
Sekarang Kai duduk di ranjang king sizenya sambil memangku laptop. Kai ingin mencari informasi lebih detail mengenai wanita bernama Silva yang notebene nya mirip dengan Mama Silvia.
"Ting"
Sebuah notifikasi masuk ke laptop Kai dari Billy.
"Bang Billy the best lah, cepat banget kerjanya"ujar Kai antusias membaca isi dari pesan itu.
"What tu orang kembaran Mama Silvia??.Pantas aja mirip banget.
Silva Barnett Asher Lo bakal jadi mainan gue.
Karena Lo udah bikin Mama Silvia menderita"ucap Kai dengan seringai iblis di bibirnya.
Kai mengambil rekaman cctv yang ada di kamar Mama Silvia, setelah memotong beberapa bagian Kai mengirim datanya pada robot Lady Bird kesayangannya. Lady Bird adalah robot yang Kai ciptakan untuk mengintai musuh-musuhnya. Robot ini lebih leluasa bergerak karena ukurannya yang kecil dan memiliki tangkapan gambar yang lebih bagus dan jelas.
"Let's play *****"seringai Kai.
Kai mulai mengendalikan Lady Bird dengan menggunakan laptopnya. Robot kumbang kecil itu menelusuri setiap bagian mansion mencari keberadaan Mama Silvia KW.
"Aaaa gotcha"teriak Kai bersemangat saat menemukan Mama Silvia KW sedang sibuk dengan gawainya di ruang tamu sendirian.
Kai mulai melakukan aksi terornya pada Mama Silvia KW.
"An action"ucap Kai
"Aku membencimu Silva.....Kenapa kau selalu menyakitiku...hiks...hiks....hiks"
Mama Silvia KW menegang di tempatnya saat mendengar suara Mama Silvia yang asli.
Mama Silvia KW memandang ke sekeliling seperti sedang mencari sesuatu. Namun lagi suara tangisan Mama Silvia yang asli kembali terdengar.
"Aku membencimu Silva, kenapa kau selalu menyakitiku....hiks ...hiks."
"Tidak ini tidak nyata, Silvia sudah mati lagian ia mati di Jerman bukan di sini."kata Mama Silvia KW menenangkan hati dan pikirannya.
Tapi suara itu kembali terdengar. Dan kali ini sukses membuat Mama Silvia KW berteriak histeris.
"Aaaaaaaa tidak jangan menggangguku Silvia, kau sudah mati"ucapnya histeris menarik rambutnya.
Papa Arthur yang mendengar teriakan Mama Silvia KW segala berlari mencarinya. Papa Arthur melihat Mama Silvia KW meringkuk di ujung sofa karena ketakutan.
"Sayang, kau kenapa ??"tanya Papa Arthur panik.
"Aku tidak apa-apa"jawabnya menepis tangan Papa Arthur.
"Sayang sebenarnya kamu kenapa?"bathin Papa Arthur yang melihat perubahan Mama Silvia KW yang semakin menjadi-jadi.
Mama Silvia KW masuk ke kamarnya untuk menenangkan diri. Namun lagi suara Mama Silvia asli kembali terdengar berulang-ulang dan menggema di kamar itu.
"Aaaaaa jangan ganggu aku. Kau sudah mati Silvia. Pergi....."teriak Mama Silvia KW berlari keluar kamar dan menabrak Dallen.
__ADS_1
"Mama kenapa Ma"tanya Dallen yang cemas melihat Mama Silvia KW yang tiba-tiba berteriak histeris dari kamar.
"Minggir kamu"bentak Mama Silvia KW pada Dallen.
"Kenapa Mama berubah Ma?" bathin Dallen
"It's just started, *****"gumam Kai tersenyum iblis.
Kai melangkah malas keluar dari lift.
"Hmmm sekarang gimana caranya ya???"pikir Kai.
"Baby gimana caranya apa??"tanya Dallen pada sang adik
"Ehhh Kakak ngagetin Kai tau gak"ketus Kai manyun.
"Maaf tapi Baby mikirin cara apa?"tanya Dallen lagi.
"Itu Kai mikirin cara ngomong Ama Dady buat bawa hewan peliharaan Kai ke sini"jawab Kai. Ya kali Kai bilang yang sebenarnya.
"Ngomong aja sama Dady nanti Kakak bantuin"tawar Dallen pada sang adik
"Hmm iya deh"Kai mengangguk.
"Baby mau ke mana??"tanya Dallen lagi.
"Mau ke dapur bikin Pumpkins Lasagna!"jawab Kai.
"Ayo Kakak bantuin, itu juga makanan kesukaan Papa Baby"ujar Dallen merangkul bahu Kai menuju dapur
"Nona Muda ada yang bisa saya bantu??"ujar Marie menunduk pada Kai.
"Kai ingin memasak bibi Marie, tapi biar Kai sama Kak Dallen aja bibi istirahat aja ya,"titah Kai pada Marie.
"Tapi Nona Muda jika Nyonya Fanny tau saya bisa dimarahi"jawab Marie ketakutan.
"Nggak tenang aja, ntar kalau dimarahi Kai tanggung jawab ok"seru Kai.
"Baiklah Nona Muda"jawab Marie pasrah.
Kai dan Dallen mulai menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak. Ketika mereka tengah berkutat di dapur Alan dan Alden menghampiri mereka.
"Baby ngapain??"tanya Alden penasaran.
"Ini mau bikin Pumpkins Lasagna"jawab Kai tanpa menoleh pada Abang kembarnya.
"Kak Dallen ngapain di sini"tanya Alan sinis.
"Mau bantu Baby, kenapa??"tanya Dallen menaikan alisnya.
"Nggak, baby Abang bantu ya?"tawar Alan pada Kai.
__ADS_1
"Boleh Bang"sahut Kai.
Para orang tua heran melihat anak-anak mereka sibuk di dapur.
"Kalian sedang apa?"tanya Opa Lucifer
"Bantuin Baby bikin Pumpkins Lasagna Opa"jawab Alden.
"Memang Baby bisa membuatnya??"tanya Mami Harlin
"Bisa Mi, ntar Mami coba aja"sahut Kai yang masih sibuk mengolah bahan-bahan yang ada di atas meja dapur.
"Sebaiknya kita tunggu saja hasil kerja anak-anak kita!!"ajak Papa Arthur pada para orang tua.
Beberapa saat kemudian, Pumpkins Lasagna buatan para anak Owen itu pun matang.
"Bibi Marie tolong bantu Kai menyajikan ini ke meja makan??"tanya Kai
"Baik Nona Muda "angguk Marie
"Oo iya sekalian ambil untuk kalian ya, Kai bikin banyak itu"titah Kai meninggalkan dapur.
"Sudah selesai Baby??"tanya Mommy Fanny pada sang putri.
"Udah Mom, itu mau di sajikan Ama bibi Marie "jawab Kai
"Hmmm aroma kejunya...."ujar Ace
Para Mommy mengambilkan makanan itu untuk para suami mereka. Setelah Opa Lucifer memimpin doa mereka mulai menyantap Pumpkins Lasagna itu.
"Rasanya persis sama dengan buatan Silvia" bathin para orang tua.
"Kok rasanya sama dengan yang biasa dibuat oleh mama Silvia ya" bathin anak-anak the Owen.
"Baby belajar membuat hidangan ini dari siapa??"tanya Oma Emma heran.
"Hmmm dari Mama Silva eh Mama Silvia Oma"jawab Kai dengan tatapan tajam ke arah Mama Silvia KW.
Pandangan tajam itu dapat ditangkap oleh para Dady dan Opa Lucifer. Tatapan Kai seolah ingin menerkam Mama Silvia KW.
"Benarkah Silvia?"tanya Opa Lucifer yang membuat tubuh Mama Silvia KW semakin menegang dan wajah yang semakin pucat.
"I...i..iya Dad"jawabnya gemetaran.
Tidak hanya para Dady tapi juga anak-anak the Owen merasakan keanehan dari tatapan mata Kai pada Mama Silvia KW.
"Sialan... sebenarnya bocah ini. Bagaimana ia tahu nama asliku? Aku harus lebih waspada" bathin Mama Silvia KW dalam hati.
Kai tersenyum manis ke arah Mama Silvia KW seolah menunjukkan kemenangan.
"Boys setelah ini ke ruangan kerja Dady!!!"titah Opa Lucifer
__ADS_1
"Baik Dad"sahut mereka kompak.
Mama Silvia KW semakin menegang, apa ini akan akhir sandiwaranya????