Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Operasi Ayah Putri


__ADS_3

Entah karena efek kekenyangan atau kelelahan Kai tertidur di kursi ruang kerja Brandon, Putri yang melihat itu memilih meninggalkan Kai dan kembali duduk di depan ruang pemeriksaan sang ayah.


Brandon yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan tidak menemukan sang adik bersama temannya.


"Mana adik saya??"tanya Brandon pada Putri.


"Dia ketiduran Kak"jawab Putri.


Brandon segera menuju ruangannya untuk melihat Kai, namun baru saja ia memegang kenop pintu ia teralihkan dengan suara panggilan dari Bryan yang terlihat membawa orang yang akan dijadikan pendonor untuk ayah Putri.


"B.."panggil Bryan.


"Bryan, siapa yang bersama kamu??"tanya Brandon penuh selidik.


"Ini calon pendonor yang Kai minta!!"sahut Bryan.


"Ok, suster!!"panggil Brandon pada salah satu perawat yang baru saja lewat.


"Ya Dok!!"jawabnya.


"Katakan pada Dokter Albert kalau pasien atas nama Bapak Reza siap dioperasi dan segera persiapkan Bapak Reza!!"titah Brandon.


"Baik, Dok"jawab suster itu segera pergi untuk melakukan apa yang Dokter Brandon instruksikan.


"Sebaiknya periksa dulu calon pendonor ini B, tadi udah diperiksa di markas tapi cocok atau tidak gue nggak tau!!"kata Bryan pada Brandon.


"Masuk!!"kata Brandon mengajak Bryan memasuki ruangannya.


"Lah ni bocah enak-enakan tidur nah gue disuruh buru-buru mencari pendonor. Kelewatan ni anak awas aja ntar!!"omel Bryan.


"Suster tolong bawa calon pendonor ini ke ruang pemeriksaan!!"kata Brandon melalui intercom di ruangannya.Tidak lama seorang perawat datang untuk membawa calon pendonor ke ruang pemeriksaan.


"Gimana kabar para orang tua di mansion B??"tanya Bryan.


"Aman, kenapa??"tanya Brandon menghentikan sejenak kegiatannya memeriksa laporan di tangannya.


"Kangen!!"sahut Bryan.


"Datang saja ke mansion!!"kata Brandon sambil terus memeriksa laporan yang menggunung itu.


"Ntar deh, kalau ada waktu free. Adek Lo numpukin semua kerjaannya sama kami"gerutu Bryan.


"Adik kalian juga, kalau lupa!!"sahut Brandon tersenyum tipis mendengar keluhan Bryan.

__ADS_1


"Iya ya lupa gue."cengir Bryan.


"Tok...tok....tok."


"Masuk!!"


"Dok pendonornya cocok dan operasi bisa segera dilakukan"lapor seorang suster pada Brandon.


"Lakukan!!"titah Brandon.


"Ya udah B gue balik ke markas dulu, tugas gue udah selesai bilang Ama tu bocil."kata Bryan pamit.


"Baik nanti saya sampaikan. Hati-hati!!"kata Brandon.


"Ok"Bryan pun langsung meninggalkan ruang Brandon.


Brandon meninggalkan Kai yang masih terlelap sebelumnya ia telah memindahkan Kai ke kamar pribadinya yang ada di ruang kerjanya itu.


Brandon mencek semua persiapan operasi ayah Putri dan operasinya pun dimulai. Ketika ingin kembali ke ruangannya Brandon melihat Putri duduk bersama seorang wanita di ruang tunggu di depan ruang operasi.


"Operasi ayahmu sudah dimulai tunggulah di sini!!"titah Brandon dan diangguki kedua wanita itu.


"Apa itu Dokter yang menangani ayahmu, Nak??"tanya Bunda Putri.


"Bukan Bunda, Dokter itu Kakak Kai. Kai juga telah mencarikan pendonor untuk ayah dan juga telah membayar semua biaya operasi ayah"jelas Putri menunduk karena digerogoti rasa bersalah karena telah memfitnah Kai di sekolah.


"Sebenarnya Bunda....."Putri pun menceritakan semua hal yang tadi terjadi di sekolah secara detail pada Bundanya.


"Astaga Nak, siapa yang mengajarimu berbuat seperti itu. Bunda kecewa Putri!!"ujar Bunda merasa malu dengan kelakuan sang anak.


Putri menangis terisak di samping Bundanya, ia tau yang ia lakukan sangat salah. Apalagi sekarang orang yang ia fitnah malah menyelamatkan sang ayah. Di saat keduanya dilanda keheningan, Kai datang membawa beberapa kantong plastik berisi makanan.


"Hai Tante, Put"sapa Kai.


"Iya sayang"jawab Bunda Putri mengelus bahu Kai.


"Kok pada nangis-nangisan, Kai ketinggalan apa nih??"tanya Kai melihat Bunda Putri dan Putri secara bergantian.


"Kai maafkan sikap Putri padamu ya Nak!! Bunda mohon maaf sekali, terus terang Bunda jadi malu sama kamu."tutur Bunda Putri.


"Udah lewat juga Tan, Putri ngelakuin itu juga terpaksa toh, buat biaya berobat ayahnya, mungkin kalau Kai diposisinya Kai juga akan melakukan hal yang sama. Secara pribadi kami nggak ada masalah Tante. Itu juga karena rival Kai di sekolah. Jadi udah ya Putri jangan dimarahi lagi. Nggak baik marah-marah terus Tan!!"ujar Kai tersenyum.


Brandon yang sedari tadi berdiri di balik dinding ruang operasi merasa cukup kesal ternyata orang yang ditolong adiknya adalah orang yang telah memfitnahnya. Tapi Brandon bangga dengan sikap dewasa sang adik, bisa memilah antara hal pribadi dan masalah kemanusiaan.

__ADS_1


"Dah Tante sama Putri makan dulu, nungguin di sini lumayan lama, kata Kak B operasinya bisa sampai 4 jam an."kata Kai.


"Terima kasih sayang, boleh Bunda memelukmu??"tanya Bunda Putri.


Kai pun tersenyum dan merentangkan tangannya tanda ia juga ingin dipeluk. Kai pun mengisyaratkan Putri agar bergabung dalam pelukan itu.


"Dah Tante makan dan Putri makan dulu!!"ujar Kai.


"Jangan panggil Tante lagi panggil Bunda!!"titah Bunda Putri.


"Siap Bunda!!"ujar Kai.


Putri dan Bundanya pun memakan makanan yang dibelikan oleh Kai. Sesekali Bunda atau Putri akan menyuapi Kai. Memang kalau dilihat dari umur Kai lebih kecil satu tahun dari Putri.


Brandon hanya melihat dari jauh interaksi adiknya dengan kedua wanita itu dan mengangkat sudut bibirnya.


Empat jam setelah itu operasinya pun selesai dan berjalan dengan lancar. Ayah Putri pun telah dipindahkan ke ruang perawatan VVIP oleh para Dokter.


"Terima kasih sayang, kami berhutang Budi padamu, Nak!!"ujar Bunda Putri.


"Iya Kai, makasih ya udah nolong ayah aku. Dan aku mohon maaf atas kejadian di sekolah tadi. Kalau ada hal yang bisa aku lakuin untuk memperbaikinya akan aku lakukan Kai"ujar Putri terisak penuh penyesalan.


"Lo....."ucapan Kai terputus.


"Baby, it's time to back home. Opa sudah menelpon dari tadi menanyakan jam berapa kita pulang."kata Brandon pada sang adik.


"Iya Kak B, sebentar!!"sahut Kai.


"Lo jadi anak yang baik aja buat keluarga Lo. Jangan buat mereka kecewa!! Just that!!"ujar Kai.


"Bun, Kai pulang dulu ya udah malam ini. Nanti Opa bisa jadi maung"kekeh Kai.


"Sekali lagi terima kasih ya sayang dan juga Dokter Brandon.!!"kata Bunda Putri dan hanya diangguki oleh Brandon.


"Ok, Bun Kai pulang dulu besok Kai ke sini lagi"kata Kai pamit dan menyalin tangan Bunda Putri.


"By Put!!"kata Kai.


"Hati-hati Kai!!"kata Putri.


Kai pun mengangkat jempol mengiyakannya.


"Kakak gendong!!"rengek Kai. Tentu dengan senang hati Brandon akan menggendong kesayangannya.

__ADS_1


Putri dan Bundanya melihat betapa hangat hubungan antara kedua Kakak beradik itu.


"Aku akan selalu ada untukmu Kai"bathin Putri.


__ADS_2