
Jadi sekarang Lo maunya gimana Mak lampir??"tanya Kai pada Aunty Elizabeth.
"Aldric kau harus tetap menikahiku, jika tidak akan kubunuh j*l*ng kecil ini, jangan lupa penawar racun itu masih ada padaku."gertak Aunty Elizabeth pada Dady Aldric.
Mau tidak mau Mommy Fanny mendorong Dady Aldric untuk menyelesaikan prosesi akad nikahnya. Tapi semua itu dilarang oleh Kai.
"Dady mau ngapain??"tanya Kai pada Dady Aldric.
"Dady harus melanjutkan ini Baby, Dady tidak ingin kamu celaka"jawab Dady Aldric.
"Hadeh susah ngomong sama Dady ini"gerutu Kai.
"Dady berdiri di samping Mommy dan jangan kemana-mana"perintah Kai pada Dady Aldric.
"Lo beneran keras kepala ye Lampir. Bikin gue Gedeg bin eneg."omel Kai.
"Maksud Lo racun apa??? Lo kalau ngehalu jangan ketinggian, jatuh hancur Lo. Kasian cantik-cantik kang halu"ejek Kai pada Aunty Elizabeth.
"Tanpa penawar dariku, kau akan mati bocah"bentak Aunty Elizabeth.
"Emang Lo ngasih gue racun apa?? Racun tikus apa racun rumput."tanya Kai.
Karena geram Aunty Elizabeth memanggil bawahannya untuk menangkap Kai.
"Penjaga ....."teriak Aunty Elizabeth.
"Jamet Lo manggil siapa?? Bodyguard Lo udah log out."ujar Kai sambil memainkan Lollipopnya.
"Gadis sialan"kata aunty Elizabeth mengeluarkan senjata dari pahanya.
Namun kalah cepat dengan Kai yang melayangkan shurikennya dan mengenai tangan Aunty Elizabeth.
"Ashhhh"
Ringis Aunty Elizabeth memegang tangannya.
"Opa Lu dan Opa Mat, Aunty Elizabeth ini memiliki misi untuk menguasai aset serta ZEUS. Dia dan putrinya turun langsung untuk menguasai semua klan mafia yang mereka anggap kuat."jelas Kai pada kedua Opanya.
"Jadi semua ini memang telah direncanakan wanita ular ini rupanya"geram Papa Jacob.
"Betul Pa dan kedua wanita ini adalah bagian dari klan BLACK EAGLE, betul kan Aunty Elizabeth??"tanya Kai pada Aunty Elizabeth yang menegang karena identitasnya diketahui.
"By the way Kak Ghina, kekasih tersayangmu meminta di temani di neraka sana"ujar Kai memancing emosi Ghina.
"Apa maksudmu j*l*ng??"ketus Ghina.
"Wah tu congor beneran pedes kayak cabe Carolina, nih Lo liat aja sendiri!!!"balas Kai tidak kalah ketus.
Video ketiga memperlihatkan Kai menebas bagian tubuh Barga dan juga mengumpulkan semua anggota klan itu dan membakarnya di dalam markas mereka sendiri, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. Terdengar jelas rintihan mereka yang masih hidup meminta tolong untuk dikeluarkan namun dihiraukan oleh Kai dan anggota GOLDEN GLADIOL. Dalam video itu nampak Kai tersenyum iblis menikmati rintihan dan raungan kesakitan dari para anggota klan BLACK EAGLE.
"Tidaaaaaaak Barga"histeris Ghina menarik kuat rambutnya.
Aunty Elizabeth yang melihat itu sangatlah shock melihat tunangan sang anak yang merupakan salah satu ketua klan terkuat mati mengenaskan di tangan bocah belasan tahun.
"Kau iblis"teriak Ghina pada Kai.
"Terima kasih atas pujiannya"ucap Kai.
"Nah, sekarang back to topic ya Aunty Elizabeth, Lo pasti ingat kan sama Appa gue yang ganteng maksimal Joo Yoon dan Eomma gue Ae Ri??"tanya Kai mengingatkan Aunty Elizabeth akan masa lalunya dengan ketua mafia DARK LOTUS. Ia pun menegang jangan sampai ia bertemu dengan laki-laki psykopat itu lagi.
__ADS_1
"Appa, Eomma ini yang Kai janjikan pada kalian silahkan ambil paket kalian!!"ujar Kai pada sepasang suami-istri berdarah Korea itu.
"Tunggu..."cegah Papa Arthur.
"Baby kita yang akan menghukumnya"ujar Papa Arthur.
"Tidak Pa, maaf tidak bisa. Wanita ini belum membuat kekecauan yang terlalu jauh di keluarga kita. Tapi keluarga Kim telah lama memburu wanita ini karena telah membuat Eomma Kai kehilangan bayinya dan tidak bisa hamil lagi karena itu juga Eomma dulu sampai depresi. Jadi tolong Pa biarkan mereka yang menghukum kadal rabies ini"pinta Kai.
"Hufffffff baiklah"ujar Papa Arthur menghela nafas.
"Terima kasih kesayangan Appa, sesuai janji Appa mansion sayap barat kini resmi jadi milikmu. Pulanglah saat kau lelah sayang"ujar Joo Yoon kepada Kai sembari memeluk erat sang putri.
"Eomma selalu menunggu kepulangan mu. Maaf sekarang kami buru-buru, sebab mainan ini begitu memancing adrenalin Eomma mu ini"ujar Ae Ri pada Kai.
"Tidak masalah, tapi bolehkah Kai minta satu tangannya sebagai tanda mata??"pinta Kai dengan puppies eyesnya.
"Tentu, apapun untuk kesayangan Appa."
Dengan gerakan yang nyaris tidak terlihat tangan kanan Aunty Elizabeth telah terpisah dari tubuhnya. Kai pun menyuntikan obat untuk pembekuan darah agar Aunty Elizabeth tidak kehabisan darah sampai di Korea nanti.
"Kamsahamnida Appa, Eomma"ujar Kai.
"Cheonmaneyo"sahut kedua pasutri itu.
"Baiklah kami permisi dulu Tuan Owen dan keluarga. Jika ada waktu datanglah berkunjung ke negara kami"ujar Joo Yoon pamit pada keluarga the Owen.
"Sama-sama Tuan Kim. Semoga ke depannya kita juga bisa bekerja sama"jawab Opa Lucifer.
"Lim...bawa wanita ini"titah Joo Yoon pada bawahannya.
"Sebaiknya Lo hati-hati Ama Eomma gue, dia lagi bikin senjata kimia ntar Lo dijadiin zombie"celoteh Kai pada Aunty Elizabeth yang membuat merinding wanita itu.
"Anak nakal Appa dan Eomma pulang dulu. Jangan berulah!! Paham"ujar Joo Yoon.
Joo Yoon dan Ae Ri pun bergantian mencium kesayangan mereka dan pamit pada keluarga the Owen.
"Sekarang Lo mau gimana Kak Ghina??"tanya Kai pada Ghina.
" Aku akan membunuhmu"ujar Ghina kesetanan.
"Tapi sebelum Lo bunuh gue, Lo mesti ketemu Ama Bhaiya ganteng gue deh"ujar Kai menggerakkan alisnya naik turun.
"Bhaiya......apa tidak rindu dengan ular kecil ini"panggil Kai pada Arjun dan Dev.
Semua melihat ke arah dua pemuda berwajah India yang melangkah ke arah Kai.
"Tentu saja rindu, chotee behan"jawab Arjun seraya memeluk tubuh kecil sang adik.
"Nah kak Ghina Lo tentu ingat dong Ama Kak Dev, laki-laki yang udah Lo hancurin hidupnya."ujar Kai memeluk lengan Dev.
Keringat dingin membasahi pelipis Ghina. Ia tidak ingin mati di tangan manusia tidak berperasaan itu.
"Hai....Ghina"sapa Dev dengan sorotan mata ingin memakan Ghina hidup-hidup.
Ghina diam seribu bahasa. Tidak tau apa yang harus ia lakukan untuk melepaskan diri dari situasi ini.
"Kak Ghina Lo bakal kembali pada klan Ra 1"ujar Kai menyeringai.
"Tapi bukan sebagai kekasih Bhaiyaku, melainkan sebagai tawanan mafia Ra 1."kata Kai.
__ADS_1
"Degh"
"Baby apa Ghina juga tidak bisa kita hukum di sini"kata Ace yang mendengar Ghina akan dibawa oleh kedua laki-laki itu.
"Tidak Kak, Ghina bagian mereka. Untuk Kakak ipar dan calon bayinya"ucap Kai melihat ke arah Dev dan dibalas anggukan oleh Dev.
"Chotee behan, terima kasih telah membantu Bhaiya mu ini memburu ular nakal ini. Dan tambang emas di Karnataka kami serahkan padamu"ujar Dev mengelus kepala Kai dan memeluknya.
"Kami harus segera kembali, sebelum Nana sadar kami meninggalkan mansion tanpa izinnya."kata Arjun pada sang adik.
"Baiklah tapi tolong minta satu tangan wanita itu yang kemarin telah meracuni Kai"pinta Kai memelas.
"Baiklah lakukan sesukamu"
"Srettt"
"Aghhhhh"
Teriakan Ghina menggema di ruang keluarga itu disertai ceceran darah di lantai. Seperti tadi Kai menyuntikan cairan untuk menghentikan pendarahan pada lengan Ghina.
"Kami pamit dulu Tuan Owen,"pamit Arjun dan Dev pada Opa Matius dan Opa Lucifer.
"Baiklah, hati-hati kalau begitu"sahut Opa Matius.
"Chotee behan, sesekali pulanglah, Nana pasti senang jika kau mau menjenguknya!"ucap Dev memeluk erat sang adik.
"Iya, Nana sudah tua melihatmu pasti usianya akan bertambah 10 tahun lagi"kelakar Arjun.
"Hmmmm libur sekolah Kai akan pulang"jawab Kai.
"Raju .. bawa gadis itu"titah Arjun pada tangan kanannya.
"Baiklah semua kami pamit dulu"ucap Dev undur diri.
"Ya, semoga kita bisa berkumpul kembali"sahut Papa Arthur.
Kini hanya tinggal keluarga the Owen. Semua menatap ke arah Kai seolah meminta penjelasan.
"Bagaimana keadaanmu Baby??"tanya Papi Dixon pada Kai.
"Sebenarnya tidak ada masalah sih Pi, everything is fine"jawab Kai.
"Jadi bagaimana ceritanya, Dadymu bisa lepas dari jeratan Elizabeth??"tanya Papa Arthur.
"Aunty Elizabeth membeli afrosidisiak itu pada teman Kai. Dan dengan bodohnya Aunty Elizabeth menyuruh teman Kai mengantarnya ke sini. Tentu saja mereka akan memberi tahu Kai, couse obat itu dibuat di pabrik Kai masa dikirim lagi ke mansion ini kan ga lucu. Kita Makai racun kita sendiri ."jelas Kai.
"Pabrikmu Baby??tanya Brandon penasaran.
"AIMAX FARMASI, itu perusahaan farmasi milik Kai. Dan dikelola oleh Kakak angkat Kai."jawab Kai yang membuat Brandon menganga. Karena AIMAX FARMASI adalah perusahaan farmasi terbesar no 1 untuk kawasan Asia Pasifik dan ternyata CEOnya adalah adik bungsunya.
"Sebenarnya ketika melihat Aunty Elizabeth di rumah sakit, Kai merasa tidak asing dengan wajahnya. Dan kebetulan ada misi untuk menangkap kedua orang itu yang ternyata dipesan oleh klan BLACK LOTUS dan RA 1,yang kebetulan juga mereka adalah keluarga angkat Kai juga. So sekali dayung dua tiga pulau terlampaui bukan. Sebelum mendapat misi Kai bingung juga gimana cara memberi mereka pelajaran, secara mereka CSnya Dady Ama Mommy. Tapi karena misi masuk, ya sekalian toh."ujar Kai mengakhiri penjelasannya.
Semua anggota keluarga geleng-geleng dengan ulah si bungsu.
"Jadi pas Aunty Elizabeth kemarin mau melehoy Ama Dady, ya Kai minta bantu sama teman untuk ngerjain dia. Saat dia masuk kamar Kai bius dia dan Kai suntikkan afrodisiak level 7 dengan tingkat halusinasi yang tinggi, jadi dia ngga sadar kalau lawan mainnya bukan Dady"jelas Kai.
"Lalu kenapa Baby memasukkan Dady kembali ke kamarnya"geram Dady Aldric pada Kai.
"Biar meyakinkan gitu loh Dad, kan Dady ga diapa-apain Ama tu ular, Dady dipantau terus Ama Bang Billy."imbuh Kai.
__ADS_1
"Tapi bukannya tadi pagi Kakak periksa kamu masih belum sadar"kata Brandon.
"Oooo Kai yang di kamar itu sengaja diciptakan, untuk menghadapi sikon seperti ini."jawab Kai.