Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Pagi yang Menggemparkan


__ADS_3

Pagi datang dengan sinar matahari yang tersenyum cerah. Namun aura kegelapan malah menghampiri mansion the Owen. Kediaman the Owen gempar karena Daddy Aldric yang ditemukan tidur di kamar Aunty Elizabeth. Mommy Fanny yang menyaksikan hal itu serasa tidak percaya melihat sang suami yang sudah tidak memakai sehelai benang pun di tubuhnya. Dadanya terasa sesak, nafasnya memburu lelehan kristal meluncur dari mata cantik milik Mommy Fanny. Papa Arthur sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya, ia segera menarik Dady Aldric dari ranjang king size itu dan memberikan pukulan maut di perutnya. Dady Aldric limbung dan kembali terjatuh di lantai. Dady Aldric masih bingung dengan apa yang terjadi. Kenapa semua orang memasuki kamarnya??? Pikirnya, Dan kenapa tiba-tiba sang Kakak memukulinya dengan membabi buta.


"Kak Arthur cukup Kak!!!"cegah Papi Dixon.


Anggota keluarga yang lain menatap tidak percaya apa yang telah diperbuat oleh Dady Aldric dengan Aunty Elizabeth. Sedangkan Aunty Elizabeth memasang wajah memelas mengharap rasa kasihan di depan keluarga the Owen.


Setelah merasa cukup stabil Dady Aldric, Dady Aldric memasang pakaiannya dan melihat pada semua anggota keluarganya.


"Kenapa Kakak tiba-tiba memukulku??"tanya Dady Aldric heran.


"Kau lupa atau berpura-pura lupa Aldric"bentak Papa Jacob menatap tajam pada Dady Aldric.


"Maksud Kak Jacob apa, aku tidak paham!"sahut Dady Aldric.


"Apa yang kau lakukan semalam dengan Elizabeth, Al???"tanya Opa Lucifer dengan wajah datar.


"Aku tidak melakukan apa-apa Dad, aku tidur di kamarku. Ada apa dengan kalian??"kesal Dady Aldric mengusap kasar wajahnya dia masih beranggapan jika dia tidur di kamarnya.


"Lalu kenapa kau bisa tidur di kamar Elizabeth, Al???"tanya Opa Lucifer lagi.


"Dady jangan mengada-ada, aku tidak tidur di kamar Elizabeth, aku tidur di kamarku bersama Fanny, iya kan honey??"tanya Dady Aldric pada Mommy Fanny.


Mommy Fanny masih menangis sesenggukan diantara Mama Silvia dan Mami Harlin.


"Al, kau sangat keterlaluan. Jika kau ingin melakukan hal menjijikan seperti itu, setidaknya jangan lakukan di mansion ini. Ingat anak-anakmu semuanya masih berusia remaja menjelang dewasa dan masih ada Baby yang masih sangat polos. Gunakan otakmu Al!!!"bentak Papa Jacob geram dengan ulah adiknya.


"Astaga ada apa dengan kalian?? Memangnya apa yang aku lakukan dengan Elizabeth???"tanya Dady Aldric geram.


"Dad kau tidur dengan Aunty Elizabeth"jawab Ace kesal.


"Apa?? Kau sudah gila Ace, Dady tidak mungkin melakukan itu!!!"protes Dady Aldric yang tidak terima dengan tuduhan sang putra.


"Buktinya tadi kami menemukan Dady di kamar Aunty Elizabeth dan dalam keadaan tidak berpakaian sama sekali."terang Ace dengan tatapan sinis pada sang Dady.


"Ngga itu ngga benar, aku tidak segila itu"bantah Dady Aldric yang merasa tidak pernah melakukan persetubuhan dengan Aunty Elizabeth.


"Sudahlah Al, kita memang melakukan itu semalam"ujar Aunty Elizabeth tanpa ada raut bersalah di wajahnya.


"Kau pikir aku gila mau melakukan hal menjijikan itu denganmu??"bentak Dady Aldric pada Aunty Elizabeth.


"Jika tidak percaya, lihat saja cctv benar tidak kau masuk ke kamarku"jawab Aunty Elizabeth tidak mau kalah.


"Kau keterlaluan Al, apa kau lupa Baby belum sadar hingga sekarang?? Kenapa kau lakukan hal gila ini padaku Al???"tanya Mommy Fanny mengepalkan tangan.

__ADS_1


"Plaaaaaak"


Wajah Aunty Elizabeth tertoleh ke arah kanan karena mendapat tamparan keras dari Mommy Fanny.


"Dan kau Elizabeth, tega sekali kau berbuat ini padaku. Kenapa kau hancurkan rumah tanggaku??"ucap Mommy Fanny yang meluruh ke lantai. Ia sungguh tidak siap menghadapi kenyataan ini. Di saat sang putri masih berjuang antara hidup dan mati, suaminya malah berbuat gila dengan temannya.


"Mau bagaimana lagi Fanny suamimu yang datang ke kamarku"jawab Aunty Elizabeth tanpa rasa bersalah.


"Apa kau tidak bisa menolaknya?? Kenapa kau malah melayaninya???"teriak Mommy Fanny pada Aunty Elizabeth.


"Siapa yang bisa menolak pesona suamimu Fanny??"tanya Aunty Elizabeth yang memberikan senyum mengejek pada Mommy Fanny.


Mama Silvia dan Mami Harlin segera membantu Mommy Fanny untuk duduk agar bisa menenangkan pikiran.


"Al, kau harus menikahiku Al!!"rengek Aunty Elizabeth tidak tau malu.


"Aku tidak melakukan apapun padamu, kenapa aku harus menikahimu. Dasar wanita sinting!!"sarkas Dady Aldric.


"Uncle Aldric, hanya mau enaknya saja tapi tidak mau bertanggung jawab. Dasar laki-laki pengecut"ledek Ghina.


"Plaaaaaak"


"Jaga mulutmu Nona Muda"ucap Mami Harlin yang kelewat kesal dengan Ghina.


"Kau beruntung Baby tidak di sini. Jika tidak kau akan habis oleh putriku"desis Mama Silvia yang sukses membuat Ghina kicep.


"Kau pasti menjebakku bukan??"tanya Dady Aldric menatap tajam pada Aunty Elizabeth.


"Kenapa kau berkata begitu?? Kau tidak percaya padaku??"tanya Aunty Elizabeth dengan raut wajah sedikit memucat.


"Aku yakin kau memasukkan sesuatu ke dalam tehku semalam kan???"tanya Dady Aldric penuh penekanan.


"Aku tidak mengerti maksudmu Al, aku cuma ingin satu hal kau harus menikahimu. Bagaimana jika nanti aku hamil anakmu??"tanya Aunty Elizabeth dengan nada memelas.


"Aku tidak peduli, karena aku tidak melakukan apa pun padamu. Dan aku tidak akan pernah menikahimu. Camkan itu"ucap Dady Aldric kasar.


"Uncle Lucifer bagaiman ini, Al tidak mau bertanggung jawab dengan apa yang telah ia lakukan padaku...hiks ..hiks....hiks"ujar Aunty Elizabeth mulai mengeluarkan air mata kadalnya.


"Kak Mat kepalaku pusing."adu Opa Lucifer pada sang Kakak, Opa Matius.


"Jika Dady menikahi wanita ini aku akan membawa Mommy dan adik-adikku keluar dari mansion ini. Aku akan pergi ke mansion Adler."sanggah Ace yang jengah dengan drama murahan itu.


"Tidak Ace, kau tidak bisa melakukan itu pada Dady. Dady tidak bisa jauh dari kalian"ucap Dady Aldric panik, karena jika Ace yang mengeluarkan kata-kata itu dari bibir manisnya maka itulah yang akan terjadi.

__ADS_1


"Jika kau tidak menikahiku, maka nama besar keluarga the Owen akan hancur Al"ujar Aunty Elizabeth memprovokasi Dady Aldric.


"Aku tidak peduli, aku tidak akan mau dipisahkan dari keluargaku. Lagi pula paling yang terlihat di cctv hanya saat aku masuk ke kamarmu. Bukan saat di dalam kamarmu. Ntah bagaimana aku bisa tidak ingat yang aku lakukan???"kesal Dady Aldric pada dirinya sendiri.


"Baiklah jika kau tidak ingin menikahiku, maka bersiaplah mengucapkan selamat tinggal pada putri tersayangmu!!"ancam Aunty Elizabeth tersenyum smirk.


"Apa maksudmu Elizabeth??"tanya Mommy Fanny tidak paham.


"Begini...jika Aldric menolak menikahiku, maka racun yang ada di dalam tubuh putrimu secara perlahan akan merenggut nyawanya. Karena penawar racun itu ada padaku"ujar Aunty Elizabeth.


"J*l*Ng si*l*n kau yang telah meracuni adikku"murka Benjiro yang berusaha menggapai Aunty Elizabeth.


"Benjiro, tahan!!"ucap Opa Matius mencob menenangkan sang cucu.


"Tapi Opa, dia telah mencelakai imouto-san, aku tidak terima Opa"bantah Benjiro pada Opa Matius.


"Opa paham Ben, sekarang kita cari solusinya"ujar Opa Matius dan Benjiro pun terduduk lemas di samping Jo. Jo segera menenangkan Benjiro dengan menepuk bahunya.


"Al, bagaimana ini. Nyawa Baby dalam bahaya"ujar Mommy Fanny sendu.


"Baiklah sialan, aku akan menikahimu"ujar Dady Aldric dan mendapat penolakan dari semua keluarga besarnya.


"Tidak Al/Dady"


"Lalu aku harus bagaimana?? Putriku sedang berjuang di sana."ucap Dady Aldric dengan air mata yang mulai meleleh di pipinya.


"Keputusan bagus Al, dan kalian jangan coba-coba untuk melakukan hal yang lain di belakangku. Karena aku akan menyuruh anak buahku untuk menghancurkan penawar itu"titah Aunty Elizabeth pada keluarga Owen's.


"Kau benar-benar wanita ular, j*l*ng"sarkas Mama Silvia.


"Jangan kasar calon Kakak ipar"ujar aunty Elizabeth mengejek Mama Silvia.


"Cuih, aku tidak akan pernah Sudi memiliki adik ipar sepertimu"bantah Mama Silvia dengan mata nyalang menatap Aunty Elizabeth.


"Baiklah Al sayang, besok kita akan menikah semua sudah dipersiapkan bawahanku"kata Aunty Elizabeth berdiri ingin meninggalkan ruang keluarga.


"Elizabeth berikan penawarnya sekarang!!"kata Dady Aldric.


"No Al, setelah esok kita sah baru aku akan memberikan penawar itu"ucapnya melenggang pergi bersama Ghina.


"Shiiiiit"


Sekarang mereka semua sadar dengan tujuan utama dari Elizabeth.

__ADS_1


__ADS_2