Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Yang Selama ini Kai Cari


__ADS_3

"Bunda, tolongin Putri!!"ujar remaja Putri itu sambil jongkok di sudut ruangan.


Ya, gadis yang ketakutan itu adalah Putri yang juga diculik karena akan diperlakukan sama dengan gadis-gadis sebelumnya.


Sementara itu.........


"Dek, ini mobil yang menculik temanmu mereka bergerak ke arah pinggir kota.!"kata Kim memperlihatkan mobil berwarna putih yang mencegat Putri saat pulang sekolah.


"Lacak lokasi terakhirnya Bang, kita harus bergerak cepat!"sahut Kai bangkit hendak bersiap begitu juga dengan para bungsu lainnya.


"Kalian ikut?"tanya Alden pada Jayden dan Twins R.


Mereka saling lihat lalu mengangguk.


"Bersiaplah, setelah ini kita langsung berangkat!"titah Alden melangkah ke kamarnya hendak bersiap diikuti oleh yang lain.


Namun tiba-tiba....


Handphone Kai berdering.


"Bunda..!"gumam Kai lalu menerima panggilan itu.


"Ya Bun!"


"............."


"Kami sudah menemukan lokasinya, sekarang kami tengah bersiap ke sana. Bunda tenang aja ya Kai dan yang lain akan berusaha membawa Putri pulang malam ini juga!"


"............."


"Baik, Bunda Kai akan hati-hati."


Sambungan telepon itu pun terputus, Kai menyusul Kakaknya yang lain untuk bersiap.


"Apa kita perlu turun tangan?"ujar Brandon.


"Kita awasi saja, B. Jika mereka terdesak kita akan turun tangan!"ujar Xander.


"Baik, Bang!"sahut Brandon.


"Kim, awasi pergerakan mereka kirim Shadow untuk menjaga mereka!"titah Xander pada Kim.


"Ok!"sahut Kim menghubungi Shadow untuk mengawasi Kai dan para bungsu lainnya.


Mereka telah siap dan ditambah tiga personil baru Jayden, Rion dan juga Rian.


"Kalian berhati-hatilah, Opa rasa yang akan kalian hadapi kali ini adalah gembong internasional."peringat Opa Matius pada cucu-cucunya.


"Baik, Opa. Kami berangkat dulu!"kata Kai lalu pergi meninggalkan Secret Palace bersama para Kakak laki-lakinya.


Mereka menggunakan motor karena akan lebih menghemat waktu juga lebih gampang untuk melarikan diri.


Mereka mengikuti lokasi yang sebelumnya telah dilacak oleh Kim.

__ADS_1


Sekitar setengah jam mereka pun sampai di tempat yang tadi dilacak oleh Kim.


Sesampainya di tempat itu Kai mengeluarkan beberapa unit Lady Bird dari sakunya dan menghubungkannya dengan Eagle Eye.


Robot kumbang itu mulai bergerak dan masuk pada tiap ruangan yang ada di ruangan itu. Para bungsu Owen bisa melihat itu melalui Eagle Eye yang terpasang pada mereka.


Mereka benar-benar kaget melihat keadaan para gadis yang sangat mengenaskan di tiap ruangan yang berbeda. Ada yang masih hidup, sekarat bahkan ada juga yang sudah meninggalkan namun tubuhnya sudah tidak utuh lagi. Karena organ tubuh mereka sudah dipreteli satu persatu.


Namun Kai fokus pada sebuah ruangan yang sedang digunakan oleh laki-laki tua yang menggunakan jubah putih terlihat sibuk dengan eksperimennya.


"Prof. Lane??"gumam Kai namun masih terdengar oleh Kakak-kakaknya.


"Adek, itu temanmu bukan?"tanya Rion.


"Ya itu Putri, cepat Bang sepertinya laki-laki itu berniat melakukan sesuatu pada Putri."kata Kai yang langsung bergerak diikuti oleh para Kakaknya.


Perlahan mereka mendekati ruangan yang dipakai untuk menyekap Putri dan beberapa gadis remaja lainnya dan terlihat beberapa orang diantaranya menggunakan seragam yang sama dengan Putri.


"Lepas jangan apa-apain Putri!"kata gadis itu menangis ketika dua laki-laki bertubuh gempal memegangi tangannya sedangkan satu orang lagi tengah memegang jarum suntik.


"Heh....Lo dengar nggak bakal ada yang datang buat nyelametin Lo di sini. Ini akibatnya jika Lo main-main sama kita!"ujar salah seorang gadis yang saat ini tengah mencengkram kuat rahang Putri.


"Tolong Selena lepaskan Putri.....tolong.....!"kata Putri yang sudah gemetaran karena takut dengan situasi yang tengah ia hadapi.


"Kalian boleh pakai dia, lalu pastikan indung telurnya bagus!"ujar gadis remaja yang satunya.


"Hmm makasi Bos!"ujar laki-laki yang brewok.


Laki-laki yang memegang jarum suntik tadi langsung menancapkan jarum suntik ke leher Putri dan yang lainnya melepas pegangan tangan mereka.


Sedangkan tiga gadis remaja tadi menyiapkan alat perekam untuk merekam adegan selanjutnya.


Tapi.......


"Gubraaaaaaaak!"


Pintu ruangan itu didobrak paksa oleh Jo dan Daichi.


Ke enam orang yang ada di ruangan itu kaget dengan kedatangan Kai dan para Kakaknya.


"Brengsek!"umpat Kai langsung mengejar Putri dan menyuntikan obat penawar pada remaja yang tengah diselubungi nafsu itu.


"Bang, bawa Putri ke Owen's hospital!"kata Kai menyerahkan Putri pada Jayden.


"Lalu kamu Dek?"tanya Jayden balik.


"Abang pergi saja dengan Kak Benjiro yang lainnya akan di sini bersama Kai."kata Kai pada sang Kakak.


Kemudian Kai tanpa aba-aba segera menyerang ke tiga gadis itu dan juga tiga kacungnya. Kakak-kakak Kai tentu tidak melewatkan kesempatan itu. Mereka pun dengan cepat ambil bagian agar semua masalah itu bisa kelar.


Ke tiga gadis itu sebenarnya bukanlah tandingan Kai, namun karena kesal makanya Kai menghajar mereka tanpa belas kasihan.


Setelah enam orang itu berhasil dilumpuhkan Kai menelpon bawahannya yang ada di kepolisian untuk menangkap mereka semua kecuali tiga remaja itu, Kai akan memberikan hukuman spesial untuk mereka.

__ADS_1


"Ternyata kalian pemain profesional ya!"kata Kai mencengkram kuat dagu Selena dan menekan tangannya yang tengah digypsum itu.


"Saaaakit....anj*ng!"teriak Selena.


"Benar-benar Lo ya!"kata Kai menendang keras perut Selena hingga muntah darah.


"Bang Jack dan Bang Jo jagain mereka kalau melawan tembak aja kepalanya!"kata Kai.


"Siap.... Baby/Adek!"ujar mereka dengan seringai iblisnya.


Kai dan Kakaknya yang lain mencari keberadaan Prof. Lane. Dan akhirnya Kai berhasil menemukan sang profesor yang tengah sibuk dengan segala objek eksperimennya itu.


"Long time no see, Prof!"sapa Kai pada Prof Lane.


Laki-laki tua itu terkejut dengan kehadiran Kai yang tiba-tiba itu.


"Ssiapa kau?"tanya laki-laki itu pada Kai.


"Lo lupa sama anak Tuan Lo?"kata Kai lagi.


"Kkkai!"ujarnya gemetaran.


Para Kakak Kai saling tatap karena melihat interaksi antara Kai dan laki-laki itu seperti orang yang telah saling mengenal sejak lama.


"Lo udah ngekhianatin kepercayaan Daddy gue, Prof!"kaya Kai sambil melangkah ke arah sang Prof tanpa sengaja mata Kai terarah pada potongan kertas yang selama ini ia cari.


"Baj*ngan, jadi elo yang nyuri potongan formula Daddy gue. Bangsat Lo!"kata Kai dengan cepat meraih potongan kertas itu dari atas meja lalu menyerang Prof Lane membabi buta.


"Bugh"


"Plaaaaak"


"Kraaaaaaak"


Hanya suara itu yang terdengar di dalam ruangan itu.


Hingga akhirnya laki-laki itu pun menyerah pada Kai.


"Jjjangan bunuh saya, tolong jjangan Kai!"katanya mengiba.


"Jangan Lo bilang, Lo udah ngekhianatin Daddy gue Lo juga udah lancang nyuri formula ini!"kata Kai.


"Ammmpun....saya akan mengembalikannya tapi tolong jangan apa-apakan saya."pintanya.


"Nggak ada tempat untuk pengkhianat di hidup gue!"kata Kai mengeluarkan katananya lalu menebas putus leher laki-laki tua itu.


"Ayo Bang kita pergi dari sini!"ajak Kai pada Kakak-kakaknya.


Di luar Kai bertemu dengan polisi yang merupakan bagian dari GOLDEN GLADIOL.


"Kai!"sapanya menunduk.


"Bawa mereka semua ke Owen hospital dan tiga perempuan itu bawa ke markas. Dan cari satu laki-laki lagi dia kepala sekolah yang baru di OIHS dan cari tau tentang kepala sekolah yang lama!"titah Kai.

__ADS_1


"Baik, Kai!"ujar laki-laki itu.


__ADS_2