
Ke sebelas bersaudara itu akhirnya tertidur, karena perjalanan yang mereka tempuh cukup lama, lebih kurang enam belas jam.
Jendral Yousef membangunkan Kai karena mereka sudah dekat dengan tujuan.
"Kai, bangun.....!!"kata Jenderal Yousef mengguncang pelan tubuh Kai.
"Eughhhhhhh!!"terdengar suara lenguhan dari Alan yang terganggu dengan suara Jenderal Yousef.
"Bangunkan adik dan saudaramu yang lain, kita hampir sampai!!"kata Jenderal Yousef.
"Baik, Uncle!!"sahut Alan.
Alan pun membangunkan saudaranya yang lain.
"Baby ayo bangun kita hampir sampai"
"Bang Alden bangun!!"
"Rey.....ayo bangun!!"
Akhirnya mereka bangun dan bersiap-siap untuk menjalankan misi mereka.
"Kita akan mendarat di atas permukaan laut, dari pesawat kalian akan berenang menuju Cano island. Waktu kalian untuk membebaskan tawanan hanya 30 menit, lewat dari itu kami terpaksa meninggalkan kalian dan usahakan jangan membuat keributan karena kalian kalah jumlah."jelas Jendral Yousef.
"Baik, Jendral!!"sahut mereka bersamaan.
"Baik, bersiaplah!!"titah Jendral Yousef.
Mereka bersiap untuk turun dari pesawat. Satu persatu mereka meninggalkan pesawat hingga tersisa Kai dan Jendral Yousef.
"Kembalilah dengan selamat, jangan membuatku terkena serangan jantung lagi!!"omel Jendral Yousef memeluk Kai.
"Tenang saja Uncle, malaikat maut tidak mau berteman denganku!!"canda Kai.
"Bagus kalau seperti itu!!"jawab Jendral Yousef.
Kai segera melompat turun dan bergabung dengan yang lainnya. Mereka mulai berenang menuju Cano island. Setelah sampai di Cano island mereka segera menyiapkan segala peralatannya. Jo, Rey dan Chayden mulai meretas sistem keamanan dan pengamanan di pulau itu.
"Sudah, waktu kalian 15 menit!!"ujar Jo.
Mereka mulai memasuki area bangunan yang mirip dengan benteng itu. Satu persatu anggota dari lawan mereka tumbangkan, dengan bantuan Eagle Eye mereka bisa cepat mendeteksi keberadaan putra Mr Tom.
"Dia ada di lantai dua, kita berpencar 5 menit lagi berkumpul di sini!!"ujar Kai.
Mereka bergerak dengan cepat, namun tetap berusaha agar tidak menimbulkan kegaduhan yang dapat mengagetkan para penjaga. Alan dengan cepat dapat menemukan keberadaan putra Mr Tom.
"Kau siapa??"tanya remaja laki-laki yang mungkin seumuran dengan Alan itu.
__ADS_1
"Jangan takut, kami dikirim Mr Tom!!"ujar Alan.
"Apa kau tidak berbohong?"tanya remaja laki-laki itu lagi.
"Jangan membuang waktu, atau kita akan tertangkap!!"jawab Alan.
Remaja laki-laki itu mengikuti langkah kaki Alan untuk keluar dari ruang yang telah ia tempati hampir sebulan itu.
Semuanya telah berkumpul tinggal Kai dan Benjiro yang belum sampai.
Sedangkan Kai dan Benjiro naik ke lantai tiga.
Kai memperhatikan sebuah ruangan yang sepertinya sedang berisi beberapa orang. Kai mengintip dari balik jendela, Benjiro yang menyadari sang adik tidak berada di belakangnya segera kembali ke tempat awal mereka masuk dan benar adiknya sedang melihat sesuatu.
"Imouto-san, ada apa??'tanya Benjiro
Kai menunjuk ke dalam ruangan yang sedang ia intai. Benjiro pun memperhatikan dengan seksama, pandangan Benjiro teralihkan pada gelang yang dipakai laki-laki oleh laki-laki yang membelakangi mereka.
Nafas Benjiro memburu, ia bersiap ingin menerobos masuk namun ditahan oleh Kai dengan gelengan.
"Ini kesempatan kita untuk membunuhnya, imouto-san. Ada apa denganmu, apa kau lupa laki-laki itu yang membuatmu kehilangan Daddy??"bentak Benjiro.
"Kai tau Kak, namun kita sedang dalam misi jangan mengacaukannya. Dan jangan sampai memakan korban dari pihak kita apalagi putra Mr Tom. Kita akan susun rencana untuk menghancurkannya. Sekarang kita sudah tau kalau orang itu bagian dari BLACK COBRA!!"jelas Kai pada sang Kakak.
"Tapi apa kau akan melepaskannya begitu saja??"tanya Benjiro pada sang adik.
"Kali ini kita hanya memberi peringatan, namun Kai pastikan laki-laki itu akan mati di tangan seorang Yamaguchi!!"tegas Kai pada sang Kakak.
Benjiro mengerti dengan penjelasan sang adik, benar jangan sampai mereka membahayakan nyawa orang yang akan mereka selamatkan atau pun pihak mereka sendiri.
"Ayo kita ke bawah!!"ajak Kai pada sang Kakak.
Benjiro pun mengikuti langkah sang adik. Mereka berhasil menyelamatkan putra Mr Tom. Mereka segera kembali ke titik pertama.
"Bagaimana??"tanya Kai.
"Paket sudah diamankan, ayo kita segera ke pesawat waktu kita hanya sepuluh menit lagi!!"kata Jo menutup laptopnya.
Mereka memberikan life jacket pada putra Mr Tom, dan kembali berenang menuju pesawat. Setelah semuanya naik ke pesawat, Kai memberi aba-aba pada pilot untuk segera berangkat.
Kai membuka laptopnya, ia mulai mengendalikan pesawat pengebom yang baru ia buat.
Dengan lihai di mulai meledakkan satu persatu bagian dari benteng tempat penyekapan putra Mr Tom tadi. Para penjaga di benteng itu panik, karena mereka tidak menemukan apapun selain ledakan di beberapa titik. Sedangkan laki-laki yang tadi dilihat Kai memaki-maki orang yang telah menghancurkan tempat persembunyian miliknya itu.
Tanpa ia sadari tawanannya telah dibawa pergi oleh Hurricane Hunter.
Kai lalu menutup laptopnya, kemudian memejamkan mata sejenak. Bohong saat ini kalau hatinya baik-baik saja. Ia amat sangat ingin membunuh laki-laki tadi namun Kai memperhitungkan tingkat kegagalannya karena mereka kalah jumlah ditambah para Kakak Kai baru terjun di dunia itu. Ia tidak ingin egois dan tidak ingin salah seorang Kakaknya terluka karena keegoisannya.
__ADS_1
"Terima kasih karena sudah menyelamatkanku!!"ujar laki-laki itu pada Kai dan saudara-saudaranya.
"Jangan berterima kasih, ini hanya hubungan bisnis!!"sahut Benjiro.
"Tapi bagaimana pun aku tetap berterima kasih pada kalian!!"tekannya.
Ke sebelas bersaudara itu telah mengganti pakaian namun mereka masih menggunakan masker untuk menutupi identitas mereka.
"Kalian sebenarnya siapa?? Kulihat usia kita hampir sama??"tanya putra Mr Tom.
"Kami Hurricane Hunter, kami disewa oleh ayahmu untuk menyelamatkanmu!!"jawab Jo sekenanya.
"Ok, baiklah. Namaku Peter!!"sahutnya memperkenalkan diri.
Namun tidak ada jawaban dari mulut ke sebelas orang itu.
Sementara itu di benteng tadi.......
"Tuan, tawanan kita hilang!!"lapor salah satu penjaga pada Bosnya.
"Sial.......!!"
"Bughhhhh"
"Bughhhhh"
"Kenapa kalian jadi bodoh begini, menjaga satu anak kecil saja kalian tidak becus. Aghhhhhhhhh......,.sialan! Cepat cari anak itu!!"bentak laki-laki yang sudah kalap itu.
"Siapa lagi ini yang berani main-main denganku!!"gumam laki-laki itu melonggarkan dasinya.
Sementara itu, para Kakak Kai merasakan perubahan pada Kai dan Benjiro sejak mereka kembali ke pesawat tadi. Ada apa dengan mereka??
"Ben, ada apa??"tanya Chayden.
Benjiro hanya menunduk berusaha menguasai emosinya. Sedangkan Kai menatap kosong ke depan.
"Ben, kau dengar aku, ada apa dengan kalian berdua??"kali ini Chayden bertanya dengan nada yang lebih tinggi.
"Kami menemukan pembunuh, Daddy Max!!"sahut Benjiro.
Mereka pun terdiam mendengar perkataan Benjiro.
"Lalu....!!"tanya Alan.
"Aku ingin menghabisi laki-laki itu, namun dicegah oleh imouto-san, dia tidak ingin membahayakan keselamatan kita dan misi yang sedang kita jalani."jawab Benjiro.
"Greb"
__ADS_1
Alden segera memeluk sang adik, untuk memberinya kekuatan.
Kai menangis tanpa suara di pelukan Alden, Alden yang merasakan bahunya basah membiarkan sang adik melepaskan segala emosinya terlebih dahulu. Alden paham tidak mudah untuk berada di posisi Kai saat ini, tapi ia bangga dengan sikap sang adik yang tidak mementingkan keegoisannya. Tak lama Kai pun tertidur karena sudah lelah menangis.