Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Perjuangan untuk Kai


__ADS_3

Di saat semua masih dalam posisi mematung mencoba menolak apa yang mereka sedang di hadapan mereka. Markas Yamaguchi malah dihebohkan dengan kedatangan beberapa orang yang berjalan sambil berlari kecil. Membuat para penjaga kewalahan menghadapi mereka.


"Maaf Tuan, di depan ada orang yang mencari Nona Muda dan saat ini mereka menerobos masuk"lapor pengawal itu pada Papa Harada.


Papa Harada pun keluar melihat apa yang terjadi.


"Ada apa lagi ini.??"tanya Papa Harada dingin pada beberapa orang yang baru tiba itu.


"Di mana singa kecil, eh Kai??"kata laki-laki bermata sipit itu.


"Dia sudah tiada"jawab Papa Harada menunduk.


Kedua perempuan yang baru saja datang itu menggeret paksa Papa Harada agar dibawa ke ruang rawat Kai.


"Cepat bawa kami ke tempat Kai!!"titah wanita itu.


Papa Harada pun membawa kedua wanita itu ke ruang rawat Kai.


Salah satu dari wanita itu memegang pergelangan tangan Kai.


"Eomma, badannya belum dingin, nadinya samar"ujar wanita muda itu pada wanita yang dia panggil sebagai Eomma itu.


"Mana Dokter yang menangani putriku??"tanya wanita itu.


Vikram pun maju.


"Saya Nyonya"jawabnya dengan mata yang sudah banjir dengan air mata.


"Pace maker segera setelah aku menyuntikan cairan ini, kau paham!!!"titah wanita itu dan diangguki Vikram.


Wanita menyuntikan sesuatu langsung di urat nadi Kai. Dan Vikram segera meletakkan Pace maker di dada Kai.


Sekali tetap tidak ada hasil dua kali tetap sama namun yang ketiga kali ia yakinkan dirinya bahwa semua usaha ini akan berhasil. Karena belum menampakkan hasil, perempuan yang satunya melakukan CPR pada Kai, terus dan terus ia menekan dada Kai.


"Sekarang Pacemaker!!!"perintah gadis itu pada Vikram.


"250 Joule!!"perintah Vikram.


"250 Joule, clear!!"


Dan.......


"Tut.......Tut........Tut......"


Mesin pendeteksi jantung Kai kembali berbunyi. Perlahan-lahan detak jantungnya kembali walaupun masih lemah.


Vikram dan Sam kembali menitikkan air mata.


"Terima kasih, kamu memilih untuk tidak menyerah Kai."bathin mereka.


Kemudian perempuan yang tadi menyuntikan obat pada Kai, kembali menyuntikkan sesuatu pada infus Kai.


"Sekarang kita tunggu singa kecil sadar, terima kasih kalian tidak menyerah untuk berjuang bersama putriku"ujar perempuan yang tadi menyuntikkan obat pada Kai.


Semua yang ada di dalam ruangan itu sekarang bisa bernafas lega.

__ADS_1


"Sudah menjadi tugas Nyonya"ujar Vikram.


"Kalian berdua siapa??"tanya nyonya Kim, wanita yang tadi memberikan penawar racun pada Kai.


"Saya Kakak angkat Kai Nyonya, Vikram dan yang ini Sam"jawab Vikram.


"Jangan panggil Nyonya, panggil saja saya Eomma, seperti singa kecil memanggil saya. Saya ibunya Kim Ae Ri!!'ujar nyonya Kim memperkenalkan diri.


Vikram dan Sam cukup kaget mendengar itu, karena yang berdiri di depannya adalah pembuat racun no.1 dunia. Mereka saling melihat menyembunyikan reaksi keterkejutan mereka.


"Dan ini juga Kakak Kai, putri tertuaku"ujar Nyonya Kim memperkenalkan putrinya pada Sam dan Vikram.


"Kim Yoona!!"ujar Yoona mengenalkan diri pada Sam dan Vikram.


Lagi Vikram dan Sam terkejut karena Yoona adalah ahli racun no.2 dunia.


"Saya Vikram Handrick"


"Saya Sam Abraham"


"Kau si dokter bertangan dingin??"tanya Yoona pada Vikram dan dibalas anggukan oleh Vikram.


"Dan kau si mesin pembunuh??"tanya Yoona lagi pada Sam dan diangguki oleh Sam.


"Daebak.....singa kecil dikelilingi manusia jelmaan iblis semua Eomma."ujar Yoona pada nyonya Kim.


"Nona muda berkacalah, kau sendiri bagaimana??"tanya nyonya Kim pada putrinya. Yoona hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan sang ibu.


"Sebaiknya kita bicara di luar, agar tidak mengganggu Kai!!"ujar Sam pada ke tiga orang lainnya.


"Bagaimana sayang??"tanya Tuan Kim pada istrinya.


"Kita tinggal menunggu singa kecil sadar, Appa!!"ujar anak tertuanya, Yoona.


Semuanya menghembuskan nafas lega, serasa beban yang menyesakkan dada mereka mulai terangkat.


"Kalian yang waktu itu datang ke mansion Owen bukan??"tanya Dady Aldric pada Tuan dan Nyonya Kim.


"Benar"jawab mereka berdua.


"Bagaimana kalian tau keadaan putriku??"ujar Dady Aldric.


"Putri kami juga, ingat itu!!!"ujar Tuan Kim kesal.


"Hmmm, baiklah"ujar Daddy Aldric jengah.


"Kemarin kami menelponnya namun bukan dia yang mengangkatnya, lalu orang itu menyampaikan keadaan singa kecil pada kami. Dan kami bergegas datang ke mari"jelas Tuan Kim pada Dady Aldric.


"Maaf tapi kalian siapa??"tanya Papa Harada heran dengan kedatangan orang asing di markasnya.


"Perkenalkan namaku Kim Joo Yoon,


ini istriku Kim Ae Ri, itu putriku Kim Yoona dan yang itu putraku Kim Joon Wu."kata Tuan Kim memperkenalkan seluruh keluarganya.


"Berarti kau ketua mafia DARK LOTUS??"tanya Papa Harada.

__ADS_1


"Benar"jawab Tuan Kim.


"Bukankah teman kita dulu juga memiliki nama yang sama dengan laki-laki ini??"tanya Dady Aldric pada Papa Harada.


"Kau benar , Al tapi apa iya ini si Kim gemuk dan berkaca mata tebal itu??"tanya Papa Harada tidak percaya.


Tuan Kim mendelik tidak suka mendengar ucapan Papa Harada.


"Lalu apa urusanmu kerbau, kalau ini Kim si gemuk berkaca mata tebal?"ucapnya penuh kekesalan. Tuan Kim dalam mode merajuk guys.


"Apa, ini benar kau Kim???"tanya Dady Aldric tidak percaya melihat tuan Kim dari atas hingga ke bawah berulang kali.


"Iss kalian memang memang menyebalkan dari dulu"ujar tuan Kim.


Istri dan anak-anak Tuan Kim melongo tidak percaya mendengar pembicaraan ketiga laki-laki itu, apalagi melihat tuan Kim yang tengah merajuk itu. Apa benar itu ketua DARK LOTUS??? Begitu juga dengan anak-anak Dady Aldric dan Papa Harada. Ketiga laki-laki ini kawan lama ternyata.


"Ternyata kita dipertemukan kembali oleh Musumeku."tukas Papa Harada.


"Maksudmu kerbau??"tanya tuan Kim


"Berhenti memanggilku kerbau kutu buku!!!"ujar Papa Harada.


"Ok ok jadi jelaskan!!!"titah tuan Kim.


"Kai adalah putri satu-satunya Ai Kim, Al."jawab Papa Harada.


"Astaga jadi singa kecil ini anak adik kecilku Ai??"tanya Tuan Kim tidak percaya.


"Benar!!"jawab Papa Harada.


"Al ku dengar putra tertuamu sedang koma??"tanya tuan Kim Dady Aldric.


"Itu hanya berita untuk mengecoh musuh kami Kim, Kakak Baby yang mengatur semua itu."jawab Dady Aldric dengan nafas berat. Anak-anaknya sering berada di posisi yang membahayakan apalagi si bungsu.


"Kalian sudah menyelidiki pelakunya??"tanya tuan Kim.


"Pelakunya sekarang menjadi bodyguard pribadi Musume!!"ujar Papa Harada.


"Apa maksudmu Harada,??"tanya Dady Aldric tidak percaya.


"Kemarin orang itu juga mengincar ku, namun Musume dan para Kakak laki-lakinya serta klan Psycopath itu datang membantu kami. Dan setelah diinterogasi pembunuh bayaran itu membuat perjanjian darah dengan Anos, dan akan memberikan kesetiaannya beserta keturunannya kelak pada Musume!!"kata Papa Harada menjelaskan.


"Jadi kalian berasal dari klan GOLDEN GLADIOL??"tanya Kim Joon Wu.


"Benar"jawab Vikram dan Sam bersamaan.


"Bagaimana kalian mengenal putriku??"tanya Dady Aldric.


"Ada temannya di dalam organisasi kami jadi kami sudah menganggapnya seperti adik kecil kami.!!"ujar Sam sedikit berbohong mengenai Kai.


"Ohh, tapi bagaimana pun terima kasih telah membantu putriku"ujar Dady Aldric.


"Tentu, Tuan"jawab Sam.


"Jangan panggil Tuan, Daddy saja!!"sahut Dady Aldric.

__ADS_1


Ternyata sebegini besarnya arti kehadiran seorang Kai bagi inti GOLDEN GLADIOL. Dalam waktu sekejap mulut mereka yang sekian lama tidak pernah menyebut kata keramat itu akhirnya bisa meloloskan kembali kata-kata itu dari mulut mereka. Bahagia satu kata yang melukiskan perasaan mereka saat ini.


__ADS_2