
Hari ini para bungsu tidak ke sekolah karena hari Sabtu. Hari libur berjamaah. Terlihat seluruh anggota keluarga telah duduk di meja makan untuk menikmati sarapan. Tapi Giselle tidak terlihat di meja makan, hanya Oma Rose dan Mama Rosalind.
Mereka menikmati sarapan pagi tanpa adanya gangguan. Setelah selesai melaksanakan ritual sarapan sebenarnya para laki-laki the Owen akan segera berangkat ke kantor dan kampus. Akan tetapi Oma Rose sudah memulai lagi drama pagi hari yang membosankan. Dengan kasar ia mendorong Kai hingga terjatuh dan kepala membentur sudut meja makan.
"Baby...."teriak mereka yang berada di ruang makan. Lagi Kai terluka karena salah satu dari trio wanita pendatang baru itu.
Brandon dengan sigap membawa sang adik ke ruang keluarga dan mengobati luka di bagian pelipis adiknya.
Opa Matius yang memiliki kesabaran setipis tisu mengeraskan rahangnya dan refleks ia menampar Oma Rose. Oma Rose tertegun sambil memegang pipinya yang terasa panas dan perih.
"Kau memukulku karena anak pungut sialan ini Mat??"tanya Oma Rose
"Jangan memanggilku dengan nama itu. Dan lagi Baby itu cucuku, kutegaskan sekali lagi dia cu cu ku. Maka aku akan melindunginya. Jika tidak suka kau dan menantu serta cucumu kesayanganmu boleh angkat kaki dari sini."ujar Opa Matius dengan wajah merah padam.
"Aku heran dengan kalian bagaimana mungkin seorang Owen suka mengumpulkan orang dengan identitas yang tidak jelas."sindir Oma Rose yang melihat pada Papa Arthur, Dady Aldric dan Papi Dixon.
Ketiga Dady itu seketika memancarkan aura gelap mematikan mereka. Ingin mencabik-cabik mulut Oma Rose saat ini juga. Tapi.....
"Drtttttt....drtttttttt"
Phonsel Kai berdering.
"Hallo.......hmmm baik terima kasih Bang Bill."ucap Kai dan mematikan sambungan telpon itu.
Kemudian sebuah pesan masuk handphone Kai.
"Ma Cherie, sekitar 20 lagi kami sampai di mansion. Kami sangat merindukanmu dear"
Kai tersenyum tapi disaat bersamaan ia juga menangis. Keluarga cemas melihat Kai yang menangis tiba-tiba. Apakah Kai tersinggung dengan ucapan Oma Rose itu yang mereka pikirkan. Perlahan dengan tangis yang semakin kencang Kai berjalan ke arah Mommy Fanny. Mommy Fanny yang melihat itu bangkit dari duduknya, untuk memeluk sang putri.
"TIFFANI **VELOVE** ADLER"
Perkataan Kai membuat Mommy Fanny mematung. Bagaimana Kai mengetahui nama lengkap Mommy Fanny.
"Benarkan????"tanya Kai.
Hanya anggukan yang diberikan Mommy Fanny.
"Apa maksudnya ini sayang????"tanya Dady Aldric yang mewakili keterkejutan semua keluarga. Setau mereka Mommy Fanny bernama TIFFANY WOODS.
Kai segera memeluk Mommy Fanny dengan tangis yang semakin kencang.
"Akhirnya Kai menemukanmu Aunty Velo!!"ujar Kai
Mommy Fanny yang sudah lama tidak mendengar panggilan kesayangan untuknya itu disebut pun segera membalas pelukan Kai dengan tangisan yang tak kalah deras.
"Baby dari mana tau panggilan itu sayang???"tanya Mommy Fanny disela tangisnya.
"Karena aku seorang MAXIMILIAN LUCIUS ADLER" jawab Kai.
Semua yang di ruangan itu terkejut bukan main. Tidak ada yang tidak kenal dengan keluarga ADLER apalagi Maximilian. Ketua klan mafia Brontes yang sangat ditakuti di Rusia dan juga di Eropa juga terkenal di banyak negara karena sisi pychopat yang ia miliki. Ternyata itulah yang kini bersemayam di jiwa seorang Kai Nararya Lucifer Owen.
"Maksudmu apa Baby?"tanya Opa Lucifer
"Kai anak dari Maximilian Lucius Adler dan Yamaguchi Himawari Aina."jawab Kai yang sukses mengejutkan semua anggota keluarga Owen. Kesayangan mereka ternyata pewaris dua klan mafia terkuat yang sampai saat ini masih memimpin di dunia bawah.
"Lalu dimana Kak Ian Baby??"tanya Mommy Fanny memegang kedua pipi Kai.
__ADS_1
"Dady sudah meninggal Mom, hingga akhir nafasnya masih nama Mommy yang ia sebut"jawab Kai luruh ke lantai dengan tubuh berguncang karena tangisannya tapi berhasil ditangkap oleh Alden.
Begitupun dengan Mommy yang hampir jatuh ke lantai namun ditangkap Dady Aldric.
"Lalu Opa dan Oma bagaimana Baby??? Kenapa mereka tidak pernah mencari Mommy???"tanya Mommy yang menyiratkan sedikit kekecewaan karena merasa keluarganya tidak pernah mencarinya.
"Mendengar Mommy diculik Oma Jean mengalami serangan jantung dan meninggal"jawab Kai.
"Dan Opa Lucius sejak saat itu terus menebar Hunter di mana-mana namun hasilnya nihil hingga akhirnya Opa depresi dan juga meninggal."jelas Kai.
Rasanya Mommy Fanny tidak sanggup mendengar semua penjelasan Kai. Ternyata keluarganya selama ini mencarinya. Hati Mommy Fanny serasa hancur mendengar kematian Opa Lucius dan Oma Jean.
Dady mengelus punggung Mommy Fanny yang bergetar hebat. Begitupun Kai yang bersandar di dada bidang sang kakak.
"Jadi waktu itu mansion tidak diserang Baby???"tanya Mommy Fanny.
"Tidak Mom. Mereka menculik Mommy untuk menghancurkan Opa, karena mereka mengetahui satu-satunya kelemahan Opa adalah Mommy. Sebab Mommy dari dulu tidak mau melatih diri Mommy untuk bertahan. Dan mereka berhasil membuat Opa dan Oma hancur."lirih Kai yang masih sesenggukan.
Opa Lucifer dan Opa Matius mengambil Kai dari pangkuan Alden. Lalu mereka mendudukan Kai diantara mereka, sambil mengelus Surai coklat milik Kai.
"Lalu bagaimana dengan Kak Ian dan sikembar?"tanya Mommy Fanny.
"Dady meninggal saat ulang tahun Kai yang ke tujuh Mom, mansion diserang dan menghancurkan semuanya termasuk Dady dan juga Uncle Pablo."jawab Kai.
"Bukankah kemarin Baby bilang kalau Uncle Pablo baru saja sadar dari komanya??"tanya Mommy Fanny penasaran dengan keadaan adik kembarnya.
"Iya Mom, Uncle Pablo sudah sadar"jawab Kai.
Tiba-tiba handphone Kai berdering. Dan Kai segera mengangkatnya.
"Iya Uncle tolong antar mereka masuk!!!"perintah Kai dan mematikan telepon nya.
"Kejutan untuk Mommy"jawab Kai singkat.
"Ma Cherie"
"Mi Amore"
Terdengar teriakan dari dua orang laki-laki yang berlari ke arah Kai dan Kai pun segera berlari memeluk mereka.
"Kami merindukanmu dear"ujar Uncle Pablo dengan mata-mata berkaca-kaca.
"Kenapa tidurnya lama sekali???"ucap Kai yang kembali menangis.
"Sekarang Uncle sudah bangun, jangan menangis lagi"jawab Uncle Pablo menggendong Kai.
Kai memandang pada Uncle Twinsnya lalu beralih pada Mommy Fanny dengan senyum yang menyiratkan itu Aunty Velo.
Uncle Twins melangkah ke arah Mommy Fanny.
"Lapochka???"ucap kedua lelaki itu dan dibalas anggukan oleh Mommy Fanny.
"****???"panggil Mommy Fanny
Ke empat orang itu saling berpelukan hingga melupakan orang-orang disekitarnya.
Mereka menumpahkan rasa rindu yang selama ini mereka simpan. Akhirnya usaha yang selama bertahun-tahun dilakukan membuahkan hasil yang manis.
__ADS_1
Dady Aldric yang cemburu yang istri dipeluk oleh kedua lelaki itu segera berdehem.
"EKHmmmm."
Spontan ke empat orang itu melerai pelukan mereka.
"Sayang kenalkan mereka adalah adik kembarku. Pablo dan Pedro."ujar Mommy Fanny mengenalkan Uncle Twins pada Dady Aldric.
"Jangan terlalu dekat dengan istriku"ucap Dady Aldric memperlihatkan rasa cemburunya.
"Apa ini suamimu Lapochka??"tanya Uncle Pedro.
Yang dibalas anggukan oleh Mommy Fanny.
"Ck, situa ini posesif sekali"oceh Uncle Pedro.
Yang dihadiahi geplakan di punggungnya oleh Kai.
"Uncle dia sekarang Dadyku"ucapnya dengan bibir mengerucut.
"Cari Dady yang lain saja Ma Cherie"ucap Uncle Pedro pada Kai yang mendapat pukulan di lengannya dari Uncle Pablo.
"Kau jangan mulai merusuh lagi!!!"perintah Uncle Pablo.
" Dia yang mulai"jawab Uncle Pedro.
"Maafkan adikku Kakak ipar"ucap Uncle Pablo.
"Hmmmm"jawab Dady Aldric.
"Ck, kulkas berjalan"jawab Uncle Pedro.
"Boys ke sini. Ayo berkenalan dengan Uncle kalian!!!"perintah Mommy Fanny.
Para bujang the Owen itu berkenalan dengan Uncle Twins.
"Yang empat ini anak-anakku"jawab Mommy Fanny.
"Wah keponakanku sudah besar dan juga tampan."ujar Uncle Pablo memeluk para keponakannya.
"Jadi Mommy masih memiliki keluarga??"tanya Alan
"Iya boy"jawab Mommy Fanny.
"Berarti feelingku benar ketika pertama melihat Baby, dia adalah adikku. Benarkan Mom"sela Brandon.
"Iya B, dia anak Uncle Ian Kakak tertua kami."jawab Mommy Fanny
Brandon segera menggendong sang adik dan menciuminya.
"Heh bocah berhenti memeluk keponakanku"ucap Uncle Pedro pada Brandon.
"Dia adikku jika Uncle lupa"ejek Brandon pada Uncle Pedro.
"Oh iya kalian harus berkenalan dengan dengan keluarga yang lain."ajak Mommy Fanny pada kedua adik kembarnya.
Mereka pun berkenalan dengan seluruh anggota keluarga yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
Bagi Mommy Fanny hari itu adalah hari paling membahagiakan. Bertemu keluarga yang telah lama hilang. Dan mengetahui kebenaran kalau putri kecilnya adalah anak sang Kakak.