jika di the BRONTES mereka akan langsung dimasukkan ke akademi milik the Brontes dan dilatih sesuai kemampuan dan keahlian mereka masing-masing. Namun mereka semua keluarga dari anggota the Brontes sendiri sebagai bentuk kesetiaan mereka pada the BRONTES."jawab Kai.
"Jadi the Brontes mendidik anggotanya sedari kecil Baby??"tanya Daddy Aldric penasaran.
__ADS_1
"Iya Dad, Kai juga sudah dimasukkan ke sana ketika berumur lima tahun karena Daddy Ian kewalahan menghadapi kenakalan Kai di sekolah umum yang senang mengganggu anak-anak lainnya"papar Kai.
"Kamu nakal ternyata, Baby!!"kata Brandon menoel hidung sang adik.
"Bukan begitu Kak B, mendengar teriakan para ciwi-ciwi itu saat diusili begitu menyenangkan, karena sangat lucu ketika melihat mereka ketakutan hanya pada seekor cacing!!"kata Kai tertawa.
"Dasar Psycopath!!"ketus Papi Jason.
"Papi mengatai anak sendiri, ya sudah Kai akan mencari Papi baru yang lebih tajir melintir dan yang pasti lebih tampan."goda Kai pada Papi Jason.
Papi Jason yang tidak terima dengan perkataan sang putri seketika merebutnya dari pangkuan Brandon.
"Coba saja kalau berani, Papi akan memotong kedua kakimu, Baby"ujar Papi Jason memeluk erat sang putri dan mencium brutal wajah Kai. Enak saja mencari Papi baru, bisa menangis Bombay para tetua nanti.
"Dasar pasangan ayah dan anak Psycopath!!"ledek Opa Matius.
"Ingat Pa darah yang mengalir di tubuhku dan mereka semua berasal darimu. Berarti kau mengatai dirimu sendiri!!"kata Papi Jason balas meledek Opa Matius. Seketika ruangan itu dipenuhi suara tawa keluarga Owen. Melvin dan inti RED MOON merasakan suasana hangat selama berada di sana. Walaupun mereka dikelilingi oleh keluarga mafia. Sedangkan inti BLACK HOLE memilih diam dan menikmati cek cok antara tiga manusia beda generasi itu. Kapan lagi coba melihat para Psycopath itu saling menghina.
"Ceklek"
Frank dan beberapa bodyguard membawa makan siang untuk bos dan para anak-anaknya.
"Tuan, ini pesanan Anda"kata Frank meletakan paper bag berisi makanan untuk bosnya.
"Terima kasih, Frank."ujar Daddy Aldric dan Papa Arthur bersamaan.
"Sama-sama, Tuan"
"Uncle kami permisi dulu melihat keadaan teman-teman kami yang lain."ujar Melvin ingin pamit keluar dari ruangan itu.
"Tunggu, kalian makan siang dulu di sini setelah itu baru temui teman kalian. Mereka juga pasti sudah diurus oleh para suster jaga!!"kata Papi Jason pada ke enam remaja laki-laki itu.
"Tapi Uncle......"Rayes mencoba menolak tawaran itu.
"Tidak ada penolakan!!"kata Papa Arthur menekan setiap kata-katanya.
Ke enam remaja itu kicep dan hanya bisa mengangguk mengiyakan kata-kata Papa Arthur.
Saat akan pergi ke kamar mandi membersihkan diri inti RED MOON berpapasan dengan Frank.
__ADS_1
"Deg"
"Kalung itu......"bathin dua orang secara bersamaan.