
Pagi ini para pelayan di markas Yamaguchi sibuk menyiapkan sarapan untuk Nona Muda mereka. Hilir mudik para pengawal pun terlihat membersihkan dan menata kembali barang-barang bekas pertempuran tadi malam.
"Ke mana adik-adik kalian??, Kenapa satu pun dari mereka belum muncul di meja makan??"tanya Papa Harada.
"Sepertinya mereka belum bangun Pa, aku akan membangunkan mereka."ujar Hiroshi berdiri dari duduknya dan beranjak menuju kamar Kai.
"Aku ikut, Kak."kata Hitoshi mengekori sang kakak.
Kedua lelaki Yamaguchi itu melangkah menuju kamar Benjiro dan Daichi terlebih dahulu karena kamar mereka berada di bagian depan.
"Benjiro...bangun!!!"panggil Hiroshi pada sang adik. Namun tidak mendapat jawaban dari si empunya kamar.
"Ke mana anak itu??"kesal Hiroshi yang tidak menemukan keberadaan Benjiro di dalam kamarnya.
"Daichi juga tidak ada di kamarnya Kak"seru Hitoshi pada si sulung.
"Ke mana mereka, pagi-pagi sudah menghilang"kesal Hiroshi.
"Kita ke kamar imouto-san saja!!!"titah Hiroshi dan diangguki oleh Hitoshi.
Betapa kagetnya kedua lelaki Yamaguchi itu melihat adik perempuan mereka terjepit diantara para Kakak Titannya.
"Astaga apa mereka ingin membunuh adikku"geram Hiroshi yang bergegas masuk ke kamar Kai dan membangunkan para pemuda yang tidur seperti ikan sarden itu.
"Pantas saja kamar mereka kosong ternyata semuanya berkumpul di sini".kekeh Hitoshi geleng-geleng kepala.
Hitoshi juga ikut membangunkan adik-adiknya itu.
"Imouto-san bangun...."ujar Hiroshi menepuk pelan wajah sang adik.
"Sebentar lagi Kakak!!"ujar Kai kembali menarik selimutnya.
"Ayo cepat, sarapan dulu...."ujar Hiroshi membangunkan sang adik.
"Dia memang susah dibangunkan Kak"jawab Jo yang masih setengah sadar.
"Dia rajanya tidur!!"imbuh Daichi.
"Astaga kenapa satu-satunya keturunan perempuan dalam keluarga ini sangat sulit dibangunkan???"gerutu Hiroshi membangunkan sang adik.
Akhirnya dengan segala perjuangan yang dilakukan bungsu keluarga itu terbangun.
Alan menggendong Kai menuju ruang makan.
"Drama apalagi sekarang???"tanya Papa Harada.
"Biasa Pa, si tukang tidur"ujar Daichi menggeser kursi untuk Kai.
"Musume, sampai kapan kamu akan seperti ini???. Ingat kamu itu anak perempuan, bagaimana nanti jika kamu berumah tangga!!"tegur Papa Harada pada Kai.
__ADS_1
"Ya nggak gimana-gimana Pa, kan ada maid suruh saja mereka yang mengerjakannya. Gampang kan??"balas Kai.
"Dari pada bicara dengan gadis ini lebih baik Papa pergi ke sarang musuh"ujar Papa Harada emosi mendengar jawaban putrinya dan sayangnya pula itu putri kesayangannya and the only one.
Sedangkan para bujang lainnya hanya diam tidak ingin ikut campur perdebatan antara ayah dan anak itu.
"Papa tidak memberi tau yang lain mengenai penyerangan yang terjadi tadi malam??"tanya Kai pada Papa Harada.
"Nanti Papa akan memberi tau yang lainnya, sekarang kita sarapan dulu!!"titah Papa Harada pada semua anak-anaknya.
Sarapan pun berjalan dengan tenang. Setelah itu mereka melanjutkan perbincangan di ruang pertemuan Yamaguchi.
Tiba-tiba handphone Kai berdering, Kai pun memeriksa siapa yang menelponnya ternyata Papa Jacob.
"Hallo Pa"jawab Kai.
".........."
"Beres Pa, kami menang"jawab Kai.
".........."
"Secepatnya Pa, setelah menyelesaikan sedikit masalah di sini kami akan segera pulang"ucap Kai lagi.
".........."
"Baik Pa, love you"kemudian Kai mematikan sambungan telepon miliknya.
"Papa Jacob menanyakan keadaan kita Kak dan menanyakan kapan kita akan pulang"jelas Kai pada Chayton.
"Kalian akan cepat kembali ke Indonesia??"tanya Hitoshi.
"Iya, Kak lagian kami sudah libur sekolah terlalu lama. Para Dady bisa mengamuk nanti Kak"ujar Jo.
"Hufffff Papa kira kalian akan lama di sini, Papa masih rindu dengan anak nakal ini"ujar Papa Harada mengacak-ngacak rambut Kai.
"Kan Papa bisa sesekali mengunjungi kami di Indonesia"jawab Benjiro.
" Anak kurang ajar!!!"geram Papa Harada.
"Pa kenapa Watanabe tiba-tiba membuat ulah dengan kita??"tanya Kai pada Papa Harada.
"Hmmmm itu karena tidak satu pun onii-sanmu yang mau menerima lamaran dari putri Watanabe, tapi ya bagaimana lagi kami tidak bisa memaksa soal jodoh pada kalian, selama kalian bisa mencari jodoh yang baik tentunya. Dan hal itu membuat mereka begitu murka. Dan lagi kita juga menolak tawaran kerja sama dengan mereka."jelas Papa Harada.
"Kenapa menolaknya Pa??"tanya Kai lagi.
"Mereka sangat licik dan serakah, kita tidak bisa bekerja sama dengan mereka karena bukan cuma kita saja yang akan celaka tetapi juga para anggota klan kita"tambah Papa Harada.
"Jadi itu penyebab mereka menyerang kita dan semakin gencar menyuruh anak perempuan mereka mengintili Kak Benjiro dan Kak Daiichi miris banget."ujar Kai menyimpulkan semuanya.
__ADS_1
"Begitulah Musume."keluh Papa Harada.
"Kenapa memangnya dengan para gadis dari keluarga itu Pa???"tanya Alden.
"Kau ingat Alden dua gadis yang selalu ingin menempeli kami di sekolah, kira-kira seperti itulah mereka"jawab Daichi dengan wajah tidak suka.
"Kenapa kakak-kakakku dikelilingi wanita ular, tidak Owen tidak Yamaguchi sama saja"gumam Kai.
"Resiko laki-laki tampan"ujar Jo percaya diri.
"Ya kalau begitu Kakak terima saja salah satu dari trio tante-tante itu!!!"ucap Kai.
"Tidak terima kasih Baby, kesehatan mental Kakak lebih penting dari pada itu"jawab Jo bergidik ngeri membayangkan semua itu.
"Helah......."ejek Kai.
"Tapi Kai heran dengan klan BLACK EAGLE, seingat Kai klan itu sudah Kai babat habis di Brazil tapi kenapa sekarang memiliki jumlah anggota yang cukup banyak lagi atau Kai melewatkan sesuatu ya???"Kai bicara sambil memainkan handphonenya.
"Maksudnya Musume??"tanya Papa Harada tidak paham.
"Klan BLACK EAGLE sudah Kai musnahkan beserta pemimpinnya sewaktu di Brazil, lalu siapa yang menggerakkan di Meksiko??"ujar Kai lalu ia mengusap layar handphonenya.
"Setau Kakak di sini ketua mereka bernama Michael El Barca"sahut Hitoshi sambil terus memainkan i padnya.
"Hallo Bang Eros tolong cari data Michael El Barca !!!"titah Kai pada Eros.
"Kapan kamu melakukan itu Musume??"tanya Papa Harada.
"Beberapa Minggu yang lalu Pa mereka mengusik tambang berlian milik Kai."sahut Kai masih memainkan handphonenya.
Tiba-tiba handphone Kai berdering.
"Ya hallo...."jawab Kai.
"........."
"Ok, thanks Bang"jawab Kai lagi.
Kai memeriksa surel yang masuk handphonenya, lalu membaca informasi yang baru saja diberikan padanya.
"Hmmmm ternyata sepupu Barga si b*ngs*t, berani juga cari masalah sama kita, gue tandain Lo"gumam Kai.
Tapi di markas Watanabe.......
"Kondousi, bagaimana bisa kemenangan yang sudah di depan mataku lenyap begitu saja, tolol kalian semua!!!"teriak seorang laki-laki memukuli semua bawahannya dengan brutal.
"Ampuni kami Tuan, mereka mendapatkan bantuan dari klan GOLDEN GLADIOL Tuan, dan juga beberapa orang yang memakai masker respirator."jawab bawahannya terbata-bata.
"GOLDEN GLADIOL??? Kau jangan melucu, tidak mungkin klan no.1 dan kejam itu membantu mereka. Karena kita selama ini tidak pernah mengganggu wilayah atau pun anggota mereka."bantah laki-laki yang merupakan ketua dari klan Watanabe.
__ADS_1
"Aghhhhhhhh"teriaknya frustasi dan menembaki seluruh bawahannya dengan brutal.
Kejadian yang hampir serupa juga terjadi pada dua klan lainnya. Mereka tidak percaya kalah dalam pertempuran yang hampir mereka menangkan. Apalagi dengan kemunculan klan Psycopath no. 1 GOLDEN GLADIOL.