
Ketika mereka akan kembali ke ruang rawat Ace, pengawal yang disuruh mengambil laptop para bungsu the Owen telah kembali. Pengawal itu menyerahkan laptop yang ia bawa pada Tuannya.
"Baik ayo segera kita kerjakan ini sudah malam."ucap Kim pada para bungsu the Owen.
"Baik Bang"jawab mereka kompak
Mereka pun bergegas menuju ruang rawat Ace dan memulai pencarian mereka di sana.
"Kalian bagi menjadi dua tim. Tim satu ikuti Kim dan tim dua ikuti Aslan. Tim Kim telusuri rekaman kejadian yang menimpa Edric, cari saksi atau pun barang yang bisa kalian jadikan bukti. Dan untuk rekaman dari Eagle eye biar Kim yang menanganinya"titah William.
"Baik"jawab mereka.
"Tim Aslan telusuri rekaman mengenai Carl dan Dallen cukup kalian mencari orang dengan posisi terdekat dengan mereka, dan Lo cil ikut tim Aslan!!"titah William pada Kai.
"Tapi kenapa Bang??"tanya Chayton pada William.
"Lo ga mau kan ni bocil lihat adegan melehoy??"tanya William.
"Ahh iya benar juga"tutur Chayton paham.
"Mulai, ingat kita bertarung dengan waktu"peringat William.
Brandon memasuki ruang rawat Ace bersama para bodyguard membawa makanan untuk mereka makan.
"Kalian makan dulu nanti lanjutkan lagi!!"ucap Brandon pada mereka yang ada di ruangan itu.
"Tunggu Brandon, biar mereka lakukan tugasnya dulu."kata William.
"Kamu mau mereka sakit??"sanggah Brandon kasar.
"Tenang Kak B, kita sedang mengejar waktu, jika nanti rekamannya hilang maka tidak ada lagi kesempatan kita untuk membebaskan kak Edric"kata Alden mencoba memberi pengertian pada sang Kakak.
"Maksudmu??"tanya Brandon.
"Bang Dom menyisipkan Eagle Eye pada setiap kalung yang kita pakai Kak. Dan Eagle Eye bisa secara otomatis akan memandu semua cctv atau pun perekam lain yang ada disekelilingnya untuk merekam suatu objek. Namun ini tidak bertahan lama Kak, hanya 1*24jam. Dan sejak dari kejadian Kak Edric tertangkap waktu kita hanya memiliki beberapa jam lagi Kak."jelas Alden.
"Baiklah, aku akan ikut mencarinya"kata Brandon.
"Kamu ikut tim Kim saja Brandon menelusuri masalah Edric,"ujar William.
"Baiklah"kata Brandon paham maksud dari William. Karena ia seorang dokter ia pasti akan bisa mencari celah saat nanti melihat rekaman itu.
Mereka pun meretas menggunakan Eagle Eye, beberapa saat kemudian video itu mulai menunjukkan tahap demi tahap kejadian yang menimpa Edric. Dimulai dari saat Edric kehilangan kesadaran setelah meminum minumannya kemudian di papah oleh beberapa orang ke kamar hotel lalu datang seorang wanita dan tiga orang laki-laki bertubuh atletis. Mereka membantu wanita itu melepas pakaian Edric, yang terjadi selanjutnya sungguh di luar nalar. Ternyata mereka ber empatlah yang melehoy. Namun bagaimana mereka bisa mendapatkan sp*rm* Edric. Setelah melihat video itu secara keseluruhan sekarang Brandon paham. Kakaknya sama sekali tidak bersalah.
Ketika melihat video yang sedang dilihat Kim,Brandon tiba-tiba memberi isyarat untuk stop di sana.
"Kim, tolong ulang dan zoom di menit ke 12!!"kata Brandon.
Terlihat di sana bahwa sp*rm*para lelaki itu mengenai pakaian Kak Edric.
__ADS_1
"Kalian sudah mendapatkan semua rekamannya??"tanya William pada tim Kim.
"Sudah gue juga nyimpan rekamannya."jawab Kim.
"Apa kamu mendapatkan sesuatu Brandon??"tanya William pada Brandon.
"Yeah, aku mendapat cukup bukti untuk melepaskan kakakku dari penjara."kata Brandon.
"Ayo ke kantor polisi dan Lo Bryan sebaiknya dampingi mereka, Lo kan seorang pengacara"titah William pada Bryan.
"Ok, ayo jalan!!"titah Bryan.
Tim Kim pun segera menuju kantor polisi untuk memberikan semua bukti itu pada polisi.
Sedangkan tim Aslan saat ini masih menelusuri seluruh aktifitas Carl dan Dallen.
"Tunggu,"kata Kai yang melihat ada beberapa orang pemuda yang menabrak Carl dan Dallen.
"Zoom itu bang Aslan"kata Kai.
"Dapat"teriak Kai.
"Simpan rekamannya Aslan!!"kata William pada Aslan.
"Ok"jawab Aslan singkat.
"Opa sudah mendapatkan orangnya??"tanya Alan pada sang Opa.
"Sudah boy"jawab Opa Matius mendudukkan diri.
"Mana yang lainnya??"tanya Papi Jason.
"Mereka ke kantor polisi Pi"jawab Benjiro.
"Kantor polisi??"tanya Papi Jason dengan dahi berkerut.
"Iya Pi, Bang Kim dan Kak B sudah mendapatkan bukti untuk membebaskan Kak Edric dari penjara. Kami pun akan ke kantor polisi untuk memberikan bukti untuk mengeluarkan Kak Carl dan Kak Dallen."jawab Kai.
"Baiklah, tunggu apalagi ayo kita berangkat"ucap Opa Matius bersemangat.
"Opa ingat umur, nanti encok"sindir Kai.
Opa Matius segera menggendong Kai, dan mendapat gelengan kepala dari para inti GOLDEN GLADIOL.
Mereka segera meluncur ke kantor polisi. Sedangkan Papi Jason mengurus orang yang tadi dia bawa untuk menggantikan posisi Ace .
Rombongan Kim sudah sampai di kantor polisi. Di sana terlihat Mama Silvia dan Mami Harlin yang masih sembab karena tidak berhenti menangis. Para Dady pun tidak kalah kusut karena harus menenangkan para Mommy dan juga harus mengurus masalah anak-anak dan perusahaan mereka.
Melihat kedatangan anak-anak mereka disertai dua orang asing membuat pertanyaan di benak mereka.
__ADS_1
"Boy adik kalian mana??"tanya Papa Arthur pada Brandon.
"Sebentar lagi Baby akan sampai Pa, kami akan mengurus masalah Kak Edric dulu"kata Brandon masuk ke kantor polisi diiringi kedua orang asing tadi dan para bungsu Owen.
Bryan yang sudah paham seluk beluk masalah seperti ini segera menemui kepala polisi.
"Selamat malam, Kapten"sapa Bryan memasuki ruangan kepala polisi.
"Selamat malam Tuan Bryan, ada apa malam-malam ke sini.??"tanya kepala polisi itu heran begitu pun dengan keluarga Owen yang melihat keakraban antara Bryan dan kepala polisi itu.
"Saya yang menangani kasus Tuan Muda keluarga Owen"jawab Bryan tegas.
"Jadi apa yang bisa saya bantu Tuan Bryan??"tanya kepala polisi itu.
"Seberapa besar kesempatannya untuk bebas??"tanya Bryan lagi.
"Sangat kecil Tuan Bryan. Karena semua bukti mengarah pada Tuan Muda Owen."jawab kepala polisi itu.
"Baik, coba kau lihat ini!!"perintah Bryan pada kepala polisi itu.
"Kim berikan padanya!!"perintah Bryan.
Kim pun memutar video yang tadi sudah ia simpan.
"Jadi bagaimana Kapten??"tanya Bryan sekali lagi.
"Ini sudah bisa membebaskan Tuan Muda Owen"jawab kepala polisi itu.
"Tunggu dulu, Brandon ada yang mau kau sampaikan??"tanya Bryan.
Brandon paham dengan maksud Bryan.
Ia pun meminta kepala polisi itu untuk melakukan visum agar buktinya semakin lengkap.
"Bripda Aldi, bawa Tuan Muda Owen ke mari!!!"perintah kepala polisi itu.
Yang bersangkutan pun segera melakukan apa yang diperintahkan komandannya. Sesaat kemudian dia datang bersama Edric ke ruang kepala polisi.
"Tuan Edric, silahkan ikut dengan Bripda Aldi kita akan melakukan visum di labfor."kata kepala polisi itu.
Edric mengikuti apa yang kepala polisi itu katakan.
Bryan segera menghubungi anggota GOLDEN GLADIOL yang bertugas di labfor agar ia yang mengambil alih tugas visum untu Edric.
"Edric mau dibawa ke mana??"tanya Mami Harlin panik.
"Mami dan Papi tenang saja di sini"ujar Brandon menenangkan kedua orang tuanya.
Mereka pun mengikuti Edric agar semuanya bisa berjalan dengan lancar.
__ADS_1