
Ke tiga siswi yang sudah cedera itupun pergi ke ruangan kepala sekolah yang merupakan ayah dari Selena. Melihat keadaan putri dan kedua keponakannya yang berantakan membuat emosi Tuan Erick Wijaya meledak.
"Apa yang terjadi pada kalian bertiga?"tanya laki-laki yang merupakan ayah Selena dan kepala sekolah baru OIHS itu.
"Kami dihajar oleh anak bungsu keluarga Owen, Pa. Papa harus membalasnya aku tidak terima diperlakukan begini. Dan juga salah satu murid penerima beasiswa bernama Putri!"adu Selena pada sang ayah.
"Kau jangan mencari masalah dengan keluarga itu, ingat tujuan kita di sini. Jangan sampai kedok dan rahasia terbongkar karena kebodohan dan ambisi tidak jelas kalian itu!"bentak Tuan Erick.
"Tapi Pa, lihat ini gadis itu telah mematahkan tanganku. Apa pun caranya aku pasti membalas gadis itu dan membuat para pemuda Owen itu bertekuk lutut padaku!"bentak Selena pada sang ayah.
"Jika terjadi hal yang di luar kendalimu, maka tanggunglah akibatnya sendiri nanti!"ujar laki-laki lima puluh tahunan itu meninggalkan putri dan juga dua keponakannya.
"Aghhhhhhhhh ......sialan lihat saja aku pastikan akan membalas gadis itu!"geram Selena sembari menahan sakit di lengannya.
Siska dan Rosilia pun membawa Selena e
ke rumah sakit untuk mengobati tangan gadis itu.
Bel pulang sekolah pun berbunyi para bungsu Owen melangkah ke parkiran dan mengambil motor masing-masing lalu bergegas pulang ke mansion. Kai merasa harus menyelidiki semua masalah ini secepatnya berhubung dia belum menerima misi apapun sekarang ini.
Sesampai di mansion mereka berganti pakaian dan makan siang bersama, para tetua dan Abang tertua tidak ikut makan siang di Secret Palace saat ini dikarenakan pekerjaan mereka yang cukup banyak dan menumpuk.
Kai menggiring Kakak-kakaknya ke ruang meeting Secret Palace, lalu membicarakan masalah yang tadi diceritakan oleh Yudha padanya.
"Baby, ada apa? Sepertinya ada hal penting yang ingin kau sampaikan sejak di sekolah tadi."kata Alden pada sang adik.
"Iya, ini tentang sekolah kita Bang!"sahut Kai sambil terus mengotak atik laptopnya.
"Memangnya ada apa dengan sekolah kita, Dek?"tanya Jayden tidak paham.
"Hmmm Bang Alden apa sekolah tidak memberi tau kita soal pergantian kepala sekolah yang baru?"tanya Kai pada Alden.
"Tidak, dan lagi kepala sekolah yang lama masa jabatannya kan masih lama, memangnya ada apa Baby?"tanya Alden tidak paham.
"Tadi Yudha cerita kalau kepala sekolah sudah diganti dan ........ke tiga gadis tadi adalah anak dan keponakan kepala sekolah yang baru. Mereka sering membully para siswa terutama murid bea siswa. Dan beberapa hari lalu beberapa murid beasiswa dicabut beasiswa mereka tanpa alasan yang jelas serta ada beberapa orang murid perempuan menghilang setelah pulang sekolah dan belum ditemukan hingga sekarang!"jelas Kai secara singkat.
__ADS_1
"Lalu?"ujar Rey tidak paham.
"Kita harus menyelidiki ini, Kai merasa ada nggak beres sama kepala sekolah baru kita. Jika dibiarkan berlarut Kai takutnya korban akan semakin banyak berjatuhan!"tukas Kai.
"Baiklah, tapi kita akan mulai menyelidiki dari mana imouto-san?"tanya Benjiro.
"Dari para murid bea siswa!"sahut Kai.
"Tapi sepertinya untuk masalah ini kita harus memberi tau para tetua karena menyangkut masalah sekolah!"titah Alden pada sang adik.
"Ya, kita akan memberi tau mereka, Bang!"sahut Kai sambil terus mengotak atik laptopnya.
Malam harinya usai makan malam para inti Golden Gladiol berkumpul di ruang meeting bersama dengan para tetua.
"Ada apa, Princess kau mengumpulkan kami semua?"tanya Evan pada sang adik.
"Ada masalah baru di sekolah dan kita harus segera mengusut masalah ini hingga tuntas."sahut Kai.
"Masalah apa Baby?"tanya Opa Matius penasaran.
"Tidak, tidak ada yang memberi tau kami kabar itu. Memangnya kenapa Baby?"tanya Daddy Aldric.
"Kepala sekolah telah diganti, beberapa orang murid telah dicabut bea siswanya tanpa alasan yang jelas dan yang paling menghebohkan beberapa murid perempuan di sekolah kita hilang tanpa kabar, tanpa ada yang meminta uang tebusan atau kabar yang pasti hingga sekarang!"jelas Kai secara singkat.
Para tetua terlihat kaget mendengar fakta itu. Biasanya staf administrasi akan selalu melaporkan apapun kegiatan yang ada di sekolah dan mang selama hampir satu bulan ini mereka belum mendapatkan laporan itu.
"Baiklah, mulailah menyelidiki masalah ini jangan biarkan berlarut-larut dan kalian harus berhati-hati karena kita tidak tau siapa yang kita hadapi sekarang dan juga apa motif mereka!"kata Opa Matius memberi izin pada para cucunya.
Baru saja Kai ingin berdiri tiba-tiba saja handphonenya berdering.
"Ayah Reza! Tumben nelpon malam-malam gini!"gumam Kai lalu mengangkat panggilan itu.
"Ya, ayah!"
".............."
__ADS_1
"Nggak, tadi dia masuk sekolah tapi pulangnya Kai nggak ketemu lagi karena Kai pulang buru-buru sama Abang!"
"............."
"Apa? Bagaimana bisa Putri belum pulang Yah?"
"............"
"Ya..ya.. Kai ke sana sekarang ayah sama Bunda jangan panik dulu ya!"
Kai memutus sambungan telepon itu lalu bergegas mengambil laptopnya dan meretas semua kamera pengawas mulai dari sekolah hingga cctv jalan. Tapi sepertinya seseorang telah menghapus rekaman cctv itu dengan sengaja.
"Shiiit!"umpat Kai.
"Baby/ Princess/Dek!"peringat para tetua dan juga para Abang tertua.
"Maaf tapi semua rekaman ini telah dihapus Kai harus cepat memulihkannya bisa jadi sekarang nyawa Putri sedang terancam!"ujar Kai dengan tatapan fokus pada latar laptopnya.
"Apa maksudmu, Baby?"tanya Ace.
"Putri belum pulang sejak tadi Kak, hand9 pun tidak bisa dihubungi ayah Reza sudah mencari Putri ke rumah teman-teman Putri namun satu pun dari mereka tidak mengetahui keberadaan Putri, Kak Ace!"sahut Kai.
"Sepertinya masalah ini cukup serius, Kim bantulah Baby untuk memulihkan semua rekaman itu dan yang lainnya mulailah penyelidikan kalian!"titah Opa Matius pada para cucunya.
"Baik, Opa!"sahut mereka serempak.
Sementara itu...........
Di sebuah ruangan terlihat beberapa orang gadis belia tengah terbaring lemah, mereka adalah gadis-gadis yang diculik untuk diambil indung telurnya dan dijual pada pasangan infertil. Mereka dipilih berdasarkan dari keadaan kesehatan yang berkualitas,tinggi badan, kecerdasan serta memiliki gen yang baik serta golongan darah. Mereka dipaksa untuk melakukan hal itu bagi yang memilik fisik lemah maka ini akan berakibat fatal bagi mereka bahkan tidak jarang mereka akan meninggal. Dan yang lebih mengerikannya lagi jika mereka meninggal dunia maka organ-organ tubuh mereka akan diambil dan dijual di pasar gelap.
Seorang remaja putri terlihat ketakutan berada di ujung ruangan sambil melihat sekelilingnya.
Air matanya tak berhenti menetes dia ingin segera keluar dari tempat itu.
Tiba-tiba saja seorang laki-laki bertubuh gempal masuk ke ruangan itu membawa jarum suntik yang berisi cairan obat. Gadis itu semakin ketakutan bahkan tubuhnya semakin gemetar karena rasa takut yang ia hadapi. Dia melihat bagaimana laki-laki itu menyuntikkan cairan itu pada salah seorang gadis remaja dan tak lama gadis itu pun terlihat seperti sedang kesakitan. Laki-laki itu meninggalkan sang gadis begitu saja lalu segera mengunci kembali ruangan itu.
__ADS_1
.