
Mobil yang membawa Kai dan Brandon memasuki area mansion. Kai kembali merengek minta digendong oleh sang Kakak.
Brandon selalu dengan senang hati melakukan apa pun yang berkaitan dengan adiknya yang satu ini.
Ketika memasuki mansion ruang keluarga terlihat sepi, mungkin masih di dalam kamar pikir Kai.
"Kak, kok sepi ya??"tanya Kai memperhatikan sekeliling.
"Iya, tumben!!"jawab Brandon merasa ada keanehan dengan keadaan mansion yang mendadak sepi.
"Baby ....."terdengar suara seseorang memanggil Kai tapi suara itu terdengar familiar di telinga Kai.
Kai turun dari gendongan Brandon, penasaran dengan suara yang tadi memanggilnya.
"Orangnya mana ya, tadi suaranya berasal dari sini!!"gumam Kai.
Brandon pun menatap sekeliling mencari orang yang tadi memanggil Kai.
"Don't you miss me, Baby??"lagi terdengar suara itu.
"Kayak suara......."Kai segera menuju ruang makan.
"Aaaaa Kakak Kai kangen!!!!!!"teriak Kai melihat sang Kakak duduk manis di salah satu kursi di meja makan dan segera berhamburan ke pelukan sang Kakak.
"Kak, apakah kau sudah sembuh??"tanya Brandon melihat sang Kakak yang sudah satu bulan lebih tidak bertemu dengannya.
"Like you see, Little Bro dan semuanya berkat kesayangan Kakak ini!!"ujarnya mempererat pelukannya pada sang adik.
Semuanya anggota keluarga keluar dan duduk di kursi masing-masing.
"Apa Baby tidak rindu Mommy??"tanya Mommy Fanny pada sang putri.
"Aaaaa kangen Mommy"kata Kai beralih memeluk sang Mommy.
"Daddy???"Daddy Aldric pun tak ingin ketinggalan.
"Daddy nggak usah kan baru ketemu beberapa saat lalu!!"kata Kai mencebikan bibir.
"Kenapa pulang telat, sayang??"tanya Daddy Aldric menaikkan Kai ke pangkuannya.
"Hmmmm tadi habis nganterin ayah teman Kai ke rumah sakit ehh ketiduran di ruang kerja Kak B!!'jelas Kai.
"Sekarang kalian berdua bersih-bersih dulu kemudian kita makan malam!!"suruh Oma Emma pada kedua cucunya.
"Baik, Oma."sahut keduanya.
"Kak, gendong!!"rengek Kai lagi.
Brandon hanya bisa menggelengkan kepala melayani rengekan sang adik sejak tadi.
"Ayo"kata Brandon jongkok agar Kai segera naik ke punggungnya.
"Hmmmm mode manja on!!!"ujar Jo dan terdengar kekehan dari keluarga yang lain.
"Aku heran dengan Baby!!"ujar Alan.
"Kenapa??"tanya Opa Lucifer penasaran.
"Teman yang dia tolong itu Opa, tadi di sekolah sudah memfitnahnya. Tapi sekarang malah ia tolong!!"jelas Alan.
"Difitnah bagaimana boy??"tanya Papa Arthur mulai mengeluarkan aura dinginnya.
__ADS_1
Alan menceritakan semua kejadian yang terjadi di kantin sekolah tadi siang dibantu saudaranya yang lain secara detail.
"Apa??"bentak Opa Matius tidak terima cucunya diterima seperti itu.
"Hooo ada apa ini??"tanya Kai yang baru saja turun dari kamarnya bersama Brandon.
"Baby kenapa kau masih mau menolong orang yang telah berbuat seperti itu kepadamu.??"tanya Papa Arthur.
"Pa, dia bukan biang kerok dari masalah tadi siang. Tapi gadis dari keluarga Alexander dan Watanabe yang menjadi biang rusuhnya!!'jelas Kai.
"Tapi setidaknya Baby, kau harus memberi peringatan padanya, agar hal itu tidak terulang lagi!!"tegas Daddy Aldric tidak terima putrinya melepas orang yang telah memfitnahnya.
"Dad, dia melakukan itu karena dijanjikan sejumlah uang untuk pengobatan ayahnya. Jika Kai di posisinya mungkin Kai akan melakukan hal yang sama. Memang caranya salah, tapi setelah tadi Kai melihat kondisi ayahnya Kai yakin ia pun terpaksa melakukan itu. Jika saja tadi kami terlambat sedikit saja membawa ayahnya ke rumah sakit Kai yakin saat ini ia sudah menyandang status anak yatim!!"jelas Kai.
"Baby benar Dad, aku pun tadi saat mendengar hal itu sempat merasa kesal dengan gadis tersebut. Tapi setelah melihat kondisi kesehatan ayahnya dan juga reaksi dari ibunya aku yakin dia memang terpaksa melakukannya. Aku bangga dengan adikku yang mampu memilah antara masalah pribadi dan masalah kemanusiaan!!"puji Brandon pada sang adik.
"Opa bangga denganmu Baby!!"ujar Opa Matius.
"Lalu bagaimana sekarang keadaan orang tua dari gadis itu??"tanya Oma Emma.
"Operasinya berjalan lancar, saat kami tinggal tadi dia masih belum sadar karena pengaruh bius!!"jelas Brandon.
"Kita makan malam dulu, nanti kita lanjutkan lagi obrolannya!!"titah Oma Emma.
Semua anggota keluarga makan malam dengan tenang. Usai makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga.
"Bagaimana perkembangan kesehatan Kakak??"tanya Kai pada Ace.
"Sangat baik, Baby!!"jawab Ace tersenyum.
"Syukurlah!!"jawab Kai.
"Kau benar Ben, kita jangan sampai kecolongan lagi.!!"tambah Alden.
"Untuk para Mommy Kai akan menempatkan Shadow dari GOLDEN GLADIOL bersama mereka!!'kata Kai memainkan handphonenya.
"Dan para Daddy akan selalu ditemani sopir dari Bloody the Brontes.!!"tambah Kai.
"Apa perbedaan mereka Baby??"tanya Opa Lucifer.
"Shadow akan bergerak tanpa terlihat di depan musuh jadi mereka akan menganggap kita tidak memberi pengawalan pada para Mommy. Jadi mereka akan menganggap enteng para Mommy. Sedangkan para Bloody dilatih untuk bertempur secara brutal. Dan itu juga akan membuat seolah tidak ada pengkhianat di dalam Zeus, musuh yang melihat akan bingung dengan mata-mata mereka sendiri. Para Bloody akan menggantikan supir para Daddy dan memakai topeng wajah mereka yang telah dipersiapkan oleh pilar Biotech."jelas Kai.
"Lalu apa yang akan kita lakukan pada supir-supir itu??"tanya Chayton penasaran.
"Bagaimana kalau sedikit bermain??"seringai Kai pada Kakaknya.
"With pleasure, Baby/imouto-san.!!"sahut mereka.
"Kau benar-benar licik Baby!!"ujar Papi Jason.
"Mulai sekarang Kai tidak akan membiarkan satu pun anggota keluarga kita terluka apalagi sampai meninggal. Kai pun sudah sepenuhnya menyatu dengan Anos. Tidak ada ampun lagi. Biarkan Anos bersenang-senang kali ini"ujar Kai.
"Dan kami pun akan segera menyelesaikan pembersihan di Zeus karena saat ini kita sudah lengkap!!'kata Papi Dixon.
"Satu lagi, Kak Ace sebaiknya mulai sekarang Kakak harus sedikit berakting!!"kata Kai dengan alis terangkat sebelah.
"Maksudmu Baby??"tanya Papa Arthur tidak paham.
"Kakak harus berakting lumpuh dan menggunakan kursi roda, itu akan membuat musuh memandang remeh Kakak. Menarik bukan jika musuh mendapat kejutan nanti??"kata Kai dengan demond smilenya.
"The trully devil!!"pekik Daichi.
__ADS_1
"Dan jangan sekalipun melepas kalung, dan cincin yang Kai berikan. Untuk berjaga di keadaan urgent!!"kata Kai.
Tiba-tiba handphone Kai berdering......
"Ya"
"..........."
"Hufffff ya gue ingat Bang bawel Lo!!"
".........."
"Ck, tega banget Ama adeknya"
"........."
"Iya...iya"
Kai pun memutuskan sambungan telepon itu.
"Kenapa Baby??"tanya Opa Lucifer mengerutkan keningnya.
"Mulai besok Kai harus pergi ke perusahaan Opa"keluh Kai.
"Apa harus Baby??"tanya Mommy Fanny kasihan jika putrinya akan kelelahan karena terlalu banyak aktifitas.
"Jika tidak mereka akan libur berjamaah Mom!!"kesal Kai.
"Apa Baby mau Kakak bantu??"tanya Edward.
"Hmmmm sepertinya sedikit bantuan tidak apa-apa Kak, mereka toh tidak akan tau jika semua berkasnya Kai bawa ke mansion!!"seringai Kai.
"Curang!!"ujar Jo.
"Abang mau Kai sakit??"tanya Kai memelas.
Semua yang hadir malah menjadi gemas melihat aksi memelas Kai pada Jo.
"Kau curang Baby, selalu memakai jurus andalanmu!!"kata Jo menoel-noel pipi sang adik.
"Jika Abang-abang tersayang mau membantu Kai, Kai akan berikan jatah saham di perusahaan, bagaimana??tanya Kai membujuk Kakak-kakaknya.
"Benarkah??"tanya Daichi dan Jo bersemangat.
"Tentu Kai akan berikan 20% saham untuk tiap orang yang membantu masing-masing satu perusahaan, bagaimana deal??"kata Kai menjulurkan tangan pada Kakak-kakaknya.
"Deal"sahut mereka bertujuh.
"Baby, kau curang lalu siapa yang akan mengurus perusahaan kami??"tanya Daddy Aldric dan Papi Jason bersamaan.
"Hmmmm kita akan kelola bersama. Kita akan membangun Megalodon milik Owen!!"ujar Kai.
"Megalodon??"beo para Mommy.
"Iya Mom, seperti semua perusahaan Kai yang dipusatkan pada perusahaan induk yang kami sebut Megalodon. Kami membatasi investor masuk ke perusahaan anak, dan kami berusaha menjadi investor tertinggi di perusahaan lawan dengan begitu akan mudah untuk mengakuisisinya. Jika mereka macam-macam. So, semua sumber dana, bahan dan alat produksi Megalodon yang mengaturnya. Double strike bukan??"kata Kai.
"Jadi mau tidak mau perusahaan lawan harus menggunakan bahan dan alat dari perusahaan induk, dan keuntungan yang kita dapat pun berlipat ganda. Sebenarnya jika perusahaan yang bekerjasama adalah perusahaan yang bersih maka keuntungan yang mereka dapat pun sangat besar. Jadi itu lah gunanya perusahaan cabang sebagai penyedia bahan dan alat."tambah Kai.
"Otak uang!!"kata Brandon.
"He....he...."cengir Jo.
__ADS_1