
Hari ini semua keluarga berkumpul dan berbagi cerita satu sama lain. Binar kebahagiaan terpampang jelas pada wajah Mommy Fanny. Namun tidak dengan trio wanita pendatang baru. Kemarahan terlihat jelas di wajah mereka. Sekarang jalan untuk menjatuhkan Mommy Fanny dan juga Kai semakin tertutup. Nyahok kan Lo pada!!!!!
Cuma mata elang Kai tidak menemukan keberadaan Opa Lucifer dan juga Opa Matius.
"Duo Opa itu pada ke mana dah, ngilang kayak demit ae"monolog Kai dalam hati.
Kai yang penasaran pun mencoba mencari keberadaan Duo Opa itu.
Kai menemukan keduanya sedang berbincang di gazebo belakang mansion. Dengan berjalan mengendap-endap Kai berniat mengejutkan Duo Opa itu.
"Baby jangan nakal"tukas Opa Matius yang menyadari kehadiran Kai.
"He...he...he... peace Opa"cengir Kai yang bergabung dengan Duo Opa tersebut.
"Kok Opa malah duduk di sini, tidak bergabung dengan yang lainnnya??"tanya Kai pada Duo Opa.
"Kami sedang mencari udara segar Baby!"jawab Opa Lucifer yang mengangkat Kai dalam pangkuannya.
"Berasa kayak karung beras gue, diangkat-angkat Mulu"kesal Kai dalam hati.
"Opa Mat, boleh Kai menanyakan sesuatu???"ucap Kai hati-hati.
"Sure Baby"jawab Opa Matius.
"Kenapa Opa seperti tidak menyukai Kak Giselle dan Mama Rosalind??"tanya Kai yang menyender di dada Opa Lucifer.
"Hufffffff" Opa Matius menarik nafas panjang.
"Ntahlah Baby, ketika mereka datang mengaku sebagai menantu dan cucu Opa, Opa tidak bisa mempercayainya."ujar Opa Matius dengan pandangan menerawang ke depan.
"Kok begitu?? Kan Mama Rosalind sudah menikah dengan anak Opa berarti mereka adalah menantu dan cucu Opa bukan???"tanya Kai heran.
"Tidak Baby, mereka datang ketika Jacob sedang mendapatkan tugas mengamankan markas cabang di Meksiko. Mereka datang dan mengaku begitu saja sebagai istri dan anak dari Jacob. Tanpa ada konfirmasi dari Jacob."jelas Opa Matius
"Lalu kenapa Opa tidak meminta penjelasan pada Uncle Jacob mengenai semua itu???"tanya Kai penasaran.
"Hingga saat ini Opa tidak mengetahui keberadaan Jacob Baby, Opa sudah mengerahkan semua pengawal untuk mencarinya, tapi tidak membuahkan hasil."ucap Opa Matius dengan nada yang putus asa.
"Tenanglah Kak!!"Opa Lucifer mencoba menenangkan Opa Matius.
"Rasanya aku sudah menyerah Lu!!"ucap Opa Matius sendu dengan air mata yang mulai mengalir.
Kai melihat kesedihan yang mendalam di mata Opa Matius.
__ADS_1
"Opa boleh Kai lihat wajah Uncle Jacob??"tanya Kai penasaran.
Opa Matius mengambil benda pipih dari kantongnya. Kemudian mengutak-atiknya sebentar dan menyerahkan benda pipih itu pada Kai. Kai mengamati foto itu sejenak. Kemudian Kai berteriak heboh...
"Papa Lexi...."teriaknya heboh dengan mata melotot.
"Kau mengenalnya Baby???"tanya Opa Lucifer melihat ekspresi wajah Kai.
"Kai pernah menyelamatkan laki-laki yang mirip dengan foto ini Opa. Waktu itu ia sekarat terkena tembakan dengan peluru beracun."jelas Kai.
"Dimana Baby?"tanya Opa Matius semakin penasaran.
"Tijuana Opa"jawab Kai singkat.
"DEGH"
Opa Matius menegang mendengar penjelasan Kai. Keyakinan putranya masih hidup kembali menguat.
"Sekarang dia di mana Baby??"tanya Opa Lucifer.
"Masih di sana Opa, Kai meminta teman Kai yang ada di sana untuk merawat Papa Lexi. Hanya saja saat Kai tinggalkan Papa Lexi dalam keadaan lupa ingatan Opa."jelas Kai pada Duo Opa.
"Baby masih menghubunginya??"tanya Opa Matius
"Jadi Jacob ku sudah menikah???"ucap Opa dengan mata berkaca-kaca.
"Ya Opa, dan mereka akan segera memiliki sepasang bayi kembar."ucap Kai bersemangat.
"Lu jika benar ini Jacob, aku akan menjemputnya ke Tijuana"ucap Opa Matius berbinar.
"Ya Kakak, aku akan menemanimu."sahut Opa Lucifer mencium puncak kepala Kai.
"Jangan Opa, sebaiknya Opa jangan ke sana suasananya sedang tidak baik. Biar Kai yang ke sana menjemput Papa Lexi"jawab Kai.
"Tapi Baby itu lebih berbahaya lagi jika kamu yang ke sana. Apalagi kalau seorang diri."ucap Opa Lucifer yang tidak mau keselamatan sang cucu terancam.
"Opa tidak ada yang lebih mengenal daerah itu lebih baik dari Kai. Dan lagi dengan koneksi teman-teman di sana akan lebih gampang bagi Kai masuk ke sana. Kita mengusahakan agar jangan ada pertumpahan darah Opa"ucap Kai menjelaskan.
"Opa tunggu sebentar Kai akan menghubungi teman yang ada di sana"ucap Kai.
"Hallo.... Kak Juan apa Papa Lexi ada di sana??"tanya Kai pada orang ditelpon.
"........."
__ADS_1
"Apa???? Kakak jangan bercanda, bagaimana keadaannya sekarang??"tanya Kai cemas.
"........."
"Gue serahin Ama lo Kak"balas Kai mematikan sambungan telponnya.
"Baby ada apa???"tanya Opa Matius yang melihat gelagat tidak baik dari Kai.
"Ada yang berusaha membunuh Papa Lexi Opa, dan Papa Lexi tidak terselamatkan."ucap Kai sendu.
"Tidak....itu bohong kan Baby"ucap Opa Matius mengguncang bahu Kai.
"Tidak Opa,"Kai memperlihatkan foto jenazah yang baru saja dikirim padanya.
"No .....Jacob no......"teriak Opa Matius yang menggemparkan seisi mansion.
Seketika Opa Matius luruh ke tanah, harapan yang begitu kuat untuk kembali bertemu dengan sang putra pupus begitu saja.
Mendengar keributan di belakang mansion membuat perhatian seluruh tertuju ke sana. Para lelaki the Owen segera berlari ke belakang mansion dan melihat keadaan Opa Matius yang sudah sangat kacau.
"Ada apa ini???"tanya Papa Arthur
"Ar adikmu sudah meninggal!!"ucap Opa Lucifer
"Maksud Dady??"tanya Papi Dixon tidak paham.
"Jacob baru saja dibunuh"jelas Opa Lucifer
"Bagaimana mungkin?? Bukannya selama ini keberadaan Kak Jacob saja tidak kita ketahui, lalu bagaimana kalian bisa mendapatkan informasi kalau dia baru saja dibunuh"bentak Dady Aldric.
"Dia selama ini bersama Baby dan hilang ingatan Al"jelas Opa Lucifer lagi.
"Benarkah Baby??"tanya Papa Arthur yang dibalas anggukan oleh Kai.
"Damn..jerk, ayo sekarang kita jemput jenazahnya!!!"ajak Papi Dixon dengan wajah yang memerah.
Kai mencekal tangan Papi Dixon.
"Tidak Pi, jenazahnya akan tiba besok diantar teman-teman Kai dari sana. Mereka melarang kita ke sana. Keadaan tidak kondusif Pi. Mereka tidak ingin ada korban lagi Pi. Kita harus menghargai keputusan mereka."jelas Kai.
Opa Matius merasa amat sangat hancur dengan berita kematian putra semata wayangnya. Binar kebahagiaan ingin berjumpa dengan sang putra hancur begitu saja. Andai saja Opa Matius bertemu dengan Kai lebih awal tentu ia masih bisa bertemu dengan putranya.
Namun di balik tembok mansion saat ini ada beberapa orang yang tersenyum miring melihat kekacauan yang terjadi di mansion the Owen. Terlihat jelas kepuasan tercetak di wajah mereka.
__ADS_1