
Pagi ini semua sudah berkumpul di meja makan, tak terkecuali Kai. Sejak berdirinya Hurricane Hunter, memang semua bungsu bangun sendiri tanpa ada drama lagi terutama Kai. Itu cukup mengherankan para tetua yang melihat perubahan pada si bungsu itu.
"Apa kalian sudah memiliki misi lagi??"tanya Opa Matius pada para bungsu Owen.
"Sejauh ini belum ada, namun kita harus waspada dengan pergerakan klan lain terutama BLACK COBRA, RED DEVILS dan Watanabe!!"ujar Kai pada mereka semua.
"Apa yang sudah BLACK COBRA lakukan, Princess??"tanya Xander yang langsung emosi mendengar kata BLACK COBRA.
"Dia memaksa klan lain untuk bekerja sama dengannya, walau pun menggunakan cara kotor. Kemarin mereka menculik putra dari Mr Tom McGraw ketua SILVER HAWK. Dan RED DEVILS telah mengirim dua gadis ke OIHS untuk mendekati para cucu lelaki Owen, satu-satu yang masih senyap adalah Watanabe. Oleh karena itu kita harus semakin hati-hati dan waspada."jelas Kai.
Tiba-tiba............
Handphone Kai berdering....
"Hallo...."
"............"
"Menjauh dari paket itu!!"
"............"
"Tahan kurir pengantarnya!!"
"............"
Kai memutuskan sambungan telepon dan bergegas keluar dari ruang makan menuju bangunan mansion lama milik Owen.
"Baby, ada apa??"tanya Opa Matius pada Kai.
"Ada yang mengirim paket ke mansion lama kita, Opa. Kai rasa itu adalah peledak!!"ujar Kai kembali melangkah setengah berlari ke bangunan mansion lama.
Dari jauh terlihat beberapa orang berdiri jauh dari sebuah kotak yang terletak di teras mansion lama Owen.
"Kai...!!"sapa Attarfa sambil menunduk.
"Lepaskan Chima dan Chimee, Bang Attarfa!!"titah Kai pada kepala keamanan mereka.
Attarfa segera melakukan perintah Kai, lalu mengeluarkan Chima dan Chimee dari kandang mereka. Kedua binturong itu segera berlari ke arah Kai dan naik ke pundak sang pemilik. Para tetua dan Kakak Kai sedikit ngilu melihat kedua binturong yang menancapkan kukunya kita memanjat tubuh Kai.
"Periksa kotak itu, sayang!!"titah Kai pada kedua kesayangannya itu.
Sedikit informasi, Chima dan Chimee adalah dua binturong hasil uji coba rekayasa genetika hingga memiliki kemampuan otak yang meningkat dan memiliki kepandaian seperti bunglon, bisa berubah warna sesuai tempatnya. Namun keduanya sulit untuk bonding dengan orang lain bahkan dengan para inti Golden Gladiol. Dan hanya Kai yang mampu menjinakkan mereka. Mereka dahulu adalah milik militer namun karena sebuah ledakan dahsyat keadaan keduanya sangat memprihatinkan hingga Kai mengobati mereka hingga sembuh seperti sedia kala.
Ok, lanjut....
Kedua binturong itu dengan patuh memeriksa kota tersebut dan benar saja kota itu berisi bahan peledak karena kedua binturong itu kembali mendekat pada Kai dan seolah memberi kode kalau di dalam kotak itu ada bahan peledaknya.
"Mundur.......!!"titah Kai pada mereka semua.
Dari jarak aman mereka melihat apa yang selanjutnya akan terjadi. Dan.........
"Duaaaaar"
Terlihat ledakan besar berasal dari paket yang dikirim tadi.
"Kurang ajar!!"maki Kai.
"Princess, siapa pun mereka sepertinya ini adalah pengibaran bendera perang dengan the Owen!!"ujar Evan..
"Abang benar, maka kita akan melakukan hal yang lebih dari ini!!"sahut Kai lalu berbalik berjalan menuju Secret Palace diekori oleh Chima dan Chimee.
__ADS_1
"Bang Attarfa, biarkan Chimee dan Chima lepas untuk sementara, mereka bisa membantu tugasmu memantau musuh!!"ujar Kai.
"Baik, Kai!!"sahut Attarfa membungkuk hormat.
Kai berjalan menuju ruangan meeting pribadi milik Secret Palace diikuti oleh para tetua dan Kakaknya.
Kai duduk di kursi pimpinan dan menunggu yang lainnya duduk di kursi masing-masing.
Setelah semuanya duduk di kursi masing-masing, Kai memulai rapat itu.
"IT team lacak asal peledak itu!!"titah Kai pada Jo, Chayden dan Rey.
"Scout team amankan parimeter mansion dan Secret Palace!!!"lanjut Kai pada Benjiro dan Jackson.
"Back up team, make the explosive power bigger!!"titah Kai.
"Gotcha......!!"pekik Jo.
"Princess, ada tiga orang yang sedang melakukan pengintaian pada bangunan mansion lama!!"lapor Benjiro.
"Asal peledak itu dari kilang milik Red Devils di Singapura, Princess!!"lapor Rey.
"Ok, kita akan bermain kembang api setelah ini. Execution team make a plane!!"titah Kai pada Alden dan Melvin.
"Copy that, Princess!!"sahut keduanya.
Ke duanya langsung melakukan apa yang Kai perintahkan. Dan para tetua dan Kakak tertua mereka hanya diam menyaksikan aksi bungsu mereka.
"Ekheeeem!!"
Opa Matius berdehem kesal karena para bungsu itu terlihat sibuk sendiri dengan pekerjaan masing-masing. Terlihat sekali kelihaian dan kepiawaian para anggota Hurricane Hunter ini di bidang mereka masing-masing.
"Ada apa, Opa??"tanya Kai dalam mode serius dengan mata terus menatap layar laptopnya.
"Kakak diam dan lihat saja!!"jawab Alan dalam mode serius.
"Ada apa dengan mereka??"tanya Brandon heran ketika melihat semua adiknya berubah menjadi manusia es.
"Sudah, kita lihat saja dulu!!"saran Papa Jacob menengahi keadaan yang sedang tegang itu.
Kai menyalakan mini proyektor yang ada di ruangan meeting itu.
"Bang Uno, tolong selesaikan ke tiga pengintai itu dan kurir pengantar paket itu. Kirim kepala mereka ke markas Red Devils!!"titah Kai pada Uno lalu memperlihatkan posisi ke tiga pengintai itu pada Uno.
"Dengan senang hati!!"ujar Uno dengan senyum iblisnya akhirnya bisa solo execution.
"Bang Sam, tolong bantu back up team merakit bom itu!!"titah Kai.
"Sure!!"ujar Sam dengan satu sudut bibir terangkat membuat kesan psykopatnya menguat.
Kai masih terus menjelajahi semua informasi mengenai kilang-kilang penting milik Red Devils.
Sedangkan Alden dan Melvin sudah menyiapkan rencana penyerangan mereka. Para tetua dan Kakak Kai lainnya sudah gatal ingin menghajar para pengacau sarapan mereka pagi ini.
"Bang Ace, hancurkan ini!"ujar Kai mengirimkan data base perusahaan penting milik Red Devils.
"Finally!!"ujar Ace dengan tatapan elangnya.
"Princess, kita akan menyerang tempat-tempat ini!!"lapor Melvin pada Kai.
"Princess, the bom has ready!!"lapor Alan.
__ADS_1
"Ok, let's move!!"ujar Kai bangkit dari duduknya.
"Dan untuk yang lain, enjoy the show!!"ujar Kai berlalu.
Hurricane Hunter mulai memacu kendaraan masing-masing, mereka bergerak sesuai dengan rute masing-masing sedangkan para tetua dan Kakak mereka yang tersisa menyaksikan pertunjukan mereka melalui mini proyektor yang tersambung pada EAGLE EYE.
"Ready!!"kata Kai melalui earphone.
"Ready!!!"sahut tiga tim lainnya.
"Go!!"tukas Kai.
Sedangkan di sebuah tempat yang tidak jauh dari Secret Palace terlihat Uno sedang bermain dengan tiga orang yang mengintai kediaman lama the Owen. Dengan sekali tebas Uno memenggal leher mereka lalu berswa foto dengan kepala mereka.
"Astaga kita ini klan mafia atau klan Psycopat??"kata Papa Arthur memijit pelipisnya pelan lalu mereka dikagetkan oleh teriakan Ace yang baru saja menghancurkan data-data perusahaan-perusahaan besar milik Red Devils.
"Dan booom!!"teriak Ace yang mengagetkan semua orang di ruangan itu.
"Sialan kau, Ace!!"maki Evan.
"Sorry, Dude. It's so fun!!"senyum Ace menatap layar laptopnya.
Sedangkan di posisi Hurricane Hunter.......
Mereka mencari tempat yang lebih tinggi untuk mengendalikan pesawat pengebom.
"Duaaaaar"
"Duaaaaar"
"Duaaaaar"
Tiga kilang/ pabrik senjata milik Red Devils dihancurkan oleh execution team.
Begitu pun dengan Back up team yang meledakkan pabrik obat-obatan milik Red Devils.
Sedangkan IT team menghancurkan bar, club' dan kasino milik Red Devils.
Dan yang terakhir Scout team menghancurkan semua gudang penyimpanan senjata dan obat-obatan milik Red Devils.
"Mission Accomplished!!"lapor Scout team.
"Copy that!"jawab Kai.
"Done!!"lapor IT team.
"Roger!!"sahut Kai.
"Mission completed!!"lapor Back up team
"Out!!"titah Kai.
Setelah tiga jam akhirnya mereka kembali ke Secret Palace dengan wajah sumringah. Sedangkan para tetua dan kakak mereka sedikit shock dengan semua yang mereka pada bangunan milik klan Red Devils itu.
"Apa yang mereka lakukan??"kaget Opa Lucifer melihat ledakan di mana-mana persis kembang api di siang hari.
"Mereka benar-benar menjadi gila sejak satu tim dengan Baby!!'gumam Daddy Aldric.
"Apa yang Baby ajarkan pada mereka semua??"gumam Papi Jason geleng-geleng kepala.
"Kami pulang!!"teriak Kai diiringi anggota Hurricane Hunter lainnya.
__ADS_1
"Kalian seperti baru kembali dari healing, senang sekali kelihatannya!!"ujar Opa Matius.
"Memang baru saja kami pergi healing Opa!!"sahut Alden sambil merangkul bahu sang adik.