Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen

Psykopat Gemoy Kesayangan The Owen
Ke mana Kai....


__ADS_3

Jika Kai dan ke tiga Kakaknya saat ini sedang bertolak menuju Rusia, berbeda lagi dengan keadaan yang sangat kacau balau karena Kai yang belum juga pulang ke Secret Palace.


"Kenapa adik kalian belum pulang??"tanya Opa Matius geram pada ke sepuluh bungsu itu.


"Maaf Opa tadi Adek bilang ingin pergi ke restoran, untuk mengecek sendiri keadaan restorannya dia tidak mengizinkan kami untuk mengikutinya!!"ujar Jackson yang sekarang yakin sekarang firasatnya tadi benar. Ada sesuatu yang terjadi pada sang adik.


"Hubungi lagi!!"titah Papa Jacob pada Brandon.


"Coba cari keberadaannya sekarang!!"tambah Opa Lucifer pada semua cucunya itu.


Sedangkan Kai saat ini tengah duduk diantara ke tiga Kakaknya.


"Dek, apakah kamu tidak marah karena kelakuan kami padamu sewaktu di sekolah dulu??"tanya Rion mengelus kepala sang adik yang tengah bersandar padanya.


"Kalian melakukan itu untuk melindungi adik-adik kalian ya wajar saja, toh para Owen juga telah membuat kalian babak belur kan!!"kata Kai.


"Lucu ya cara takdir mempertemukan kita, tapi apa kamu tidak malu punya Kakak seperti kami. Apalagi jika orang bertanya tentang asal usul kami??"tanya Rian.


"Malu tentu tidak, bagaimana pun kita berasal dari rahim yang sama hanya saja kalian lebih beruntung karena bisa merasakan disayang dan diberikan ASI oleh Bubu, sedangkan Kai tidak sama sekali. Dan kalian juga memiliki Mama yang menjaga kalian sedangkan Kai hanya dibesarkan oleh Daddy dan Uncle Twins. Namun itu pun tidak berlangsung lama umur tujuh tahun Daddy diambil paksa dari Kai oleh bajingan yang memakai gelang ini!!"ujar Kai mengutak-atik handphone miliknya lalu memperlihatkan laki-laki yang memakai gelang itu yang terlihat dari belakang.


Ke tiganya terkejut bukan main, bahkan bajingan ini juga telah membuat adik mereka kehilangan sosok ayah di usia kecil.


"Baj*ngan ini, lihat saja aku akan membunuhnya dengan tanganku!!"kata Jayden dengan rahang mengetat.


"Kakak kenal dengan laki-laki ini??"tanya Kai bangkit dari sandarannya.


"Bajingan inilah awal penderitaan kita Dek, Kakak benci menjadi darah dagingnya. Kakak malu, bahkan ia juga telah merenggut Daddymu."sahut Jayden memukul tubuhnya sendiri.


"Berhenti.....apa yang Kakak lakukan, stop!!"kata Kai memeluk sang Kakak.


"Kakak malu Dek sudah banyak kerusakan yang ia buat bahkan karena ulahnya anak Mama Sofia sekarang berada di rumah sakit jiwa!!"kata Jayden.


"Sudahlah ini takdir yang harus kita jalani Kak!!"ujar Kai menarik nafas panjang.


"Apa Bubu akan menerima kami Dek, karena kami adalah anak dari manusia yang menyebabkan penderitaan untuknya!!"tanya Rion sendu.


"Bubu akan menerima kalian, begitu pun dengan Grandpa dan Paman kita yang lain!!"sahut Kai.


"Kita memiliki keluarga sebanyak itu??"tanya Rion tidak percaya.


"Kalian ingat dengan Kak Benjiro dan Kak Daichi??"tanya Kai.


"Iya, tentu!!"jawab ke tiganya.


"Mereka adalah sepupu-sepupu kita, kita memiliki tiga belas sepupu laki-laki dan empat Paman dan seorang Kakek bernama Yamaguchi Haruto ketua klan Yamaguchi!!"kata Kai.

__ADS_1


"Sayang sekali baru sekarang kami mengetahui bahwa kau adalah adik kami!!"kata Rion tertunduk.


"Itulah permainan takdir Kak, kita tidak pernah tau seperti Kai yang diadopsi oleh keluarga Owen yang ternyata adalah keluarga mertua dari Aunty Velo, adik Daddy."jawab Kai.


"Jadi keluarga Owen masih memiliki hubungan keluarga dengan kamu??"tanya Jayden.


"Iya, Aunty Velo adalah adik Daddy yang sekarang menjadi Mommy Kai dan si kembar Alan dan Alden!!"jawab Kai.


Ada rasa iri dalam hati mereka melihat sang adik yang dikelilingi orang-orang yang begitu menyayanginya, beda dengan mereka yang setiap hari hanya mendengar kata-kata kasar atau umpatan dari sang ayah. Tapi setidaknya adik mereka berada di tangan keluarga yang bisa menjamin keselamatan sang adik. Begitu pikir ke tiganya.


Tak lama Kai dan si kembar tertidur, hanya Jayden yang masih terjaga. Jayden menatap wajah si bungsu lalu mengelus lembut surai sang adik. Hidung dan mulut Kai persis sama dengan ibu mereka.


"Ibu, maafkan aku karena telah gagal menjadi Kakak yang baik bagi adik-adikku apalagi Kai, malah kami sempat menyakitinya, Bu. Tolong jangan pisahkan kami lagi, Bu!!"ujar Jayden terisak.


Kemudian Jayden ikut berbaring di samping Kai dan memeluk sang adik.


Saat ini situasi di Secret Palace sangat tidak kondusif karena keberadaan si bungsu yang tidak diketahui apalagi ini sudah malam.


"Astaga, kenapa kita tidak melacak cctv restoran saja!!"kata Chayden menepuk jidat dan mulai meretas cctv restoran milik sang adik.


Chayden terbelalak melihat sang adik dipeluk oleh musuh bebuyutan mereka, anak-anak Alexander.


"Holly......shiit apa yang mereka lakukan pada Baby??"heboh Chayden mencak-mencak sendiri.


"Heh, Abang kenapa heboh sendiri??"tanya Rey penasaran.


"Kurang ajar, apa yang telah mereka lakukan pada Princess hingga ia menangis seperti itu!!"kata Uno dengan nada tinggi dan rahang mengetat menahan emosi.


"Tapi pertanyaannya, di mana Baby sekarang??"tanya Carl yang terus mengutak-atik laptopnya.


"Shiiit......!!"Xander hampir saja melempar laptopnya jika saja tidak segera ditahan oleh William.


"Tenang Bang!!"kata William.


"Tenang kau bilang, kita tidak mengetahui di mana keberadaan adik kita saat ini, Will!!"kata Xander menghempaskan tubuhnya kasar di sofa.


"William benar Xander, kau harus tenang!!"ujar Papi Dixon.


"Bagaimana bisa tenang Pi, jika biasanya Princess akan selalu membawa Prince bersamanya namun sekarang ia seorang diri, Pi!!"ujar Xander mengusap wajahnya kasar.


"Papi paham, tapi marah tidak akan menyelesaikan semua masalah, tenangkan pikiranmu."kata Papi Dixon mencoba menenangkan anaknya yang satu itu.


"Aghhhhhhhhh!!"


Sekarang malah Sam yang mengamuk membuat para tetua geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Hubungi semua pilot kita!!"ujar Kim pada Steven.


"Hmmmm"


Steven menghubungi semua pilot pesawat pribadi mereka. Namun tidak satu pun yang berangkat mereka dalam kondisi stand by di tempat.


"Tidak satu pun diantara mereka yang dihubungi Adek!"kata Steven setelah melakukan panggilan terakhir.


"Astaga, ke mana mereka membawa adikku pergi!!"geram Alden.


"Tunggu, coba hubungi Pablo atau Pedro!!"kata Opa Lucifer.


Ace pun segera mengubungi sang Uncle.


"Hallo, Uncle apa Baby berencana akan ke sana??"


"..........."


"Baiklah, terima kasih Uncle!!"


Ace menarik nafas kasar, ia tidak mendapat jawaban sesuai dengan yang ia harapkan.


"Opa akan menghubungi Haruto dulu!!"kata Opa Lucifer mencoba menghubungi Grandpa Yamaguchi.


Namun panggilannya malah tidak tersambung sama sekali.


"Bagaimana Opa??"tanya Jo.


"Tidak terhubung!!"kata Opa Lucifer menyandarkan tubuhnya ke sofa.


Satu pun dari mereka tidak bisa tidur lelap, mata mereka tetap fokus dengan laptop masing-masing untuk mencari keberadaan sang adik.


Namun tiba-tiba Rey heboh sendiri, itu mobil yang dipakai oleh anak-anak Alexander untuk membawa adiknya pergi dan sekarang mobil itu tengah terparkir di salah satu landasan pacu yang tidak pernah Rey lihat selama ini.


"Bang ini di mana??"tanya Rey pada Billy.


"Ini, .......ini bandara di dekat hutan lindung kita!!"sahut Billy menzoom gambar yang baru saja di dapatkan oleh Rey.


"Apa yang kau temukan di sana, Boy??"tanya Papa Jacob.


"Mobil yang membawa Adek tadi terparkir di sana, Pa. Plat dan warnanya sudah kucocokkan!!"kata Rey memperlihatkan gambar sebuah BM M5 terparkir di pinggir landasan pacu itu.


"Apa ada yang bisa kita hubungi di sana, Will??"tanya Opa Matius.


"Sayangnya tidak Opa, itu bandara pribadi milik Adek semua petugas dan pilotnya adalah petugas siluman yang identitasnya hanya diketahui oleh Adek!"jelas William.

__ADS_1


"Astaga anak ini sekarang ia pergi ke mana?? Dengan anak-anak Alexander lagi!!"kata Daddy Aldric marah bukan main.


Semuanya gelisah dan was-was mengahadapi ini, apalagi Kai yang pergi dengan tiga keturunan Alexander yang note banenya adalah musuh bebuyutan mereka.


__ADS_2