
Semua telah kembali ke mansion, perasaan mereka saat sedang tidak baik-baik saja. Bungsu mereka belum ditemukan. Para Mommy dan Oma Emma menatap lemah para lelaki Owen yang pulang dengan tangan kosong. Ketika semuanya terduduk lemas seorang remaja putri memasuki mansion.
"Kai pulang!!"teriak remaja putri itu.
"Baby/Adek........"teriak semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
"Baby, kamu tidak apa-apa sayang??"tanya Mommy Fanny memeriksa keadaan Kai yang baru saja pulang ke mansion.
"Aku nggak apa-apa, Mom"kata remaja putri itu tersenyum.
"Syukurlah Baby kamu nggak apa-apa!"ujar Papi Jason lega melihat kesayangannya pulang tanpa luka sedikitpun.
"Kau membuat Kakak hampir gila karena tidak menemukanmu di tempat kecelakaan tadi Baby!!"ujar Jo memeluk sang adik dengan erat.
"Aku nggak apa-apa, sekarang aku mau ke kamar dulu ganti baju sekalian bersih-bersih!!"kata Kai berlalu menuju kamarnya.
"Apa aku saja yang merasa kalau tingkah Baby sedikit aneh??"tanya Brandon menatap punggung Kai yang semakin menjauh.
"Kau benar Kak, walaupun aku baru mengenal Kai tapi cara ia melihat, berbicara dan berinteraksi dengan kita sangat berbeda. Seperti bukan dirinya!!"tutur Melvin.
"Mungkin itu efek kecelakaan tadi!!"ujar Mama Silvia dan diangguki yang lainnya.
Mereka pun menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri. Dan segera makan malam karena sebentar waktunya makan malam.
Sekarang semuanya sudah duduk di kursi masing-masing untuk makan malam. Kai duduk diantara Ace dan Edric.
"Baby mau makan dengan apa??"tanya Mami Harlin.
"Itu saja Mom"tunjuk Kai pada udang goreng balado. Mereka heran karena Kai bukanlah pecinta makanan pedas, kenapa tiba-tiba ia ingin memakan makanan yang pedas.
"Are you serious, Baby??"tanya Mami Harlin menatap Kai tidak percaya.
"Iya Mi, aku suka banget itu!!"jawab Kai lagi.
Mami Harlin pun mengambilkan makanan yang tadi Kai tunjuk lalu mereka pun makan dengan tenang. Sesekali mereka melihat ke arah Kai yang makan begitu lahap dengan hidangan yang pedas.
Ntah hanya perasan mereka sajakah atau memang sikap Kai mengalami perubahan. Tapi mereka senang melihat keadaan Kai baik-baik saja.
Kini semuanya duduk di ruang keluarga. Masing-masing sibuk dengan aktifitas mereka. Kai sendiri sedang melihat beberapa koleksi pakaian yang saat ini tengah hits.
__ADS_1
"Mom, apa yang ini bagus kalau aku yang memakainya??"tanya Kai pada Mommy Fanny.
Mommy Fanny pun melihat model pakaian yang Kai sukai, dan mengerutkan keningnya karena sedikit tidak suka dengan model pakaian yang dipilih putrinya itu karena sedikit terbuka.
"Sejak kapan kau menyukai pakaian dengan model seperti itu Baby??"tanya Mommy Fanny pada Kai.
"Hmmmmm hanya ingin merubah cara berpakaianku selama ini Mom."sahut Kai acuh.
"Ada apa dengan putriku, kenapa dia seperti ini dan cara bicaranya padaku tidak menunjukkan rasa hormat!!"bathin Mommy Fanny.
"Ada apa Fanny?"tanya Mama Silvia yang melihat perubahan raut wajah Mommy Fanny.
"Baby, memilih model pakaian yang menurutku tidak cocok dengannya Kak."ujar Mommy Fanny.
"Coba Mama lihat!!"kata Mama Silvia ingin melihat selera berpakaian sang putri sekarang.
Mata Mama Silvia dibuat membola dengan model pakaian yang ditunjukkan oleh Kai.
"Baby, kamu tidak boleh memakai pakaian seperti itu usiamu baru belasan tahun, bahkan usiamu saja belum memasuki usia legal, sayang!!"peringat Mama Silvia.
"Ma, aku bosan mengenakan pakaian dengan model itu itu terus. Apa salahnya jika aku ingin mengganti model pakaianku? Aku sudah besar Ma. Jangan mengekangku lagi!!"bentak Kai pada Mama Silvia.
"Baby, kenapa kau membentak Mamamu??"tanya Daddy Aldric dengan nada datar.
"Ada apa dengan Baby???"tanya Opa Matius heran.
"Apa dia masih marah dengan masalah beberapa hari yang lalu saat kita melarangnya berangkat sekolah dengan motor kesayangannya??"ujar Papa Arthur.
"Bisa jadi, jadi saat ini Baby melepaskan segala emosi yang ia tahan!!"jawab Brandon.
"Tapi bagiku tetap sikap dan sifat Baby sekarang berubah. Pasti ada sesuatu yang ia sembunyikan dari kita!!"ujar Mommy Fanny.
Mereka memiliki pendapat yang sama namun mereka tidak ingin bertindak terlalu keras karena takut Kai akan bertindak seperti beberapa hari yang lalu. Bolos dan kabur-kaburan.
Esok paginya.........
Anggota keluarga Owen telah duduk di meja makan untuk sarapan tak terkecuali Kai. Para Mommy ingin bertanya mengenai perubahan sikap putri satu-satunya itu. Namun Kai terlihat begitu cuek dengan sekitar.
"Baby, ingin sarapan dengan apa??"tanya Mommy Fanny.
__ADS_1
"Roti dengan selai kacang!!"jawabnya ketus.
Para tetua hanya bisa menghela nafas panjang menghadapi perubahan sikap Kai itu.
"Baby, bukankah kau alergi dengan kacang??"tegur Brandon pada sang adik.
"Sejak kapan aku alergi kacang"jawab Kai acuh.
Brandon hanya bisa menahan emosinya. Tidak biasanya sang adik menjawab perkataannya dengan nada tinggi seberapa marah pun Kai pada Brandon.
"Makan!!"titah Opa Matius yang melihat keadaan semakin panas.
Mereka telah selesai sarapan ini saatnya para bungsu berangkat ke sekolah. Kai berjalan ke halaman mansion. Dia seperti tengah mencari sesuatu.
"Baby, kau mencari apa??"tanya Alan penasaran.
"Sopir yang biasa ngantar aku ke sekolah mana??? Kok belum siap-siap?"tanya Kai.
"Bukannya kami ke sekolah suka naik motor ya Dek??"Melvin membuka suara.
"Lo nyuruh gue mati ke sekolah naik motor sendiri!!'ujar Kai dan sontak perkataannya membuat semua kakaknya terkejut apalagi Melvin.
"Baby, sejak kapan kamu bicara kasar seperti itu pada kakakmu??"tegur Alden.
"Suka-suka gue, orang mulut juga mulut gue ngapain Lo yang sibuk??"ketus Kai.
Alden yang kesal segera menyalakan motornya dan meluncur ke sekolah tanpa menunggu sang adik begitu pun dengan yang lainnya. Perubahan sikap Kai sangat drastis dan membuat heboh seisi mansion.
"Eh Lo antar gue ke sekolah!!"ujar Kai pada salah satu bodyguard mansion.
"Sebentar Kai, saya ambil mobil dulu!!"kata bodyguard itu.
"Apa Lo bilang?? Lo manggil gue dengan sebutan nama, kurang ajar banget Lo jadi bawahan!!"bentak Kai hingga terdengar ke dalam mansion. Seketika suara Kai membuat para tetua keluar dan melihat apa yang terjadi.
"Baby, ada apa kenapa pagi-pagi sudah ribut dan lagi ke mana kakak-kakakmu??"tanya Papa Arthur.
"Mereka udah berangkat, ini bodyguard kurang ajar berani manggil aku dengan sebutan nama!!"omel Kai pada bodyguard yang saat ini tengah menunduk ketakutan.
"Tapi Baby, kamu yang menyuruh mereka memanggilmu seperti itu. Lalu kenapa sekarang kamu marah sayang???"tanya Opa Matius.
__ADS_1
"Sejak kapan aku ngijinin mereka memanggilku dengan sebutan nama!! Lancang!!"bentak Kai lalu keluar mansion menyetop taksi untuk berangkat ke sekolah.
"Baby sebenarnya kenapa??"gumam Daddy Aldric yang terlihat sendu melihat ke arah gerbang mansion.