Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Kepanikan Kim Family


__ADS_3

Di sebuah mansion......


"Sayang perasaanku tidak enak dari tadi, aku terus memikirkan Singa Kecilku".ucap seorang wanita pada suaminya.


"Ya aku pun merasa ada yang tidak beres dengan putriku, apa kita sebaiknya datang saja menemuinya??"tanya sang suami.


"Apa tidak sebaiknya kita hubungi dahulu, kau kan tau ia kadang tidak selalu ada di mansion ya!!"usul sang istri pada suaminya.


"Kau benar jangan seperti kejadian yang sudah-sudah, kita datang dia malah asyik dengan travelingnya"sahut sang suami mengiyakan.


Kemudian laki-laki itu mengeluarkan benda pipih dari sakunya. Kemudian mencari kontak sang putri dan menghubunginya.


"Hallo Kesayangan Appa???"sapa laki-laki itu pada orang yang ia telepon.


"............."


"Apa, kamu siapa???"tanya laki-laki itu.


"............"


"Oh ...bisa saya bicara dengan putri saya??"tanya laki-laki itu lagi.


"..........."


"Kamu jangan bercanda, kalian dimana sekarang??"tanya laki-laki itu berubah panik.


"........."


"Baik, saya akan ke sana!!!"ujarnya dan memutus panggilan.


"Sayang, bawa penawar racunmu kita akan berangkat ke Meksiko sekarang!!!!"titah sang suami pada istrinya.

__ADS_1


"Ada apa, kenapa kau tiba-tiba jadi panik begini sayang??"tanya sang istri ikut panik melihat perubahan mendadak sang suami.


"Ikut saja sayang, nanti aku jelaskan di pesawat!!!."titahnya.


"Lim siapkan pesawatku sekarang, kita berangkat ke Meksiko sekarang!!"perintahnya pada Lim.


Mendengar teriakan Tuan Kim dua orang anak seusia Ace datang menghampiri mereka.


"Appa ada apa?? Kenapa kalian terlihat panik begini??"tanya anak yang perempuan.


"Appa dan Eomma akan berangkat ke Meksiko sekarang.!!"jawabnya singkat.


"Ada apa??"tanya gadis itu lagi.


"Jika ingin ikut cepat berkemas, Appa akan jelaskan di pesawat!!"ujar Tuan Kim pada putrinya.


"Baik, Tuan"jawab Lim dan segera mempersiapkan segala kebutuhan Tuannya untuk berangkat.


Mereka pun telah siap dan segera menuju lapangan terbang yang berada tidak jauh dari mansion keluarga Kim.


"Sebenarnya ada apa sayang, apa yang akan kita lakukan di Meksiko??"tanya Nyonya Ae Ri cemas.


"Putri kita, dia terkena peluru beracun dan waktu untuk menemukan penawarnya hanya hingga esok hari. Kita harus bergegas sayang, jangan sampai hal buruk terjadi pada Singa kecil kita"papar tuan Kim pada sang istri.


"Ternyata ini yang membuat perasaanku tidak tenang dari kemarin. Putriku sedang dalam bahaya. Apa yang dilakukan Singa kecil itu di Meksiko??"tanya Nyonya Ae Ri.


"Apa?? Singa kecilku terluka, kenapa Appa baru bilang sekarang??"bentak gadis yang sedari tadi penasaran dengan apa yang terjadi.


"Noona tenanglah dulu, dengarkan penjelasan Appa dulu"ujar sang adik mencoba menenangkan sang Kakak.


"Appa pun baru mendapatkan kabar itu sekarang, itu pun kalau bukan Eommamu yang bersikeras untuk menelpon adikmu. Jika tidak kita tidak akan tau bagaimana keadaan adik kalian."jelas Tuan Kim pada kedua anaknya.

__ADS_1


"Siapa yang berani macam-macam dengan yeodongsaeng??"tanya adik laki-laki dari gadis itu.


"Singa kecil ke Meksiko menolong klan Yamaguchi yang digempur habis-habisan oleh tiga klan. Dan tujuan utamanya ke sana menyelamatkan pamannya. Itu berita yang Appa dengar. Sepertinya ini perbuatan salah satu klan itu."ujar Tuan Kim pada sang putra.


"Baiklah Noona, sepertinya aku akan berolah raga di sana. Aku tidak akan membiarkan mereka tenang setelah ini. Dan Noona siapkan racun terbaikmu!!"titah sang adik pada Kakaknya dan dibalas seringai mengerikan oleh sang Kakak. Kedua bersaudara Kim itu sangat menyayangi Singa kecil mereka, Kai. Karena mereka tidak bisa lagi memiliki adik. Wajar saja jika mereka marah mendengar sang adik terluka dan apalagi dalam keadaan koma.


Di sisi lain....


Esok siangnya Daddy Aldric telah sampai di Meksiko. Alden menjemput sang Dady dari bandara bersama Sam, karena takut jika hal serupa terjadi lagi. Setelah naik ke mobil Daddy Aldric memberondong Alden dengan berbagai pertanyaan.


"Bagaimana keadaan Baby, Al??"tanya Dady Aldric pada Alden.


"Baby koma Dad, jika penawar racunnya tidak ditemukan maka harapan hidup untuk Baby sangat tipis Dad"ujar Alden dengan kepala menunduk, Sam yang melihat itu segera memegang bahu Alden seolah memberi kekuatan agar tidak larut dalam keadaan adik mereka.


"Dan siapa laki-laki ini??"tanya Daddy Aldric penuh selidik.


"Dia Bang Sam Dad, dia anggota ini dari GOLDEN GLADIOL, dia dan GOLDEN GLADIOL juga yang menolong kami membantai musuh Yamaguchi kemarin."papar Alden pada Daddy Aldric.


"Terima kasih telah menjaga anak-anakku selama berada di sini."ujar Daddy Aldric tulus.


"Sudah menjadi tugas saya Tuan, karena mereka adalah saudara adik saya Kai berarti mereka juga saudara saya."sahut Sam dengan nada tegas. Maklum eks militer.


"Panggil saja saya Daddy, karena anak-anak saya memanggil kamu Abang"ujar Dady Aldric.


Daddy, sebuah panggilan yang telah lama tidak dikeluarkan dari mulut seorang Sam. Panggilan yang sangat ingin ia ucapkan pada sang ayah namun tidak bisa karena sang ayah yang tidak pernah menganggapnya ada.


"Terima kasih Dad"sahut Sam penuh rasa bahagia.


Hampir seluruh inti GOLDEN GLADIOL dari setiap markas, berasal dari jalanan. Mereka anak yang tidak diharapkan, anak yang tidak dianggap dan yang pasti bukan berasal dari keluarga bahagia sejahtera.


Walaupun begitu sikap random dan petakilan seorang Kai bisa merubah mereka menjadi guardian Angel bagi seorang Kai. Usaha Kai dalam merubah jalan hidup mereka, menemani setiap langkah perubahan hidup mereka serta suport baik moril maupun materiil membuat mereka begitu bergantung pada bocah perempuan berumur 14 tahun itu. Kai sendiri merasakan bagaimana rasanya besar tanpa didampingi orang meskipun lebih beruntung karena memiliki Uncle Twins, dan orang tua angkat yang sangat menyayanginya. Oleh karena itu Kai pun membagikan kasih sayang itu pada setiap inti GOLDEN GLADIOL. Walaupun dalam perjalanannya merubah kebiasaan seseorang sangatlah sulit namun Kai membuktikan bahwa usaha yang keras tidak membohongi hasil. Sekarang semua inti GOLDEN GLADIOL bahkan seluruh anggotanya hidup lebih baik, pendidikan yang lebih baik serta pekerjaan yang lebih baik karena ditampung langsung di perusahaan milik Kai hal yang dahulu jangankan untuk dicapai bahkan untuk menjadi impian pun rasanya mustahil.

__ADS_1


Serta sifat kepemimpinan Kai yang berbeda dari ketua klan lainnya. Walaupun ia ketua dari sebuah klan no.1 namun Kai bukanlah seorang ketua yang gila hormat. Bahkan ia tidak mengijinkan mereka memanggilnya dengan sebutan ketua atau pemimpin karena ia sadar usianya masih amat sangat muda.


Jadi wajar saja keadaan yang seperti ini sangat mengkhawatirkan bagi orang-orang disekelilingnya.


__ADS_2