
Matahari bersinar begitu cerah, tapi tidak dengan aura mansion the Owen saat ini. Ini menjadi masa yang suram dan gelap dalam sejarah keluarga Owen's.
Siang ini jenazah Papa Lexi a.k.a Papa Jacob akan tiba dikediaman the Owen. Opa Matius terlihat begitu shock dan terpukul begitupun dengan para Dady keluarga Owen's. Jam satu siang jenazah Papa Lexi a.k.a Papa Jacob pun sampai di mansion. Tangis Opa Matius tidak terbendung lagi. Ia memeluk erat peti jenazah sang putra. Opa Lucifer berusaha untuk menenangkan sang Kakak.
"Kak, kau harus kuat kita akan membalas rasa sakit ini"ujar Opa Lucifer menguatkan sang Kakak.
"Apa dia tidak menyayangiku Lu??? Dia pergi tanpa pamit padaku"oceh Opa Matius disela tangisannya dan terus memeluk peti jenazah Papa Jacob.
Sementara itu di kamar mandi sebuah kamar....
"How do yo do Pa?"tanya gadis itu.
"Much better Little Bee, i Miss you so much. Does your plan succes?"tanya pria yang dihubungi gadis itu.
"As your wish Pa, i hope you're not late for your part Pa and i'm glad your memory came back"ujar gadis itu menyeringai iblis.
"Ok, see you soon Little Bee"
"Yeah Pa"ucap gadis itu memutus sambungan telepon.
Bibir gadis itu menampilkan senyum miring yang memiliki banyak arti.
Keluarga mengantarkan jenazah Papa Jacob menuju peristirahatan terakhirnya. Langkah kaki yang berat dan air mata yang terus berurai menemani mereka menuju pemakaman Papa Jacob. Terlihat ketidak relaan dalam tatapan mereka ketika peti jenazah mulai dikuburkan. Seseorang yang menghilang tanpa ada kabar berita kini berada dihadapan mereka namun sayang hanya raganya saja.
Proses pemakaman telah selesai dilakukan. Semua anggota keluarga kembali ke kediaman the Owen dengan wajah sendu.
Kai hanya terduduk memandangi Opa Matius yang sedari tadi hanya diam selepas pulang dari pemakaman. Tidak tau harus berbuat apa dan berkata apa. Begitupun dengan keluarga lainnya. Tapi tidak dengan ketiga wanita yang berbeda umur yang duduk dengan anggun di sudut ruangan. Tidak tampak sama sekali ada rasa kehilangan pada wajah mereka.
Waktu pun bergulir begitu saja. Namun lagi belum ada pergerakan di mansion the Owen. Masih dengan suasana yang sama dan hening. Semua masih bergelut dengan suasana duka. Bahkan makan malam pun terlewat begitu saja. Saat ini semua anggota keluarga duduk di ruang keluarga. Tidak ada yang memulai percakapan. Hening.
Tapi keheningan itu hanya berlangsung sebentar, sebuah suara memecah keheningan di ruangan itu.
"Kalian lihat anak pungut ini membawa sial dalam keluarga kita. Sebaiknya kalian segera mengusirnya dari mansion ini agar kesialan di keluarga ini tidak berlanjut."pancing Oma Rose untuk memprovokasi keluarga lainnya. Para Mommy dan Oma Emma menatap nyalang pada Oma Rose.
"Jaga lidahmu sebelum kucabut dari tempatnya"ujar Opa Lucifer yang sudah tidak bisa menahan amarahnya.
"Apakah kau tidak sadar Lucifer, sejak dia datang banyak masalah yang datang. Dia juga penyebab Giselle terluka seperti ini."imbuh Oma Rose menatap sendu pada Giselle.
__ADS_1
"Jadi Lo mau apa dari gue" tanya Kai to the point pada Oma Rose.
"Baby....."peringat Dady Aldric
"Tunjukkan hormatmu"tambahnya.
Oma Rose yang merasa mendapat pembelaan dari Dady Aldric menjadi tambah bersemangat untuk menyerang Kai.
"Kai menghormati yang patut dihormati Dad, walaupun dia kecil sekalipun dari Kai. Begitu yang Grandpa ajarkan. Semua ada tempatnya."bantah Kai yang mengagetkan semua yang ada di ruangan itu.
"Bukan begitu maksud Dady Baby"sadar sang Dady sudah salah menempatkan perkataan pada sang putri.
"Lo yang harus cabut dari sini, secara Lo ga ada hubungan lagi dengan keluarga ini."ucap Kai dengan senyuman mengejek pada Oma Rose.
"Baby...."kini Opa Matius yang bersuara.
"Kau anak pungut sialan tidak memiliki hak untuk memberi perintah di kediaman ini apalagi untuk mengusir kami."Mama Rosalind berkata dengan nada menyindir.
"Lo pikir gue takut Ama Lo, in your dream"ucap Kai.
"Plaaaaaak"
"Baby....."
"Lo berani Ama nyokap gue??"bentak Giselle.
"Hufffff Lo ga tau siapa gue, jadi jangan ngebacot paham Lo"ucap Kai menunjuk dada Giselle.
"Cukup!!"Opa Matius kembali bersuara dengan lantang.
"Baby minta maaf sekarang!!!!"ucap Opa Matius.
"Tidak Opa"jawab Kai singkat dan berniat meninggalkan ruangan itu.
Beberapa langkah Kai berjalan terasa rambutnya ditarik kebelakang dengan kasar dan pelakunya adalah Mama Rosalind.
"Aghhhhh"
__ADS_1
"Baby......"kali ini Mommy Fanny melepas jambakan tangan Mama Rosalind pada rambut Kai.
"Kamu apa-apaan Rosalind, jauhkan tanganmu dari anakku atau kau akan menyesal!!"hardik Mommy Fanny geram.
"Sebaiknya Lo bertiga jangan dekat-dekat sama gue kalau ga mau kepala Lo lepas dari tempatnya. Paham Lo"ancam Kai dengan netra mata yang sudah menghitam.
"Siapa Lo berani ngatur kita???"ujar Giselle.
"Lo ga usah nyari masalah lagi sama adek gue. Benar kata adek gue Lo ga ada hubungan dengan keluarga ini lagi"ucap Carl yang sudah mulai jengah melihat sang adik selalu terpojok.
"Opa akan mengusir ketiga wanita ini atau kami yang akan angkat kaki dari mansion ini"Ace bersuara dengan aura hitamnya.
"Ace ingat dia Omamu, jadi jaga sikapmu"peringat Opa Lucifer pada cucu sulungnya itu.
"Dia bukan Oma kami Opa, Oma kami hanya Oma Emma dan Oma Sarah istri sah Opa"jelas Ace penuh penekanan.
Para tetua paham cucu mereka tidak menyukai ketiga wanita itu, cuma keluarga itu tidak mungkin melanggar etika keluarga. Mengusir anggota keluarga tanpa ada kesalahan itu adalah hal yang sangat melanggar etika keluarga.
"Baik jika itu keinginan Opa, tapi aku tidak ingin adikku selalu tersudut dan terluka. Maka aku akan membawa adik-adikku keluar dari mansion ini."tegas Ace
"Son jangan terbawa emosi, tidak ada yang akan keluar dari mansion ini"tegas Papa Arthur.
"Tapi Arthur sebaiknya usir saja anak pungut itu, kau lihat masalah yang timbul karena kehadirannya. Bahkan putra sulung mansion ini mampu membantah perkataan para tetua karena membelanya"ucap Oma Rose yang terus memprovokasi keluarga itu.
"Lo hanya sumber masalah di keluarga ini"ucap Giselle menarik rambut Kai ke arah pintu keluar kediaman the Owen.
Alan dan Alen mengejar sang adik dan menampar Giselle.
"Jauhin tangan kotor Lo dari adek gue"ucap Alan dengan tatapan membunuhnya.
"Kakak"
"Alan"
Giselle semakin terbawa emosi dan terus berusaha untuk menyeret Kai untuk keluar dari mansion itu.
"Cukup"
__ADS_1
Sebuah suara dengan deep voice nya terdengar di ruangan itu.
Semua mata mencari arah asal suara itu.