Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Mulutmu Mautmu


__ADS_3

Pagi ini rencananya Kai akan lari pagi di taman kota. Ia ingin hidup seperti layaknya orang normal sejenak. Dengan langkah santai Kai keluar dari lift dan menuju garasi. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti karena dihadang oleh para kakaknya.


"Baby mau ke mana??"tanya Chayton.


"Mau lari pagi ke taman kota"jawab Kai.


"Ikutttt....."teriak para Kakaknya.


"Hadehhh....gagal gue pergi healing sendiri. Gini amat nasib punya Kakak."gerutu Kai.


"Five minutes!!!"ucap Kai memberi waktu untuk para Kakaknya bersiap.


"Ok"jawab mereka serentak dan segera ngacir ke kamar masing-masing.


Beberapa saat kemudian mereka siap untuk pergi ke taman kota. Suara deruman motor mereka menjadi pusat perhatian bagi para pengunjung taman kota. Tidak biasanya memang para Owen ini berada di taman kota, ditambah ada seorang makhluk imut bin gemesin bersama mereka. Berbagai spekulasi keluar dari mulut para netizen namun dianggap angin lalu oleh para Owen muda.


Mereka melakukan pemanasan sebelum lari. Bagi Kai sesekali melakukan ini bisa menghilangkan stresnya setelah beberapa saat lalu berkutat dengan masalah.


Namun ketika Kai dan para Kakak mendudukkan diri di sebuah bangku taman, telinga dan wajah mereka memanas mendengar beberapa orang perempuan dan laki-laki membicarakan masalah kakaknya Edric.


"Gue nggak nyangka tu si Edric bisa bebas gitu aja, kasihan gue Ama artisnya!!"kata salah seorang dari mereka.


"Biasalah power of money, apa yang nggak bisa mereka lakuin dengan uang mereka yang udah unlimited."sahut yang satunya.


Para Owen muda itu sangat geram mendengar percakapan para gadis muda itu.


"Woii kagak usah ngurusin masalah orang, Lo ngomong di tempat umum nj*ng ntar jadi bumerang buat Lo sendiri!!"peringat seorang laki-laki yang berbadan kurus.


"Alah kagak usah takut, Lo ngapa bela dia ngefans Lo Ama tu baj*ng*n."ucap cowok yang berbadan atletis.


"Terserah Lo pada deh, gue cuman kasih tau aja"jawabnya sembari meninggalkan teman-temannya yang masih bergosip ria.


Jo dan Alan yang sudah tidak tahan hendak melangkah menuju gerombolan muda mudi itu.


"Stay here, Big Bro!!"ucap Kai.


"Tapi...."keduanya tetap akan melangkah namun ditahan oleh Benjiro dan Alden.


"Ikuti kata Baby!!"perintah Alden.


Kai mengeluarkan benda pipih dari sakunya.


"Shadow taken!!!"perintah Kai singkat.


Kakaknya heran Kai ntah menelpon siapa.


"Ayo Kak kita pulang, Kai lapar"ujarnya tersenyum.


"Hmmm/ayo"jawab para kakaknya.


Owen muda pun meninggalkan taman kota dan menuju kediaman the Owen.


Tidak lama mereka pun sampai di kediaman the Owen.


"Boys kalian dari mana??"tanya Opa Lucifer heran.


"Taman kota"jawab Alden singkat.


"Tumben"tukas Papa Jacob yang heran melihat para lelaki Owen itu mau lari pagi.


"Ikut Baby"jawab Jo dengan wajah ditekuk.


"Kau kenapa Jo??"tanya Dallen melihat wajah sang adik yang tidak enak dipandang.


"Ada tikus kecil ingin bermain Pa"jelas Kai.


"Kalian bersih-bersih dulu, setelah itu sarapan!!"titah Opa Matius.


Owen's muda pun segera ke kamar masing-masing untuk membersihkan badan mereka yang telah lengket karena keringat.


"Bagaimana Edric rencanamu??"tanya Papi Dixon pada sang putra.


"Aku akan melaksanakannya hari ini Pi, aku tidak sabar melihat kehancuran gadis itu dan keluarganya"ucap Edric dengan senyum khasnya yang menakutkan.


Para Owen's muda telah selesai melakukan aktifitas mereka. Dan segera bergabung dengan para tetua dan Kakak tertua mereka.

__ADS_1


"Litt Bro, it's show time!!"ujar Edric pada adik-adiknya.


"Ada apa Kak??"tanya Kai yang tidak mengerti maksud dari perintah sang Kakak.


"Kita akan menjatuhkan gadis yang menjebak Kak Edric melalui video yang kemarin dikirim oleh Bang Kim"jelas Alan pada sang adik.


"Hmmmm Kai tidak ikut ya Kai mau mencari informasi tentang orang yang menembak Kak Ace."jawab Kai.


"Ok, dear"jawab mereka.


Para tetua senang melihat kekompakan adik beradik Owen's muda ini.


"Semoga kalian selalu saling menjaga"bathin para tetua.


Para Owen's muda yang mendadak menjadi hackers itu pun segera beraksi dengan laptop mereka. Lebih kurang tiga puluh menit berkutat dengan laptopnya Kai berhasil menemukan penembak Kakaknya.


"I got you"pekik Kai yang mengagetkan seisi ruangan itu.


"Baby/imouto-san....."geram mereka kaget namun hanya ditanggapi dengan senyuman manis oleh Kai.


"Kenapa Baby??"tanya Opa Matius.


"You get something??"tanya Edward yang mengalihkan perhatiannya pada sang adik.


"Kai udah mendapatkan siapa penembak Kak Ace"jawab Kai.


"Siapa Baby??"tanya Papa Arthur dengan aura gelapnya.


"Takeshi Yamada pembunuh peringkat 7 dunia!!"ujar Kai.


"Sepertinya ada yang jadi pengecut menghadapi kita Opa"seringai Kai pada Duo Opa.


"Kau benar Baby"jawab mereka berdua.


"Kak Benjiro, Kak Daichi apakah ingin ikut berburu??"tanya Kai pada kedua Kakaknya.


"Apa ada yang salah imouto-san??"tanya Benjiro yang paham bahwa ada maksud lain dari sang adik karena mengajak mereka.


"Karena tujuan orang ini selanjutnya adalah paman Harada dan mereka akan menggempur habis-habisan wilayah Utara."jawab Kai.


"Apa kami juga boleh ikut Baby?"tanya Alden.


"Abang coba tanya Opa, diizinkan atau tidak??"tanya Kai.


"Opa???"tanya Alden singkat.


"Pergilah, hitung-hitung kalian belajar menghadapi musuh nyata, bukan sekedar geng motor saja"jawab Opa Matius tersenyum.


"Kita berangkat subuh Bang, agar bisa menyusun rencana di sana "ujar Kai.


"Sure"jawab semua kakaknya senang.


"Kita selesaikan ini dulu"ujar Edric.


"Siap Kak"jawab mereka.


Mereka sudah mulai mendapatkan tim pro untuk Edric dan cacian serta makian sudah mulai tertuju pada artis yang menjebak Edric.


"Wah ini seru"jerit Daichi.


"Iya kau benar Daichi, dan ini masih sedikit"jawab Jo.


"Ahh Kai akan mengancurkan saham perusahaan milik keluarga ular keket itu"tambah Kai bersemangat.


Tidak membutuhkan waktu lama saham perusahaan milik keluarga artis itu pun anjlok.


"Opa bolehkah Kai arahkan investor mereka pada Dixon Corp??"tanya Kai pada Opa Lucifer.


"Lakukan yang menurutmu terbaik Baby"ujar Opa Lucifer tersenyum melihat wajah sumringah sang cucu.


"Ok, done. Pi jangan lupa royalty nya ya"ujar Kai.


"Apa pun untukmu dear"jawab Papi Dixon.


"Astaga ternyata mulut para netizen ini pedas sekali"seru Chayton.

__ADS_1


"Tamat sudah riwayatnya"ujar Kai menutup laptopnya.


"Sudah Kak??"tanya Kai pada para Kakaknya.


"Sudah kenapa Baby??"tanya Edric.


"Ayo kita bermain dengan tikus tadi pagi"ujar Kai pada Kakaknya.


"Maksudnya??"tanya Brandon yang baru bergabung dengan mereka.


Kai membuka kembali laptopnya dan memperlihatkan obrolan muda mudi tadi pagi.


Edric dan Edward menggeram sedangkan Brandon menunjukkan wajah tidak senangnya begitu pula para Owen muda.


"Jadi??"tanya Edward.


"Ayo mereka ada di ruang hukuman"ujar Kai.


Jo dan Chayton menunjukkan senyum iblis mereka. Akhirnya mereka bisa melepaskan hasrat ingin membunuh mereka tadi pagi.


Para tetua melihat aura membunuh para Owen kembali keluar dan hanya menggelengkan kepala melihat ulah si bungsu yang memprovokasi kakak-kakaknya.


Mereka segera menuju ruang hukuman. Terlihat 6 orang yang sedang terikat di sana, dua orang laki-laki dan 4 orang perempuan.


"Buka!!!"perintah Edward pada bawahannya.


Penutup mata ke enam orang itu pun dilepas oleh para pengawal.


"Ssssiapa kalian"tanya laki-laki yang bertubuh atletis gugup.


"Saya, mautmu!"jawab Edric.


"Ha....hah...ha...lucu Lo pada. Tadi semangat banget ngeghibahin Kakak gue, sekarang kayak curut kehilangan rumah Lo"ejek Kai duduk di kursi penonton.


Mereka sadar sekarang jika sekarang sedang berada di sarang macan.


"Let's go, get's the party"ujar Jo penuh semangat.


"Silakan...."ujar Kai.


Edric menyiksa laki-laki yang tadi mengatainya baj*ng*n.


"Mulut ini, tadi mengatakan kalau saya bajingan bukan?? Baik kita lihat apa yang baj*ng*n ini akan lakukan padamu"seringai Edric.


"Pengawal, kumpulkan 10 orang terkuat diantara kalian!!"titah Edric.


Laki-laki itu sudah ketar ketir menunggu apa yang Edric lakukan padanya.


"Tuan Muda"jawab mereka menunduk.


"Bawa dia ke kamar kalian dan bersenang-senanglah terutama dengan mulutnya lalu lempar dia ke peliharaan Baby!!"perintah Edric.


"Baik, Tuan Muda. Terima kasih"jawab para pengawal berbadan kekar itu dan tidak mungkin mereka menolak rezeki nomplok dari Tuan mereka.


"Tttidak, aku mohon jangan. Ampuni aku"teriak laki-laki itu histeris.


Kelima rekan laki-laki itu paham apa yang akan teman mereka akan alami. But it's too late to say sorry.


"Yang lima ini Kak?"tanya Jo.


"Jatah kalian!!"ujar Edward.


"Yes, ayo berpesta!!"girang Jo.


Para Owen muda itu menyiksa mangsa mereka tanpa ampun. Seolah suara teriakan mangsanya menjadi kesenangan bagi mereka.


"Baby tidak ikut??"ujar Edric pada sang adik yang hanya duduk manis.


"Tidak Kak, mereka lemah."jawab Kai.


"Baby terima kasih kamu sudah membantu Kakak melewati semua ini. Kakak beruntung memiliki adik sepertimu"ujar Edric sungguh-sungguh.


"Jangan berterimakasih kasih Kak, karena kita saudara. Memang tugas kita melindungi satu sama lain"ujar Kai.


Edric memeluk sang adik dengan erat, tak lama Edward pun bergabung dengan kedua adiknya itu.

__ADS_1


__ADS_2